MANTIV

MANTIV
● Mantiv(80)


__ADS_3

“Gilaa mereka sangat tampan!!!!”pekik seorang gadis yang melihat dari kejauhan.


“Siapa itu..apa kalian mengenalnya?”tanya seorang gadis yang lain.


“Dia itu merupakan tiga siswa yang paling terbaik dismk kita.....”


“eh benarkah?”


“ketiganya juga seorang osis...”


“wow....aku pengen jadi kekasih mereka”


“Bangun..lihat mereka sudah punya kekasih..jangan berharap”


Bisikkan dan gumangan menjadi kegiatan yang selalu terjadi. Karena melihat hal-hal yang menarik. Semua siswa yang berbisik itu tak diperdulikan oleh tiga gadis yang masing-masing memeluk kekasih mereka.


“Kapan kalian datang?..seharusnya bilang biar kami menyiapkan sesuatu yang menyambut kalian”ucap Evita yang memeluk Kekasihnya itu. ia sangat merindukannya bahkan merasa tenang bersama dengannya. Za yang dipeluk membalas pelukkan itu sambil mencium puncak kepalanya.


“ini kejutan”Za menjawab perkataan Evita. Evita yang mendengarnya mengangguk.


“Kapan kau datang...dasar kutub...kau tak memberiku kabar dengan baik..kau hanya membalas chatku, tapi jarang menelponku...dasar kutub”ucap Indah dengan memeluk Yoongi yang hanya terdiam mendengarkan ucapan dari kekasihnya.


Amelya yang memeluk Echan begitu erat. Erat karena merasa ada orang kedua yang akan melindunginya. Dan juga senang akan kedatangan pria yang dicintainya. Sungguh luar biasa ya cinta ini.


“Bagaimana kabarmu?”tanya Echan yang memeluk Amelya. Amelya menjawab “Tentu saja Baik...dirimu sendiri?”tanya Amelya kembali.


Echan menjawab “Kau melihatku berdiri, disana Aku tak baik-baik saja..karena merasa khawatir denganmu....aku sangat merindukanmu, sekarang setelah melihatmu diriku lebih baik”Amelya yang mendengarnya mengangguk meski dalam hatinya merasa takut. Takut Echan tahu tentang penculikannya waktu itu, dan membuat Echan merasa jijik kepadanya.


Bukan hanya Amelya, Evita dan Indah juga merasakan hal yang sama. Rasa takut bercampur jijik menjadi satu, mereka masing-masing menyembunyikan diri dalam sebuah topeng yang menunjukan kebahagiaan mereka.


Evita yang terlalu senang melupakan pria yang masih berdiri didepannya. Reza yang hanya terdiam tak berbicara. Membuat Evita merasa iba tapi rasa iba itu menghilang karena mengingat perlakuannya.


“Reza..pulanglah, aku ada urusan dengan Kekasihku”ucap Evita. ia tak ingin membuat Reza malu. Meski sebenarnya itu tak perlu dipikirkan oleh Evita.


Reza yang mendengarnya hanya mengangguk, ia pun pergi tanpa sepatah katapun. Hingga mobilnya pun menghilang dari pandangan.


Za yang menyadari hal ini, langsung bertanya “Siapa dia?”tanya-nya.


Evita yang mendengarnya langsung menatap Za. “Dia...dia orang kepercayaan Ayahku...namanya Reza, bukannya dia sering bersamaku, kau tak mengingatnya?”


“Aku tak suka kau bersamanya..menjauh darinya”ucap Za sambil memeluk Evita kembali. Evita mengangguk, ia mengerti kenapa Za seperti ini, ia pasti tengah cemburu.


“Za..jadikah?”tanya Echan yang melangkah mendekat, ia mengandeng Amelya dengan senang. Indah juga begitu. Membuat ketiganya tertawa kembali.


“Indah..kau seperti anak kecil yang dijaga oleh Ayahnya”ejek Evita yang menatap Indah. Indah yang mendengarnya langsung memerah “Eh Evita..engak sadar apa, kau seperti seorang kekasih yang dikekang oleh Suamimu....”balas Indah. Evita yang mendengarnya tertawa.


Amelya yang dari tadi menyimak, ikut tertawa lagi, membuat kedua sahabatnya menatap kearahnya.


“Eh Indah kita masih aman”


“Bener Evita..kita aman”


Kedua sahabatnya mengucapkan kata-kata yang membuat Amelya bingung. Ia menatap hingga teringat gelarannya yaitu Ischan.


