
Dari kota A kekota Q memperlukan waktu yang terbilang lama. Sekitar 9 jam yang mampu membuat lelah karena duduk terlalu lama.
Karena membawa Empat mobil, sudah dipastikan ketiga orang itu berpisah. Evita dan Za, Intari dan Yoongi lalu Amelya dan Echan. Masing-masing mengendarai mobil dan mobil yang lain diisi oleh Sebastian dan Raja.
Waktu yang berjalan dengan cepat akhirnya semua datang kemansion Miss Lila. Sebuah perusahaan detektif utama yang dikenal dikota Q. Dan perusahaan utama detektif dikenal oleh masyarakat jadi polisi disini merasa diringankan dengan adanya detektif.
Empat mobil itu pun berbaris digerbang pertama. Dan itu juga disambut oleh para karyawan yang berpaspasan dengan mereka.
Evita keluar dari mobil disusul oleh Za, Intari dan Amelya serta Suami mereka melangkah mendekati Za dan Evita.
Mereka berdiri diambang masuk yang dimana seseorang membukakan gerbangnya.
Terlihat Miss Lila dan Mr Tom yang menyambut tentu saja Liyana dan Putranya ada disana. Dan jangan lupa anak-anak Miss Lila dan Mr Tom yang langsung menghambur kearah Evita hanya karena ingin memeluknya.
“Apa kabar Tante Evita”ucap Giya Laila anak Mr Tom dan Miss Lila. Evita yang dipeluk langung menjawab “Tentu saja baik”
Namun belum lama pelukan itu berlangsung seseorang menarik Giya yang langsung mengagetkan semua orang.
“Minggir, Tante Evita punyaku”ucap Vino anak Liyana yang merentangkan tangan ingin digendong. Bocah yang berusia 5 tahun itu benar-benar membuat semua langsung terkekeh mendengarnya.
“Cih....main rebut aja, yasudah Tante Indah dan Tante Amelya punyaku”ucap Giya yang langsung bergegas memeluk Intari dan Amelya. Intari dan Amelya membalas pelukkan itu dan berakhir Amelya yang mengendong Giya.
“Ambil aja, lagian Tante Evita punyaku”ucap Vino sambil mencium pipi Evita dan hal ini berhasil membuat Za memanas melihat nya. Ingin sekali Za melempar anak yang ia sendiri tak tahu dari benih siapa yang penting lempar aja, tapi melihat Evita menyambutnya membuat Za memendam niatnya.
“Sudahlah, Evita, Intari dan Amelya ayo masuk”ucap Miss Lila. Mereka pun melangkah menuju mansion yang benar-benar mengairahkan. Gedungan tinggi itu menyambut mereka.
Setibanya didalam seluruh karyawan langsung menyambut para dektektif level atas yang sudah menjadi legenda untuk dunia detektif.
Raja saja yang penasaran siapa pendiri detetif akhirnya bisa bertemu secara langsung dan melihat dengan jelas. Saat pertama kesini, Ia tak langsung kekantor pusatnya hanya dicabang. Tapi sekarang Ia akhirnya bisa berada disini dan melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Terlihat banyak pajangan foto yang menunjukkan gelar masing-masing dan dari itu semua ada 10 foto yang menunjukkan prestasi para detektif , diantara semuanya itu tentu saja Boss Raja masuk.
“Jadi ini yang diucapkan oleh Nabila, mereka semua memang luar biasa”benak Raja. Meningat Nabila membuatnya ingat tentang pertemuan tak disengaja itu. Ia menatap sekelilingnya siapa tahu ada Nabila disana namun yang ditemukan hanya orang-orang asing tak ada yang dikenalinya.
“Apa dia tak disini?”benak Raja.
-
Semua akhirnya tiba diruang utama, terlihat sekali sistem direntas dengan begitu padatnya. Evita bergegas mendekati hologram berwarna hitam itu. Ia memutuskan untuk menyentuhnya namun tak ada yang bisa didapatkan olehnya.
“Evita, ada kunci yang bisa membukanya lihat”Miss Lila menunjukan tanda masuk yang memperlukan password. Evita langsung mengucapkan kata-kata yang menurutnya bisa dibuka namun tak semudah itu.
Hologram itu tetap terkunci dan rentasanya makin menyebar. “Evita kita baru tiba, Kau tak ingin istirahat terlebih dahulu”usul Amelya. Ia ingin membuat Evita tenang tanpa rasa terburu-buru karena takutnya nanti akan menimbulkan hal yang tak diinginkan.
