MANTIV

MANTIV
● Mantiv(49)


__ADS_3

brrummmm


bruummm


bruuumm


lima motor melesat membelah jalan. Untungnya keadaan jalan sedang sepi. Lima motor yang dikendarai dengan kecepatan tinggi saling beradu posisi untuk bisa meraih siapa yang terdepan.


Mereka melesat seakan-akan melupakan resiko yang diterima. Tak memperdulikan nyawa yang masih bersemayang ditubuh.


Lima motor itu melesat sampai tiba digaris akhir. Dimana seorang wanita berpakaian seksi mengangkat bendera merah. Dan seketika itu juga, Lima motor melewati diirinya.


Semua langsung ricuh dengan kedatangan lima motor ini, apa lagi yang berhenti dipaling depan. Semua memandang kearahnya, hanya ingin melihat siapa yang ada dibalik helm itu.


Dua wanita mendekati kearah motor terdepan, membuat orang-orang sedikit memberi jarak. Setelahnya baru terlihat wajah orang yang ada dibalik topeng.


Dengan rambut panjang sepingang, disalah satu helai rambutnya tercat warna biru muda. Hingga menjadi penerang dari rambut hitamnya.Wanita itu dipanggil....


“Queen!”


“Queen!”


“Queen!”


“Queen!”


“Queen!”


“Queen!”


Itulah panggilannya. Melihat mata hitam yang menatap kesegala arah, membuat yang teriak sedikit terdiam. Yeah sorotan mata menakutkan. Dua wanita tadi terkekeh melihat tingkah Sahabat mereka.


“Ayoolah Evita, mereka hanya mendukungmu...bahkan menyuarakan kegembiraan karena kemenanganmu”ucap Indah Lestari yang memberikan handuk kecil untuk Evita.


Evita tersenyum mendengar ucapan itu, ia pun mengambil handuk kecil lalu mengelapkan kewajahnya. “Kapan kalian datang?”tanya Evita.


Yang menjawab kali ini adalah Amelya sambil menyodorkan botol minuman untuk Evita dan itu disambut hangat oleh Evita. “Kami datang saat gadis seksi itu mengatakan starts”


“Hahahahha....telat dong”Evita tertawa setelah meminum air yang diserahkan oleh Amelya. Amelya yang melihat sahabatnya tertawa juga ikut tertawa.


“Jelas telat, kita harus kerjakan pr dulu....lo ingatkan kita punya pr matematika disekolah..”Amelya menatap Evita yang tengah diam membisu. “Kau ingat kan?”ucapnya lagi membuat Evita sedikit membuang muka.


“Sudahlah Amelya, kalau dia tak ingat, tinggal tidak turun sekolah, gampang”Indah meladeni Amelya sambil menepuk pundaknya.


“Kau ingin membolos, eh kalian berdua itu sudah dicap anak paling bolos loh”Amelya menunjuk dua Sahabat stressnya ini. Yeah mau bagaimanapun godaan bakso sama soto sudah tak bisa dilawan. Jadi sebelum bel istirahat mereka sudah bergegas sebelum kehabisan.


“Hei...enak tuh soto apa bakso?”tanya Evita sambil melempar botol yang sudah kosong ditong sampah.


“Keduanya”jawab Amelya dan Indah sambil membayangkannya. “Kalau enak keduanya, maka besok aku tertraktir kalian disekolah....sudah sana pulang...kan ada pr tuh”ucap Evita dengan santainya. Ia memasang helm miliknya.lalu melambaikan tangan untuk berpisah dengan dua sahabatnya.


Amelya dan Indah juga ikut pergi dengan mobil masing-masing. Yang pasti mobil tersebut memiliki seorang supir. Melesat membelah jalan.


Dari kejauhan salah satu pembalap tak membuka helm miliknya. ia memandang kearah wanita yang baru saja pergi dengan motornya dan dua orang wanita dijemput oleh supir masing-masing.


“Menarik”gumannya.


