MANTIV

MANTIV
● Mantiv(147)


__ADS_3

Semua yang ada diruang tamu menjadi bingung melihat Reaksi gemetar Evita.


“Sebaiknya,kita membahas ini diesok hari. Evita, dirimu perlu istriahat”usul Intari yang membuat semua orang menyetujui ucapannya.


“Benar. Kak Za...Kakak Ipar perlu istirahat”ucap Echan untuk menyakinkan.


Za mengangguk dan memahami apa yang dimaksud. Situasi saat ini tidaklah cocok untuk menceritakan semua yang telah terjadi. Apa lagi mereka baru saja selesai beradu senjata. Dan lagi waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi. Setidaknya semua beristirahat setelah aksi senjata.


“Kalian istirahatlah disini, Intari dan Amelya, bisakan kalian mengambil alih terlebih dahulu?”tanya Za dengan mengendong Evita. Evita tidak berbicara sama sekali. Ia hanya diam membiarkan yang lain sibuk mengatur segalanya.


“Tentu saja bisa, istirahatlah Kak Za”ucap Amelya menjawab pertanyaan Za.


Za melangkah membawa Evita menuju kekamar yang dituntun oleh Pelayan.


Intari mengarahkan tamu-tamu mereka dikamar tamu. Setelahnya ia pun beristirahat.


Sama halnya dengan Amelya yang sudah berbaring lelah dikasur bersama Echan yang menyelimuti dirinya.


-


Pagi hari yang indah menyambut..


Namun pagi yang indah itu harus dihiasi dengan hawa dingin dan rintikkan hujan. Hujan pagi ini seakan-akan memberikan kesedihan mereka akan kematian dari Mavin Vintorian.


Intari dan Amelya menatap kearah rintikkan hujan. Mereka berdua berdiri dijendela ruang tamu. Tidak ada pembicaraan hanya sapaan dari ucapan selamat pagi. Lalu keduanya diam hingga diwaktu sekarang.


Mereka berdiam diri karena sibuk dengan jalan pikiran yang membuat mereka bingung menemukan jawabannya.


Mulai dari semua yang terjadi, diingat lagi kejadian ini tepat ketika Evita di jodohkan bersama Zhan Za Chen. Kematian orang tua kandung Evita berhasil membuat Evita berubah. Lebih tempatnya kembali seperti dulu.


Mereka berpikir, bagaimana bisa seorang wanita menahan rasa sakit, rasa amarah hingga dendam yang begitu lama. Dan sekarang semua sudah terselesaikan. Hanya..


Ada beberapa yang masih perlu dicari. Selama ini Intari dan Amelya hanya memiliki masalah tentang orang tua mereka. lalu mereka mengalami trauma karena hampir dilecehkan. Namun dibalik semua itu mereka tidak sanggup menghadapinya.


Bagaimana dengan Evita?..bagaimana ia mampu menghadapi ini semua bahkan menyembunyikannya.


Intari dan Amelya sama-sama menghela nafas. Mengingat semua yang terjadi. Dan sekarang harapan mereka semua sudah selesai, Evita tidak perlu lagi berjuang untuk mengobati hatinya yang sudah terlukai berkali-kali.


“Apa yang kalian lakukan disana?”


Pertanyaan seseorang membuat Intari dan Amelya menatap kesumber suara.


“Maya?”kaget mereka bersamaan.


Maya Anita Zahra mengangguk, “Kalian pagi-pagi jangan sering melamun, karena itu tidak baik”Maya duduk disofa ruang tamu.


Intari dan Amelya bergegas menyusul Maya, mereka berdua duduk di depan Maya.


“Ada sesuatu Maya?”tanya Intari.


“Yah, ada sesuatu...aku juga baru mengetahuinya kemarin. Sayangnya aku tidak bisa menyampaikan semuanya. Karena aku juga harus mengurus anak buah Evita”jawab Maya dengan menyeduh teh yang disajikan.


Amelya dan Intari hanya diam, mereka sebenarnya penasaran apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang membuat Evita bergemetar hebat seperti itu.


Tak..Tak..Tak


Langkah kaki menarik perhatian mereka, mata tajam itu melihat kearah seorang wanita yang memengang perutnya, ia melangkah menuruni tangga bersama suami yang melindunginya.


