MANTIV

MANTIV
● Mantiv(24)


__ADS_3

Hawa dimansion itu berubah menjadi tegang. Za yang tadi tidak perduli, kini langsung melangkah dan menghalangi pandangan Evita yang mengarah ke Bibi Keduanya atau Bibi yang mengasuhnya.


“Berani sekali kau menampar Bibiku” ucap Za dengan kasar, matanya menatap tajam kearah Evita. Para Pelayan yang tadi puas melihat Evita dikucilkan, menjadi terdiam. Bagaimana tidak, Evita berani menampar orang yang pernah merawat Za saat kecil.


Kepala Pelayan yang tadi memasang wajah tenang, kini sedikit berkeringat, karena melihat Evita yang tidak menurunkan pandangannya.


Evita melihat Za yang menatapnya dengan tajam, ia tersenyum kecil lalu melangkah mundur. “Dengar...Zhan Za Chen, Aku Evita akan mengakhir pertuangan ini, dan akan bertangung jawab atas apa yang ku perbuat karena berani pergi dari mansionmu tanpa izin” ucapnya.


Ia melanjutkan. “Tapi aku tidak bertangung jawab kepada orang yang berani menghina keluargaku, cukup diriku saja yang dihina disini, jangan sampai keluargaku...dan kenapa aku pergi keluar dari rumah, kalian boleh menganggap bahwa aku pergi dengan pria, silahkan..itu hak kalian, tapi jika saat nanti kalian mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, maka ku harap saat itu, kita hanya orang asing yang tidak saling mengenal”


Evita melangkah mendekati Pelayan 2 untuk mengemasi barangnya, ia kemudian melanjutkan ucapannya. “Kakek Pertama, Kedua dan Ketiga..maaf atas tingkahlakuku yang kurang ajar,dan tidak sopan, berani menampar anak kalian, aku disini mengundang kalian untuk datang kekediaman Alex tepat jam 2 siang. Untuk menyaksikan apa yang kulakukan agar pertuanganan ini berakhir dengan baik”


Kakek Pertama terdiam mendengarnya, ia pun berbicara “Evita..kau tahu, wanita yang membatalkan pertuangannya tanpa persetujuan dari keluarganya maka kau harus menerima hukuman 100 cambukkan” suaranya pelan penuh kesedihan.


“Aku tahu...tapi itu untuk keluarga kalian, dan saat ini yang membatalkan pertuangan itu adalah aku dikeluarga Alex yang harus menghadapi hukuman 1000 air dingin..aku tidak masalah, aku tidak ingin menikahi orang lain, tanpa ada rasa cinta, apa lagi dukungan” ucapnya yang kemudian membungkukkan tubuhnya kedepan tiga kepala keluarga.


Semua orang terteguh melihat keberaniaannya. Dari banyaknya keluarga besar, mereka memiliki 10 aturan yang harus didengarkan dan kalau dilangar akan ada hukuman yang tepat untuk apa yang mereka perbuat. Maka kasus Evita ini termasuk kasus yang lebih besar, karena sudah bertindak seenaknya.


Za mendengarnya melihat kearah Evita, entah kenapa ada rasa familiar mendengar suara itu, suara yang penuh amarah dan pembelaan diri. Tapi pikirannya masih ragu dengan hal ini.


Bibi Kedua hanya menunduk saat Evita mendekatinya. “Bibi..”Evita mendekatkan dirinya untuk bisa berbisik ditelinga Bibi Kedua. “dengarkan aku..aku hanya bermain disini, ingat jika aku tahu siapa dalangnya, aku pastikan dia mati mengenaskan” ucap Evita yang hanya didengar oleh Bibi Kedua. Bibi Kedua melihatnya hanya tersenyum kecil, lalu menjawab “aku menunggu” ucapnya.


Evita memasang wajah datar, ia langsung berpamitan pergi dari kediaman Mansion besar itu, dan dijemput oleh supir pribadinya untuk pergi kekediaman Alex.