-


Sekolah SMK N 1. Yang sangat difavoritekan oleh anak-anak untuk menempuh jenjang pendidikan setelah menginjak SMP. SMK N 1 memiliki 5 jurusan. Diantaranya ada Marketing, Administrasi,Akuntansi, Teknik Komputer dan Jaringan yang terakhir adalah Jasa Boga.


Dari lima jurusan itu, Evita, Indah dan Amelya masuk kejurusan Marketing. Kenapa bisa masuk, karena mereka diseleksi dimasing-masing jurusan. Dan berakhir mendapatkan Marketing.


Evita, Indah dan Amelya baru saja menginjak bangku SMK. Dan saat ini mereka dikelas yang sama. Dan masa pertemanan yang sudah menjadi sahabat ini sekitar 6 bulan terjalin.


*masa lalu tentang pertemuan Evita, Intari dan Amelya terdapat dichapter 28-29


Sekolah yang tenang tapi juga penuh dengan keributan. Hingga tibalah tiga wanita yang datang. Yang tak lain adalah Evita, Indah dan Amelya. Mereka bertemu digerbang masuk.


“Pak...nanti jemput saya agak sore ya, soalnya kelas hari ini sampai sore pak”ucap Evita yang mendapatkan angukkan dari sang supir ayahnya.


Setelahnya supir tersebut pergi meninggalkan Evita yang kini melangkah mendekati Indah dan Amelya.


“Ooh iya juga ya, aku lupa kalau sekolah kita fullday”ucap Indah sambil menepuk jidatnya. Amelya tertawa melihat tingkah Indah yang seakan-akan lupa dengan sekolah sendiri.


“Ooh ya Evita..itu supir Ayah keberapa kamu?”tanya Indah dengan antusias. Evita hanya menulikan pendengaranya. Ia melangkah memasuki arena sekolah. Seragam yang dikenakan mereka hari ini adalah seragam batik.

__ADS_1


Karena tak mendapat jawaban, Indah bodoamat. Ia mengikuti langkah sahabat-sahabatnya ini. Amelya mengeleng melihatnya. Ia berbenak “Diam menjadi murid teladan, bergerak ketika jiwa gila datang”


Pikiran itu hanya sepintas tapi tak dikira akan terwujud sekarang. Setelah Evita dan Indah masuk kedalam arena sekolah yang kini tengah banyak siswa yang ada. membuat mereka berdua tersenyum nakal.


“TEMAN-TEMAN SEKALIAN!!!..aku punya pertanyaan untuk kalian, berhasil jawab 100.000 untuk kalian”ucap Evita yang langsung diiyakan oleh Indah. Amelya langsung menepuk jidatnya. Sudah dipastikan saat ini dua sahabatnya tak mengerjakan tugas yang ia sebut tadi malam.


Semua orang mendengar kata uang, langsung bergegas mendekat kearah mereka.


“Apaa?..pertanyaannya apa?”


“engak bohong kan ini?”Evita menunjukkan uang ratusan ditangannya.


“Anak orang kaya mah enak..tinggal minta duit kan lo”Evita mengeleng, ia menjawab “Enak aja..ini hasil dari kerja keras gua.....”ucapnya dan lanjutannya “dalam balapan liar”benaknya.


“Kalau begitu kasih tahu sudah...apa..apa...apa soalnya?”ricuh dan menarik perhatian. Belum sempat keluar pertanyaan itu. Evita dan Indah sudah ditarik salah satu petugas dari sekolah. Siapa lagi kalau bukan petugas keamanan tim osis.


Seketika itu juga wajah sedih muncul, mereka tak bisa melawan, karena osis sangat penting disekolah. Yeah inilah yang menjadi ketidaksukaan Indah dan Evita.


“Tolong untuk Evita dan Indah..jangan diulangi lagi, masuk kekelas kalian ini sudah jamnya masuk kelas”ucap sang ketua dari tim keamanan.


“Ya”


“ya”


Jawab mereka berdua. Mereka pun melesat menuju kekelas. Melupakan Amelya yang masih mengikuti mereka. namun Amelya langsung kabur kala melihat tim keamanan. Sudah jera ia berurusan dengan orang osis ini. Jadi kabur duluan.