“Pagi Evita”sapa Maya yang berdiri bersamaan dengan Intari dan Amelya.

__ADS_1


“Hm, pagi....Apa semua sudah sarapan?”tanya Evita. dan semua mengangguk menjawab apa yang ditanyakan olehnya.


“Baiklah, sebaiknya kita percepat saja. Benar paman A?”tanya Evita yang mengarah kepada Pria, orang suruhan Ayah angkatnya.


“Kalau begitu, gimana kita berkumpul diruangan kerjaku”


Semua berkumpul diruang kerja Evita. Duduk dengan tenang sambil menatap kearah Paman A yang berdiri di antara layar proyektor.


“Mulailah”ucap Evita.


Suasana menjadi tegang. Tidak ada yang saling berbicara. Mereka semua fokus dengan apa yang akan diberikan oleh Paman A kepada Evita.


Zzztttttttt


Layar proyektor pun menyala. Terlihat sosok seorang pria yang duduk dengan style jas lengkap. Ia tampak sekali seperti pria pembisnis umumnya.


“Putriku, aku yakin ketika ini sudah di tampilkan..maka saat itu aku sudah tidak ada didunia ini. Mungkin aku sudah dihabisi oleh musuhku, atau karena penyakitku”


“banyak yang ingin ku katakan kepadamu, mulai dari kenapa aku ingin mengangkatmu menjadi putriku dan penerusku satu-satunya, sampai semua yang terjadi kepadamu, kenapa para orang-orang asing mengejarmu Putriku”


“Yeah tidak ada yang bisa Ayah sembunyikan. Memang sudah seharusnya Ayah katakan kepadamu. Hanya Ayah tidak ingin menganggu kesenanganmu bersama Sahabatmu. Ayah ingin melihat senyum bahagia dan tingkah laku pembertontakkanmu”


“Sudahlah, itu tidaklah penting, Ayah akan menyampaikan semuanya. Pertama, Alasan Ayah mengangkatmu menjadi Putri satu-satunya dan penerus Ayah selanjutnya”


“Pertemuan Ayah bersama dengan Papahmu, saat itu..Ayah menyukaimu pada pandangan pertama. Namun Ayah tidak bisa menyetujui kalau dirimu adalah perempuan. Seorang pemimpin harus lah laki-laki. Dan Ayah berniat mencari anak angkat laki-laki. Tetapi melihatmu secara langsung, Hati Ayah luluh hingga akhirnya mengangkatmu menjadi Putri satu-satunya dan penerus Ayah sebagai pemimpin spesial Mafia”


“Ayah seorang Mafia yang bergerak dibidang impor dan ekspor. Ayah juga merupakan bagian dari penyeludupkan senjata ilegal yang bekerja sama dengan Zhan Omorfos. Posisi Ayah sangat spesial hingga para pemimpin mafia yang lain mengincar kepala Ayah”


“Karena hal itulah, Ayah ingin posisi Ayah tidak tergantikan. Hingga akhirnya mengadopsi dirimu. Dan sayangnya Posisi Ayah justru makin terancam. Karena Ayah yang meneruskan kedudukkan dari Tuan Zhan Omorfos, sebagai pemimpin mafia dari para mafia. Maka saat itulah dirimu makin terancam karena orang-orang mencari penerus dari marga Kim ini”


“Aku mengutus anak buahku untuk menjaga mu dari kejauhan, hingga tidak ada yang berani menganggu dirimu. Dan lama semakin lama, Ibu mu, Istriku mengambil sebuah misi tentang kasus serum yang digunakan oleh Welida dalam eksperimennya. Aku yakin dirimu tahu siapa Ibumu bukan?..ia adalah detektif terbaik yang dikenal dalam sejarah, dan ia mampu menemukan diriku yang sulit ditemui oleh siapapun”


“Baiklah, Ayah persingkat saja Putriku. Dirimu pasti bosan mendengar hal yang sudah engkau ketahui. Ayah akan mengatakan semuanya”


“Ayah meninggalkan semua berkas yang harus kamu tanda-tangani.semua berkas itu bersangkutan dengan para pengusaha yang ada di kota A dan Q. Lalu berkas itu bersangkutan dengan para bawahan Mafia yang sudah Ayah pimpin. Tanda tanganilah..”


