
Ketiga pria tengah diskusi dikamar tamu. Suasana diruangan itu benar-benar menyedihkan. Karena keseriusan dari dua pria yang ada didepan Za.
“Apa yang terjadi?”tanya Za. Ia merasa ada yang tak beres.
“Kak Za.....kita harus bergerak, akan ada yang datang dan mencari Kakak Ipar”ucap Echan yang langsung dianggukan oleh Yoongi.
“Ini mendesak..kejadiannya tepat saat kalian pergi ke rumah Kakak Ipar”ucap Echan.
Echan dan Yoongi mendapat tugas dari Istri mereka, yeah tugas mereka adalah belanja di toko TOSERBA yang lumayan jauh dari kediaman Kakak Ipar mereka.
“Aku tak menduga, berbelanja harus menghadapi godaan juga”ucap Echan yang membawa tiga kantong penuh berisikan keperluan mereka.
Yoongi yang mendengar ucapan dari Echan mengangguk, wajahnya sudah pucat pasih karena menghadapi para ibu-ibu yang berebut membeli keperluan mereka.
Bayangkan saja Yoongi yang biasanya tinggal makan, atau tinggal merintah kini disuruh membeli sendiri. rasanya yeah beda. Apa lagi bersaing dengan Ibu-Ibu. Saat Ia mengambil minyak goreng, yang stocknya terbatas. Membuatnya harus benar-benar mengeluarkan kekuatannya untuk bisa mendapatkan 2 minyak goreng. Karena dilist mereka harus dapat dua.
Berbeda dengan Yoongi, Echan harus menghadapi mahalnya bawang merah yang ada. ia bahkan sampai ingin protes tapi tak mungkin ia lakukan. Karena Ibu-Ibu yang duluan protes bahkan sampai adu emosi.
Keduanya mengingat kenangan itu langsung kembali pasih. Tak bisa dibayangkan memang. Yah bukan dibayangkan lagi tapi sudah terjadi.
Echan menatap kesegala arah yang langsung membuatnya berhenti melangkah. “Ada ap....”Tanya Yoongi yang belum tuntas karena ditarik oleh Echan untuk bersembunyi.
“Ada apa?”bisik Yoongi. Echan menunjuk kearah objek,yang membuat Yoongi membelakkan mata.
“Siapa mereka?”tanya Yoongi kepada Echan yang dimana mereka melihat ada empat pria berpakaian seperti bodyguard.
“Apa Mereka, Kiriman Kakek?”tanya Echan. Masalahnya mereka juga sedang dicari-cari.
Yoongi mengeleng “Bukan, Kau lihat jasnya, ada slogan teratai disana. Mana lagi teratai itu berwarna ungu sudah dipastikan mereka adalah orangnya Keluarga Alex”ucap Yoongi yang langsung membuat keduanya waspada.
Mereka berdua terdiam dan makin menyembunyikan diri karena para orang-orang kiriman keluarga Alex berada didekat mereka.
“Kita bisa menebak Nona Evita disini”
“Berhenti menyebutnya Nona,Tuan Alex melarang kita”
“Meski dilarang, kita tak bisa mengubah kebiasaan kita”
“sudah hentikan itu, sekarang kita laporkan lokasi Nona Evita disini....dan biar Tuan besar yang memutuskan”
“ini memang sangat mengerikan, padahal Nona Evita tak bersalah, tapi Keluarga Zhan membuat Tuan Besar mencari Nona Evita”
“Ku bilang sudah..Kau ingin dipengal”
“Tidak mau”
Empat orang tersebut langsung bergegas pergi dengan cepat mengunakan mobil mereka.
Yoongi dan Echan keluar dari persembunyian mereka. “Tak ku sangka, Kakak Ipar menjadi buronan mereka juga..bahkan dicari seperti kita”ucap Echan. Yoongi mengangguk. Mereka harus menyampaikan hal ini.
Za terdiam mendengar ucapan dari kedua Adiknya ini. Ia tak menduga bahwa keluarga Alex juga ikut campur. “Ini pasti pekerjaan Bibi Kedua”benak Za.
“Kak Za...lebih baik, Kakak membawa Kakak Ipar pergi dari sini. Lokasi disini benar-benar sudah diketahui oleh keluarga Alex. Tak lama lagi Keluarga Zhan juga akan tahu”ucap Echan.
Yoongi menganguk “Benar Kakak....Bawa Indah dan Amelya bersama Kakak Ipar..karena takutnya akan menjadi sandara mereka...”usul Yoongi.
