
kali ini giliran Indah yang menyerang. Ada Evita dan Amelya disisinya. Amelya telah mendapatkan total kelereng 12 masih lumayan. Sedangkan Evita 20.
Ia menatap Evita yang tenang memandangnya. Karena permainan kali ini tidak ada yang namanya teman. Harus saling menyerang. Jadi ia menyerang Evita.
Tlak
Kelereng Indah bukannya mengenai Evita malah mengenai kelereng Pria yang ada didekat Evita. seketika itu juga Indah merasa kesal.
“Ini Indah....keren, ku pikir kau akan menyerang Evita tadi”ucap Pria itu. Indah mengambil kelereng yang hanya terdapat 5 saja. “Yah...niat awalku memang Evita..sepertinya ada orang yang melindunginya”ucap Indah yang langsung mendapatkan gelengan dari Pria yang telah dikalahkan.
Sekarang sisa lima orang. Dan permainan masih terus berlanjut. Sampai bell berbunyi.
“Duh gimana nih...diarea masih ada banyak”ucap Indah yang mendengar bel berbunyi.
“Kita bagi aja”ucap Pria yang lain. Evita mengangguk. Kelereng itu pun dibagi rata. Dan yang dapat keuntungan banyak Evita. karena berhasil mengumpullkan kelereng terlebih dahulu.
“Evita bagi....Aku kurang banyak nih”Indah mengulurkan tangannya untuk mendapatkan bagiannya.
“Eleh....Indah tadi udah taruhan..engak boleh bagi-bagi..sudah yuk kekelas”ucap Evita yang ingin melangkah pergi tapi terhalang oleh seseorang.
Indah dan Amelya yang ada disana juga kaget. Kenapa ada pria asing disini. Ya asing. Kulit madu, wajah tampan dengan mata kecoklatan. Gaya rambut yang ideal. Untung para Siswi telah pergi, jika tidak akan ada kehebohan yang terjadi.
“Maaf siapa ya?”tanya Evita yang menjauhkan diri tapi langsung dirangkul dalam dekapan pria itu. membuat Indah dan Amelya kaget dengan tingkahnya.
“Evita ya....Jadilah kekasihku”ucap Pria yang memeluk Evita. suara yang khas berat telah menunjukkan ia dewasa. Tapi Evita menjauhkan diri.
“Aku tak mengenalmu..lebih baik menjauh dariku”ucap Evita melepaskan diri. Tapi lagi-lagi makin terdekap.
“Kau tak mengenalku, bukannya kita pernah balapan dua kali diarea”ucap Pria itu. membuat Evita menatap heran.
“Balapan?”belakangan ini ia jarang balapan. Bagaimana bisa mengenal orang. Tapi diingat lagi uang seratus juta itu datang dari mana.
“Ah kau yang menantangku waktu itu ya?”tanya Evita yang langsung diangukkan oleh Pria yang masih betah memeluknya.
Evita mendorong tubuh pria yang lebih kekar ini. Ia tak bisa bernafas. Entah kenapa pria ini lebih menjijikkan.
“Tuan mohon menjauh dariku..ku mohon”ucap Evita yang langsung ditarik oleh seseorang.
Evita masuk kedalam dekapan yang memberikannya kenyamanan. Ia tak perlu tahu siapa orangnya. Yang pasti ia kenal dengan orang ini.
“Tuan maaf anda melewati batasan ada. disini siswa tengah belajar..jangan mencari masalah tuan”ucap Echan yang menghalangi Pria yang ingin mengambil Evita kembali.
Za yang memeluk Evita menatap kearah Pria asing itu. tatapan mereka bertemu dengan kilatan yang membuat orang-orang tahu bahwa mereka saling membenci.
Tak berapa lama, seseorang berlari mendekat “Tuan saatnya kembali....rapat telah selesai”ucapnya dengan nafas yang memburu.
“Baik...Evita kita akan bertemu lagi..ingat namaku, Mavin Vintorin”ucap Pria itu yang kemudian pergi dengan orang yang memanggilnya Tuan.
Semua kejadian ini tak bisa dilupakan. Pria yang telah menunjukkan akan mengejar Evita sungguh diluar dugaan. Evita seketika mengingat perkataan Maya.
“Apakah aku telah melakukan dosa?”benak Evita.
-
Pulang sekolah, Indah lebih dahulu meninggalkan kelas. Hari ini ia akan kembali berkerja. Tak boleh tertinggal. Mengingat momen Evita tadi, ia tertawa disepanjang jalan.
“Apa yang kau tertawakan?”tanya seorang pria dengan nada dinginnya. Indah yang mendengarnya langsung tahu.
