MANTIV

MANTIV
● Mantiv(52)


__ADS_3

Setelahnya, Evita dengan yang lain langsung pergi meninggalkan Club yang kini akan ditutup. Dan Evita dilarang pergi keclub karena mengurangi resiko mabuknya yang akan membuat orang terbunuh.


Indah dan Amelya diantar oleh supir pribadi keluarga Kim. Evita dan Inul serta Nabila kini berada dirumah Evita.


-


Disekolah


Evita dan Amelya tengah menghadapi tugas piket. Piket salah satu hal yang sangat malas dilakukan. Padahal hanya sekali dalam seminggu untuk dikerjakan.


Evita dan Amelya kalau masalah piket datang paling pagi. Beda dengan Indah yang datang siang. Setelahnya bodoamat jika ada piket untuknya. Dia kan datang siang. Jadi engak kebagian piket.


Sedangkan Evita dan Amelya menyukai hal ini. Meski menyukai mereka akan memilih untuk menyapu, sisanya mengepel. Itu bukan yang mereka suka.


Karena mendapat hari yang sama. Evita dan Amelya bergegas menyapu diruang kelas.


“Ini kita sapu segalanya aja, biar yang lain tinggal ngepel”Evita menyapu dibagian kanan sedangkan Amelya dibagian kiri.


“Enak aja.....Enak mereka kalau sudah bersih..apa lagi yang laki-laki pegang sapu aja mereka ogah apa lagi ngepel”Amelya mengayunkan sapunya sambil menjawab pertanyaan Evita.


“Yah kalau gitu kita sapu bagian sini aja”tunjuk Evita kearah kursi miliknya dan milik Amelya serta Indah.


“Disana udah....kau sih telat datang”ucap Amelya. Yeah memang kenyataannya. Saat ini Amelya yang sebagian besar telah membersihkan kelas. Evita masih menyapu diantara meja yang belum disapu oleh Amelya.


“Kalau begitu engak usah ku sapu disini..aku lap papan tulis aja lah”Evita langsung melempar sapu kelas dan menuju kearah papan tulis yang sudah bersih.


“Sudah bersih..udah ku lap..engak usah dibersihkan”ucap Amelya membuat Evita menatap horor padanya.


“Kalau begitu aku duduk aja lah..percuma aja engak dapat bagian”ucap Evita yang berhasil membuat dirinya serta Amelya tertawa.


Yeah masalah sepele begini merupakan momen yang langka buat mereka. tak berapa lama Indah pun datang dengan semangat paginya.


“PAGI EPRIWAAAANNNNNN!!!”teriaknya, untungnya dikelas Cuma mereka bertiga.


“Yooo”Evita dan Amelya berseru bersama-sama. “Bree hari ini kita ketaman Yuk....ada Dance massal disana”ucap Indah yang langsung menunjukkan brosur tentang Dance Massal yang mendapatkan hadiah uang tunai. Dengan dance terbaik.


Mata Evita dan Amelya berbinar melihatnya. “Boleh nih...”ucap Evita yang dianggukkan oleh Amelya.


“tapi hari ini aku dapat kerja dijam sore..gimana dong?”Amelya menatap sedih kearah brosur yang ada didepan. Ia berkerja sampingan disebuah toko kue yang tengah terkenal.


“izin aja....”usul Indah yang mendapat anggukkan oleh Evita.


“Tapi nanti gaji ku dipotong breee..tapi engak apa-apa deh, lagian lumayan hadiahnya dari pada gajiku”ucapnya dengan nada bahagia. Membuat Evita dan Indah mengeleng melihatnya.


-


Dijam tiga sore. Sebuah taman tengah ramai dikerumuni oleh orang-orang. Terutama anak muda.


Melihat hal ini,membuat Inul dan Nabila mendengus karena tak bisa mencari tempat teduh untuk mereka.


“Ini udah lama, kapan mereka datang?”Nabila berguman tapi Inul mendengar gumangan itu. Hingga ia menjawab “Bentar lagi”ucapnya.


Dan seperti apa yang diucapkan, Evita,Indah dan Amelya datang dengan pakaian couple yang sudah janjian. Inul dan Nabila juga. Karena kali ini mereka berlima yang akan ikut.


“sudah daftarkan?”tanya Indah kepada Inul dan Nabila yang dijawab dengan anggukkan. Mereka pun melangkah mendekati acara yang sangat ramai ini. Tak hanya mereka yang akan bersaing. Ada juga grup-grup lain yang menampilkan penampilan luar biasa.


