MANTIV

MANTIV
● Mantiv(75)


__ADS_3

Setelah keberangkatan sang kekasih. Tibalah waktu untuk kebebasan mereka. Evita, Indah dan Amelya telah mendapatkan cuti untuk misi. Jadi mereka malam ini menyempatkan untuk kumpul disebuah club malam.


Yeah setelah dijaga, akhirnya mereka bisa kembali lagi untuk menyantap minuman yang sebenarnnya tidak boleh diminum oleh mereka. tapi itu hanya Evita dan Indah yang meminumnya, sedangkan Amelya tetap bersih.


“Yuk masuk”ucap Indah. Ia yang memilih tempat ini, karena mendengar bahwa tempat ini sangat ramai, ditambah begitu banyak hal-hal yang menarik.


Evita dan Amelya masuk. Pakaian mereka tentu saja hanya mengunakan hoodie dan celana kulot sebagai pelengkap. Ketiganya masuk.


Pasti penasaran bagaimana bisa masuk, orang mereka harus menunjukkan identitas mereka dan mengetahui usia mereka. tapi ada money semua bisa masuk bukan.


Yeah itulah yang terjadi, Indah menatap orang yang menjaga pintu masuk. Ia meletakkan segumpal uang yang bisa dikira ada sepuluh jutaan. Pria itu langsung mengangguk dan menyuruh mereka masuk.


Meski club malam ini hanya dibuka dijam 10 malam dan akan ditutup jam 3 pagi, tak membuat Club ini menjadi sepi. Malah semakin ramai. Yeah karena yang berkerja disini banyak wanita cantik.


Ketiganya melangkah menuju kesebuah sofa yang sepi. Duduk disana tiba seorang wanita yang menjadi pelayan. “Selamat datang....”ucap Pelayan wanita yang mengenakan rok mini berwarna hitam dan baju yang hanya sebatas dada. Membuat perutnya terlihat.


Evita dan Indah tak mempedulikannya. Sedangkan Amelya telah mengeluarkan kritik keras tapi hanya dalam benaknya. Karena ya percuma saja memberitahukannya. Ucapannya hanya akan dianggap angin lalu.


“Wine level 1”ucap Indah yang langsung diangukkan oleh Pelayan yang ada. Evita ikut memesan “Bir dua botol”ucapnya.


Dan Amelya memilih untuk memesan yang lebih aman untuknya. Untungnya memang ada, jadi ia memesan soda kesukaannya.


Pelayan wanita itu pun pergi dengan cepat. Kearah lain untuk mengantar pesanan dan melayani yang lain lagi.


Banyak orang yang datang, tentu saja mereka berjenis kelamin laki-laki. Dan yang pasti ber uang.


Pesanan mereka tiba, dan setelah diantar mereka ditinggalkan untuk menikmati waktu. Evita,Indah dan Amelya tak memperdulikan sekeliling mereka. apa lagi sofa yang ada diseberang mereka. tengah bercumbu dengan suara yang jijik. Tapi untuk menikmati bir dan wine mahal ini. Mereka tak bisa melewatkannya.


“Sial telingaku pengen meledak”ucap Indah yang meneguk Wine miliknya.


Evita menanguk, ia meminum Bir yang mampu membuatnya merasa tenang. Sedangkan Amelya hanya bisa mengeleng.


Saat asik menikmati minuman mereka, Evita, Indah dan Ameya merasakan kejangalan.


“Tunggu Kenapa Wine ini membuatku pusing..biasanya empat botol baru aku mabuk..kok baru satu botol sudah mulai pusing”Indah menyentuh jidatnya. Pandangannya suram.


Evita juga merasakan hal yang sama. Ia menormalkan pandangannya. Tapi tetap saja pusing dikepalanya membuatnya kewalahan.


Sedangkan Amelya mencoba untuk berdiri. Ia hanya memesan soda, kenapa ikutan mabuk.


Tak berapa lama, hawa dingin masuk menusuk tubuh mereka. seketika itu juga mereka sadar bahwa seseorang telah melakukan sesuatu dengan minuman mereka sampai berdiri tiga orang wanita yang tertawa melihat ketiga Gadis tengah kesusahan.


“Panas?...aduh sini ku bantu untuk membuka bajumu”Ucap Ninta yang tersenyum puas.


“Seharusnya kalian tidak duduk disini...keruangan vip sana...biar tak merasa panas”Ucap Narti yang kini melipatkan tangannya. Senyum puas muncul diwajahnya.


“Aduh.....buka aja tuh hoodie jika panas”Rita mengangkat wajah tak berdaya Evita yang kini menatapnya juga.


