
“Apa yang dimiliki oleh dirinya?”tanya Yelina yang menatap kearah Merlina. Merlina mengubah duduknya untuk memulai ceritanya.
“Dulu...ada keluarga yang sangat kesusahan...bukan, Lebih tepatnya sangat menginginkan keturunan, tapi yang mendapatkan posisi tersebut adalah Evita”
“Lalu....kau ingin mendapatkan posisi sebagai anak angkat?”
“Tentu saja tidak, Aku hanya ingin menghancurkan keluarga itu, karena dia merupakan pengusaha kedua yang dicari-cari orang-orang”
Yelina yang mendengarnya terdiam, untuk sesaat ia merasa bahwa Merlina seperti anak yang penuh dengan dendam.
“Jadi..kau ingin membunuhnya?”tanya Yelina.
“Tentu saja....Jika tidak, Orang tua ku akan terus mengasingkanku...mereka hanya memikirkan harta saja”
“Hahha....sudahlah, jangan kan berpikir untuk membunuh Evita, Kita saja tak akan bisa keluar dari sini”
“Kau benar”Merlina kembali melanjutkan skincare. Sedangkan Yelina melangkah keluar kamar. Saat ini mereka masih dijaga ketat oleh sang ilmuan stress yang hanya mementingkan hasil eksperimennya saja.
-
“Ayah....Aku ingin kembali kekota A...Aku tak ingin tinggal disini, sungguh benar-benar menyedihkan”ucap Andre yang kini berdiri diruang keluarga. Terdapat Tuan besar Mavin Vintorian dan putranya Mavin Vintorin.
Andre mengambil keputusan ini bukan karena tak dilindungi, Ia bisa dilindungi oleh keluarganya ini, tapi untuk Yuda. Itu tak mungkin. Andre memikirkan rencana saat ia tiba dikota A, ia akan melakukan beberapa urusan dan pindah kekota Q. Kota yang dulu lumayan aman untuknya, meski ia sedikit ragu akan hal itu.
“Ooh bagus...silahkan..silahkan”ucap Mavin Vintorin dengan tangan terulur menuju kepintu utama. Hal tersebut membuat Tuan besar Mavin langsung memberi tatapan tajam.
“Kau sebagai Kakak harus bersikap dengan baik....dan untukmu Andre, kenapa ingin kembali kekota itu?”Tanya Tuan Mavin Vintorian.
“Aku bosan Ayah...disini aku hanya merasa dikekang..semenjak kematian ibu, Aku selalu saja berkurung dalam rumah, setidaknya biarkan aku keluar....atau hidup mandiri”
Mendengar hal tersebut Tuan Mavin Vintorian langsung mengangguk. “Yeah kau benar...ibumu juga memiliki sifat sepertimu yang tak bisa diam dalam rumah, kalau begitu pergilah, untuk uang akan ku kirimkan kerekeningmu”
“Hah? Ibu...bukan kah Ayah yang punya sifat berpindah-pindah”benak Andre yang mendengar ucapan dari Ayahnya ini. Semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu, dendam nya untuk Evita bertambah karena kematian Ibunya. Ibunya memintanya untuk menghabisi Evita bahkan kalau bisa abunya pun tak akan jatuh ditanah melainkan lebur dalam panasnya api.
“Baiklah Ayah..terimakasih”Andre melangkah pergi meninggalkan dua orang yang hanya dianggapnya sebagai poin perlindungan. Besok ia akan kembali kekota A dan mengatur beberapa rencana untuk menghabisi Kakak Angkatnya itu.
-
Siang harinya, Evita memutuskan untuk melakukan rapat bersama anggotanya. Hanya Ia,Intari dan Amelya bersama seketaris yang ada. untuk Suami mereka, tak akan ikut dalam rapat kali ini.
“Apa yang sebenarnya terjadi Evita?”tanya Intari dengan mata yang tenang menatap kearah Sahabatnya. Evita belum sama sekali memulai rapat yang diadakan.
Evita terdiam, pikirannya telah bulat. Ia akan menyampaikan keinginannya. “Aku..ingin memindahkan para karyawan kekota Q”
Mata Intari,Amelya dan Sebastian langsung menyusut. Mereka masing-masing terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Evita. masalahnya kota Q memang memiliki keamanan yang baik, ditambah disana ada keluarga Zahra yang ikut membantu. Hanya masalah utamanya, alasan pemindahan tersebut.