Dan rasa cemas Amelya dimengerti oleh Za. Za menahan Evita yang ingin bertindak lagi. “Evita istirahatlah oke”ucap Za.
Evita langsung diam dan mengangguk. Mereka tiba di perusahaan detetif tepat dimalam hari dan perlu istirahat terlebih dahulu apa lagi untuk berpikir, tak mungkin mereka terburu-buru yang akan membuat kesalahan nantinya.
“Sudahlah Evita, lagian rentasan ini berjalan lambat..Kau lebih baik istirahat ada ruangan yang sudah disediakan untuk kalian”ucap Miss Lila. Evita lagi-lagi mengangguk.
-
Intari dan Amelya beristrahat diruang khusus tamu. Mereka duduk sambil memejamkan mata untuk mengambil suasana tenang meski pikiran mereka berjalan-jalan.
“Intari..menurutmu apa akan ada perang besar-besaran nanti?”tanya Amelya. Meski tahu jawabannya, Ia masih bertanya seakan-akan menghindari apa yang didapat olehnya.
“Mungkin Amelya, Kau tahu sendiri..Evita yang bertekad untuk untuk mencari dalang dibalik kematian orang tuanya tak mungkin dilepaskan begitu saja”jawab Intari yang memandang kearah depan dimana banyak orang lalu lalang untuk mengerjakan tugas mereka.
“Aku hanya berpikir Intari, Jika peperangan itu terjadi, Apa mungkin akan ada yang menderita..maksudku kita baru bahagia dan sekarang sudah dihadirkan masalah”
__ADS_1
“Aku mengerti Amelya, namun jalan hidup seperti ini, dan kita tak bisa menghindarinya”
Amelya terdiam mendengar jawaban Intari. Ia mengerti mereka sudah dewasa sekarang, dan tak ada lagi kata menyerah untuk mereka. mungkin kedepannya nanti akan ada kebahagian menanti dirinya dan sudah saatnya bersiap untuk mendapatkannya.
-
Keesokkan harinya....
Tak ada kemersaan lagi diantara tiga pasangan itu, mereka masing-masing sibuk memikirkan pasword untuk bisa membuka rentasan dan melihat pesan langsung dari wanita yang menyebabkan kematian orang tua Evita.
Sudah belasan jawaban diberikan bahkan tak ada yang bisa membukanya. Evita terus berpikir tentang sesuatu yang berhubungan dengannya.
“Evita..Apa kau tak berpikir menyebutkan nama orang tuamu...maksudku sangat aneh ketika menyebutkan kesukaanmu bahkan hal yang kau benci....”Intari menyampaikan pikirannya yang membuat semua langsung menatap kearah Evita.
“Benar Evita, lagi pula jika paswordnya adalah suaramu, dari tadi kau mengucapkan semua yang ada dipikiranmu, dan tak ada jawabannya..menurutku bisa saja orang tuamu yang menjadi targetnya”usul Amelya.
Mereka juga hampir menyerah, jika Intari tak menemukan ide yang tepat. Evita terdiam sesaat dan entah kenapa bayangan ibu angkatnya terlintas dipikirannya.
“Kim Jun Jae”guman Evita dan hologram itu langsung berhenti merentas.
Seseorang muncul dibalik hologram. Tentu saja orang tersebut tak lain adalah orang yang sama.
《Kau menemukan jawabanya...bagus》
Evita terdiam mendengarnya, entah kenapa Ia merasa bahwa wanita didepannya ini sedang bermain-main dengannya.
Hologram yang tercipta diperusahaan detektif dapat menampilkan seluruh tubuh yang mengunakannya dan tampilan wanita yang berbicara kepada Evita hanya menggunakan pakaian santai yang menampilkan kaki jenjangnya. Semua yang melihatnya menatap kaget.
“Apa yang kau inginkan sebenarnya?”tanya Evita yang dikelilingi oleh Hologram wanita dalang kematian orang tuanya.
《Tidak ada....mungkin beberapa anak buahku sudah mengatakan kepadamu, bahwa kematian orang tuamu itu hanya ketidak sengajaan olehku》
《Jangan marah, lagi pula jika orang tuamu itu tak meninggal, Aku mungkin tak akan menemukanmu》
Swusssh
《Percuma, Aku disini hanya hologram》
Evita yang baru saja menghempaskan tangannya untuk menghajar orang didepanya. Namun seperti yang diucapkan oleh orang didepannya, tak akan ada gunakan karena yang ada didepannya hanya hologram.