“Kalian telah merebut sesuatu dari ku....maka aku harus mengambilnya kembali”ucap Rita yang menghempaskan tangannya. Membuat Evita merasa emosi.


Rencana yang telah dipendam. Mencari kesempatan akhirnya bisa dilaksanakan. Tak dikira bahwa musuh benar-benar datang ketempat ini. Rita, Ninta dan Narti tak ingin kehilangan kesempataan. Mereka harus menyinggirkan ketiga gadis yang telah merebut kekasih mereka.


Tak perlu takut, meski ketiga musuh mereka ini kuat, tapi mereka tetap saja wanita. Apa lagi diberi obat per*ngs*ng yang akan membuat mereka langsung tak berdaya.


Tak sia-sia mereka memikirkan rencana ini, setelah semua beres. Mereka hanya tinggal memikirkan cara untuk dekat dengan ketiga pria itu. yang mereka sendiri tak tahu dimana.


Indah yang mulai memanas, tak tahan lagi. tubuhnya benar-benar ingin mencari sesuatu yang dingin. Tapi ia tak mau salah langkah. Jadi ia berdiam diri dengan mengigit mulutnya sendiri.


Amelya tetap tegar. Otaknya mulai tak bisa dikontrol. Pikiran untuk mencari suasana sejuk telah muncul. Ia tetap berusaha untuk tenang.


Evita yang juga tak tahan lagi memilih untuk langsung melepas hoodie yang dipakai olehnya. Terlihatlah lekuk tubuh yang dimana Evita hanya mengenakan kaos ketat.


Pria yang melihatnya langsung membara. Tapi mereka tak bisa mendekat karena hawa ditubuh Evita lain.


Evita mendekati salah satu sofa yang memiliki ember es. Ia langsung mengangkat Ember yang memiliki cairan es.


Dengan cepat air itu menguyur diseluruh tubuhnya. Evita sedikit mendapatkan kesadarannya. Ia langsung menatap Amelya dan Indah yang mulai tak tahan.


“Sial...seharusnya Aku membawa pengawal tadi”benak Evita. ia mendekati kedua sahabatnya. Yang sudah dianggap bagai kakak dan adik. Evita memukul kedua tengkuk Sahabatnya, hingga mereka tak sadarkan diri.


Rita,Ninta dan Narti tak terima. Mereka menangkap tangan Evita yang kini ingin mengendong dua Sahabatnya.

__ADS_1


“Tidakkah kau harus memenuhi n*fsu mu itu”ucap Rita yang langsung dilempar jauh oleh Evita. hanya dengan sekali tarikkan. Membuat Ninta dan Narti terdiam.


“Sial....ingat, hari ini mungkin akan menjadi hari terakhir kalian....kemana pun kalian pergi Aku akan membunuh kalian”Evita mencoba untuk mencari ponselnya tapi para pria yang tak tahan lagi memeluk tubuhnya secara tiba-tiba.


Secepat itu juga, Evita langsung melesat untuk memukulnya. Ia memukul kepala Pria yang memeluknya dari belakang. Hingga darah mengalir dihidungnya.


“Sial..dasar Gadis murahan”ucap pria yang melepaskannya. Evita mengambil botol bir yang belum diminum olehnya.


“Matamu gadis murahan...”


Brak


Evita memukul pria yang mencaci dirinya. Yang ada disana langsung menatap horor. Bagaimana bisa.


Tubuh Evita yang mulai kembali panas benar-benar tak bisa lagi dikontrol. Ia harus memikirkan cara untuk menyelesaikan hal ini.


Ponselnya saja entah kemana ia meletakkannya, ia benar-benar lupa. Evita membawa serpihan botol yang telah pecah. Ia menyeret diri, dengan cepat seprihan itu digunakan untuk mengores tangannya sendiri. membuat kesadarannya kembali lagi.


Evita menatap tiga wanita yang kini mulai menjauh darinya. Evita menangkap salah satunya. “Dengar..pesankan taksi sekarang!”perintahnya.


Narti yang telah ketakutan itu langsung mengangguk, ia menekan ponselnya dan mulai untuk memesan salah satu taksi. Evita menatap kearah yang lain.


“Ambilkan Air Es sekarang”semua yang mendengarnya mau tak mau menurut. Entah kenapa mendengar ucapan wanita itu mereka seketika langsung menurut.


Setelah air es dibawa, Evita menyiram air itu ketubuh Indah dan Amelya. Karena kesadaran mereka mulai kembali. Evita tak bisa lagi berpikir jernih.