“Aku tertawa mengingat pria yang tadi datang”ucapnya ia tahu bahwa Yoongi juga ada disana. Tapi tak berbicara sama sekali.
“Apakah dia lebih tampan dariku?”tanya Yoongi yang kini mengenggam tangan Indah. Indah yang terhenti itu langsung kaget.
“Ada apa denganmu Yoongi?”tak ada kata Kak lagi dalam perkataan Indah. Ia menatap Yoongi dengan pandangan ini mencari tahu.
“Jadilah kekasihku Indah”ucap Yoongi yang langsung membuat Indah kaget mendengarnya.
“Apa aku bermimpi hari ini?”Indah menepuk wajahnya dengan lembut, ia merasakan tepukan itu.
__ADS_1
“heh?”Indah hanya bisa tercengir dengan kenyataan yang ada didepannya ini.
“Tuan Yoongi..anda mungkin telah salah menaruh hati, tidak mungkin anda menyukaiku”Indah bingung bereaksi seperti apa. Hatinya senang dan sakit. Senang mendengar ungkapan yang sepertinya dinanti, tapi sakit kala tahu bahwa tak mungkin semua ini nyata. Ia tak ingin dipermainkan. Apalagi urusan hati dan perasaannya.
“Aku tak bodoh untuk menaruh hati disembarang wanita, jika aku menyukaimu berarti hatiku menjadi milikmu”ucap Yoongi yang kembali mengengam tangan Indah. Ia meletakkannya didadanya menandakan bahwa ia serius.
“Kenapa..dan kapan kau menyukaiku?”Indah tak ingin masuk kedalam gombalan yang akan memberinya rasa sakit. Tapi Pria didepannya ini dengan tenang dan serius menatapnya.
“Kenapa?..karena aku menyukaimu..dan Kapan?...saat kita pertama kali bertemu, aku menyukai mu dari pandangan pertama”ucap Yoongi tak ada yang tahu perasaannya. Tapi Indah yang berteman dengannya sadar dengan apa yang diucapkan oleh Yoongi ini.
“kalau...kalau..kalau begitu sabar, aku tak bisa memutuskannya”ucap Indah. Ia bingung mau menjawab apa.
“Tak perlu diputuskan...sekarang kau adalah kekasihku..resmi”ucapnya yang menarik tangan Indah lalu melangkah menuju parkiran.
“Eh kau mau membawaku kemana?”tanya Indah yang tertarik.
“Membawamu pulang...aku telah mengatakan kepada supir mu tadi, bahwa aku yang akan mengantarmu”ucap Yoongi enteng. Membuat Indah langsung melotot.
“Kau..seenakmu memutuskan sesuatu..Yoongi aku tak bisa menerima mu jika begini”Indah berusaha untuk menghentikan langkahnya. Tapi ia terus tertarik.
“Yakin?”tanya Yoongi yang langsung menatap Indah. Tatapan,Nafas beradu dalam sekali hembusan. Indah seketika memerah dan menjauhkan wajahnya.
“Kau kekasihku.tak akan ku biarkan yang lain mengodamu...kau ingin kemana?”tanya Yoongi yang tiba dimobilnya. Indah hanya bisa pasrah sekarang. Tapi ada rasa senang dihatinya. Mungkin perasaan inilah yang tak diketahui olehnya. Sekarang ia tahu bahwa ia menyukai pria yang menarik hatinya terlebih dahulu.
“Kerestorant..aku ada perkerjaan disana”ucap Indah. Ia ingin menguji. Apakah Yoongi yang menganggapnya kekasih ini akan mengijinkannya.
“Baiklah....aku akan mengantarmu”ucapnya santai. Membuat Indah mengerutuk dalam diri. “Kenapa sekarang kau jadi banyak berharap sih?”benaknya.
Mereka berdua pun melesat meninggalkan area sekolah. Saat ini Indah entah kenapa merasa aneh, yeah karena baru pertama kali. Dan ditembak cowok tanpa persetujuannya. Tapi yasudah lah Yoongi juga baik kepadanya. Kenapa tidak dijalani dulu.
Berbeda dengan Indah. Amelya tengah dihentikan oleh Pria yang tak lain adalah Echan.
“Amelya maukan kau menjadi kekasihku?”tanya Echan yang membuat Amelya kaget bukan main.
“Maaf Kakk...mungkin Kakak salah orang”Amelya melangkah pergi. Ia takut mencintai pria. Meski tahu hatinya saat ini mencintai pria ini. Tapi ia takut hanya akan berakhir menyakitinya.
“Apa maumu?”tanya Amelya lagi.
“Aku bilang aku suka kamu..dan aku ingin kau jadi milikku, apa kau mau?”
