MANTIV

MANTIV
● Mantiv(130)


__ADS_3

Za mencium jidat sang Istri, lalu mencium kedua kelopak mata Evita, kemudian turun lagi kedua pipi Evita yang mulai kurus karena tak makan. Dan terakhir mengecup singkat bibir Evita yang pucat dan kering.


Mata keduanya saling bertemu, mereka berdua saling mencari dimata mana yang menampilkan diri mereka. setelah menemukan bayangan mereka, Za memeluk sang Istri dengan perasaan bahagia yang begitu dalam.


“jangan peluk aku erat-erat, Kau bisa membunuhku..kau tahu itu”ucap Evita yang membalas pelukkan sang Suami. Za yang mendengarnya memandang datar kearah Evita.


“Kenapa?..Kau tak senang Aku kembali hm?”tanya Evita dengan mengenggam tangan Za.


Za memandang Evita dengan wajah datar, ia menjatuhkan kepalanya dibahu Evita. “Dengar Evita, jika dalam waktu 3 hari lebih kau tak bangun, Aku akan memusnahkan orang-orang yang menyakiti dirimu”ucap Za dengan suara penuh akan kemarahan.


Evita paham dengan apa yang dimaksud oleh Za. Karena bagaimana pun Suaminya ini sangat mencintainya. Evita mengusap kepala Za dengan lembut.


“Aku sudah bangun Za. Jangan marah ya”Evita menuntun Za untuk menatapnya. Lalu Evita mengusap wajah yang lelah itu. Evita tahu sang Suami menunggunya hingga tak bisa tidur dengan tenang.


“Za...aku lapar”ucap Evita untuk mengubah suasana yang penuh sendu itu. Za yang mendengar ucapan Evita tersenyum.


“Keluargamu membawa banyak makanan..makanlah ya”ucap Za yang menjauhkan diri lalu mencium puncak Kepala Evita dan melangkah pergi keluar dari ruang rawat.


“huh...Apa benar yang Ayah mertua itu katakan”benak Evita menatap kearah pintu kamar rawatnya.


-


Za menatap keseluruh ruangan yang dimana keluarga Istrinya begitu menunggu untuk bisa menjenguk Evita. Za menatap kearah kepala keluarga Alex yang langsung paham dengan maksudnya.


“Kalian bisa menjenguknya, hanya jangan terlalu banyak yang ada didalam ruangan”ucap Za yang dianggukkan yang lain. Ia kemudian melangkah menuju kearah Kepala keluarga Alex.


“Kakek, bisa menjaga Evita?”tanya Za dengan wajah seriusnya. Kepala Keluarga Alex mengerutkan alis menjawab pertanyaannya. “Aku bisa Za, Cuma kenapa disaat seperti ini, kau tahu Evita baru sadar..jika ia tahu akan bahaya nantinya”ucap Kepala keluarga Alex.


Za mengeleng untuk mengelakkan ucapan dari kepala keluarga Alex. “Kakek, akan semakin bahaya jika aku tak menyelesaikannya secepat mungkin, tenang saja aku hanya perlu 3 hari untuk menyelesaikannya, katakan kepadanya Aku sedang menangani urusan dikantor kepolisian, ia pasti paham”


Kakek Alex menatap bingung dengan rencana Za. Ingin menolak tak akan bisa. Karena untuk menyembuhkan diri dari hukuman memperlukan waktu bisa sampai 1 minggu. Bayangkan Evita yang melepas marga dan dihukum 1000 gayung air dingin. Itu perlu kekuatan mental dan fisik untuk bertahan.


Sedangkan keluarga Zhan, hukumannya dicambuk. Sekali cambuk kulit tubuhmu serasa menyayat. Dan bisa dibilang sekali gesekkan bagaikan hempasan batu yang mengenai tubuh. Seumur hidup Alex tak pernah merasakannya. Namun keluarga besar Zhan itu pernah. Karena tanpa cambuk itu mereka akan melenceng dari aturan keluarga.


“Baiklah Nak Za..jika itu keinginan mu, Aku akan menjaga Evita. namun satu hal yang harus kau ketahui, Aku tak bisa menahannya”kakek Alex menyampaikan apa yang ada didalam pikirannya.


Untuk menjaga hal mudah, tapi menahan hal sulit dilakukan. Karena bagaimana pun Evita sama seperti Ayahnya. Keras kepala.


Za mengangguk, Ia tahu akan hal ini. Maka ia ingin segera menyelesaikan apa yang menjadi masalahnya. Za melangkah pergi dengan berpamitan kepada Kakek Alex. Bersama dengan Yoongi dan Echan yang tahu maksud dirinya.