Za terdiam sesaat, ia memang berencana seperti itu, namun ada masalah lain “Bagaimana dengan Kalian...Kalian tahu bukan Kita juga sedang dicari”
Echan dan Yoongi saling memandang, “Tenang saja Kakak, Kami berdua ada rencana untuk mengatasinya..yang penting sebaiknya Kalian cepat bergegas”
Za menganggul “Baiklah”
-
Evita bangun dari tidurnya. Ia merasa sangat lelah. Bangun dan memilih untuk membersihkan diri. Setelahnya Evita menatap kearah cermin. Dimana wajahnya sangat kusut dari biasanya.
“Ah..sudah lama Aku tak maskeran”Evita melangkah keluar.
“Dimana Za..biasanya Ia akan selalu menungguku bangun”sudah menjadi kebiasaan untuk Evita yang setiap bangun selalu mendapati wajah senyum dari Suaminya.
Semenjak mereka Menikah, Za selalu menunggu Evita bangun, barulah Ia melakukan kegiatannya. Dan hal itu menjadi kebiasaan untuk Evita sendiri.
“Sudahlah...Kenapa jadi begitu manja sih Evita”guman Evita menutup pintu kamar. Ia melangkah kedapur yang mendapati Intari dan Amelya tengah menikmati acara tv. Memandang Tv,Evita ingat bahwa kemarin Ia baru saja membunuh keluarga seseorang. Yeah Ia tak menduga ternyata mampu membunuh satu keluarga bahkan pelayan yang tak bersalah ikut terkena imbasnya.
“Kau sudah bangun Evita...Keren Ya, Kau malam tadi begitu manja..kenapa sekarang engak”ucap Intari mencibir Sahabatnya. Amelya yang mendengarnya terkekeh.
Evita yang mendapat cibiran itu langsung memerah. Yeah masalahnya Ia tak menduga ternyata benar-benar melakukan hal itu, digendong bahkan tidur dalam pelukkan Za. Luarbiasa.
__ADS_1
“Lah kok Diam...keren juga ya Anak ini, Kau malu Evita?”tanya Intari menatap kearah Evita begitu juga Amelya. Saat memandang Evita mereka langsung menutup mulut karena Evita menunjukan reaksi memerah.
“WOW....Cuit”Intari bersiul melihat hal ini. Mereka berdua berdiri ingin mengejek lagi. tapi terganggu dengan Sebastian dan Raja yang datang.
“Siang semua”ucap Raja yang dibalas anggukkan oleh semua yang mendengarnya.
Evita yang mendapati seketaris mereka datang, langsung kembali normal. Hal itu membuat Intari dan Amelya menatap lesu karena gagal ingin mengoda Evita.
“Sebastian...Aku”belum selesai berbicara Sebastian langsung menatap dengan pandangan penuh khawatir.
“Ada apa Sebastian?”tanya Evita yang tahu bahwa Seketarisnya tengah menerima info yang pasti berhubungan dengannya.
“Nyonya..Sebaiknya cepat bersiap..Kita tak seharusnya disini”ucap Sebastian dengan nada paniknya. Karena mendengar hal tersebut membuat Intari dan Amelya kaget.
“Apa maksudmu Sebastian?”tanya Amelya yang penuh tanya tanya. Masalahnya mereka disini bukannya aman.
“Nona Amelya..dan Nona Intari sebaiknya juga bersiap..”ucap Sebastian tapi langsung dihentikan oleh Evita.
“Katakan saja Sebastian..apa yang terjadi?”Evita sebenarnya tak ingin berpikir yang lain, hanya masalah utama yang membuat ini mendadak bukan karena musuhnya bergerak. Melainkan...
“Nyonya...Tuan Besar Alex telah menyuruh orangnya untuk mencari anda...dan mereka sudah menemukan lokasi ini...Orang kita melapor kepadaku malam tadi, tapi karena Aku kurang memperhatikan. Membuatku baru mengetahuinya pagi ini”ucap Sebastian menjelaskan apa yang membuatnya begitu sangat kahawatir.
Evita terdiam “Kenapa Kakek mengirim orang-orangnya mencariku....Apa telah terjadi sesuatu..yeah hanya Kakeklah yang mampu mengerakkan orang-orang hanya untuk mencariku”benak Evita.
“Ini pasti ulah Kakek..sudahlah Intari dan Amelya..Kalian..”Evita ingin berbicara tapi kaget melihat tiga orang pria masuk kedalam rumah.
Mereka tak lain adalah Suami mereka sendiri. “Pagi Evita”sapa Za dengan senyumnya. Evita yang melihatnya mengangguk. “Ah penyemangat pagi”benak Evita.
“Kalian pasti sudah tahu kan?”tanya Intari menatap kearah Yoongi yang mengangguk.
Amelya juga menatap kearah Echan yang tersenyum kepadanya. “Kalian bersiaplah..Ikutlah bersama Kak Za dan Kakak Ipar”ucap Echan yang membuat Evita tertohok mendengarnya.