Menyadari hal itu Amelya langsung bergegas untuk berlari mengejar kedua sahabatnya. Tapi sayang mereka masing-masing ditahan oleh kekasih mereka sendiri, hingga aksi kejar-kejaran itu berakhir.


“Sudah...Evita bawa kedua sahabatmu..kita akan bertemu di salah satu villa yang aku pesan..naiklah kemobil yang ku bawa”ucap Za yang membuat Ketiga gadis menjadi bertanya-tanya.


“Sudah jangan pada bingung ayok pergi”ucap Echan yang mendorong kekasihnya.


Yoongi juga melakukan hal yang sama. “Tunggu aku disana..dan bersiap dengan cantik”


Evita,Indah dan Amelya hanya bisa bertanya-tanya tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


“Kenapa kita diajak kevila?”tanya Indah. ia mulai berpikir yang aneh-aneh.


“Mungkin ada kejutan?”Amelya berpikir positif. Sedangkan Evita hanya terdiam. Ia juga bingung harus seperti apa.


Tiga puluh menit berjalan, akhirnya mobil berhenti disebuah villa yang sangat mewah. Seorang supir yang mengendarai mobil berhenti tepat didepan pintu masuk. Terlihat pelayan yang datang dan membukakan pintu.


“Silahkan”ucapnya. Evita,Indah dan Amelya hanya mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh mereka. lagian dilihat-lihat tak ada yang menakutkan.


Pelayan itu membawa Ketiga Gadis kedalam villa. Terlihat banyak pelayan yang ada disana. Membuat mereka merasa sangat diperhatikan.

__ADS_1


Lumayan melangkah, mereka mengira akan disuruh duduk, tapi ternyata tidak. Mereka dibawa kesalah satu ruangan yang disana terdapat 10 pelayan wanita.


“Silahkan bersiap Nona”ucap Pelayan yang mengantar, ia kemudian pergi dengan menutup Pintu.


Evita,Indah dan Amelya menatap bingung dengan apa yang dilihat.


“Nona Selamat datang..mari kami membantu anda”ucap para pelayan yang mendorong ketiga gadis untuk berdandan.


Benar mereka dibawa keruangan yang penuh akan baju cantik yang sangat manis. Mereka bertiga masing-masing memakai baju yang menurut mereka nyaman. Setelahnya mereka didandan dengan polesan yang natural.


15 menit telah berlalu, akhirnya semua terselesaikan. Evita,Indah dan Amelya menutup mata kerena takut melihat diri sendiri.


“Nona sudah selesai”ucap Pelayan yang ada. mendengar hal itu ketiganya membuka mata. Mereka kaget melihat orang asing yang ada didepan mereka. padahal itu diri mereka sendiri.


“Nona..silahkan ke ruang atas”ucapnya. Pelayan yang mengantar tadi datang kembali. Ketiganya yang masih kaget hanya bisa mengangguk dan melangkah lagi menuju kelantai dua.


Hingga tiba disalah satu tempat yang membuat mata mereka takjub. Itu adalah balkon yang menunjukan pemandangan kota. Sangat indah untuk dilihat.


Ketiganya kagum dengan pemandangan itu sampai melupakan pelayan yang mengantar tadi.


“Cantiknya...ternyata kalau disore hari terlihat sangat menarik ya”ucap Amelya yang berdiri didekat pagar.


Evita mengangguk “Ini sangat LUAR BIASAAAA”Evita berteriak sambil merentangkan kedua tangan menikmati angin yang begitu berhembus.


“Breee..lihat disana terlihat gedung sekolah kita”Indah menunjuk salah satu gedung yang lumayan jauh. Kedua sahabatnya mengangguk.


Tak lama pintu terbuka kembali, melihatkan tiga pria yang mengenakan jas hitam. Mereka sangat tampan.


Evita,Indah dan Amelya terkejut melihat hal itu, tapi mereka tersenyum dengan kedatangan tiga pria ini. Mereka bertiga mengenakan gaun putih yang sangat simpel untuk mereka. dan makeup yang santai tak berlebihan.


Evita mendekati Za yang langsung memeluknya. “Aku sungguh beruntung mendapatkanmu”ucap Za yang membuat Evita tersenyum bahagia.


“Aku pun”Evita membalas ucapan itu.


Yoongi menatap takjub Indah, ia tak percaya dengan apa yang dilihat olehnya. Indah begitu sangat cantik, hingga matanya tak bisa berkedip sekalipun. Tapi tetap saja itu mata berkedip.


“Kau sangat cantik”itu yang keluar dari mulut Yoongi. Indah yang mendengarnya mengangguk. Ia tahu Yoongi pasti pertama kali melihatnya berdandan. “Kau pun..sangat tampan”balas Indah yang memeluk Yoongi.