Tak perlu lama, acara pun dimulai. Setiap grup telah tampil. Menampilkan setiap dance yang sangat memukau membuat orang-orang berteriak histeris.


Kini tibalah untuk mereka tampil. Setelah mereka dipanggil. Inul dan Nabila berada dibarisan terdepan. Evita dan Indah berada disisi kanan dan kiri bagian ujung dan Amelya berada di belakang Inul dan Nabila.


Semua orang terdiam melihat mereka. tak ada penyorakkan yang memberi sambutan. Hanya tepuk tangan sebentar yang diberikan. Membuat suasana sedikit cangung.


Tapi untuk lima orang yang ada dipanggung bukannya gugup atau apa. Mereka masing-masing memikirkan gerakkan sendiri.

__ADS_1


Latihan?....tentu saja tidak, orang mereka daftar saja secara dadakkan dan untuk menentukan tema mereka sendiri aja tak ada yang bisa melakukannya. Jadi harapan satu-satunya adalah bisa menyelaraskan gerakkan masing-masing.


“Mari kita mulai.......ini dia grup nomor 15...silahkannnnn!!!”teriak pembaca acara. Seketika itu juga musik pun diputar.


Sebuah nada keluar dengan irama yang mengindahkan. Indah dan Evita bergerak terlebih dahulu. Setelahnya Inul dan Nabila pun bergerak dengan pelan. dan Amelya yang menjadi poin penting dalam gerakkan pertama.


Amelya menepuk tanganya dua kali, lalu mereka pun melesat dengan cepat mengikuti irama yang didapatkan oleh mereka. musik yang dipilih orang juri sendiri membuat mereka menjadi lebih tenang.


Dari pada pilihan Evita atau Indah yang akan berakhir disetujui oleh Amelya. Mereka pasti akan memilih Musik dengan judul tepuk ame ame. Selesai bukan dari pada ribet.


Gerakkan diberikan, nada naik membuat mereka lebih cepat juga bergerak. Mata mereka tak menunjukkan kebingungan. Apa lagi dengan gerakkan mereka. kalau dilihat mereka tak bisa saling sinkron dalam berkelompok. Tapi gerakkan masing-masing menjadi ciri khas mereka.


Indah dan Amelya bertemu dalam gerakkan yang sama. Mereka terkekeh menyadari bahwa gerakkan yang mereka keluarkan adalah gerakkan yang tak berguna.


Tibalah gerakkan itu diakhiri dengan penampilan akhir. Dimana Evita nyasar kepenonton. Sedangkan Nabila sudah terduduk dengan nafas yang lelah. Hanya Indah,Inul dan Amelya yang mengakhiri tampilan sempurna walau beberapa detik kemudian mereka pun duduk bersama-sama. Membuat suasana menjadi hening seketika.


Yeah mereka membenak bersama-sama “Sudahlah.....engak ada harapan kalau gini...kalah yang kalah”


Setelahnya, mereka duduk didekat acara sambil menikmati Es Cream yang dibelikan oleh Reza. Benar Reza lagi-lagi menyusul Nyonya Mudanya ini. Merepotkan entahlah hanya Reza yang tahu bagaimana rasanya melayani Nyonya Muda yang keluyuran entah kemana-mana.


“Baiklah....Pemenang kali ini..jatuh kepada......”semua orang memasang telinga mereka untuk bisa mendengar lebih jelas siapakah yang akan menjadi pemenang kali ini.


Evita memilih untuk pergi ketoilet sebentar bersama bodyguard yang dititip oleh Reza padanya. Sedangkan Indah berjalan menuju mesin minuman yang ada disekitar taman, tak cukup hanya menikmati Es Cream. Jadi Indah perlu penyegar lain. Amelya,Inul dan Nabila duduk sambil menikmati makanan yang baru saja mereka pesan. Mereka sambil menunggu pengumunan yang diberikan oleh pembaca acara.


“Pemenangnya adalah Kelompok dari nomor 05!!!”ucap sang Pembawa acara yang membuat semua penonton langsung terdiam. Kecuali kelompok 5 yang berteriak histeris.


Dari kejauhan,Inul, Nabila dan Amelya hanya menghela nafas mendengarnya.


“Seharusnya tadi aku engak usah ikut..kalau begini gaji ku dipotong”keluh Amelya sambil mengerjab-ngerjabkan matanya. Ia menatap nasi yang ingin dimasukkan kedalam mulutnya.


“Tapi Kak Amelya....Bukannya kakak punya dua kartu Black Card..ngapain kerja”ucap Nabila sambil dengan santai memakan ayam goreng yang menjadi bagiannya.