Amelya langsung angkat bicara “Kembali kekota Q?..Evita apa yang terjadi?...jika kita kembali dengan karyawan yang ada, memang tak sulit, hanya apa alasannya?”
Intari menangguk, mereka memang mudah memindahkan karyawan, hanya alasan yang kuat harus jadi pelengkapnya. Bukan apa, bisa saja mereka malah melakukan kesalahan nanti.
“Aku memiliki alasan yang tak bisa dikatakan sekarang...yang harus kalian lakukan adalah menyampaikan apa yang ku katakan ini, secepatnya karyawan diperusahaan ini dipindahkan”
Sebastian menatap kearah bossnya dengan perasaan yang bingung. Apa lagi Raja yang tak mengerti keadaan sekarang. Ia hanya bisa terdiam dengan apa yang dibahas.
“Baiklah..kami akan melakukannya...Raja”Intari menatap kearah Raja yang memandang kearahnya juga. “Tolong umumkan kepada seluruh karyawan untuk berada di ruang utama..kita akan mengumumkan hal ini”Raja langsung mengangguk dan pergi mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
Setelah Raja pergi, Sisa empat orang yang ada. Sebastian masih penasaran tapi tak berani bertanya, jadi ia hanya bisa terdiam dibelakang Evita.
“Setelah semua berkumpul....dan telah dilaksanakan semuanya,Aku akan menghubungi Maya untuk melindungi mereka”
Mendengar kata Maya, Intari dan Amelya sekarang mengerti, Evita pasti sudah mulai bersiap diri. Karena tak lama lagi perang yang sebenarnya akan terjadi. Dan untuk mengurangi resiko. Maka karyawan akan dipindahkan kekota Q. Sekali lagi Intari dan Amelya merasa tertekan dengan mereka yang tak bisa membantu apa pun.
“Kita akhiri rapat ini...Sebastian bisa kau memberi tahu Za..Yoongi dan Echan untuk ikut keruang utama”Perintah Evita yang langsung dianggukkan oleh Sebastian.
-
Ruang utama yang begitu sangat tenang kini menjadi suasana yang begitu suram. Karena hawa hati para karyawan sudah menandakan ketidak enakkan.
“Apa yang sebenarnya yang terjadi...kenapa kita semua dikumpulkan?”
“Aku pun tak tahu...Tetua pertama yang menyuruh kita berkumpul”
“Apa akan terjadi sesuatu lagi?”
“Baru saja suasana kemarin bahagia..sekarang terjadi hal yang tak di enakkan...aku merasa para tetua tak bisa bahagia sedikit pun”
“Aku setuju...banyak yang sudah terjadi..mereka sangat jarang terlihat begitu bahagia..apa lagi untuk Tetua pertama..ia bahkan baru saja tersenyum dengan tulus tanpa paksaan”
Bisikkan para karyawan yang ada tak bisa lagi dibendung. Mereka sebagai karyawan juga tahu perubahan tentang atasan mereka sendiri. ditambah banyak rumor yang mengatakan bahwa Evita jarang tersenyum atau lebih tepatnya tak pernah menunjukkan kebahagiaannya.
Semua karyawan terdiam saat para suami dari boss mereka datang dengan pakaian yang formal juga. Za,Yoongi dan Echan mengunakan pakaian berjas, karena sebelumnya mereka sempat pergi ke kantor kepolisian untuk menangani para perkerja yang lain.
Za.Yoongi dan Echan tak tahu apa yang akan terjadi, hanya mereka mengikut apa yang diinginkan oleh Evita yang meminta mereka datang juga.
Saat semua telah berkumpul. Barulah Intari dan Amelya datang bersama dengan Evita. untuk Nabila ia juga ada saat ini ia berdiri tak jauh dengan Raja.
Amelya ikut bicara “Untuk para karyawan sekalian...kalian dikumpulkan disini oleh Tetua kita...Ia tak lain Evita...ada beberapa hal yang ingin disampaikan olehnya”
Evita yang melihat dua sahabatnya yang mempersilahkan dirinya untuk berbicara. Dengan berdiri tegak dan wajah yang menyirat banyak ketakutan. Hal itu tak luput dari pandangan Za yang sudah melihat jelas mata Evita yang sebenarnya.
“Baik...sebelumnya maafkan diriku yang dadakkan ini....”ucap Evita membuka sesi bicaranya. Ia menatap keseluruh karyawan yang ada, dimana karyawan yang tak pernah berbicara langsung kepadanya kini ada dihadapannya bahkan wajah mereka tampak jelas sedang senang karena sangat jarang bertemu dengan boss utama dari perusahaan detektif. Evita tak ingin wajah bahagia itu menghilang dari karyawannya.