“Aku?.....aku menolak”jawab Amelya. Ia melangkah melewati Echan. Namun sayang Echan dengan cepat menahan kepergiannya.
Amelya memberanikan diri, “Aku juga tak menyukaimu”ucapnya dan melangkah pergi, namun sayang Echan Malah memeluknya dari belakang “Kau mengatakan tak menyukaiku, tapi hatimu?”
Mendengar hal itu membuat Amelya terdiam. Hatinya?..apa hatinya mencintai Pria ini, tapi kenapa disaat seperti ini. Ia bingung berreaksi seperti apa.
“Aku tahu ini dadakkan, tapi jika aku tak mengatakannya sekarang, kau akan menjadi milik orang lain..Amelya aku menyukaimu, maaf tak memberikan ungkapan yang baik..tapi aku benar-benar menyukaimu”
Amelya mematung. Ia jarang bersama pria ini, tapi mampu membuatnya jatuh mencintai. “kak Echan..baiklah..tapi aku mohon jangan melarangku ya..dan beri aku waktu untuk menerima segalanya”ucap Amelya. Entah kenapa ia memilih untuk mencoba. Dan takut merasa kehilangan jika menolaknya.
Echan yang mendengarnya langsung melepaskan pelukannya. Berdiri menghadap Amelya yang menatapnya. “baiklah...terimakasih telah menerimaku”ucap Echan yang kemudian menautkan tangannya untuk bergandeng dengan Amelya. Amelya mengikuti keinginan orang yang menjadi kekasihnya ini. Tapi jika dipikir-pikir selama ini Cuma Echan yang tak memberinya rasa jijik.
Saat kedua sahabatnya tengah dilanda kebahagiaan. Evita sendiri harus merasa sensara. Ia ingin pulang tapi tugas piket ini tak mengijinkannya.
Jadi ia harus membersihkan kelas terlebih dahulu. saat ini ponselnya belum kembali. Sebastian pasti telah tahu jadwalnya bukan.
Tersisa papan tulis yang belum dibersihkan, Evita meranjak untuk membersihkannya. Tapi kaget melihat pria yang ingin menulis sesuatu dipapan tulis hitam itu.
“Kak Za apa yang kau lakukan dengan spidol itu?”tanya Evita yang melangkah mendekat. Za yang dipanggil menatapnya.
“Aku ingin menulis sesuatu”ucapnya santai untuk menjawab Evita. Evita langsung menahan tangannya. “Kak Za..itu papan tulis untuk kapur bukan untuk spidol...”tegurnya. tapi yang ditegur tak mendengar.
“Jadilah kekasihku Evita”ucap Za dengan menatap Evita. Evita mengedipkan mata mencerna apa yang didengarnya.
“Hah?...kekasihmu..Tuan Za..banyak fansmu diluar..aku tak ingin menjadi sasaran amuk masa”ucap Evita. ia menolak secara halus. Tapi hatinya menerima sayatan secara halus juga.
“Kau mau menjadi kekasihku apa tidak?”tanya Za lagi. kali ini Evita mendapatkan perlakuan lain. ia dipeluk oleh Za dengan tangan Za yang mengangkat dagunya.
__ADS_1
“Kenapa emangnya...aku menolak...lagian untuk apa aku pacaran denganmu”ucap Evita tanpa memikirkan aura yang suram muncul.
“Aku tak peduli, jika aku ingin kau jadi milikku, maka kau harus jadi milikku, tak ada bantahan atau penolakkan”Za menatap Evita yang kini lepas dari pelukannya.
Evita menatap dengan pandangan tak percaya. “Yeah..jadi posesif pak....maaf salah target”ucap Evita yang tak menjawab perkataan Za tadi.
“Kau menerimaku?”tanya Za. Evita mendengus “Orang posesif berbahaya....lebih baik didiamkan..entar ia sadar diri juga”ucap Evita.
Za langsung mengenggam tangan Evita dan melesatkan spidol untuk menulis diwajah Evita. Evita seketika menghindar meski tangannya telah ditahan dengan erat.
“Za apa yang kau lakukan?”tanya Evita tapi Za menulikan indranya. Tangannya tetap dengan tenang mengukir tulisan dipipi Evita.
“Za!!”Evita langsung menyerang dengan memeluk Za. Za yang mendapatkan serangan itu tertawa. Evita yang mendengarnya langsung memandang.
Saat ini keduanya tengah terjatuh kelantai. Evita tak tanggung-tanggung memang.
