MANTIV

MANTIV
● Mantiv(43)


__ADS_3

Berjalan menyusuri lorong yang mengarah keruang tamu. Rumah yang terlihat kecil ini ternyata sangat penuh dengan lika-liku didalamnya. Seperti hidup pemiliknya. Ditambah keadaan yang tenang seperti kehampaan dalam kegelapan. Cocok untuk kehidupan Za.


Yoongi dan Echan yang melangkah menyusuri jalan lorong menuju ruang tamu hanya bisa menatap datar kesegala arah. Yeah karena setiap yang mereka lihat tak diragukan lagi hanya kehampaan yang didapat.


“Kak Za mendirikan Mansion ini ngidam apa ya?”Echan berguman dengan pikiran yang tak bisa dijelaskan. Yoongi yang berdiri disampingnya mendengar gumangan itu menjawab “Kak Za tidak ngidam, mungkin Mansion ini ada kenangannya, aku tak yakin dengan pendapatku. Lihat...”Yoongi menunjuk kearah Ruangan yang terlihat besar, benar kini mereka tiba di ruang tamu. Dan yang terlihat saat ini adalah dua tangga yang dibuat berlawanan dengan bentuk yang sangat indah.


Melihat itu, Yoongi menjelaskan “Kau ingat Mansion milik Miss Lila, tangga ini mirip dengan tangga Kak Za...Menurutmu mansion ini mirip dengan apa?”


Echan yang mendengar hal itu, membuatnya terdiam. Terpendam dalam pikiran yang mencari ingatan tentang waktu yang telah lama berlalu. Sampai Echan menepuk jidatnya sendiri. “Ah aku ingat sekarang, jadi Mansion ini merupakan duplikat dari Mansion milik Miss Lila,apa kau tak lupa tentang Mr. Tom yang sekarang apa kabar dengan mereka”Echan tersenyum mengingat dua orang yang merupakan kesayangan kekasihnya. Yeah Echan ingat dibagian dimana ia pertama kali bertemu dengan gadis sangat cantik yang membuatnya jatuh cinta sampai sekarang.


Yoongi terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Echan, ada benarnya semua yang ada di mansion ini sangat mirip dengan tempat markas mereka dulu. Markas para deketif.


Mereka tak menyadari bahwa para pelayan dan kepala pelayan tengah memperhatikan mereka. hingga Kepala Pelayan menghampiri Tuan-Tuan muda yang baru pertama kali tiba di Mansion milik sang Calon masa depannya.


“Selamat datang, Tuan muda Ketiga dan Tuan Muda keempat, ada yang bisa saya bantu?”tanya Kepala pelayan dengan sangat antusiasnya. Ia memberikan senyum manis untuk membuat Adik-adik Calon Masa depannya ini menyukainya.


“Ah....Anda siapa?”tanya Echan yang kini memperhatikan segala arah dan melihat kearah Wanita yang menunjukkan senyum menjijikkan. Entahlah yang pasti dipandangan Echan itu menjijikkan.


“Saya...Saya Kepala Pelayan disini Tuan”ucap Kepala Pelayan dengan kembali menyungingkan senyumnya. Membuat Yoongi dan Echan menatap datar dan memilih untuk melangkah menuju kearah pelayan yang lebih baik.


Merasa dilewati membuat Kepala Pelayan meringis tak senang, ia menatap kearah Dua Tuan yang merupakan orang terdekat Calon Masa depannya. Siapa yang kasih tahu tentang keluarga Zhan Za Chen, tentu saja Bibi Kedua yang kini tak lagi menghubungi diirinya.


Sempat terpikir apakah Bibi yang merupakan orang terdekat bahkan berpengaruh untuk Za calon suaminya dalam halusinasi telah membuangnya. Tapi Kepala pelayan bodoh amat dengan semua itu, selama Tuan Za masih sendiri ia tak masalah.


Yoongi melangkah meninggalkan Echan yang pergi menuju kearah pelayan. Yoongi memilih untuk duduk dan menunggu.


“Maaf ingin bertanya Kakk Za saat ini dimana...”Echan berbicara dengan nada yang sangat tenang, membuat Pelayan yang ditanya langsung menundukkan kepala mereka.


“Kenapa kalian datang kesini?”


Yoongi dan Echan melihat kearah dimana suara itu berasal. Mereka sedikit terkejut dengan penampilan Za yang mengenakan pakaian jas.