Semua melihat kearah interaksi Evita dan Wanita yang tak tahu namanya. Za berdiri tak jauh dari Evita untuk bersiaga. Jika Evita tiba-tiba mengila nantinya.
《Sudahlah, kita langsung saja kepesannya. Selamat sudah datang kesini...sebenarnya sangat malas diriku membuat hologram ini, tapi demi dirimu apa yang tidak Evita》
Hologram wanita itu memeluk Evita. meski Evita menjauh ia akan terus mendekat dan menempel kepadanya. Seperti sudah ditetapkan untuk berada didekat Evita.
《Evita atau lebih tepatnya anak Kim Jae..dengan nama keluarga yang melekat siapa lagi kalau bukan kim Hyun Jae..hahah rasanya Aku memujimu sampai hapal nama keluargamu, cucu keluarga besar Alex?》
Evita diam mendengarkan wanita itu berbicara dengan kenyataan yang tak ada salahnya. Bahkan Intari dan Amelya menatap tak percaya kepada wanita asing ini. Bagaimana bisa mengetahui sampai akar.
“Memang cocok jika Ia menjadi musuh Evita”benak keduanya. Tak mungkin musuh hanya tahu nama musuhnya tanpa mencari keseluruhan keluarga yang dimiliki oleh Musuh. Itu sama saja menyerahkan dirinya kepada musuh. Lebih baik mati tanpa mengetahui musuhnya sendiri, penyerangannya akan sia-sia.
《Aku juga tahu beberapa hal, Kim Hyun Jae yang merupakan seorang pemimpin atau pengusaha ke 2 benar bukan?》
“Ucapanmu semua benar, lalu apa kau takut denganku?”Evita sudah tak tahan lagi, Ia menatap kearah Hologram wanita didepannya.
《Hahahahh Kau adalah karya sempurna cipataanku Evita, jadi tak mungkin Aku takut..sudahlah kita keintinya, Aku ada disini》
Hologram yang menampilkan seluruh tubuh kini menampilkan seseorang dengan meja didepannya. Terlihat beberapa lokasi yang membuat Evita terdiam.
__ADS_1
“Apa kau sengaja melakukan ini?”tanya Evita. Ia merasa seseorang didepannya ini sedang mempermainkannya.
《Tidak, Aku tidak sengaja...Lagian Aku ingin memberitahumu, Evita, Aku menanti kedatanganmu, temui aku dan kita selesaikan apa yang menjadi keinginanmu, tentu saja tak semudah yang dipikirkan....Aku juga sudah menyiapkan sambutannya, jadi nikmatilah..baiklah sistem sudah mulai membaik, kalau begitu sampai jumpa, Aku menantikan dirimu..dan》
Mata Evita membelak ketika mendengar bisikkan wanita yang ada didepannya. Hologram itu pun menghilang dengan sendirinya. Sebuah bell pertanda bahwa perusahaan kembali aman. Dan semua kembali tenang. Kecuali Evita,Intari dan Amelya yang merasakan sesuatu dihati mereka.
“Evita...sudah saatnya kau tahu”ucap Miss Lila membawa sebuah koper hitam yang membuat Intari dan Amelya terkejut melihatnya.
“Bukannya ini koper yang dulu kami kejar saat menyelesaikan misi besar?”ucap Intari yang langsung dianggukkan oleh Miss Lila.
*Masalah koper ada di chapter 54-56*
“Evita bukalah”ucap Miss Lila yang membuat semua orang langusng menatap kearah Evita.
Evita perlahan membuka koper tersebut dan tak lama sekali lagi mereka bermain dengan hologram.
Hologram ini terlihat unik, karena warnanya merah, salah satu kesukaan Evita sendiri. dan saat Hologram itu sudah terbentuk dengan menampilkan sosok yang membuat mata Evita menampilkan kesedihan.
“Ibu?”guman Evita yang melihatnya. Sosok wanita itu memang tak lain adalah Ibu angkatnya,Kim Jun Jae.