“Uhuk...uhuk...Uhuk..”yang tersedak Inul, mendengar kata Black Card langsung membuatnya menatap horror kearah Amelya.


“Ah Kak Inul...Dua Black Card itu bukan milikku, itu pemberian orang tuaku, eh milikku juga sih....tapi mau bagaimana pun engak enak aku kalau pakai uang orang tua....mereka susah kerja lah aku dengan enak jidat menghabiskannya”Amelya memandang kearah makananya. Ada rasa yang sangat sulit untuk ditunjukkan.


Amelya melanjutkan “dulu sangat sulit mencari uang, aku ingat saat masih sekolah dasar, harus berjalan kaki kesekolah..saat itu ayahku masih belum bisa mengelola bisnis hingga tak sangka bisnis itu berkembang dengan pesatnya”


“Hiks.....Hiks.....Makan dengan garampun tak akan menjadi hambatan untuk kita”ucap Nabila sambil terisak membuat Inul dan Amelya memandang horror kearahnya. Yeah mereka tahu bahwa sebelum sukses mereka hanya ditemani oleh garam sebagai pengisi perut. Dan dari semua itu mereka belajar. Bahwa uang sebanyak apa pun jangan pernah kau hambur-hamburkan. Karena ada orang-orang yang tak bernasib sama seperti kalian.


Setelah mengenang hal yang sangat mengharukan, pandangan mereka dialihkan dengan keributan diarea lomba.


“Apa..apaan ini...kami tak setuju, kami setuju kalau kelompok nomor 15 yang menang bukan nomor 5..”


“Benar..tak setuju kami, meski kelompok 15 tidak terlalu baik dalam melakukannya. Mereka tetap menari dengan suasana kekeluargaan..tak setuju kami....kelompok 15 harus menang”


“Harus!!!”


“Harus!!!”


“Harus!!!”


“Harus!!!”


Indah dan Evita datang bersamaan, mereka melihat kearah keributan yang terjadi. “Apa yang tengah mereka ributkan?”tanya Indah dan Evita bersama-sama. Membuat Inul dan Nabila mengeleng. Sedangkan Amelya menatap kearah Indah dan Evita yang pergi kearea lomba.


Amelya mengira kalau Indah dan Evita akan bertanya tentang apa yang terjadi. Tapi perkiraannya salah. Justru hal aneh terjadi.


“Harus....Iya harus ya Pak”Ucap Evita sambil ikut-ikutan mengangkat tangannya.dan Indah juga tak main-main berteriak histerisnya.


“BENAR..HARUSSSSSS.....”yeah itu tak membuat perhatian para penolakkan dari orang-orang, mereka malah merasa terbantu dengan apa yang dilakukan oleh Indah dan Evita.


Amelya hanya bisa menepuk jidatnya. Yeah Cuma dia yang normal diantara Dua Sahabatnya ini.

__ADS_1


“Amelya...kau tak risih berteman dengan mereka?”tanya Inul sambil menonton Indah dan Evita yang ikut-ikutan melakukan aksi penolakkan.


“Tidak..lagian aku juga sama”ucap Amelya yang membuat Inul dan Nabila kaget dengan ucapannya. Dan beberapa menit kemudian mereka dibuat tercenga dengan Amelya mengangkat sebuah papan yang bertulisan penolakkan dengan kata Harus.


Membuat Inul dan Nabila tersenyum miris “Yeah trio aneh”ucap mereka bersama-sama


-


Aksi yang membuat otak rasa stress akhirnya telah selesai. dan tak sia-sia mereka ikut dalam perlombaan tadi. Mereka berhasil membawa pulang uang sebesar 10 juta. Yeah itu hanya karena sang pemilik acara tak bisa menolak amarah dari pada penonton.


Didalam mobil Evita, Nabila, Indah tengah tertidur dikursi belakang. Sedangkan dikursi depan ada Amelya dan Inul yang tengah fokus menyetir.


Reza dan Anak buahnya. Yeah bodoamat. Evita tak terlalu memperdulikan mereka. mereka juga datang tak mungkin tak membawa mobil. Pasti bawa. Kalau engak bawa yaudah jalan kaki pulangnya.


Amleya memandang kearah belakang yang memperlihatkan tiga orang tengah terlelap dalam tidur yang nyenyak. Mereka membagi uang 10 juta tadi. Dan dua juta dari Evita dibawa ketempat makan cilok dipinggir jalan. Yeah meski engak habis tuh uang.


“Mereka kelelahan”ucap Amelya. Ia sih juga lelah Cuma harus tahan kantuk dulu. Belum datang kerumah, belum mandi, belum lagi menyiapkan peralatan sekolah untuk besok. Jadi tunda dulu tidurnya.