“Echan ada apa denganmu?”tanya Amelya yang mendekat. Echan yang mendengarnya langsung seketika sadar. “Itu kau...kau sangat berbeda jika berdandan”


“Eh benarkah?”


“Mn....kau sangat cantik”


“Berarti selama ini aku tak cantik”


“Apa kau ini selalu mengira tak cantik?”


“Tidak juga..aku hanya berpikir kau menyukai aku yang berdandan atau yang biasa-biasa saja?”


“Aku suka kau yang selalu bahagia”Echan memeluk Amelya. Amelya tersenyum mendengarnya.


Mereka bertiga bersama kekasih mereka, menikmati pemandangan tengelamnya matahari yang sangat indah. ini adalah momen yang sangat menarik. Sangat terkenang dihati masing-masing.


-


Dimeja makan, semua tengah menikmati makanan mereka, tentu saja meja mereka berpisah. Indah dan Yoongi, Echan dan Amelya, dan Evita bersama Za.


Dimeja makan Evita dan Za


Keduanya menikmati makanan sambil berbincang, “Za..apa kau akan kembali lagi ke kota A?”tanya Evita. ia tahu belajar dikepolisian tak lah mudah.


Za yang mendengarnya mengeleng “Tidak..untuk saat ini kami mendapatkan libur panjang dari kakek....lagian aku kesini bukan hanya berlibur, tapi ingin menghabiskan waktu denganmu”


Evita menatap Za untuk sekian kalinya, ia tak bisa menduga, pria papan talenan ini sangat pandai berbicara. Tidak lebih tepatnya bisa berbicara panjang.


“Menghabiskan waktu denganku....sungguh senang mendengarnya”ucap Evita yang memakan steak daging kesukaannya. Daging sapi yang dipanggang dengan saos yang lumayan pedas.


“Kau senang...Aku bahagia jika senangmu itu selalu hadir disetiap harimu”ucap Za yang membuat Evita terteguh. Ia tak menduga Za sangat romantis saat ini. Bahkan kaget melihat Za mendekat dan mengalungkan sebuah kalung dengan berlian yang sangat cantik.


“Ini hadiah untukmu..terimalah”ucap Za yang duduk kembali setelah memasangkan kalung itu. Evita kaget dan menatap kalung yang diberikan. Ia menyentuh dan melihat dibalik tempat berlian itu, terdapat nama Evita disana, tapi tertulis dengan bahasa hangul, ditambah itu nama samarannya, nama resmi juga sih. Kim hyun jae.


“Terimakasih....tapi kenapa nama Kim Hyun Jae yang tertulis disini?”karena rasa penasaran, lebih baik ditanyakan.

__ADS_1


“Nama itu sangat ku suka, tapi Evita nama yang sangat populer...selain itu, itu hanya terlihat nama samaran, tapi kalau diperhatikan lebih lama...kau akan tahu apa yang tertulis disana”ucap Za yang kembali melanjutkan makannya.


Evita menatap heran, ia pun menatap lebih lama kalung yang diberikan, hingga tulisan nama samarannya itu pun terganti menjadi namanya sendiri. wow ia baru sadar, kalau digerakkan nama samaran yang keluar, kalau didiamkan nama asli yang terlihat.luar biasa.


“Terimakasih Za”Evita bangun dan mencium pipi kekasihnya. Hal itu berhasil membuat Za memantung dan menghentikan kegiatan makannya. Mataya menatap Evita yang ingin memundurkan diri untuk duduk kembali.


Greppp


Cup


Evita membelak menyadari bahwa ia dicium oleh kekasihnya ini. Matanya menatap Za yang juga menatapnya. Suasana ini sangat romantis untuk mereka. bukan untuk kaum jomblo. Dahlah...


Suasana itu pun harus menjadi cangung untuk mereka berdua. Evita kembali makan dan Za juga begitu.


-


Indah menikmati spageti yang sangat enak untuknya saat ini. Meski tak terlalu suka, tapi ia ingin mencobanya. Setidaknya ada perubahan dalam dirinya. Meski terpaksa.


Yoongi yang tahu akan selera dari kekasihnya ini hanya bisa mengeleng melihat Indah memaksakan diri. Ia pun mengambil nagor yang dipesan olehnya. Dan menyodorkannya kearah Indah yang terteguh melihatnya.


“Kau saja yang makan...Aku akan menghabiskan ini”Indah baru kali ini mendapatkan perlakukan yang romantis. Sebenarnya tak hanya ini, tapi ia merasa perlakuan ini yang lumayan menarik perhatiannya. Jadi membuatnya rada gugup.