《Putriku, ah sayangnya ini hanya hologram, Aku yakin kalau Aku masih hidup pasti akan memelukmu》
Memang benar, Hologram terbagi dua tipe yang dibuat oleh perusahaan teknologi. Tipe pertama adalah makhluk hidup, meski mereka mengunakan hologram mereka masih bisa merasakan. Sedangkan tipe kedua adalah sisa makhluk hidup yang berarti hanya rekaman yang direkam lalu dijadikan hologram.
Tipe kedualah yang digunakan oleh Ibu Angkat Evita. Evita yang mendengar ucapan itu tersenyum. Ia tahu ini hanya rekaman dari Ibu Angkatnya. Bertahun-tahun mencari dan menyerah bahkan berpikir memang Ia tak akan bisa menemukan Ibu Angkatnya. Serta alasan kenapa Ayahnya melarangnya untuk mencari keberadaan Ibu Angkatnya. Dan hal inilah terjadi, Evita hanya bisa merindukan dan menepati janji agar tak mencari ibunya.
Namun takdir berkata lain, didepannya Ibu angkatnya meninggalkan pesan untuknya. Entah itu berisikan apa.
《Anakku, ini hanya pesan hologram yang Ibu buat untukmu, pertama-tama..alasan kenapa Miss Lila bisa menemukan kalian dan mengangkat kalian menjadi detektif, Itu karena pemintaan Ibu》
Intari dan Amelya yang mendengar ucapan dari Ibu Angkat Evita langsung mengerti. “Jadi inilah kenapa saat pertemuan dengan nenek-nenek itu bisa terjadi, lagian aneh juga nenek-nenek diwaktu sore begitu..eh sore apa siang?”benak Intari.
“Aku tak menduga, alasan kami terpilih karena permintaan dari Ibu angkat Evita, wajar saja sih...lagian tak mungkin para detektif tertarik dengan kami, kami kan anak rusuh pembuat masalah malahan”benak Amelya dan tanpa disadari olehnya, Ia mengakui dirinya pembuat masalah.
《Sebenarnya alasan kalian didetektif juga karena kemampuan kalian sendiri, Ibu hanya ingin melatih kemampuan Kau putriku dan kedua sahabatmu itu》
Evita tersenyum, meski Ibu angkatnya ini jarang bertemu dengannya. Ia tahu Ibu angkatnya ini sudah lebih mencintai dirinya. Dan rasa sayang Ibu angkatnya ini sebanding dengan kasih sayang Ibu kandung Evita sendiri.
《Putriku, saat ini mungkin Aku sudah tak ada didepanmu lagi, Kau tahu berat rasanya meninggalkan dirimu, Ayahmu itu》
“Lalu kenapa ibu melakukannya?”benak Evita bertanya kepada rekaman hologram didepannya.
《Kau pasti bertanya kenapa Aku melakukannya?...heheh tentu saja harus sayang, karena jika tidak, si maniak ekperimen itu akan terus bertindak》
Evita terdiam mendengar kata maniak Ekperimen. Ia tahu siapa yang dimaksud Ibunya itu. membuatnya menjadi ingat kepada wanita yang baru saja ditemuinya.
《Kau pasti tak tahu Ibu berkerja menjadi apa, Putriku..Ibu seorang Detektif sepertimu, lalu Ayahmu merupakan seorang pengusaha. Alasan Ibu berpisah dari Ayahmu karena Misi ini, Ibu meminta Ayahmu untuk menikah lagi agar membuatmu bahagia tanpa Ibu dan melupakan Ibu...》
“Ibu, Aku tak ingin Ibu angkat yang lain, cukup dua Ibu yang ada dihatiku”benak Evita.
《Misi Ibu adalah menangkap dan mencari bukti Maniak Eksperimen, Ia bernama Welida》
Hologram yang menampilkan Ibunya kini berubah menampilkan sosok wanita yang baru saja ditemui semua orang.
《Welida seorang wanita berusia lebih dari 40 tahun, Ia pernah menikah namun entah alasan kenapa memilih untuk bercerai. Lalu ada beberapa laporan kalau Welida punya seorang anak, dan yang menjaga anaknya adalah Suaminya sendiri》
Hologram kembali bergerak menunjukkan sosok perubahan Welida yang sebenarnya tak tampak tua.
《Welida yang berusia 40 tahun itu tetap akan tampil muda, karena Ia meracik cream buatan yang sempat dipasarkan namun ditarik kembali, dan alasan utama inilah yang membuat Ibu harus menyelidikinya》
__ADS_1