“Semua musuh yang mengejarmu itu adalah musuh Ayah, lebih tepatnya orang-orang yang menginginkan kepala Ayah, jadi maafkan Ayah jika dirimu masuk kedalam hal yang tidak ingin dirimu ada didalam nya. Namun bagaimana pun inilah yang terjadi Putriku. Maafkan Ayahmu ini”


“Hm dan satu lagi..Ada Sd Card di bagian bahu kananmu, ada chip kecil yang menyimpan SD Card didalamnya. Itu adalah perjanjian antara mafia. Antara Kim Hyun dan Zhan Omorfos”


“Baiklah, Ayah akhiri saja rekaman ini, maafkan Ayah yang selalu membuatmu susah, Putriku..bahagialah sayang”


Layar proyektor pun mati, dan semua hanya diam tidak berbicara sama sekali. Suasana ini sangat berbeda dari biasanya.


Semua yang ada didalam ruangan memandang kearah Evita. sang Pemimpin mafia dari para mafia, lalu seorang pengusaha yang kedudukkannya tidak main-main. Dan ia seorang Detektif yang posisinya juga tidak tangung-tangung. Sang Legenda didunia Detektif.


Dan lagi tidak ada yang tahu, kecuali orang yang ada didekat Evita, posisi Evita bukan hanya ada disana, Evita sorang CEO di perusahaannya dan perusahaan Papahnya. Juragan Wallet gelar sang Papah menurun kepada Evita. jadi jika ditanya seberapa Kaya Evita. semua akan menjawab, seberapa mampunya mereka menatap mata Evita. maka sekaya itulah Evita.


Karena selama ini, orang yang melihat Evita, pasti hanya bisa menundukkan mata, tidak ada yang berani melirik. Jika mereka melirik Evita, siapkan uang sebanyak mungkin untuk mengobati mata mereka sendiri.


Paman A yang paham bahwa suasana sudah berubah, ia mengambil alih untuk mengubah suasana suram itu.


“Nona Muda, semua berkas ada disini, jika diri anda ingin menanda tanganinya, ini kartu pengenal Paman A. Anda bisa menghubungi ku melalui kartu ini”ucap Paman A memberikan kartu pengenalnya. Evita diam memandang kartu yang diberikan.


“Baiklah, Paman tidak bisa berlama-lama disini, karena Paman juga harus mengurus sisa harta yang dimiliki oleh Tuan Kim, dan memindahkannya menjadi nama Anda..”


“Permisi”


Ruangan menjadi sepi, karena semua tahu perlu waktu untuk Evita mencerna semuanya. Bagaimana bisa semua yang dikira tidaklah nyata malah kenyataan untuknya.

__ADS_1


Intari dan Amelya selalu tahu bahwa hidup Evita sangat sederhana, disaat ia sekolah dasar, ia mencari uang dengan cara berjualan disana dan sini, sekarang ia bagaimana wanita yang paling beruntung, karena mendapatkan segala kekayaan tanpa diduga olehnya.


Zhan Za Chen pun tidak bisa apa-apa.memberi kata penyemangat sangat sulit dilakukan, karena ia tahu bahwa Evita benar-benar memfokuskan diri dalam mencerna semuanya. Yang bisa dilakukan Zhan Za Chen, hanya menenangkan lewat belaian lembut dipungung dan perut Evita. karena anak yang ada dikandung Evita ikut terpengaruh ketika suasana ibunya berubah-ubah.


“Ehm!”


Semua menatap kearah Brillen dan Willi yang berdiri didepan semua orang.


“Tuan Muda Za, anda sudah mengetahui segalanya. Menurun Anda kami harus menyampaikan semuanya kepada Nona Muda Evita?”tanya Brillen.


Za mengerutkan alis, ia tidak ingin Evita makin kepikiran. Dengan rasa menolak ia angkat bicara, “Tid..”


“Katakan saja. Aku ingin mengetahui semuanya..Za biarkan Paman Brillen dan Paman Willi mengatakan apa yang sebenarnya terjadi..setelah itu aku yakin semua yang terjadi akan menjadi jawaban untukku”Evita memotong ucapan dari Za. Lalu menatap Za yang tidak bisa berkata-kata lagi.


“Paman Brillen, lanjutkanlah”perintah Evita dengan nada lembutnya.


Brillen dan Willi pun mengangguk, mereka meletakkan koper kecil yang didalamnya juga terisi proyektor. Layar yang tadi gelap kini kembali terang dengan tampilan yang ada didepan mata.