“Berhenti menyebutku Kakak Ipar Echan”ucap Evita yang langsung mendapatkan ejekkan dari Intari dan Amelya.
“Sudah Kapan kalian bersiap?..kita akan berangkat siang ini juga”ucap Za yang langsung membuat Ketiganya bergegas untuk bersiap.
“Sebastian dan Raja, Kalian juga bersiap, Karena Kalian harus ikut Bos kalian”ucap Echan yang langsung dianggukkan oleh dua orang yang dipanggil.
Setelah semua bersiap. Intari dan Amelya menatap kearah Suami mereka.
Yoongi mengusap kepala Intari, Ia mencium jidat Istrinya lalu memeluknya “Tenang saja, Aku akan menghubungimu, jangan khawatir woke”ucap Yoongi yang menandakan bahwa Ia tidak Ikut.
“Hm...Baiklah”ucap Intari yang membalas pelukkan Yoongi suaminya.
Amelya terdiam menatap Echan yang tersenyum kepadanya. “Echan jangan senyum mulu”ucap Amelya. Bukan kenapa, kadang Ia penasaran dibalik Senyum Echan pasti terdapat sesuatu hal yang membuatnya Khawatir.
“Bukannya baik kalau selalu tersenyum”ucap Echan yang menarik Amelya dalam pelukkannya. Amelya membalasnya. Ia tak ingin menjauh dari Suaminya ini. Tapi demi keamanan dulu, Amelya dan Intari harus menahan kerinduan kepada suami mereka.
Evita,Intari dan Amelya berangkat meninggalkan Echan dan Yoongi yang melambaikan tangan kearah mereka.
Selama perjalanan wajah lesu Intari dan Amelya terlihat. Hal itu membuat Evita ingin mengejek mereka.
“ooh kasihan....Suaminya harus menjauh dulu ya”ucap Evita yang ingin mengoda.
“Sudah Evita..Kau ini, Kami tak ingin dihibur”ucap Amelya yang membuat Evita cemberut mendengarnya.
“Baiklah..Kalau begitu kuatkan diri kalian..tenang tak akan lama kok”ucap Evita yang sudah menyimpan rencana lain untuk dihadapinya. Hal ini membuat Za penasaran dengan ucapannya.
-
Tiga mobil parkir didepan rumah. Keluar dua puluh bodyguard dengan masing-masing menunjukkan reaksi serius mereka.
“Kalian yakin ini rumahnya?”tanya orang yang memimpin mereka. semua mengangguk menjawab ucapan pemimpin mereka.
Salah satu bawahan langsung bergegas untuk mengetuk pintu tapi tak ada jawaban yang ada disana.
“Apa kalian sudah mengecek dengan benar..bagaimana mungkin disini kosong begitu saja”ucap Pemimpin yang menatap dengan tajam.
Krek!!!
“Maaf...Kalian siapa?”tanya seorang wanita tua yang langsung membuat semuanya terkejut.
“bagaimana mungkin wanita ini”guman yang lain. Wanita tua itu menatap heran dengan para orang berpakaian hitam.
“Apa ada hutang yang belum dibayar saya ya?”tanya-Nya. Seseorang yang ada langsung menjawab “Tidak Bu..Kami hanya mencari wanita ini, apa kalian mengenalnya?”tanya mereka yang membuat Wanita dipanggil Ibu itu mengeleng melihat sebuah foto wanita dengan mantel ungu yang terlihat sangat bangsawan.
“Oh..tidak kenal, Saya baru pindah kemarin. Tak tahu ada warga yang seperti bangsawan ini”ucap Si Ibu itu.
__ADS_1
Yang lain langsung menatap kearah Pemimpin mereka yang menghela nafas “Kembali”ucapnya. Yang lain langsung mengangguk.
“Maaf mengangguk Ibu”ucap mereka yang langsung melesat pergi meninggalkan wilayah yang seharusnya target mereka ada disana.
Krek!!!
“Terimakasih Bu..sudah membantu Kami”ucap Yoongi yang keluar dari kediaman seorang Ibu-Ibu yang mengidolakan Istri mereka.
“Sudah seharusnya Nak...seharusnya Kami minta maaf, waktu itu memandang rendah mereka...sebenarnya Kami sudah tahu bahwa tiga gadis itu bukan orang sembarangan..”ucap salah satu Ibu-Ibu yang keluar juga dari persembunyian.
“Kalian mengenalnya Ibu?”tanya Echan. Ia ingin mengali hal-hal yang berhubungan dengan Istri mereka.
“Tentu saja Nak...hanya Kami tak tahu mereka anak siapa dan asal dari mana..kedatangan Evita dulu sangat dadakkan. Bahkan rumahnya ini akan sunyi jika ia yang mendiaminya. Dan disaat ia tak ada,tanaman ini akan merambat dan menghiasinya”ucap salah satu Ibu pencinta tanaman.