Perginya Evita membuat semua orang terdiam, hingga tiba-tiba Yoongi buka bicara. “Kak Za...ada kecelakaan mobil dijalan XXX menuju kota N..” Za, Yoongi dan Echan serta Putra bergegas menuju ketempat kejadian untuk menjalankan tugas mereka. Meninggalkan urusan pribadi.


Kepala Keluarga Zhan sedikit tertekan mendapati kejadian yang tiba-tiba.


Sedangkan disisi lain, senyum manis masih terukir dibibirnya.


-


Kabar kematian orang tua Evita sudah sampai ditelinga keluarga besar Zhan dan Alex. Semua berduka sampai pelaksanaan pemakaman.


Setelah acara pemakaman selesai, para keluarga berkumpul diaula kediaman keluarga Alex yang saat ini menunggu Evita datang.


Semua kursi mengarah kedepan, aura dingin dan tenang menjadi satu dalam ruangan. Semua keluarga berkumpul untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh Evita.


Kepala Keluarga Zhan benar-benar merasa bersalah menghakimi Evita dan menuduh yang tidak-tidak, mereka malu. Pasti saat itu Evita tengah mengetahui situasi dan mencari keberadaan orang tuanya, tapi tidak bisa menemukannya, hingga seorang pria mengantarnya dan Ia pulang dalam keadaan kacau.


Bagaimana mereka bertindak dengan begitu kejam, memandang jijik dan menunduh yang tidak-tidak. Bahkan mengatakan Evita hamil anak orang lain, dan meminta pertanggung jawaban kepada keluarga Zhan. Mereka malu dengan datang kesini, tapi undangan Evita tidak bisa ditolak. Keluarga Zhan benar-benar ingin memperbaiki hubungan yang rengang ini. Mereka duduk diaula dengan suasana yang mencengam.


Evita tidak berada disana, semua dalam keadaan yang terbenam dalam pikiran. Tidak ada yang mau buka bicara, disatu sisi ada yang berduka, disisi lain ada yang bersalah, jadi kebingungan dan malu menjadi satu dalam suasana aula.


Tidak berapa lama, langkah kaki terburu-buru dari seorang Pelayan yang datang. Ada sekitar 20 pelayan yang membawa bak-bak yang berisikan air dingin dengan ditambah Es batu untuk menambahkan suhu.


Mata Kakek Alex terbelak melihatnya, bagaimana tidak, bak-bak ini adalah bak untuk menghukum yang melanggar 10 aturan. Konyol memang aturan keluarga mereka, kenapa memilih air dingin dari pada cambuk. Alasan keluarga Alex memilih hukuman ini karena seluruh anggota keluarga yang ada semuanya adalah perempuan, laki-laki hanya berangotakan 10 sisanya perempuan. Hingga keputusan itu pun ditetapkan dalam aturan keluarga, jika melangar maka air dingin menjadi penenang diri dari uap panas dalam tubuh.


Melihat semua pelayan telah meletakkan 20 bak yang ada, mereka terdiam sampai.


Tak


Tak


Tak


Tak


Langkah kaki seseorang memasuki aula utama, mata semua orang tertuju padanya, tidak ada yang bisa mengedipkan mata melihatnya. Mereka melihat gadis itu melangkah sampai tiba didepan mata mereka. Ia tidak menunjukkan senyumnya, tidak menunjukkan kesedihan, hanya tatapan dan muka kosong yang ada didepan mereka. Ia adalah Evita.

__ADS_1


“apa yang terjadi cucu ku”ucap Kakek Alex pada Cucu nya yang kini mengenakan pakaian putih dengan rambut panjang terurai. Rambut yang bergelombang namun lembut seperti kapas. Kulit putihnya begitu terlihat, tentu semua tidak bisa memalingkan wajahnya.


Wajah yang kosong itu, masih terlihat bekas tetesan air yang mengalir, seperti melihat seorang wanita yang kehilangan jiwanya.