Za menuruni tangga dengan wajah datarnya, ia mendekati dan duduk dikursi yang memang sering didudukinya.


“Aku tak mengulangi pertanyaanku”ucap Za lagi yang berhasil membuat Echan dan Yoongi sadar dari lamunan mereka. dua orang Tuan muda itu pun ikut duduk didepan Za.


“Itu Kakak, kami ingin bertanya, kenapa Kami tak bisa mengingat Kekasih kami sendiri?”Echan yang memulai, ia juga tak sanggup bercanda saat ini. Sudah saatnya serius dengan urusan yang telah lama hilang tanpa kabar.


“Kau bertanya masalah ingatanmu, tentang kekasihmu..apa itu Amel dan Indah?”Yoongi dan Echan mengangguk bersama-sama.


Za memandang Adik-adiknya ini. “Aku tak tahu penyebabnya apa, mungkin suatu saat nanti kalian bisa mengingat semuanya”ucap Za.


Tak lama berbicara, Za berdiri membuat Yoongi dan Echan langsung ikut berdiri. “Kalian mungkin perlu menyelesaikan masalah kalian sendiri, tapi jangan lupakan tugas kalian untuk mencari si Sintro itu, aku sudah mengecek bahwa ia telah ditangkap oleh seseorang, dan saat ini jejaknya hilang begitu saja...”

__ADS_1


Yoongi dan Echan terdiam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Za. Mereka tahu bahwa saat ini mereka belum sama sekali berhasil membawa kembali sang tawanan yang kini menjadi buronan mereka.


“Maafkan kami kakak, kami Malah memikirkan masa lalu dan mementingkannya”ucap Echan dengan kepala menunduk. Mereka tahu bahwa mereka telah melakukan kesalahan.


“Tidak perlu minta maaf, aku juga tengah memikirkan masa lalu, hanya saja...entah kenapa aku merasa kita sebentar lagi akan menemukan jawaban dari apa yang kita cari”


Yoongi dan Echan mengangguk mendengar perkataan Za. “Kak...maaf Yoongi ingin bertanya, kenapa kakak mengenakan pakaian seperti itu?...bukannya Kakak sangat jarang berada dikantor”tanya Yoongi. Melihat Za mengenakan pakaian kantor, bukan pakaian lengkap kepolisian.


“Aku tak kekantor, biar Putra yang mengurusnya, saat ini aku mendapat perintah dari Bibi Kedua untuk mengajak Navi pergi kepesta yang akan diadakan Malam ini”ucap Za dengan wajah yang datar.


Yoongi dan Echan menatap kakak Pertama mereka dengan tatapan heran. Yeah Za yang sangat jarang mau jalan bersama wanita Malah dengan santainya menerima ajakkan itu.


“Kakak, Kenapa kakak tak mau menolaknya, Kakakkan tak menyukai gadis dari keluarga Nurganto itu”ucap Echan, kesal sudah dirinya. Bagaimana bisa Kakak mereka yang dingin ini Malah jadi seperti boneka yang selalu menurut dengan perkataan Bibi Kedua. Yeah mengingat ada jasa dari Bibi Kedua, bukan berarti Kak Za tak bisa menolak kan.


“Aku tahu, tapi semua ini ku lakukan untuk menghargai mereka saja, ini hanya pertunangan yang dalam masa pengenalan, aku sudah memutuskan untuk membatalkannya”jelas Za dengan tenang.


Para pelayan langsung terdiam mendengar apa yang diterima ditelinga mereka. ini berita yang besar untuk mereka. sebagai pelayan diMansion yang sunyi ini, tak ada yang tahu bahwa Tuan mereka memiliki seorang tunangan. Mereka menatap orang yang telah lama menunggu kesempatan untuk bisa memiliki tuan mereka. siapa lagi kalau bukan Kepala Pelayan.


Mereka sedikit tegang melihat Kepala Pelayan yang menatap dengan pandangan marah. Sudah dipastikan ada kegosongan dihati Kepala Pelayan. Sedikit senyum diwajah Pelayan yang melihat hal itu.


“Kak Za....apa Kakak akan ke Pesta ulta Mel-Yan, yang merupakan anak Tuan Rel-Yan. Mereka salah satu klien kita bukan?”tanya Yoongi yang mendapat anggukkan dari Za.