Setiba dikelas. Semua orang sudah bersiap-siap dan guru yang mengajar telah datang bersiap juga.membuat wajah Indah dan Evita langsung lesu melihatnya.


“Evita..lo benar-benar engak belajarkan?”tanya Indah. Ia tak mengerjakan tugas mtk soalnya. Jawaban Evita mengeleng. Namun mau bagaimana pun Indah tetap curiga ama Evita ini.


“sudah..kalian berdua duduk sekarang”ucap sang guru yang kemudian mereka pun memulai pelajar.


Dijelaskan setiap materi yang ada. membuat orang-orang menunjukkan reaksi berbeda-beda. Ada yang semangat, ada yang diam tak bergeming Cuma matanya yang kedip-kedip. Sedangkan Indah dan Amelya terlihat seakan-akan semangat sedangkan Evita sudah menutup mata tapi kembali melak melihat apa yang ada didepannya.


Karena suasanaa yang begitu. Membuat Sang Guru langsung memberikan pertanyaan. “Jika kalian bisa menjawabnya, bapak akan stopkan pelajaran sampai disini..bagaimana?”tanya Pak guru yang membuat semua siswa langsung mengangguk antusias.


“Baiklah..Pertanyaannya Cuma satu..jawab dengan benar”ucap sang Bapak guru yang kemudian mengambil buku pelajarannya. Ia mencari soal yang menurutnya tepat. Setelahnya ia pun melihat semua siswa dan mulai membacakannya.


“Salah satu teori mengenai peristiwa G 30 S/PKI 1965 mengemukakkan adanya keterlibatan CIA dalam upaya mengkudeta pemerintah Presiden Soekarno. Dalam teori tersebut, keterlibatan CIA disebabkan oleh.....”


Yang angkat tangan Evita dan Indah, namun disusul oleh Amelya. Yeah menarik perhatian. Karena pak guru sangat senang melihat tiga orang yang langsung angkat tangan. Ia pun mengangguk menunggu jawaban mereka.


“Disebabkan oleh Kedekatan para perwira Angkatan Darat dengan Presiden Soekarno”Indah, Evita dan Amelya mengatakan hal yang sama. Membuat Pak Guru langsung terdiam ditempat. Yeah kaget mendengar jawaban mereka.


“Baiklah....kalau begitu kita lanjutkan pelajarannya”ucap Pak guru yang langsung mendiamkan semua siswa. Indah yang paling tak terima. “Pak kalau jawabannya salah kasih tahu kami jawaban yang sebenarnya?”tanya Indah. Membuat semua siswa ‘mengiyakan’ hal tersebut.


“Kalau tak salah itu jawabannya Pak..apa Bapak tak mengetahuinya?”tanya Evita dengan memandang tajam kearah Pak guru yang kini berkeringat dingin.


“Bukan tak tahu....Bapak sudah mengatakan bahwa pelajarannya dilanjutkan”ucap Pak guru mengelak perkataan Evita.


“Eleh...bilang aja bapak tuh engak tahu”teriak salah satu siswa. Membuat semua ikut teriak hal yang sama. Sehingga menarik perhatian guru lain.


Guru sebelah kelas pun datang. Ia tak lain adalah guru MTK yang akan mengajar dikelas mereka. tepatnya setelah Pak Guru sejarah ini keluar.


“Kenapa ini ribut-ribut?”tanya Guru MTk yang berhasil membuat semua siswa diam. Kecuali Evita dan Indah.


“Itu Buk...kami kan diberi pertanyaan tentang sejarah masalah G30 S/PKI. Nah kami jawab, tapi pak guru malah bilang lanjut pelajaran tak memberitahu kami, apa jawaban kami salah atau benar?”ucap Indah dan Evita melanjutkan.


“Lagian Ibu..kalau Salah kasih tahu juga kami jawaban yang sebenarnya apa”


Ibu guru Mtk itu memandang sang guru yang masih terbilang muda. Ia merasa wajar sang guru kurang tahu atau melupakan hal seperti itu. Yeah guru harus menghadapi hampir 1000 murid. Bagaimana tidak blank kan.