Karena tidak mendapat jawaban, Kakek Alex ingin berbicara, tapi tiba-tiba melangkah mundur karena melihat Evita langsung berlutut didepan mereka. Semua orang membelakkan mata.


“Evi..bangun nak”ucap Ibu Nabila, Nabila yang berada disana langsung meneteskan air mata. Nabila sebenarnya sedang menikmati kebersamaan dengan para karyawan dan teman sekolahnya, mendengar kedatangan Evita apa lagi kematian Paman dan Bibinya membuat Nabila tidak bisa merasa tenang, ia tertekan setiap saat, seakan-akan ia tahu bahwa setelah ini pasti ada hal buruk yang terjadi.


Inul pun tidak menunjukkan wajah tenang, Ia tahu bahwa saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Apa lagi dia berharap bahwa keponakkannya ini mendapat kebahagiaan sama sepertinya, tapi tidak, ternyata jalan hidup keponakannya berbeda dengan dirinya.


Mata semua orang menunjukkan kesedihan, iba dan merasa salah dengan tindakkan mereka, apa lagi Keluarga Zhan yang saat ini terdiam seribu bahasa. Za yang tadi tidak perduli, tiba-tiba terpaku ditempat, kepalanya sakit tapi tidak terlalu parah, ia mampu menjaga mukanya, tapi hatinya benar-benar campur aduk melihat Evita yang kini berlutut didepan kepala keluarga Alex.


Evita mengangkat kepalanya memandang kepala keluarga Alex. Wajah kakeknya benar-benar kacau, tidak tenang melihat cucunya berlutut didepannya.


“Cucuku..apa yang kau perbuat...orang tuamu...ehem..baru saja meninggal, apa yang kau lakukan?”tanya sang Kakek.


Evita tersenyum, senyumnya murni tidak ada campuran apa pun, membuat orang yang melihatnya menjadi gelisah.


“Kakek...aku melakukan kesalahan”ucapnya sambil memandang Kakeknya dengan mata kosong.


“kesalahan apa yang kau perbuat?”


“Aku melanggar apa yang kakek ajarkan...” ia berjeda “aku melanggar aturan 1, dan melanggar aturan ke 2”


Aturan 1: mengambil tindakkan sendiri dan memutuskan sendiri tanpa merundingkan terlebih dahulu.


Aturan 2: tidak menghargai apa keputusan keluarga


Sang Kepala Keluarga Alex, melebarkan mata, peraturan yang dilanggar kalau hanya peraturan 4-10 mungkin bisa dimengerti, tapi peraturan 1-3 ini adalah pelanggaran berat. Kakek Alex tidak mempermasalahkan aturan ke2 tapi yang ke1, tindakkan apa yang diambil Evita sampai mereka tidak mengetahuinya.


Kepala Keluarga Zhan tahu akan hal itu, mereka ingin angkat bicara. “Nona Evita...kami...” belum sempat ia berbicara, Kepala Keluarga Alex menghentikannya. “Mohon maaf tuan Zhan, ini urusan keluarga kami, kami mengharapkan kalian untuk pulang”


Kakek Pertama terteguh mendengar kata pengusiran ini, meski masih menghargai keluarga mereka, tapi Kakek Pertama tidak mengira bahwa masalah seperti ini akan langsung dianggap serius oleh keluarga Alex.


Semua orang tidak bisa melawan, mereka diam sambil mengamati keadaan. Evita menghela nafas pelan, lalu memandang kearah Kakeknya.


“Kakek..aku tidak mengatakan apa tindakkan ku hingga melanggar peraturan 1. Maka aku mengatakannya sekarang, tindakkan yang ku ambil kali ini adalah membatalkan pertuangan dengan Zhan Za Chen...aku yang membatalkan pertunangan ini”ucapnya lantang, membuat semua orang refleks mundur dari tempat berdiri mereka.