“Benar, karena itulah, aku akan mengajaknya untuk yang terakhir kali..setelahnya aku akan menolak apa yang di perintahkan oleh Bibi”keputusan ini diambil saat Za telah menetapkan apa yang diinginkan olehnya. Dan saat ini ia telah menentukan siapa yang ingin ia cintai dan nikahi. Akan ia kejar wanita yang telah berada didepan matanya. Dan tak akan ia lepaskan seperti dimasa lalu.


Melihat keantusiasan dari sang Kakak, membuat Echan dan Yoongi mengangguk, sama-sama merasa senang dengan berita ini. Tentu saja bukan hanya mereka yang senang, Kepala Pelayan pun ikut senang mengetahui berita besar ini.


“Kami..Kami akan kesana juga, tapi setelah tugas kantor kepolisian selesai”Jawab Echan yang kini berdiri di samping Za dan Yoongi di sebelahnya.


“Bagus”


-


Sebuah berkas terlempar kearah seorang pria tua, di lain arah seseorang memecahkan emosinya yang dalam, melihat dan membaca isi dari berkas yang didapat olehnya.


“APA INI....AYAH!!!!ANDRE PUTRA ANGKAT TUAN KIM TERNYATA ANAK KANDUNG AYAH”Mavin Vintorin berteriak dengan wajah yang sudah merah. Ia tak menyangka akan melihat fakta yang disembunyikan oleh Ayahnya.


Tuan Vintarian menatap tenang kearah putranya yang mengamuk mengetahui fakta yang telah lama disembunyikan. “apa yang dimarahkan, Andre bukan dari keluarga Kim, dia bermarga Mavin, tak ada yang bisa menjauhkan aku dari putra-putra ku, lagian dia itu adikmu”


Mavin Vintorin memukul meja yang menjadi penengah diantara dirinya dan Ayahnya. Ia begitu tak terima dengan apa yang didengarnya.


“Ayah.....Andre adalah Pemuda yang sangat menyebalkan, ia bahkan memisahkan seorang gadis dengan keluarganya...”belum selesai Mavin Vintorin berbicara,


“Apa perdulinya aku tentang gadis itu, sudahlah aku sudah mengatakan yang sebenarnya, jadi jaga adikmu itu”ucap sang Ayah yang kemudian pergi tanpa basa basi. Membuat Vintorin benar-benar dilanda kebingungan dan kekesalan.

__ADS_1


Mengingat saat kejadian di bandara,


“Kau!!!”Mavin Vintorin kaget melihat dua orang pria datang menghampirinya, apa lagi orang tersebut baru saja dicari oleh Kekasihnya. Bukan kekasih lebih tepatnya orang yang dicintainya.


“Kakk..maaf membuatmu lama menunggu”ucap Pria yang dengan santai meneguk minuman mineralnya. Ia tak lain adalah Andre. Orang yang baru saja bertemu dengannya di perusahaan.


“Kakak?”guman Mavin Vintorin yang mendengar perkataan itu. Ia berpikir bahwa Andre ini hanya menghormatinya. Jadi ia tak terlalu memikirkannya.


Yang membuat Mavin Vintorin kaget lagi adalah Pria yang menemani Andre ini. Ia tak lain adalah Yuda orang yang menjadi tamu untuk Evita.


“Kenapa Pria itu ada disini?”tanya Mavin Vintorin kepada Andre. Andre yang mendengarnya, hanya memandang dan mengalihkan perhatian kearah lain.


“Dia ku bawa karena dia anak buahku”ucap Andre tanpa ada keraguan dari pembicaraannya.


Mavin entah kenapa terlalu Malas memikirkan hal ini, ia saat ini sedang dalam keadaaan tidak mood untuk meneliti hal-hal yang baru didapatnya. Ia lagi mempertimbangkan diri sekarang, apa ia harus menjauhi Evita atau mengejarnya agar Evita mau melihatnya.


Karena ia telah bertemu orang yang disuruh ayahnya, maka mereka berangkat dengan pesawat umum.


Mengingat hal itu membuat Mavin Vintorin sedikit resah, resah karena ia harus bicara apa kepada Evita. Jika Evita tahu bahwa Andre ini adalah adik kandung Mavin Vintorin.


Memikirkannya saja sudah membuatnya pusing, apa lagi membayangkannya. Mavin Vintorin mengeluarkan rokoknya dan mengisapnya. Berharap asap yang dikeluarkannya adalah emosi yang sedang menghantuinya.