Apa lagi ada pria lain yang mendekati Indah dan Amelya.”Menjauh”ucap Evita yang membuat kelompok lelaki tertawa. Mereka mengenggam tangan Evita.


“Justru wanita ini yang sangat seru....pasti d**ahannya sangat indah untuk didengar”ucap Pria yang lain.Evita langsung melesatkan botol kaca lagi dan berhasil mengenai kepala pria yang menyentuh tangannya.


“Agh...dasar gadis sialan”Ucapnya. Tapi Evita yang tak perduli. Ia kembali menyeret Narti yang tak bisa lagi menahan diri sampai celananya basah karena ketakutkan. Ninta dan Rita telah pergi meninggalkan dirinya.


Tak lama datang pria yang berlari langsung menenangkan Evita. Evita tak bisa melihat dengan jelas. Pandangannya mulai suram. Sepertinya ada seseorang yang menyusulnya.


-


Samar-samar suasana ketenangan menyadarkan diri. Evita membuka mata untuk melihat apa yang terjadi. Ia menatap dirinya.


“Tunggu!...siapa yang menganti pakaianku?”tanya Evita dengan wajah yang kebingungan. Saat ini ia mengenakan piyama yang entah milik siapa.


Krekk


“Nyonya Muda..syukurlah anda baik-baik saja....Ini ada sup untuk anda”ucap Reza yang datang dengan wajah yang tenang. Evita mengangguk.


“Apa kau yang datang menyelamatkanku?”tanya Evita. Reza yang mendengarnya mengangguk. “benar Nyonya”


“Terimakasih”ucap Evita. ia menerima sup yang dibawa. Dan memakannya.


“Bagaimana dengan Indah dan Amelya?”tanya Evita lagi. sambil menyuap sup yang masih hangat itu.


“Mereka aman...aku telah menyuruh seseorang menjaga mereka juga”


“Bagus...dimana Sebastian?”tanya Evita lagi. dan Reza yang dengan tenang menjawab “Ia tengah menjalankan tugasnya...”


“Reza apa maksudmu membawaku kekediamanmu?”tanya Evita yang kini menatap Reza.


Reza yang mendengarnya tersenyum “Nyonya tertanya langsung tahu...memang Nyonya luar biasa”ucapnya. Evita mengeleng. Ia tak mengerti apa yang dimaksud oleh Reza ini.


Reza masih tenang menatap Evita. Eviat mengalihkan pandangannya. Ia berniat ingin bangun tapi langsung ditarik kembali oleh Reza dan duduk dipangkuannya.


“Evita...jadilah kekasihku”ucapnya. Mata Evita membelak mendengarnya. Ia memberontak untuk menjauh.


“Reza perhatian tindakkanmu..menjauh dariku”ucap Evita lagi. ia berusaha untuk melepaskan pelukkan Reza. Tapi Reza kukuh mempertahankan pelukkan itu.


“Evita...Aku lebih baik dari Za mu itu...Aku bahkan mampu membahagiakanmu, dan akan melindungimu”Reza berbicara sambil mencium tengkuk Evita. Evita merinding merasakannya. Ia merasa rasa takut menjalar ditubuhnya.


“LEPASKAN AKU REZAAA!”Evita meninggikan suaranya. Ia menatap Reza yang kini telah melepaskan pelukkannya.


Reza tersenyum “Evita..kenapa? apa aku tak tampan...tak sekaya kamu...?”


Plak

__ADS_1


Evita menampar Reza yang telah melakukan sesuatu diluar batasannya. Evita menatap Reza yang kini tersenyum lagi melihatnya.


“Dengar Reza...aku peringatkan dirimu...segera jauhi aku..dan lupakan perasaanmu itu, karena aku tak mencintaimu”Ucap Evita.


Ia melesat ingin keluar dari kamar. Tapi kaget dengan pintu yang tak terbuka sama sekali.


“Kabur?...Evita..Aku tahu kau akan menolakku, maka dengan berat hati kau harus mengurungmu...pikirkanlah sayang...aku akan menjadi kekasih yang terbaik untukmu”ucap Reza yang kini mulai mendekat. Evita berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu. Tapi itu sia-sia. Pintu itu benar-benar tak mau terbuka.


Reza menarik tangan Evita, lalu menghantam kedinding untuk membuat Evita tak kemana-mana. Evita yang tertahan itu menatap dengan pandangan jijik. Membuat Reza tersenyum puas melihatnya.


“Sial...Evita aku tak tahan....boleh aku menciummu”ucapnya. Evita langsung menatap horor. Pria ini telah kehilangan akalnya.