Za yang mendengar suara itu menunduk, ia seketika melepaskan indra pendengaranya. Tapi hatinya menyuruhnya untuk memandang kedepan dan melihat Evita.


Yoongi dan Echan terteguh, baru saja mereka mengira wanita yang menjadi tunangan Za ini adalah wanita yang tidak akan mengambil tindakkan ekstrem, tapi sekarang mereka salah menebak. Kakak Ipar mereka ini memang luar biasa, walau tidak menikah dengan Za mereka tetap mengakui Evita. Ada rasa bersalah juga karena memandang jijik kepada Kakak Ipar mereka.


Kakek Alex memerah karena amarah. “APA MAKSUD MU...EVITA....AYAH..IBU..DAN ADIK-ADIK MU BARU SAJA MENINGGAL, DAN KAU MENGAMBIL KEPUTUSAN INI..KAPAN KAU MEMUTUSKANNYA?”tanyanya.


Evita tetap memandang datar “Saat aku keluar dari kediaman Za”


Kali ini Kakek Alex benar-benar marah, dia sudah menahan rasa sedih untuk cucunya, tapi mendengar tindakkan yang sampai melanggar aturan keluarga, rasa sedihnya berganti menjadi amarah yang meluap. Kakek Alex maju kedepan namun...


Plaakkkk


Tamparan mulus lancar tepat pipi kanan Evita. Evita tidak melawan, tapi membiarkan sampai ia mengigit bibirnya sendiri dan darah keluar dari sela-sela bibirnya.


Melihat ini, semua orang terteguh kaget, tindakkan tante Lili yang merupakan anak ke 4. Lili seorang pasangan muda yang baru menikah beberapa bulan lalu. Dan merupakan orang yang tidak terlalu akrab dengan Evita. Tapi ia adalah orang yang taat aturan dalam keluarga.


Menampar Evita bukan hal kecil untuknya, tapi ia tidak suka orang yang seenakknya melanggar aturan, dan lagi Lili sangat sayang dengan Evita dan menganggap Evita anaknya sendiri, walau Evita keponakkannya tidak ada keberanian baginya untuk memukul gadis didepannya ini. Tapi hari ini, ia berani menamparnya untuk mengingatkan gadis didepannya bahwa tindakkannya salah.


“Evita....apa ini didikkan orang tuamu..apa ini ajaran keluarga kita...mengambil keputusan sendiri, kau membatalkan pertuanganmu, kau tahu..seorang wanita punya harga diri, dimana letak harga dirimu, seharusnya kau tidak mengambil keputusan seperti ini, kau harus berjuang”ucapnya sambil memandang wajah yang tidak menatapnya.


“Berjuang?”Evita memandang Bibinya. “Bibi Lili...perjuangan untuk menegakkan harga diri..harga diri siapa yang ingin bibi tegakkan, apa harga diri saat orang tua mu dihina dan kau masih menurut lalu meminta maaf...maaf Bibi, orang tua ku mendidikku menjadi wanita yang tahu dimana yang salah dan dimana yang benar”

__ADS_1


“kalau kau tahu dimana yang benar dan dimana yang salah..maka beritahu aku alasanmu membatalkan pertuangan mu..kau tahu hukumanmu apa”


“Tahu...makanya aku membawa 20 bak air dingin dan mengenakan baju putih untuk menandakan tindakkanku..alasan ku membatalkan pertunangan karena menurutku tidak perlu lagi memaksa anak muda untuk mencintai orang lain, lagian aku tidak mencintainya dan tidak akan pernah”


Bibi Lili terteguh. “apa karena masalah cinta..cinta bisa datang baik dalam hubungan atau diluar....”


Evita memotong “aku tidak mencintainya dan tidak akan pernah, baik didalam hubungan maupun diluar hubungan....Bibi jangan memaksakan seseorang, ingat kami manusia bukan boneka atau mainan”


Plakkk


“siapa yang menganggap mu mainan”ucap Sang Bibi Lili sambil menampar wajah Evita lagi.