Kepergian tiga orang itu menghadirkan tanda tanya Intari dan Amelya. Karena mereka melihat secara langsung ketiganya pergi dengan begitu serius.


“Kemana Mereka?”guman Intari, sedangkan Amelya mengerutkan alis dengan perasaannya.


Didalam kamar rawat.


Hanya beberapa yang bisa masuk kedalam. Saat ini kesempatan keluarga Alex menjenguk dirinya.


“Bagaimana keadaanmu?”tanya Tante Evita dengan wajah yang begitu malu. Malu karena dulu menghina-hina dirinya.


Evita tak memperdulikan hal itu, sekarang Ia sedang mengisi perutnya dengan makanan yang dibawa oleh orang-orang untuknya. Meski hanya bisa makan buah-buahan dan bubur.


“Membaik, tenang saja”jawab Evita sambil memakan bubur yang dibuat oleh keluarganya.


Tak ada rasa benci, hanya rasa kecewa yang mendalam. Membekas dihati Evita kala melihat seluruh keluarganya datang. Meski marga terlepas, Ia tak bisa membuang mereka sejauh manapun. Karena tetap saja jejak langkahnya pasti meninggalkan jejak keluarga Alex.


“Baguslah..jaga dirimu baik-baik”ucap yang lain. Evita mengangguk. seling waktu mereka keluar meninggalkan dirinya dan digantikan dengan Inul, Nabila, Ida Putri, Intari dan Amelya. Lalu ada Liyana dan Vino.


“Sudah sadar, makan yang banyak biar gemuk, jangan sampai kurus hingga yang tersisa hanya tulang mu saja lagi”ledek Liyana yang menatap Evita dengan pandangan mengucilkan.

__ADS_1


Evita yang ditatap demikian hanya mendengus dan memfokuskan diri untuk makan.


“Kalian tak ada kerjaan, semua hadir menjengukku, kalian bisa datang diesok hari, bukan dihari ini”ucap Evita dengan suara malasnya.


Intari yang mendengarnya memutar bola mata dengan malas. “Kami engak ada kerjaan, kalau ada sudah pasti kami membiarkanmu sadar sendiri, beli makanan sendiri, dan mandi sendiri, kau tahu Suamimu itu begitu merawat dirimu”


Amelya ikut menambahkan “Bahkan Kak Za tak tidur saking merawat dirimu”


Evita yang disalahkan atas segala yang terjadi hanya tersenyum senang yang membuat orang didalam ruangan sama dengannya mengerutkan alis.


“Kau sudah gila Evita, apa kepalamu terbentur?”tanya Inul dengan wajah seriusnya.


Evita senyum dengan deretan gigi putih yang tampak. “Aku bahagia, Kalian datang , menjenguk dan mengatai-ngataiku, Aku rasa jika Aku pergi kalian tak akan sedih nanti”


Kalimat akhir dari ucapanya membuat yang lain memberikan jurus mereka untuk menghajar Evita. sayangnya semua harus menahan karena Evita adalah pasien bukan seorang tamu.


“Heheh, kalian tak bisa memukulku...hm dimana Za. Aku lapar”ucap Evita yang menatap kearah pintu. Sudah lebih dari satu jam menunggu Suaminya itu. namun tak ada yang menampakkan diri.


“Sibuk paling”jawab Inul asal. Lagian Ia juga tak tahu, berbeda dengan Intari dan Amelya yang terdiam.


Evita yang mendengarnya menghardikkan bahu, ia juga tak memperdulikannya.


“Vino dan Ida, kemari!!”ucap Evita mengulurkan tangannya. Dua anak kecil itu langsung mendekat kearahnya. Dibantu duduk didekat dirinya. Ida baru berusia 3 tahun sedangkan Vino 5 tahun.


“Vino,bagaimana kabarmu hm?”tanya Evita yang langsung dijawab oleh Vino. “Tentu saja Baik..lihat”dibentangkannya tangan untuk menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja. Evita yang melihatnya mengeleng. Tak habis pikir putra Mavin Vintorin ini sangat gemes.


“Lalu Ida...”Evita menatap kearah Ida yang ikutan membentang tangannya. Hal ini membuat semua tertawa melihat tingkah lucu Ida yang kesulitan.


“Hehhe..sudah ya, Makasih sudah menjenguk Kakak dan Tante”ucap Evita mengusap pelan kepala anak-anak yang ada didepannya. Ibu mereka langsung mengendong Vino dan Ida.