“Kau tak suka?”wajah Yoongi menunjukkan kesedihan, membuat Indah langsung memakan apa yang disodorkan kepadanya.


Yoongi yang melihatnya tersenyum “Aku sangat bahagia jika kau terlihat bahagia...Indah kau sering terdiam, membuatku khawatir”


Indah yang mendengar ucapan itu seketika tersenyum cerah. Ia takut Yoongi akan mudah menemukan kegelisahaannya ini.


“Kau ini...aku tak terdiam, hanya saja tak percaya dengan apa yang ku lihat..kalian memesan villa, kemudian memberi kami kejutan, dan setelahnya memberi kami makan malam yang indah. ini sungguh diluar dugaan”Indah mencoba memberikan yang terbaik untuk Yoongi. Ia tak ingin Yoongi makin curiga.


“Baiklah..kalau kau suka dan sangat terkejut..boleh aku memberimu sesuatu?”Yoongi bertanya sambil mengeluarkan sebuah kotak hitam didepan Indah.


Indah mengangguk, ia sebenarnya penasaran apa isi kotak itu. hingga Yoongi membuka dan menunjukkan sebuah gelang yang sangat indah. ia memasangkan secara langsung untuk Indah yang ada didepannya.


“Wow...ini indah sekali,terimakasih”ucap Indah yang terkagum, matanya berbinar hingga membuat Yoongi tersenyum dan mengusap kepala Indah dengan lembut.


“Lanjutkan makannya”ucap Yoongi, Indah pun mengangguk dan melanjutkan makannya.


-


Amelya menatap heran kepada Pria yang ada didepannya, pria ini dari tadi diam mulu. Padahal makanan telah selesai dimakan.


“Echan ada apa?”tanya Amelya. Ia sebenarnya ingin bangun dan segera pulang, tapi moment dan hadiah yang diberikan kekasihnya ini tak boleh dilewatkan.


“Ini”ucap Echan dengan ragu-ragu. Amelya memandangnya dengan aneh. Kenapa kekasihnya ini malah seperti ini.


“Apa ini?”tanya Amelya menyentuh kotak hitam yang diberikan. Ia belum membukanya, ia melihat gerak-gerik Echan yang sepertinya ragu-ragu.


“Aku tak tahu kau suka perhiasan apa tidak, jadi kau lihatlah dulu”ucap Echan yang membuat Amelya mengerti ternyata kekasihnya ingin romantis juga ya.


Amelya membuka kotak tersebuk, matanya kaget melihat apa yang diberikan. Sebuah gelang dengan ukiran yang indah. membuat Amelya tersenyum.


“Kalau itu jelek, kau buang saja...aku tak ingin kau malah terpaksa menerimanya”ucap Echan.


Amelya mengerti, mungkin Echan belum pernah memberikan hadiah untuk perempuan. Tapi memang iya, ketiga pria ini memang tak pernah memberi hadiah kepada perempuan.


Amelya mengenggam tangan Echan, dan memberikan gelang tersebut untuk dipasangkan kepadanya.


“Ini sangat cantik..jangan selalu berpikir ini tak bagus, Echan kau itu sungguh unik,apa-apa diperhatikan meski hal kecil..tapi dari semua itu, apa yang kau berikan, aku akan bahagia menerimanya”ucap Amelya.


Echan yang mendengarnya mengangguk “Maafkan aku yang hanya memberikanmu apa adanya”ucapnya.


Amelya merasa tertusuk, apa adanya?..maksudnya apa, gelang yang diberikan baru pertama kali Amelya melihat ukirannya, ini sudah dipastikan edisi terbatas. Sedangkan kekasihnya Cuma bilang apa adanya. Yeah memang rada aneh.


-


Malam itu moment romantis untuk ketiganya. Setelah perpisahan,mereka akan menginjakkan kaki untuk menghadapi bisnis. Selain itu perusahaan detektif akan diteruskan kepada ketiganya.


Sebagai detektif, Evita,Indah dan Amelya menempatkan posisi tertinggi. Karena kekasih mereka memilih untuk keluar dari jabatan dan berhenti. Itu semua untuk keputusan mereka dalam mengejar pendidikkan didunia kepolisian.


Sempat marah mendengarnya, tapi Evita,Indah dan Amelya mengerti memang ada saatnya mereka harus saling memahami dan saling menerima. Karena itu juga salah satu ujian dalam hubungan yang masih terbilang muda.


Namun dari semua itu, kekasih mereka masih dengan senang hati menemani, membantu dan melindungi kekasih mereka.

__ADS_1


__ADS_2