“Sudah..justru kalian itu mengerti, kenapa pak guru belum memberi jawaban. Mungkin pak guru lupa jawaban sebenarnya”ucapan yang diberikan bagaikan tusuk jarum untuk Pak guru yang mendengarnya dan membuat Evita serta Indah hanya mendegus.


“Tapi ngomong-ngomong..Evita dan Indah, kalian berdua sudah mengerjakan tugas MTK dari ibu?”tanya Sang guru yang membuat Evita serta Indah memandang kearah lain.


Semua siswa melirik mereka berdua. Dua siswa yang kadang-kadang berulah apa lagi kalau sampai Amelya ikut. Menjadi trio anak penuh masalah.


“Kalian sudah mengerjakannya bukan?”tanya ibu guru lagi. membuat Evita dan Indah merasakan hawa mengerikan. Dan seketika itu juga malaikat entah dari mana datang dihadapan mereka. ia menyodorkan buku mtk secara diam-diam lalu mengatakan


“ini salin tapi diam-diam”ucap Amelya. Tak tega ia melihat Dua sahabatnya ini dihukum hanya karena 2 soal PR MTK.


“Terimakasih”ucap mereka lewat mata yang berbinar. Guru mtk itu pun mendengus. “Bagaimana kalian sudah mengerjakannya kan?”tanya Ibu guru itu lagi.


Evita dan Indah langsung menjawab “tentu saja sudah”yeah dibalik laci meja. Mereka tengah menyalinnya.

__ADS_1


-


Setelah kejadian tak mengenakkan itu, digantikan dengan jam istirahat. Indah dan Evita sudah bertempur dengan dua guru yang sangat-sangat mengistimewahkan.


“Kok bisa tuh nah...Kalian tak mengerjakan tugas?”tanya Fifa. Yang dianggukkan oleh yang lain.


“Bergadang ya?”Dina menebak siapa tahu jawabannya benar kan. Evita dan Indah hanya mengeleng.


“Dari mana toh Dina...kalau bergadang sudah dikerjakan tuh tugas MTK....”ucap Sasria yang memukul pelan kepala Dina yang kini terkekeh.


“Lain kali tuh kalau ada tugas dikerjakan”ucap Noor yang menjadi penenang diantara mereka. Amelya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Noor sedangkan Evita dan Indah hanya tersenyum kikuk.


Seperti janji Evita. Ia meneraktir Sahabatnya makan Bakso dan Soto. Yang pasti, Noor, Fifa, Dina dan Sasria ikut makan. Karena mereka telah jadi teman. Tak mungkin Evita melupakan mereka.


“Weeeh..lama engak makan bakso nih”


“Bener juga...kuahnya yang enak ini ditambah bakso yang dimakan membuatku tak tahan untuk memasukkannya kemulut dan masuk kelambungku”


“kunyah dulu Indah..Kunyah”


“Lah jangan lupakan Soto yang enak ini....lontong yang dipadukkan dengan kuah sangat enak untuk dinikmati”


“Sudahlah..kalian kapan makannya”


Semua tertawa sambil menikmati makanan yang hari ini menjadi gratis untuk mereka. tak boleh disia-siakan. Ditambah mereka juga mendapatkan minuman gratis. Yaitu es teh. Beh mantul sudah.


-


Tiba disore harinya. Evita mendapatkan sebuah pesan diponsel pintar yang baru saja diambil diruang bk. Bukan dihukum ya, tapi emang gitu aturannya. Hp bisa dibawa tapi dititipkan nanti pas pulang sekolah baru diambil. Begitulah..


“Evita...pesan dari siapa tuh?”tanya Indah yang kini menunggu Supirnya datang begitu juga Amelya.


“Apa ada sesuatu...?”Amelya menatap kearah Evita yang kini mengerutkan alisnya.


“Tidak ada..hanya pesan, seseorang menantangku diarena balapan malam ini”Evita menunjukkan pesan yang tak dikenal kearah dua Sahabatnya.