“Evita..kau bisa menolak pertunangan ini saat pertama kali diputuskan”ucap sang Bibi Karia, Ibu Nabila.


“aku mengambil keputusan saat itu karena orang tua ku”Evita menjawab dengan datar.


“karena orang tua?..jadi saat orang tuamu sudah meninggal maka keputusan orang tuamu tidak berlaku lagi untukmu?”tanya bibi Lili.


“Aku mengambil tindakkanku sendiri, tidak ada hubunganya dengan orang tuaku”ucap Evita.


“Tidak ada hubungan, Evita, saat bicara tadi dengan percaya dirinya kau mengatakan bahwa kau mengambil keputusan karena orang tua, sekarang kau bilang tidak ada hubungan dengan orang tua, apa ini didikkan orang tua mu?”


“Bibi..kenapa kau mengatakan tentang didikkan orang tua...bibi apa pernah bibi memikirkan perasaan ku saat orang tua ku menjadi ejekkan kalian, sekarang aku bertanya balik..apa ini didikkan orang tua bibi?”tanya Evita.


Bibi Lili terdiam, semua orang tahu, Bibi lili adalah anak yang diambil dari keluarga jauh, yang dimana orang tua Bibi Lili tidak bisa memberikan Bibi Lili kehidupan jika berada didekat mereka, maka dengan berat hati, Bibi Lili diberikan kekeluarga Alex.


“Maaf bibi....aku tidak ingin mengungkit masalah ini, tapi mohon jangan jadikan diriku sebagai patokkan kalian menghina keluarga ku, orang tua ku mendidikku dengan baik, tapi tindakkan yang ku buat itu tidak ada hubungannya dengan orang tuaku”


Bibi Lili diam, bungkam. Ia mundur perlahan dan melangkah pergi kembali ketempatnya. Evita tidak lagi berbicara, ia juga diam dan melihat kearah Kakeknya yang sudah tidak tenang. Kalau melihat sekilas, Kakeknya sudah seperti orang asing. Evita sedikit sakit melihatnya.


Inikah keluarga, aku baru saja melanggar 2 peraturan, dan kalian memusuhiku seakan-akan aku sudah dicap sebagai anak yang tidak tahu aturan. Sungguh.....


“Kakek..maaf kepala keluarga Alex...Aku Evita ingin mengambil tindakkan lagi” semua orang menatap horor Evita. Bagaimana dengan santainya ia berbicara melanggar dan mengambil tindakkan lagi.


“Aku ingin nama ku dalam silsilah keluarga besar Alex dicoret dan aku tidak ingin menggunakan marga Alex didepan namaku”ucapnya.


Kemurkaan kepala keluarga membara, ia melangkah mendekati Evita yang masih memasang wajah datar. Dengan geretakkan giginya yang menahan amarah, Alex mengangkat tangan kanannya.


Semua orang berteriak “tidak...kepala keluarga!!”


“Alex!!”teriak kakek pertama keluarga Zhan.


Plakkk


Tamparan ketiga mendarat mulus, dengan amarah. Kakek Alex memandang Evita dengan jijik.


“baik..maka mulai sekarang susunan keluarga besar tidak ada sangkut puatnya dengan dirimu,...pelayan mandikan dirinya dengan 100 air dan lepas segala perhiasannya, hingga ia benar-benar bersih dan tidak membawa aroma keluarga Alex” ucap Kakek Alex yang kemudian berbalik membelakangi Evita. Ia melangkah kembali ketempatnya dan memandang orang didepannya dengan pandangan merendahkan.


...****************...


*pentas kecil


Kim: "bagaimana rasanya ditampar Evita?"


Evita: "Kim mau coba...aku bisa memberikannya"


Kim: "Engak usah...heheh"


Evita: "Engak papa kok"

__ADS_1


Kim: "Maaf Evita..Kim sibuk, bye bye"


Evita : "cih*..."


__ADS_2