Semalam ia berpikir dengan wine yang menemani. Karena apa yang dikatakan oleh Maya ada benarnya. Bahwa tak lama lagi musuh dari segala penjuru akan datang. Dan Evita tak ingin semua terlibat. Ia masih menyayangi para karyawan yang ada disini.
Maka ia mengambil keputusan dengan matang. “Aku ingin....semua karyawan disini dipindahkan kekota Q...disana ada sebuah mansion yang khusus untuk para detektif..untuk yang memiliki keluarga, kalian bisa membawanya...dan jika tak bisa kesana...maka dengan berat hati....Aku akan melepaskan kalian”
Semua terteguh dengan apa yang diucapkan. Semua karyawan sebenarnya tak mengira akan seperti ini. Ditambah kalimat terakhir Evita berhasil membuat semuanya heboh.
“Tentu itu tak mungkin....kami mungkin merasa ini dadakkan, tapi untuk berpisah dengan kalian itu tak mungkin...kita semua keluarga disini”ucap seorang karyawan pria yang berdiri dari duduk berlesehan.
Evita yang mendengarnya terteguh. Tak habis pikir, masih ada yang setia akan janji detektif. Semua yang ada disini adalah keluarga tak terkecuali.
Raja yang mendengarnya langsung menatap kearah Nabila yang menandang datar kearah altar yang disediakan. Wajah Nabila tampak tak senang tapi tak bisa menyampaikannya. Raja kembali lagi menatap kearah rapat besar kali ini.
“Maafkan diriku yang egois...tapi ku mohon...tolong pindahlah kekota Q....disana kalian akan aman”ucap Evita dengan wajah yang serius.
Para karyawan terdiam sesaat, “Tapi..jika kami ingin merasa aman..kami hanya perlu keluar dari sini..alasan kami disini bukan hanya mengerjakan segala misi,tapi juga melindungimu...apa janji Dektetif..kami bagaimana pun akan melindungimu”ucap salah satunya.
Evita lagi-lagi dibuat terteguh. Bagaimana karyawan yang tak akrab dengannya begitu kukuh hanya untuk melindunginya. Tak hanya Evita.Intari dan Amelya juga tak menduga akan hal ini. Bahkan Za,Yoongi dan Echan yang telah lama keluar dari detektif tak menduga akan hal tersebut.
“Jika ingin kekota Q..maka mari pergi bersama..bahkan kalau istri dan anakku ikut..aku akan membawa mereka”ucap Karyawan yang lain.
__ADS_1
Evita tersenyum yang berhasil membuat para karyawan terdiam tak bisa bersuara. Sekali lagi Evita membungkam mereka.
“Aku senang dengan perasaan kalian....janji yang ditepati juga merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan. Tapi pernahkah kalian berpikir..memang ada saatnya dimana kalian tak membantah apa yang ku katakan?”
Tajam dan menusuk, ucapan yang tajam itu berhasil menyadarkan para karyawan. Mereka melewati batasan. Semua langsung bungkam lagi dan lagi.
“Jika kalian memang menginginkan kematian, aku tak akan menyuruh kalian pergi...tapi ini permintaanku sebagai boss..tidak, sebagai Evita secara langsung..mohon lakukan pemindahan kekota Q..secepatnya”
Evita ingin membungkuk untuk menunjukkan keseriusannya. Dan hal itu berhasil membuat semua karyawan berdiri. Mereka tak terima jika Evita membungkukkan kepala. Intari dan Amelya sekali lagi terteguh. Berapa kali Evita akan seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi saat itu?
Za langsung mendekat dan menahan Evita untuk tak menundukkan kepalanya. Hal ini berhasil membuat Nabila memetakkan air mata. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap kearah lain.
“Seandainya Tante dan Paman tak pergi..Evita tak akan membungkukkan kepalanya”benak Nabila. Ia mengusap air matanya dan kembali menatap.
Raja yang ada disampingnya dibuat terdiam seribu bahasa. Para karyawan yang ada langsung mengangguk dan membungkukkan kepala mereka dalam keadaan berdiri.