Evita mendorong Reza yang langsung terhempas kearah ranjang yang besar.


“Mau kemana hm...lari, lari kemana...kita ada dilantai delapan...kau tak akan bisa pergi Evita..”Ucap Reza dengan suara yang sangat penuh tekanan


Evita yang mendengarnya merinding. Apa maksud ini.


-


Indah dan Amelya membuka mata mereka. kaget tentu saja karena sekarang sepertinya mereka berada ditempat asing.


“Indah dimana ini?”tanya Amelya yang baru sadar. Indah yang mendengar mengeleng.


“Aku tak tahu”ucap Indah.


Mereka melihat dan memindai tempat apa sebenarnya ini. Saat diperhatikan baik-baik. Mereka sadar bahwa sekarang mereka dikurung oleh seseorang.


Karena tak hanya mereka, ada wanita-wanita lain yang juga ikut terkurung.


“Apa ini?”Indah dan Amelya saling menatap horor. Tak habis pikir apa mereka telah diculik atau dibawa kesuatu tempat. Tapi mereka bisa memastikan bahwa tempat kali ini pasti tempat penjualan manusia.


“Aku dengar akan ada ilmuan yang melakukan eksperimen terhadap para wanita”


“apa yang akan dilakukannya?”


“yeah untuk membuat wanita menjadi betah diranjang.hahahhah itu sangat menguntungkan bukan”


“Ih bagus banget....kalau begitu wanita-wanita cantik ini akan menjadi tempat penampung nafsu kita”


Perbincangan yang vulgar berhasil membuat Indah dan Amelya mundur perlahan. Tak hanya mereka, Indah dan Amelya melihat kearah Para Wanita yang dikurung.


Ada sekumpulan wanita yang tak mengenakan pakaian lagi. tubuh mereka penuh dengan bekas merah dan tak bisa dipungkiri lagi carian putih yang ada disel*******an mereka.


Indah dan Amelya yang melihatnya langsung merasa dijatuhkan dari ketinggian. Wanita yang dilecehkan ini hanya bisa menatap dengan pandangan lesu.


“Indah...Aku ingin pergi..tidak..aku tidak ingin..aku tak mau”ucap Amelya yang merangkul Indah. Indah juga terdiam tak bisa berbicara apa-apa lagi.


Para penjaga yang ada disana, mendengar ucapan Amelya langsung mendekat.


Clang...


Pria itu menendang besi yang menjadi penghalang. “Dasar kalian ini...sudah diam..dan persiapkan diri kalian, karena malam ini kalian berdua yang akan mendapat giliran”ucap Pria itu yang kemudian pergi lagi.


Indah dan Amelya yang mendengarnya langsung terdiam. Mereka melihat para wanita yang lain. ada seorang wanita tua yang datang menghampiri mereka.


“Nak..kenapa kalian bisa tertangkap?”Tanya wanita tua itu.


Indah dan Amelya langsung menjawab “Kami..kami tidak tahu, Kami hanya mengingat bahwa kami dikerjai oleh teman kami”jawab Amelya.


Wanita tua itu mengangguk “sebaiknya kalian pergi...disini tidak baik untuk kalian..tapi nenek tak bisa membantu, karena tak ada yang bisa keluar dari sini...”


Runtuh sudah bayangan kebebasan Amelya dan Indah. Jika tak ada jalan keluar,bagaimana mereka bisa kabur.


“Tapi Nenek yakin jika kalian, pasti bisa pergi...Nak carilah kesempatan jika kalian keluar dari jeriji besi ini”ucap Nenek tersebut.


Amelya dan Indah terdiam. Mereka memikirkan apa yang dikatakan oleh Wanita tua itu benar. Jika ingin bebas mereka harus keluar dari ruangan ini. Lagian mereka bisa bela diri.


“Terimakasih Nek”ucap Indah dan Amelya.


Wanita tua itu mengangguk. Ia pun melangkah untuk mendekati wanita yang juga dikurung.

__ADS_1


“Indah jika kita telah keluar...Mereka harus kita selamatkan”ucap Amelya yang langsung dianggukkan oleh Indah. Mereka memiliki kesempatan sekali malam ini. Mereka tentu saja tidak ingin dilecehkan. Jadi sebelum tiba ditempat orang yang ingin melecehkan mereka. mereka harus bisa menemukan tempat untuk keluar.


Tujuan pertama yang akan mereka lakukan saat keluar adalah mengunjungi Evita. dan akan meminta bantuan dari keluarga Zahra.


__ADS_2