Inul yang mendengarnya terkekeh “Yeah...lagian langka sekali kita bisa kumpul seperti ini”ucapnya.


Semua fokus kearah depan hingga bayangan putih melesat didepan mereka. membuat Inul langsung menghentikan mobilnya dengan dadakkan dan berhasil membuat Nabila, Evita dan Indah bangun.


“Apa yang terjadi”tanya Indah. Amelya menatap kearah depan. Ia menjawab “kita menabrak sesuatu”


Nabila yang mendengarnya mengerutkan alis “Sesuatu...apa itu?..Hantu?”ucapnya. yeah nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.


“Hantu apa yang ada dikota ini..Hantu Kota”ucap Evita sambil keluar Mobil yang disusul oleh empat orang lainnya.


Mereka pun melihat kearah bagian depan mobil yang memperlihatkan seorang wanita tua yang duduk.


“Astaga....Kita menabrak Hantu Nenek Ngesot...Waaaah”Teriak Nabila yang mendapat pukulan dari Indah. “Diam bukan nenek Ngesot..Nenek Bolong...eh apa itu Sinde...sinder...sin...auah apa lah itu....intinya bukan Nenek Ngesot..agh!!”Indah juga mendapatkan pukulan dari Amelya yang kini mendengus melihat tingkah dua orang ini.


Evita dan Inul menuntun Nenek Ngesot. Maksudnya nenek tua itu kepinggir jalan. Dan Inul membawa mobil. Evita memandang Wanita tua yang tidak mengangkat kepalanya.


“Nenek..Kenapa...Kepalanya yang tertabrak dibagian depan mobil?”tanya Evita yang mendapat pukulan dari Inul.


“Kau ini....tanya itu yang benar”ucap Inul sambil memberikan sebotol air mineral untuk sang Nenek yang kini terkekeh.


Membuat kelima wanita itu berjengkit ngeri dengan cepat mereka langsung berdekatan.


“Sungguh..ini kita bukan lagi kena kemalangan?”ucap Nabila sambil menatap kearah Nenek yang kini terdiam.


“Apa ini hari kesialanku yang ketemu dengan hantu...kayak gini”guman Indah sambil menutup mata.


Evita melirik ikut-ikutan beringsut dibelakang Inul. “Dia bukan hantu..tapi emang wanita tua..Cuma”


“Cuma Apa?”tanya Keempat orang kearah Evita yang kini dilihat mereka.


“Cuma....Dia tengah berpura-pura”ucap Evita menunjuk kearah Nenek tua tadi yang kini berdiri dengan tegaknya. Membuat Lima orang wanita memandang dirinya.


“Sungguh mata yang jeli....Nona Evita...Salam Kenal Aku Miss Lila”ucap Wanita itu. Ia tak merubah penampilan nenek-nenek. Ia hanya menunjukkan suara aslinya. Membuat Lima orang itu terdiam sesaat.


“ada Perlu apa?”tanya Evita. Yeah aneh juga ketemu orang yang sepertinya sangat ahli didepan mereka ini. Bagaimana pun merubah suara bukanlah hal yang mudah. Evita curiga saat ia mengangkat Nenek Tua tadi. Suara nafasnya tenang dan ia tidak terluka. Namun ada yang aneh, yaitu alat dilehernya. Membuat Evita menatap curgia dengan orang yang kini berdiri didepannya.


“Aku ingin berkenalan dengan kalian...apa kalian bisa datang?”tanya sang Nenek Tua.


Evita dan yang lain salin memandang sebelum akhirnya Amelya yang menjawab “Datang kemana?”tanya Amelya. Dan langsung dijawab oleh Nenek Tua “Kekediamanku....kalian akan tahu apa yang ingin ku sampaikan dan apa yang ku inginkan...jadi apa kalian bisa datang?”ucapnya lagi. ada nada paksaan disana. Membuat yang lain menatap kearah Evita.


“Jam berapa?”Tanya Evita yang membuat kerutan diwajah Empat orang yang bersamanya.


“Jam 8 Pagi”jawab Nenek Tua. Evita langsung menolak “Jangan...Kalau jam segitu kami masih sekolah...kami kan anak sekolahan”ucap Evita.


Sang Nenek itu mengangguk “bagaimana jam 1 siang?”ucapnya lagi dan kali ini Nabila yang menolak “Mana bisa.....jam segitu Aku baru pulang..belum makan siang...mundurkan lagi tuh waktu”ucap Nabila yang dianggukkan oleh yang lain.

__ADS_1


__ADS_2