“Evita, Istirahatlah, Kami pamit ya...”ucap Inul yang dianggukkan oleh Evita. Liyana juga ikut pamit dari dirinya. Dan yang tersisa hanya Nabila, Intari lalu Amelya.


“Apa ada yang kau butuhkan Nabila?”tanya Evita yang membuat Nabila mengeleng, lalu menganguk.


“Tidak..Aku izin pulang juga”ucap Nabila yang ingin melangkah pergi. Sayangnya saat meraih gengang pintu kamar, Seseorang membuka pintu tersebut dan bertemu dengan dirinya.


“Raja, ada apa?”tanya Intari yang melihat Raja diambang Pintu. Raja dan Nabila sempat bengong, untungnya disadarkan oleh pertanyaan Intari.


“Sore Nyonya”sapa Raja yang melewati Nabila. Nabila merasa rasa sakit didadanya. Ia bergegas untuk keluar.


Evita yang paham situasi ditambah Ia masih mengingat curhatan Raja kepadanya.


“Nyonya, Tuan Za mengatakan anda ingin makan, jadi Aku membawakan makananya”ucap Raja yang meletakkan bungkusan berisi makanan. Bergegaslah Raja pamit dari pandangan ketiga bossnya dan melangkah pergi.


“Ada apa dengannya?”tanya Intari yang tak paham dengan yang terjadi.


“Mungkin kebelet”jawab Amelya yang juga tak tahu apa yang terjadi. Beda dengan Evita yang hanya diam memandang pintu kamar itu tertutup perlahan.


-


Raja berlari mengejar Nabila yang kini mulai menaiki mobil. Ia bergegas untuk menahan pintu yang hampir tertutup itu.


Semua keluarga Alex kaget melihat dirinya. Apa lagi Nabila yang langsung melangkah keluar dari mobil.


“Apa yang terjadi Raja?”tanya Nabila dengan menatap kearah Raja. Belum sempat menjawab, Ibu Nabila melangkah mendekat kearah mereka.


“Siapa Kau?”tanya Ibunya yang membuat Inul yang ada didalam mobil ikut keluar.


“Dia Raja Kakak, Seketaris Pribadi Intari”jawab Inul berdiri disamping Ibu Nabila.

__ADS_1


Raja menatap kearah Nabila, Ia bergegas memegang tangan Nabila “Nabila, Aku mencintaimu”ucapnya dengan wajah serius.


Semua orang langsung menatap tak percaya dengan apa yang disebutkan oleh Raja. Bahkan Nabila berkedip-kedip mendengarnya.


“Maaf, Aku baru menyadarinya..Aku tahu,Aku telat mengatakannya, tapi jujur..Aku memang mencintaimu”lanjut Raja dengan wajah bahagia menantikan jawabanya.


Sreekkk


PLAK!!!!


Tamparan mulus membekas diwajahnya. Semua terkejut melihat Ibu Nabila menampar Raja dengan amarahnya.


“JADI KAU YANG MEMBUAT PUTRIKU MENOLAK TUNANGAN DARI KELUARGA RIN?....APA KEISTIMEWAHANMU HAH, KAU SEORANG BANGSAWAN, JANGAN MEMBUAT PUTRIKU MENUNGGUMU HINGGA IA MELAWAN ORANG TUANYA HANYA UNTUKMU”teriak Ibu Nabila dengan emosi yang memuncak. Nabila menarik Ibunya untuk tidak membuat masalah karena mereka masih berada dirumah sakit.


“Tenanglah Ibu..Ia tak bersalah”ucap Nabila menghentikan Ibunya. Ibunya masih meluap emosi, bahkan melihat Raja pun tidak. Ia bergegas menarik Nabila masuk kedalam mobil.


“Masuk NABILA!!!”Teriak Ibunya yang membuat Nabila menuruti dirinya.


“Lalu Kau juga Inul, masuk..Supir antar mereka langsung kekediaman Alex”Ibu Nabila membanting pintu mobil dan memandang perginya mobil yang ditumpangi oleh Nabila dan Inul. Sekarang yang tersisa hanya Ibu Nabila yang ada didepan Raja.


Raja masih menundukkan kepalanya. Ia tahu, Ia salah karena membuat Nabila mencintainya. Ia tahu semua yang menjadi masalah disini karenanya. Mungkin setelah ini Ia akan dipanggil oleh Boss utamanya.