“tak ku sangka, ini akan menjadi tambah rumit, mulai dari kehadiran semua orang, tapi ada yang ingin ku tanyakan kenapa semua ini terjadi setelah kematian orang tua Evita?”Mavin Vintorin mengisap lagi asap rokoknya. Dan memejamkan mata untuk menghilangkan bayangan-bayangan tentang pertemuannya dengan Evita yang berakhir dengan hal-hal asing untuknya.


Tuk tuk tuk


“Excuse Me, Young Master, Mavin Vintorin......(Permisi Tuan Muda Mavin Vintorin)”ucap seorang Pelayan yang mengetuk pintu dari luar. Mavin hanya berdehem untuk memastikan kepada Pelayan bahwa ia mendengar perkataan Pelayan itu.


“I want to convey something, this is a invitation to a party by Miss Mei-Yan which is being hel at her Father’s company, in Q city. The event starts the morning until late at night. That’s what I want to say, sorry to disturb Young Master(Saya ingin menyampaikan sesuatu, ini ada undangan pesta oleh Nona Mei-Yan yang diadakan di perusahaan Ayahnya, di kota Q. Acaranya dimuali pagi ini sampai di Malam hari. Itu yang ingin saya sampaikan, maaf menganggu Tuan Muda)”


Pelayan itu pun pergi setelah menyampaikan apa yang ingin disampaikan olehnya. Mavin Vintorin yang telah tiba diamerika dua hari yang lalu. Malah mendapat undangan dari salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan dirinya.


Keluarga Yan sangat mencintai keamanan, yeah karena mereka memiliki seorang putri yang dimana merupakan anak mereka satu-satunya. Jadi wajar jika tuan Yan sangat ingin putrinya terlindungi. Apa lagi Putrinya termasuk orang yang sangat cantik. Memiliki paras yang begitu indah.


Diketahui saat ini Putri Tuan Yan belum memiliki pasangan. Jadi mungkin pesta kali ini diadakan untuk mencari pasangan tersebut. Hal ini yang membuat Mavin Vintorin terlalu Malas untuk hadir. Yeah kadang dirinya yang akan dijadikan pemilihan pertama. Dan itu yang merepotkan.


Mavin Vintorin berkerja sama dengan keluarga Yan yang karena anaknya perlu seorang bodyguard. Jadi karena itulah Mavin Vintorin menyerahkan 10 anak buahnya untuk bekerja disana. Dan sewaktu-waktu Mavin Vintorin akan memanggil mereka kembali.


“tidak perlu menghadiri acara orang yang manja itu”benak Mavin Vintorin. Ia kemudian melangkah menuju ke kamarnya untuk menenangkan pikiran dengan berenang dikolam pribadinya.


Tubuh yang kekar dengan kulit madu membuat orang-orang terpesona padanya. Tentu saja bahkan sempat pelayan dirumahnya ini mengunakan taktik untuk bisa tidur bersamanya. Tapi sayang Mavin Vintorin tak pernah terjebak dalam hal seperti itu.


Ia berenang dengan gaya bebasnya dan melampiaskan apa yang menjadi beban dipikirannya. Air yang tenang tadi mulai bergoyang karena terganggu oleh orang yang mengepakkan kakinya didalam air. Selain warna air yang jernih, kolam berenang Mavin Vintorin selalu dingin. Membuat pikiran panas menjadi tenang dengan hawa dingin yang didapat.

__ADS_1


Mavin Vintorin berhenti saat ia telah puas berenang, memilih untuk duduk dan memandang kearah kolam berenang yang airnya masih belum bisa tenang.


“Apa yang harus ku lakukan sekarang, apa benar Evita tak bisa mencintaiku?....apa si pria bajingan itu telah benar-benar mencuri hatinya, hingga Evita tak sama sekali melirik kearahku, selain itu kenapa juga Sebastian selalu menghalangiku, aku tak melakukan sesuatu bukan?”pertanyaan dan pertanyaan selalu diucapkan oleh Mavin Vintorin. Rasa sakit dihatinya mulai muncul kembali. Mengingat perkataan Evita bahwa ia sama sekali tak menaruh rasa untuknya. Bukan kenapa Mavin Vintorin tahu hal ini, hanya saja. Ia berharap bisa diberi kesempatan walau tahu hasilnya sama. Tapi setidaknya ada usaha bukan. Entahlah Mavin Vintorin merasa ia barus bisa lagi dan lagi untuk mengejar Evita. Walau tahu Hati Evita sudah milik orang lain.


__ADS_2