MANTIV

MANTIV
● Mantiv(Spesial)


__ADS_3

...-Mavin Vintorin-...


Ketika takdir sudah menyatukan dua insan. Maka jangan ditanyakan bagaimana proses mereka bertemu dan apa perjuangan mereka. karena kamu tidak akan sanggup mendengarnya.


Mavin Vintorin sangat tidak mempercayai apa yang ditakdirkan kepadanya. Ia sering mendengar seseorang mengatakan takdir, dan yang berhubungan dengan Takdir. Namun tetap saja ia merasa, takdir hanya sebuah alasan seseorang untuk menjauhi apa yang ada didepannya.


Seperti Evita yang ia cintai, wanita yang sangat-sangat ia banggakan dalam hidupnya. Ia sempat membayangkan memiliki anak dan hidup bahagia dengan Evita. namun siapa sangka Evita bukan menjadi miliknya dan malah sudah mengandung anak pria yang menjadi musuh dalam percintaannya.


Dan sekarang ia sudah mengetahui apa yang dimaksud takdir oleh Evita. dan Takdir yang ada didalam hidupnya tidaklah buruk dari apa yang ia kira. Meski ia sempat merasa sedih dan merasa kesal. Kesal karena orang tuanya yang menyebabkan Evita menderita, lalu sedih karena tahu bahwa ia sudah merusak seorang wanita dan ia bahkan tidak memperhatikannya.


Namun takdir sudah ditetapkan, ia dengan usaha yang sangat keras untuk mendekati wanita dan Putranya. Liyana dan Vino yang akhirnya bisa ia temui. Ia juga mengusahakan untuk mencintai Liyana dan Putranya, lalu melupakan Evita didalam hidupnya, tetapi semua itu tidaklah mudah. Apa lagi mengingat Evita lebih dulu bersamanya dari pada Liyana.


Sulit dan sangat mustahil mendapatkan hati Liyana, namun siapa sangka kini ia duduk di meja rias dengan pakaian rapi sebagai mempelai pria. Benar, Ia akan menikahi Liyana hari ini, digedung yang ia jadikan tepat pernikahan untuknya, dengan sangat mewah.


Tuk..Tuk..Tuk..


“Masuklah”ucap Mavin Vintorin. Ia mengembalikan kesadarannya setelah berpikir dan membayangkan apa yang telah ia lalui.


Krek!

__ADS_1


“Kapan kamu akan bersiap Vintorin?..apa kamu ini wanita, yang berdandan melebihi Pria umumnya?”tanya Zhan Za Chen.


Mavin Vintorin yang mendengarnya mendengus. Jika orang yang melihat mereka berdua pasti akan menduga bahwa mereka sudah berteman. Nyatanya, keduanya masih seperti air dan minyak, tidak akan pernah bisa bersatu. Karena bagaimana pun Vintorian tahu bahwa Za tidak menerima apa yang telah terjadi kepada Evita.


“Sebagai pengantin Pria, aku harus bersiap dengan baik bukan?”Vintorin menatap kearah Za yang hanya mendengus lalu duduk di sofa yang ada.


“Kenapa Kamu datang kesini, bukannya dimeja tamu, Kamu bisa menunggu disana?”


“Aku ingin kesana, namun Istriku ingin diriku untuk mendampingimu di altar nanti, bagaimana pun Istriku sudah menganggapmu sebagai teman baiknya”


Mavin Vintorin mengangguk mendengar ucapan Za, yeah ia akui bahwa Evita memang menganggapnya sebagai teman, tidak lebih. Dan sekarang pun pertemanan mereka masih terjalin dengan baiknya.


“Lalu dimana Evita?”Tanya Vintorin yang kini sudah siap, ia berdiri dengan begitu tegap.


Vintorin tersenyum dengan deretan gigi putih yang tampak. “Oke, kita pergi?”tanya Mavin Vintorin kepada Suami dari mantan orang yang ia cintai.


Za dengan cepat mengangguk dan membukakan pintu. Menuntun jalan bersama Adik sepupu dan tentu saja Derka juga ada disana.


Aula pernikahan yang sudah didekorasi dengan sangat mewah, membuat mata Mavin Vintorin bahagia. ia merasa ini masihlah kurang, karena ia ingin pernikahannya diketahui oleh seluruh dunia dengan pernikahan termewah diseluruh kota A, setidaknya ia bersaing dengan pasangan Za dan Evita yang pernikahannya masih di kenang oleh orang-orang.

__ADS_1


Tiba dialua, Mavin Vintorin berdiri menunggu kedatangan sang pengantin wanita.


Alunan musik dengan tenang menandakan bahwa pengantin Wanita akan tiba. Dilihat oleh Mavin Vintorin gaun putih yang melangkah masuk, menyusuri karpet merah yang disediakan. Tentu saja ia melihat dengan jelas siapa yang mendampingi calon istrinya.


Evita,Intari dan Amelya yang tidak kalah cantik dengan gaun santai mereka. polos namun elegan dikenakan oleh ketiganya. Dan sangat cocok dipadukan dengan gaun pengantin yang hiasannya tidak terlalu banyak.


Tangan Vintorin terulur untuk menyambut Liyana yang ada di depannya.


“Vintorin, Ku serahkan Liyana kami sebagai istrimu, sebagai orang yang bertangung jawab akan kebahagiaanya, kami sangat mengharapkan semua janji bisa dirimu pegang untuknya”ucap Mr Tom yang mengulurkan tangan Liyana kepada Mavin Vintorin.


“Tentu, akan ku tanggung semua yang ada pada Istriku, apa lagi kebahagiaannya”jawab Mavin Vintorin menuntun Liyana untuk mendekati pendeta.


Acara pun dilangsungkan dengan tenang dan damai. Apa lagi pengucapkan janji pernikahan yang sangat penuh akan momen kebahagiaan.


Semua yang menyaksikannya menatap haru kearah pasangan yang bertukar cincin dan memberikan ciuman singkat sebagai akhir dari acara pernikahan mereka.


Tepukkan tangan diberikan dan ucapan selama di ucapkan. Resmi sudah pasangan Mavin Vintorin dan Liyana sebagai Suami Istri yang sah dimata hukum dan Masyarakat.


“Ayah!!!..Ibu!!!”Vino berlari dengan cepat mendekati orang tuanya yang kini sudah menyatu dengan cinta dan kasih sayang yang akan dilimpahkan kepadanya. “Tante Evita tidak berbohong, Aku punya Ayah yang luar biasa”benak Vino.

__ADS_1


“Kemari sayang”


Vino digendong oleh Mavin Vintorin dengan tenang dan merangkul Liyana untuk didekatnya. Wajah mereka saling memandang satu dengan yang lain, yang tak lama kemudian menghadirkan tawa bahagia menjadi keluarga yang sempurna.


__ADS_2