Didalam layar itu, tampak Ruangan para pemimpin Mafia. Dimana ada 10 pemimpin Mafia, dua pemimpin spesial dan seorang pemimpin dari para pemimpin. Ini adalah pertemuan terakhir yang dibuat oleh Pemimpin mafia dari para mafia.


“Hari ini aku akan mengumumkan apa yang sudah ku tetapkan. Karena aku sudah menikah dan aku juga tidak lama lagi akan memiliki seorang anak. Maka aku memindahkan kekuasaanku kepada Tuan Kim Hyun sebagai pemimpin para mafia yang selanjutnya”


“APA!”


“KENAPA DIRIMU BERANI MEMUTUSKAN HAL SEPERTI ITU TUAN SADICO?”


“TUAN ZHAN OMORFOS, maaf maksudnya Tuan Sadico, apa yang anda katakan itu tidaklah mudah untuk disetujui”


“Benar, kalian berhak mengatakan hal seperti itu, namun kalian tidak berhak menentang keputusan yang sudah ku buat, keputusan ini tidak akan merugikan kalian. Ini hanya pemindahaan kekuasaan!”


“TETAP SAJA KAMI MENOLAK!”


“Benarkah itu, apa kalian yakin bahwa kalian menolak keputusanku?”


.....


“Baiklah, ku harap kalian semua setuju, maka disini aku mengungkapkan bahwa Kim Hyun yang akan menjadi pemimpin mafia dari para mafia..ingatlah itu..”


Layar padam seketika, Willi berdiri ditengah-tengah layar yang baru saja dipadamkan.


“Seperti yang anda lihat Nona Muda Evita, bahwa Tuan Kim Hyun adalah pemimpin Mafia dari para Mafia. Dan tujuan kedatangan kami adalah mengambil kembali jabatan itu untuk Tuan Muda Za. Karena ia adalah penerus sesungguhnya..”


Brillen menyambut pembicaraan Willi, “benar, maka sebelum pemindahan jabatan itu, kami ingin Nona Evita melakukan operasi untuk mengeluarkan chip yang tertanam di bagian bahu kanan anda. Karena disana...syarat dan perjanjian sesungguhnya..lalu setelah itu, Kami akan meresmikan Anda terlebih dahulu, baru kemudian peresmian Tuan Muda Za”


Evita mengangkat tangannya diantara pembicaraan yang sangat serius ini. Ia masih pusing memikirkan segalanya. Mafia,mafia, dan mafia. Kenapa ia bisa berhubungan sampai sejauh ini.


“Bisakah aku mendapatkan waktu untuk menenangkan diri, aku tidak menduga ternyata ini berat untukku. Setelah itu aku akan mengatakan semua keputusanku”ucap Evita.


Brillen dan Willi pun mengangguk. “Tentu saja, Kami akan memberikan waktu hingga Nona Muda Evita siap menerima semuanya”


Evita mengangguk, ia pun bangun dan menatap Suaminya yang menatap dirinya juga.


“Za, bisakah kamu bersamaku”ucap Evita. nadanya biasa namun ucapannya meminta. Za tentu tidak akan menolak. Ia langsung berdiri dan menuntun Evita keluar.


Didalam ruang kerja Evita, tidak ada yang saling bicara. Semua juga masih mencerna apa yang terjadi. Dan satu yang bisa mereka ambil dari pembahasan ini. Bahwa Evita tidak sengaja jatuh kedalam jurang yang berisikan gua. Dan gua-gua itu penuh akan masalah hingga harus ditangani oleh Evita sendiri.


Dan mereka merasa beruntung karena bisa bersama Evita, bisa membantu Evita menghadapi masalah yang diatasi. Meski tidak semua masalah yang bisa mereka hadapi, namun setidaknya mereka membantu meringankan pundak Evita.


“Evita perlu waktu memahami semuanya, apa kita kembali kekediaman utama Zhan?”tanya Echan menatap kearah Yoongi.

__ADS_1


Yoongi mengeleng,” Ku rasa kita tidak bisa kembali disaat seperti ini, sebaiknya kabarin Kakak Kedua, dan juga Kakek Pertama tentang kita”


Echan mengangguk mendengar ucapan dari Yoongi.


__ADS_2