“Dengar, Kau mencintai Anakku kan, maka Aku yang akan menolak hubungan kalian, kau tahu seberapa sakitnya hatiku ketika melihat Ia melawan diriku, Kau lelaki bukan?”Ibu Nabila mulai berbicara kepada Raja dengan menunjuk-nujuk dirinya.


“Aku tak akan mengijinkan Putriku mudah jatuh cinta kepada Pria yang statusnya hanya sebagai seketaris biasa. Lalu Kau bahkan membuat Putriku melewati aturan keluarga, itu sudah mengambarkan bahwa Kau tak bisa menjaga putriku nanti”Ibu Nabila melangkah pergi meninggalkan Raja yang hanya bisa menundukan kepalanya.


Tak ada yang tahu, namun Emosi yang meluap itu terlampiaskan keorang yang salah. Yeah salah bagi Sebastian yang melihat dari kejauhan. Ia ingin menolong tapi ini masalah pribadi Raja. Percuma Ia membela Raja, tetap saja Raja akan bersalah. Dalam keluarga Alex, apa pun yang terjadi kepada Putri mereka, dan jika sampai salah dari aturan keluarga, orang yang membuat Putri mereka seperti itu akan membayarnya.


Raja tak kuasa untuk berdiri dengan pandangan kasihan orang-orang. Ia juga lupa bahwa Nabila bukan dari keluarga sederhana. Posisi keluarga Alex tak bisa ditanya. Meski masalah pemimpin perusahaan dan semacamnya, namun kekayaan keluarga Alex bisa sebanding dengan keluarga Zhan.


Raja memilih untuk memenangkan diri dan meninggalkan rumah sakit menuju ketaman. Sedangkan Sebastian yang berdiri tak jauh darinya kembali kedalam rumah sakit.


-


Tiba dikediaman keluarga Zhan....


Sudah berapa bulan tak menginjakkan kaki kekediaman keluarga sendiri. Za,Yoongi dan Echan melangkah masuk kedalam rumah mewah itu. mereka menatap kearah semua orang yang menunggu kedatangan mereka.


Seperti yang diucapkan oleh Za, Ia akan menghubungi keluarganya, jika ia kembali. Dan semua yang ada didepannya sudah menantikan dirinya.


Tiga Kakek mereka menatap kearah tiga cucu yang baru tiba dari acara kabur-kaburan.


“Kalian ingat pulang?”tanya Bibi Kedua yang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang diketahui olehnya hanya kedatangan Za.


“Maaf”kata pertama yang keluar dari ketiga orang yang dipandangi oleh semua orang.


Kakek Pertama langsung angkat bicara, “Katakan, aturan mana yang kalian langar?”tanpa basa-basi, langsung keintinya.


Bibi Kedua yang mendengarnya , menatap bingung “Ayah Mertua, apa maksudnya itu....Mereka hanya mengerjakan tugas!”ucap Bibi Kedua yang menatap kearah Za. Orang yang akan memberinya kebahagiaan.


Kakek Kedua menjawab ucapan Bibi Kedua, “Kita akan tahu kesalahannya saat ia bicara, Keponakkanku jangan membela Za”ucap Kakek Kedua yang mengetahui jalan pikir Bibi Kedua.


Bibi Kedua langsung bungkam mendengarnya.Kakek Pertama mengulangi ucapannya, “Katakan apa saja yang kalian langar”


Za, Yoongi dan Echan menghela nafas.


“Kesalahan Zhan Za Chen, membatalkan pertunangan secara sepihak dan diputuskan oleh Za sendiri, lalu pergi tak menjelaskan alasannya apa dan sebagaimananya. Kemudian Za tak kunjung kembali berbulan-bulan, dan berbohong tentang pekerjaan yang nyatanya Za tak sedang berkerja...”


“Za....juga melakukan kesalahan, menikahi wanita, menyetub*hinya, lalu bersama dan tinggal ditempat yang sama”ucap Za dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


Semua yang mendengarnya terdiam. Yoongi yang ada disamping Za ikut bicara, “ Xue Yoongi, melakukan kesalahan, dengan ikut bersama Kak Za, alasannya tak ada. karena itu keinginanYoongi sendiri. lalu ikut berbohong tentang pekerjaan dan menikah tanpa disetujui kalian, untuk menyetubuhi, Yoongi tak melakukannya karena meminta restu kalian”


Echan tak tinggal diam, Ia juga ikut menampaikan kesalahannya. “Sama seperti Kak Xue Yoongi, Taoran Chan juga melakukan kesalahan yang sama namun Taoran tak menyentuh wanita yang dinikahi, hanya saja Taoran mengikatnya dalam pernikahan”


__ADS_2