Dua Sahabatnya itu pun mengangguk mengerti dengan apa yang mereka baca. “Berarti Cuma dua orang ya?...apa perlu kita temani?”tanya Amelya yang kini memainkan ponsel pintarnya.


“Waaah..Lihat Biasku update dan akan live malam ini”ucap Amelya sambil berteriak histeris. Membuat Evita menatap datar padanya.


“Eh benarkah Mel.....siapa?..Siapa?..Siapa? yang akan Live Siapa?”Indah bertanya dengan atusiasnya. Membuat dua orang itu langsung bergegas pulang sambil berpamitan melupakan tujuan awal yang ingin mereka tanyakan dan menunggu jawaban Evita.


Setelah dua Sahabatnya pergi, Evita hanya menghela nafasnya. “Siapa sih nih bias...sekali info langsung mengemparkan para fansnya...Sudahlah lebih baik aku pulang”Evita melangkah mendekati mobil yang kini tiba dengan supir yang lain. membuat ia mengerutkan alisnya.


“Pak...siapa yang mengirim bapak kesini?”tanya Evita melihat tampilan supir yang bukan biasanya.


“Nona Muda...Tuan besar dan Nyonya besar ingin bertemu dengan anda”ucapnya. Yang membuat Evita mengangguk. Yeah sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sibuk untuknya.


Mobil pun melesat melewati jalan yang ada. membuat Evita memandang dalam diam sambil memikirkan apa yang akan dibahas nanti oleh Orang Tuanya. Sungguh membuatnya penasaran.


Tak berapa lama, digerbang yang tertutup, kini terbuka dan mobil yang ditumpanginya masuk dengan tenang. Para bodyguard yang ada menundukkan kepalanya menyambut orang yang dinanti.


Mansion bercorak emas membuat orang-orang merasa iri akannya. Ingin memilikinya. Bahkan luas Mansion ini tak bisa dianggap remeh.


Mobil pun berhenti dengan cepat, sang Pelayan Mansion membukakan pintu. Evita keluar dan melangkah menaiki tangga. Ia memberikan tas miliknya kepada pelayan wanita yang berjalan disampingnya.


“Bibi tolong antarkan kekamarku”ucapnya. Dan sang Pelayan langsung mengangguk dan mengerjakan tugasnya.


Setiba didalam Mansion. Evita duduk diruang tamu. Ia memandang sekeliling. Sudah beberapa hari ia tak menginjakkan kaki kerumah ini. Yeah Rumah orang tua angkatnya sendiri.


“Selamat datang Putriku”teriak seseorang dari tangga. Ia melesat turun. Dengan cepat ia mendekatkan diri kearah Evita lalu memeluknya.


Evita tersenyum, ia pun membalas pelukkan itu dan tak berapa lama, teriakkan lain datang. “Ayoooo.....Putriku telah tiba......”ia membawa cemilan yang penuh dengan rasa manis. Meletakkannya dimeja lalu melangkah mendekat dan memeluk Evita dengan eratnya. Membuat Evita meringis kesakitan akibat kencangnya pelukkan itu.


“bagaimana kabarmu?”


-


Supir menghentikan mobil yang memberikan jarak untuk Indah. Jarak dari Rumahnya sendiri. Rumah yang memiliki 2 lantai. Dengan corak yang berwarna putih.


“Pak kenapa Kau memparkirkan mobilnya jauh sekali?”tanya Indah sambil melirik kedepan. Dan yang didapatinya ada sekumpulan mobil tengah terparkir didepan rumahnya.


“Nona Muda...sepertinya Tuan besar dan Nyonya besar kedatangan tamu”ucap Sang Supir. Ia pun membukakan pintu lalu mengambil payung untuk Indah. Karena cuaca yang sedikit panas. Meski masih sore.


“Tamu....jam 5 sore begini?”benak Indah. Ia melangkah mengikut langkah sang Supir yang memberikan keteduhan lewat payung. Setelah memasuki gerbang. Ia membelakkan mata melihat kearah dalam rumah yang langsung membuatnya melesat lari dari sang Supir.

__ADS_1


“TANGKAP DIA.....JANGAN BIARKAN IA LOLOS!!!!!”


__ADS_2