
Sebastian dan Raja tiba dirumah sakit, tempat Evita dirawat. Mereka berdua bergegas menuju ke kamar milik Evita. terlihat disana sudah ada Perawat yang menunggu.
“Malam Tuan”ucap Perawat yang memberikan sekantung infus yang memang diperlukan oleh Sebastian dan Raja.
“Malam..”sapa Sebastian dengan mengambil sekantung infus yang diberikan.
“Dimana Dokter Chen Rey?”tanya Sebastian setelah menerima sekantung infus. Perawat yang mendengar pertanyaan Sebastian menjawab “Dokter Chen Rey sedang sibuk memeriksa pasien lain, ada yang ingin disam...”
“Ada apa?”
Belum selesai Perawat memberikan jawabannya, Chen Rey paman Zhan Za Chen datang didekat mereka. Perawat tersebut langsung menganti kalimatnya. “Dokter Chen Rey, Mereka mencari anda”ucapnya.
Chen Rey mengangguk yang membuat Perawat tersebut pergi dari mereka. “Apa yang kalian inginkan?”tanya Chen Rey menatap Sebastian dan Raja.
“Dokter, Kami meminta bantuan mu, ikutlah bersama kami kekediaman Zhan”ucap Sebastian dengan wajah seriusnya.
Chen Rey yang melihat Sebastian begitu serius mengangguk, “baiklah..pasti Nyonya Zhan itu sedang lemah sekarang, kapan kita berangkat?”tanya Chen Rey yang membuat Sebastian dan Raja tercenga.
“Hai...Aku bertanya kapan kita berangkat?”Chen Rey menyadarkan dua pria yang terbengong dengan ucapannya.
Sebastian yang kembali sadar langsung menjawab “Sekarang”. Chen Rey yang mendengarnya tersenyum, “baiklah tunggu aku disini, Aku mengambil alat-alatku”
Sebastian dan Raja mengangguk menunggu Chen Rey yang mengambil barangnya.
Sambil menunggu, Kedua orang itu saling diam tak bicara, hingga salah satunya membuka suasana.
“Sebastian!”ucap Raja menatap Sebastian yang kini memandang dirinya.
“Aku....”
“Ayo berangkat”Ucap Chen Rey yang membuat Raja tak jadi bicara. Sebastian mengangguk melihat Chen Rey datang. Ia melupakan Raja yang ingin mengatakan sesuatu.
Ketiganya melangkah menuju keparkiran, dan saat ingin masuk kedalam mobil.
“Raja, ada apa denganmu?”tanya Sebastian yang sadar akan perubahan Raja.
Raja yang ditanya langsung tersenyum, “Sebastian, boleh tidak, Aku tidak ikut kembali kekediaman Zhan, Aku ingin menyelesaikan urusan kecil dulu”ucap Raja.
Sebastian yang mendengar ucapan Raja ingin menanyakan lebih lanjut, tapi Ia mengingat kejadian tadi sore yang langsung membuatnya mengangguk.
“baiklah, hati-hati kalau begitu”ucap Sebastian yang ingin masuk kedalam mobil.
“Apa Kau tak bertanya alasanku tak ikut?”tanya Raja menatap Sebastian yang kini berhenti.
“Aku penasaran tapi yang terpenting adalah keputusanmu, jika kau tak mengatakannya maka tak masalah untukku, Raja selesaikan masalahmu dengan baik”ucap Sebastian dengan saran diakhir kalimatnya.
Raja yang mendengarnya mengangguk, Ia merasa Sebastian begitu perhatian layaknya seorang kakak.
“Woyy kapan kalian berangkat, Nyonya kalian itu tak akan bisa bertahan sampai pagi”ucap Chen Rey yang menghentikan suasana haru didekat Sebastian dan Raja.
Sebastian mengangguk ucapan dari Chen Rey, “Raja hati-hatilah, dan jika perlu sesuatu hubungi aku”ucap Sebastian masuk kedalam mobil.
Mobil berjalan dengan Raja yang ditinggal hal ini dipertanyakan oleh Chen Rey yang melihatnya.
“Ada apa, Apa dia tak ingin kembali?”tanya Chen Rey yang duduk di kursi belakang.
“Ia sedang ada urusan dokter”ucap Sebastian menjawab Chen Rey. Meski jawaban itu tak puas untuk Chen Rey dengar.
Selama perjalanan hingga menuju kediaman Zhan, tak ada yang saling bicara karena keduanya fokus dengan diri masing-masing.
Ciiit!!