“Lalu datang Indah dan Amelya. Mereka bagaikan pecerah dirumah ini..karena dipandangan Kami pertama kali, mereka bertiga adalah Anak yang bermasalah dan diusir oleh keluarga..meski itu hanya pandangan Kami”ucap Ibu yang lainnya.
Yoong dan Echan mengangguk. Mereka tak menyangka bahwa Istri mereka masih dikira anak pembuat masalah. Apa lagi sampai diusir keluarga. Sungguh lucu.
Para Ibu-Ibu itu pun pergi. Rencana mereka akhirnya berjalan. Sisanya menghadapi para bodyguard keluarganya.
Dan apa yang diinginkan terjadi, terlihat dua orang suruhan keluarga mereka datang.
“Tuan Muda Ketiga dan Tuan Muda ke Empat..silahkan ikut kami”ucap Salah satunya.
Yoongi dan Echan hanya memandang. Mereka tak bergerak untuk mengikuti dua orang suruhan Kakek mereka.
“Tuan muda..Kami mohon”ucap Mereka.
“Aku tak akan kembali..sudah ku katakan, Aku tengah menangani kasus”ucap Yoongi yang menatap kearah orang suruhan.
“Tuan Muda..tolong mengerti keadaan Kami”
“Pulanglah....Katakan saja Kami sibuk..Kami akan pulang tak lama lagi”ucap Echan dengan wajah seriusnya. Membuat dua orang suruhan Kakek mereka terdiam.
“Tapi..”salah satu dari Mereka masih ingin membawa Yoongi dan Echan kembali.
“Pulanglah”suara dingin yang dalam membuat keduanya langsung terdiam. Mereka berdua tahu bahwa tak ada yang bisa melawan ketika Tuan Muda ketiga sudah berkata demikian. Namun masih ada yang tak bisa dilawan lagi. dan mereka merasa bersyukur tak ada orang itu sekarang.
“Maaf tapi Kami akan memaksa jika kalian menolak”ucap yang lain yang membuat Yoongi dan Echan menatap sinis. Namun tak lama..
Kringggg!!!
Panggilan datang yang membuat salah satu dari mereka mengangkat panggilannya,
“Hallo”
“AH...Tuan Muda Pertama”
Yoongi dan Echan yang mendengarnya saling memadang “kak Za menelpon mereka?”itu yang ada diwajah mereka.
“Tapi...”
Orang yang dipanggil itu langsung terdiam mematung. Yang membuat teman lainnya langsung bertanya “Apa yang diucapkannya..siapa yang bertanya?”
Yang ditanya menjawab “Tuan Muda Pertama. Ia mengatakan untuk segera kembali...tanpa membawa Tuan Muda Ketiga dan Keempat”
Mendengarnya membuat yang bertanya langsung terdiam. Seperti yang dibilang, perintah yang ini tak bisa ditolak. Karena jika ditolak. Sudah bisa dipastikan jabatan mereka jadi taruhan.
Keduanya langsung membungkuk “Maafkan Kami Tuan Muda Ketiga dan Keempat”ucap mereka yang langsung melesat pergi dari pada berdiam diri bisa-bisa mereka benar-benar kehilangan jabatan mereka.
Yoongi dan Echan yang melihatnya mengeleng. “Kita bisa mengatasi ini”ucap Echan yang melangkah untuk duduk dikursi halaman rumah Kakak Ipar mereka.
“Yeah..masih ada hal yang harus kita atasi lagi”Yoongi juga ikut duduk. Setelah ini mereka akan menyusul Istri mereka dan Kakak Mereka.
-
Za mematikan ponselnya. Ia sudah tiba dirumah Evita yang entah keberapa. Intari dan Amelya saja tak ingin bertanya. Karena percuma yang ada mereka pusing ketika dijelaskan.
Za melangkah menuju kearah dimana terlihat tiga wanita tengah menyelesaikan diskusi mereka.
“Za”ucap Evita yang langsung dianggukkan oleh Za. Ia duduk disamping Istrinya,sambil mengusap kepala Evita. hal ini membuat Intari dan Amelya merasa iri. Yeah mereka baru kali ini rindu berat.
“Ada Apa?”tanya Za yang langsung dijawab oleh Evita. “Aku akan mempercepatnya...tidak jadi minggu depan..tapi Ku selesaikan dalam minggu ini...”ucap Evita yang membuat Za menatap kearah Dua Sahabat Istrinya yang juga serius.
“Maksudmu?”
“Aku akan mendatangi Yelina dan akan menghabisinya...lalu bergerak bertemu dengan sang dalang sebenarnya”ucap Evita yang membuat Za terdiam mendengarnya.
__ADS_1