“NYONYA EVITA...JANGAN KAU TUNDUKKAN KEPALAMU HANYA UNTUK KAMI.. KAU SUDAH MENGHORMATI KAMI, KAU SUDAH MELINDUNGI KELUARGA KAMI. KAU SUDAH MEMBERIKAN SEGALA YANG KAU BISA HANYA UNTUK KAMI..TAK PANTAS KEPALAMU TERTUNDUK HANYA UNTUK ORANG SEPERTI KAMI..KAMILAH YANG HARUSNYA MENGHORMATI KEPUTUSANMU...JIKA MEMANG ITU YANG KAU INGINKAN, KAMI AKAN MENURUTINYA”
Semua karyawan bukan hanya membungkuk mereka bahkan tak tangung-tanggung meletakkan salah satu lutut mereka untuk memberikan hormat yang sangat-sangat tulus.
Melihat hal ini Sebastian mengingat tentang dirinya yang selalu merasa bersalah dulu. Bahkan tak tangung-tangung bersujud kepada Evita. hanya karena merasa dihormati dan merasa dibantu begitu banyak. Dan kali ini bukan hanya dirinya yang berpikir demikian. Para karyawan detektif juga merasakan pemberian dan kasih sayang Evita yang cuek dan dingin itu.
Sebastian mengerti, bagaimana perasaan Evita saat itu. pasti Evita merasa tak enak. Dan sekarang Evita yang dingin kembali cerah meski matanya menyirat ketakutan.
“Terimakasih....terimakasih....terimakasih”ucap Evita mengulang lagi dan lagi. karyawan yang melihatnya langsung menatap kearah Evita yang mengeluarkan air mata.
Hal tersebut membuat Karyawan ikut menangis dengan apa yang didapati. Intari dan Amelya mendekati Evita yang kini berdiri memantung. Dan
Grebb
Intari dan Amelya langsung memeluk Evita dengan erat. Semua yang terjadi. Masa lalu yang kini hadir. Sekali lagi menikam hati yang ingin tenang.
-
Malam harinya.....
Semua asik melihat-lihat para karyawan membereskan beberapa berkas yang akan dibawa kekota Q. Evita telah menghubungi Maya Anita Zahra tentang keputusannya. Dan hal itu diterima dengan baik. Karena Miss Lila juga ikut mengetahuinya.
Karyawan ini bukan hanya dipindahkan, mungkin tak ada yang tahu kecuali yang bersangkutan dengan atasan. Bahwa Evita melepas mereka dan mengembalikan mereka kekantor pusat detektif.
Intari dan Amelya yang mengetahui hal ini merasa setuju. Karena saat ini mereka tak akan bisa melindungi para karyawan. Setidaknya disana ada Miss lila dan Mr.Tom yang ikut membantu bersama Liyana.
“Apa kau yakin dengan keputusan ini?”tanya Za yang menatap kearah Istri yang sangat dicintainya.
Evita mengangguk “Lagian, kali ini, Andre akan bertindak..ditambah tiga wanita yang berhasil mengembalikan ingatanku itu..mereka pasti juga bersiap-siap sekarang”
“Apa perlu bantuan?”
“Za...ada yang ingin ku tanyakan”Evita menatap kearah Zhan Za Chen yang sekarang sudah menjadi Suaminya. Za yang mendapat tatapan itu langsung mengangguk.
“Bagaimana keluargamu?”yeah Evita tahu bahwa saat ini statusnya memang istri dari Zhan Za Chen. Bahkan kalau bisa dipastikan marganya telah bergabung dengan marga Za. Tapi yang menjadi faktor utama keluarga Zhan. Jika mereka tak setuju. Hubungan keduanya tak akan pernah bahagia.
“Aku akan mengurus hal ini...pertama selesaikan urusanmu...Evita, aku tak akan meninggalkanmu lagi”ucap Za yang memeluk Evita.
Evita tersenyum menerima pelukkan itu. ia bahkan menengelamkan wajahnya didada bidang Za untuk mencari kehangatan disana.
__ADS_1
Tak hanya Evita yang berpikir demikian. Intari dan Amelya juga sama. Masalahnya, Intari dan Amelya tak memiliki keluarga selain Evita. ditambah mereka belum bertemu dengan keluarga besar Zhan. Apa lagi yang diketahui oleh Intari dan Amelya. Keluarga Zhan juga penuh aturan. Apa yang akan terjadi jika ada yang mengetahui mereka dan tak setuju dengan hubungan ini. Sekali lagi mereka merasa kejadian masa lalu terulang kembali. Dan mereka takut kehilangan cinta yang sudah mendalam ini.