Mobil berhenti dan Sebastian melangkah keluar bersamaan dengan Chen Rey yang kini mengikuti langkah Sebastian.
“Aku akhirnya menginjakkan kaki dikediaman ini, seumur hidup dan saat Adikku diam disini, tak pernah kaki ini melangkah”benak Chen Rey.
Tak lama waktu berlalu, mereka berdua tiba didalam kamar seseorang.
__ADS_1
“Tuan Za, Aku sudah membawakan dokternya”ucap Sebastian meletakkan sekantung infus yang langsung digunakan oleh Chen Rey.
“Terimakasih Sebastian”ucap Za yang kini duduk dikasur tempat disamping Istrinya.
Sebastian mengangguk dan memilih untuk berdiri didekat pintu kamar. Intari yang melihatnya datang sendiri langsung bertanya, “Dimana Raja?”bisik Intari.
Sebastian langsung menjawab “Nona Intari, Ia sedang ada urusan jadi Ia menyelesaikan urusannya terlebih dahulu”.
Intari yang mendengarnya mengerutkan alis. Tak bisanya Seketarisnya itu pergi tanpa ijin, tapi mendengar kata urusan, Intari menahan diri untuk tidak mencari tahu alasannya.
-
Evita melelapkan diri dengan nafas yang sulit diatur, ia merasa seseorang memasukkan jarum dilengannya dan mendengar sedikit keributan yang ada.
Karena merasa tak sopan memejam mata, Ia membuka matanya dan melihat dua sosok pria tampan. Yang satu Suaminya dan yang satu seorang dokter.
Evita memperhatikan wajah Dokter yang didalam benaknya pernah ditemui olehnya . tapi pertemuan itu yang dilupakan oleh Evita.
“Istirahatlah Nona Za”ucap Chen Rey yang menyadarkan Evita. Evita tersenyum sesaat lalu mengenggam tangan Za yang ada disamping kanannya.
“Terimakasih Dokter”ucap Za menatap Pamannya yang kini meranjak berdiri dengan merapikan pakaiannya.
“Ya sama-sama, ada satu hal yang ingin ku sampaikan, Nona Za, sebaiknya ada tak banyak berpikir lalu jangan buat tekanan darah anda naik, itu berbahaya untuk ada. dan satu lagi..banyaklah mengonsumsi air mineral jangan minum wine dan sejenisnya”ucap Paman Chen Rey yang membuat Evita mengangguk.
“Baiklah”balas Evita dengan menatap lekat kearah Chen Rey. Hal ini membuat Zhan Za Chen menjadi cembukur. Ia mengeratkan genggamannya yang membuat Evita menatap kearahnya.
“Ada apa Za?”tanya Evita yang merasa aneh dengan sikap Suaminya.
“Tidak ada, Kau istirahatlah Evita”ucap Za menjawab pertanyaan Evita. Evita yang mendengar ucapan Za mengangguk dengan perasaan bingungnya.
-
Raja menatap kedepan dengan pandangan yang begitu gelisah, setelah memberangkatkan Sebastian dengan Dokter Chen Rey. Raja memesan taksi online dan menuju kekediaman keluarga Alex.
Ia sudah memikirkan ini selama perjalanan dengan Nyonya besar dikediaman keluarga Zhan. Selama perjalanan yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya agar Ia bisa menyelesaikan masalahnya.
Dulu Ia pernah jatuh cinta dengan seorang wanita yang lebih tua darinya. Karena beberapa alasan,Ia memilih untuk merelakan orang yang dicintainya dan melepaskan orang tersebut.
Sekarang Raja harus mengejar orang yang dicintainya, jangan sampai suatu saat nanti Ia kehilangan lagi dan berakhir menjadi pria buruk dalam masalah cinta.
Kini taksi online yang membawanya tiba dikediaman keluarga Alex. Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat tidak untuk Raja yang berdiri didepan pagar.
Seorang security menghampiri dirinya. “Ada Apa yang Pak, jika ada keperluan silahkan katakan, jika tak ada mohon maaf kembalilah besok”sopan dan santun diberikan oleh Security kepada Raja.
Raja mengangguk, Ia mengambil ponselnya dan menelpon Nabila. Panggilan itu bersambung dengan Nabila mengangkatnya.
“Hallo ada apa Raja?”
Tanya yang diseberang sana, terlihat oleh Raja, sebuah ruangan yang menyalakan lampu kamarnya.
“Apa Kau sudah tidur, Aku mampir malam ini sekalian bertemu orang tuamu”ucap Raja tanpa basa basi.