“Kenapa tertawa?”tanya Evita yang langsung mendapatkan cubitan hidung diwajahnya “Evita kau kekasihku...tak ada penolakkan woke”
“Seterah”Evita langsung bangun dari jatuhnya. Ia tak memperdulikan pria ini. Ditanya kenapa ketawa malah dijawab yang lain. sudahlah ribet berurusan orang sepertinya. Lebih baik ia pulang. Piketnya telah selesai, meski Cuma angkat kursi lalu hapus papan tulis.
“Mari pulang bersama...ku traktir es krim”ucap Za menarik Evita. Evita yang mendengar makanan langsung menyusul tanpa menolak. “Woke...Cusss”ucapnya. Za tersenyum. Ini pertama kalinya dan gadis pertama yang menepati diposisi hatinya.
-
Ketiga gadis telah jatuh cinta. Evita, Indah dan Amelya saling memberi kabar dengan hal ini. Mereka tertawa membaca pesan yang terkirim digrup mereka.
“Eh benarkah Indah...kau menerima si kutub itu?”tanya Evita lewat ketikkannya. Indah yang membacanya tertawa. Saat ini ia tengah berkerja.
“Yeah..asal kau tahu Evita..ia menembak dengan wajah yang lucu. Haha”balas Indah yang dibaca oleh Evita dan Amelya. Evita berada dimobil miliknya. ia telah diteraktir dan saat ini melesat pulang. Pesan Sebastian belum dibaca olehnya.
“Cieee..Indah jadian ye.”ledek Amelya, ia telah tiba dikediamannya.
“Eh Amelya..kau juga jadian kan?”tanya Indah yang dibalas emot mengejek oleh Amelya.
“Ketahuan sudah tuh”Evita ikutan juga.
“Hahah Evita kau itu apa lagi, seharusnya telah lama Za menembakmu...ia bahkan memelukmu berkali-kali”Amelya meledek Evita yang tertawa membaca pesannya.
“Aneh engak sih, kita malah jadian sama anak yang taat aturan sekolah....?”Indah memulai topik yang lain. dua sahabatnya langsung merespon.
“Jodoh mungkin”balas Evita.
“Takdir mungkin”Balas Amelya.
Setelahnya emot ketawa memenuhi grup chat. Besok mungkin akan menjadi topik hangat lagi untuk sekolah.
Evita membuka pesan yang dikirim oleh Sebastian. Nyonya...Tuan muda yang dijemput oleh Reza telah tiba dikediaman utama. Reza memberitahukan untuk segera menyusul kesana.
Pesan yang sangat singkat. Evita membalas ‘iya’.
“Pak kita kekediaman utama hari ini..ada seseorang yang datang”ucap Evita. ia malas meladeni hal ini tapi memikirkan tentang hilangnya Ibu Angkatnya itu, ia harus tetap tenang. Kali ini ia akan bermain dengan Ibu barunya itu.
“Baik Nona Muda”ucap Sang Supir yang dikirim oleh Papahnya. Mereka pun melesat menuju kearah yang ingin dituju.
Tiba dikediaman, Evita langsung melesat masuk. Terlihat pria yang dikenalinya tengah berdiri dengan aura suram. Sedangkan pria lain tengah duduk menikmati teh hangatnya.
“maaf menunggu lama”ucap Evita yang kini mendekat. Membuat dua pria langsung memandang kearahnya. Salah satu aura menjadi tenang dan satu lagi mengeluarkan aura kebahagiaan.
Pria yang tadi duduk langsung berdiri dengan seketika. Matanya masih menatap Evita yang tak menghiraukannya. Kali ini Sebastian tidak bersama Evita,karena Evita menyuruhnya untuk tinggal dikediamannya.
Reza langsung menghampiri Evita dan menuntunnya untuk duduk. “Duduklah”Evita menyuruh pria itu duduk kembali.
Evita tahu bahwa Pria ini yang membantunya. Benar kasus Ayah Amelya waktu itu, Pria ini yang membantu membongkar apakah benar masalah yang terjadi dengan perusahaan Ayah Amelya.
Reza memberitahunya semua yang terjadi, jadi lebih baik Evita menghormatinya dulu. Apa lagi Evita tahu bahwa ia adalah orang ynag dibicarakan oleh Ayahnya.
“Perkenalkan..Aku Evita”Evita mengulurkan tangan untuk memberikan sapaan terlebih dahulu. hal itu langsung disambut oleh orang didepannya dengan wajah bahagia.
__ADS_1
“Andre”ucap nya yang engan melepaskan tautan tangan itu. Evita yang ingin menarik merasa aneh. Ia menatap Pria yang berani melakukan hal ini. Dengan deheman Reza tangan itu pun terlepas. Membuat kekehan untuk Pria yang melepas tangannya. Evita sendiri berniat untuk menjaga jarak dari pria ini.