Diseberang sana tak membalas ucapannya tapi terdengar suara melangkah dengan berlari cepat menuju kesuatu tempat.
Raja yang mendengarnya terdiam,Ia memperhatikan lagi sampai seorang wanita berlari mendekati pagar rumah.
“Nona Nabila, apa perlu sesuatu?”tanya Security dengan menghampiri sang Nona Muda yang ada dibalik pagar.
Nabila tersenyum sesaat, Ia kemudian menjawab pertanyaan dari Security. “Iya Pak,Aku ada perlu dengan orang itu”
Security yang mendapat jawaban itu langsung mengangguk, “Baiklah...Pak silahkan masuk”ucap Security yang membukakan pintu pagar.
Raja mengangguk, “Terimakasih”ucap nya yang melangkah masuk dan ditarik Nabila memasuki kediaman keluarga Alex.
Hal yang didapati oleh Raja adalah para bodyguard yang berjaga dengan begitu rapinya. Ia sudah menduga kalau tak sembarangan orang yang berani kesini.
Apa lagi ini pertama kalinya ia datang tanpa berpikir dengan baik. Raja dibawa sampai keruang tamu. Terlihat orang tua Nabila yang menunggu dirinya.
__ADS_1
“Ibu..Lihat”Nabila menunjuk Raja yang berdiri disampingnya. Raja dengan cepat langsung membungkukkan diri untuk menghormati orang didepannya.
“Duduklah Nak Raja”ucap Ayah Nabila yang mempersilahkan Raja duduk.
Raja duduk didepan Orang Tua Nabila yang disampingnya ada Nabila. Ia bagai seorang anak yang sedang introgasi oleh orang didepannya. Meski begitu ia memang sedang diintrogasi oleh orang tua Nabila.
“Sebelumnya maaf atas kedatanganku yang mendadak seperti ini”ucap Raja membuka suasana. Orang tua Nabila mengangguk namun Ibu Nabila sedikit menatap tak suka kepadanya.
Raja paham, Ibu Nabila pasti masih membencinya. Namun Ia tak ingin kehilangan orang yang dicintainya lagi. jadi lebih baik mengambil resiko seperti ini dan untuk hasilnya semoga diberi kemudahan.
“Paman,Tante..sebelumnya maaf jika Saya melakukan kesalahan kepada putri anda. Dengan membuatnya jatuh cinta kepada saya dan membuat dirinya melakukan kesalahan karena saya. Semua ini terjadi akibat apa yang dilakukan olehku yang begitu tak sadar diri”
“Putri anda menghampiri Saya dan mengatakan cintanya. Saat itu Saya tak memahaminya dan berpikir bahwa Saya tak melakukan kesalahan, namun semakin dipikirkan hati Saya gelisah hingga Boss saya menyadarinya dan meminta saya untuk melepaskan apa yang dipendam”
“setelah memceritakan segalanya, Saya menyadari bahwa bukan Nabila yang pertama jatuh cinta, melainkan Saya yang sudah menariknya untuk mencintai Saya. Maaf Raja tak menyadarinya”
“Jangan telalu formal Nak Raja”ucap Ayah Nabila yang kini buka bicara setelah Raja menjelaskan panjang lebar tentang masalah hubungan. Memang sulit ketika mengurus urusan cinta ini.
“Maaf”ucap Raja lagi yang membuat Ibu Nabila menghela nafas lelah.
“Jangan banyak meminta maaf, lelaki itu harus berani akan tindakkannya, Aku akui bahwa Aku salah menamparmu dan untuk itu aku minta maaf”ucap Ibu Nabila yang membuat Raja bingung.
“Ah tidak Tante, itu memang wajar...anda sebagai Ibu pasti ingin yang terbaik untuk putrinya”ucap Raja dengan mengelak permintaan maaf dari Ibu Nabila.
“Ya..Kau memang berhati baik..Jadi Kau datang kesini Cuma untuk meminta maaf?”tanya Ibu Nabila dengan wajah seriusnya.
Nabila dan Ayahnya yang melihat hal ini menghela nafas, mereka tahu jika sudah disituasi ini, maka mereka tak bisa ikut campur.
“Ayah, apa Ayah menyukainya?”bisik Nabila yang duduk disebelah Ayahnya. Posisi duduk orang tua Nabila, yang ditengah-tengah adalah Ayahnya, jadi yang disamping kanan Ibunya dan di samping Kiri Nabila.
“Hmm...sikapnya Baik, tapi tak tahu kedepannya. Jika ia memang jodohmu, Ayah akan menyukainya”bisik Ayah Nabila yang membuat Nabila tersenyum dengan perasaan bahagia.
Raja mendengar tutur pertanyaan dari Ibu Nabila langsung mengeleng “Tidak, Bukan seperti itu, Niat kedatanganku kesini untuk meyakinkan kalian bahwa Aku begitu mencintai Nabila”ucap Raja dengan wajah yang memandang kedepan.
Mata mereka bertemu yang membuat Ibu Nabila meneliti apa keseriusan orang didepannya ini. Setelah diam beberapa saat Ibu Nabila berdiri dari duduknya.
“Kau mencintai Anakku kan, buktikan seberapa cintanya dirimu kepada Putriku, dan jika suatu saat nanti Putriku kenapa-kenapa kau harus menanggung akibatnya”ucap Ibu Nabila yang mengulurkan tangan.
Hal itu membuat Raja terteguh namun juga senang dengan apa yang didapatinya. Ia menyamput uluran tangan Ibu Nabila.
“Aku akan membahagiakannya”ucap Raja yang melepaskan tautan tangan Ibu Nabila.
“Baguslah, sekarang pulanglah dirimu tak baik berada disini”ucap Ibu Nabila yang tak berniat untuk mengusir melainkan menjaga nama baik semua orang.
Raja mengerti, Ia mengangguk dan ingin melangkah pergi namun Nabila menghentikan dirinya.
“Biar ku antar sampai keluar pagar”ucap Nabila. Orang Tua Nabila mengangguk mengijinkan. Karena mereka masih dikediaman keluarga Alex. Jika terjadi sesuatu bodyguard yang ada akan siap menodongkan senjatanya.
Perjalanan Raja dan Nabila kegerbang depan begitu lambat karena keduanya saling diam dengan langkah pelan.
“Aku bingung ingin bicara apa”benak Raja yang berjalan dihalaman. Tak lama lagi mereka akan bertemu dengan pagar yang dijaga oleh Security.
“Terimakasih”Nabila membuka pembicaraan dan sekali lagi Raja merasa gagal menjadi pria karena selalu cewek yang memulai obrolan terlebih dahulu.
“Tidak perlu berterimakasih, aku yang seharusnya mengatakan itu Nabila..terimakasih”ucap Raja dengan menatap kedepan. Ia tahu saat ini Nabila memandangnya.gadis pendek yang membuatnya jatuh cinta ini sangat sulit untuk menahan diri.
Jujur saja dihati terdalam Raja terdapat niat jahat. Dan ia harus menahan diri karena ia tahu dibelakangnya seseorang sedang memandangnya. Ia yakin orang tua Nabila belum kembali kekamar mereka.
“Raja, Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?”tanya Nabila.
Raja mengerti apa yang dimaksudkan oleh Nabila, “Aku tidak memaksakan diriku Nabila, ini semua kehendakku dan keinginanku, Ku akui aku telah melakukan kesalahan dengan menarikmu untuk mencintaiku lalu melepaskanmu setelah kau jatuh kedalam hatiku. Maafkan aku akan hal itu..sekarang”Raja berhenti melangkah.
Mereka berdua saling memandang dengan mata yang saling menatap. Terselip kejujuran yang mendalam.
“Terimalah Aku menjadi kekasihmu”ucap Raja yang membuat Nabila terdiam ditempat.
Raja mengusap pelan Kepala Nabila dan melangkah pergi karena taksi olinenya sudah tiba. Ia tak ingin mengucapkan sampai jumpa. Karena besok, dan hari selanjutnya Ia akan bertemu kembali dengan orang yang dicintainya. Jadi tak ada kata sampai jumpa apa lagi selamat tinggal. Ia tak ingin ada akhir dari pertemuannya. Karena ia takut kehilangan orang yang dicintainya.
__ADS_1
Nabila yang bengong didepan pagar kembali sadar saat mobil Raja sudah pergi dengan cepatnya. Rasa berkecambuk didada bersamaan memanasnya pipi diwajahnya. Ia langsung berlari masuk kembali kedalam mansion keluarga Alex dengan perasaan senangnya.
Sedangkan Raja yang ada didalam mobil menahan tangan yang menyentuh kepala Nabila didadanya. Ada rasa bahagia bersamaan dengan kesenangan didalamnya. Mungkin hatinya sudah tenang karena masalahnya terselesaikan. Sekarang ada yang harus dihadapi olehnya.