
Indah melesat dengan cepat namun sia-sia. Ia masih tertangkap dengan orang-orang berpakaian hitam. Tapi Indah melawan. Ia meronta-ronta untuk mencari celah agar bisa pergi.
“Sial”ucapnya setelah berhasil dibawa kembali. Ia digendong dengan gaya bridal style yang langsung dilempar oleh sang pemilik orang-orang berpakaian hitam. Lemparan itu mengenai sang pengendong. Membuat Indah otomatis dilepaskan. Untungnya Indah langsung berdiri.
“berani menyentuh istriku”ucap seorang pria yang memiliki wajah tua dengan tubuh langsingnya. Ia adalah Pak RT bernama Zamru. Pria duda yang ditinggal mati oleh istrinya. Memiliki 3 putri yang masih kecil. Tapi dari balik itu semua. Pak Zamru adalah pria mesum yang menyukai anak gadis. Bahkan tak tangung tanggung ingin menikahi anak yang berusia 16.
Dan sasarannya adalah Indah. Indah yang sering keluar hanya untuk mengumpul bareng dengan Evita dan Amelya. Selalu dilirik oleh Pak RT ini. Tak tangung-tangung memberikan cemilan secara diam-diam yang nyatanya tak dimakan oleh Indah.
Zamru mendekati Indah yang kini terdiam, ingin melepaskan diri. Ia sudah mendengar bahwa dirinya dijodohkan dengan pak tua ini. Mengelikan.
“Sayang..jangan kabur gitu dong....susah kakanda ini mencari dirimu”ucapnya yang membuat Indah langsung tersedak air liurnya.
“Sayang pala lu pak....udah tua Pak....lihat umur..engak takut besok masuk tanah”ucap Indah menohok mendapat sengolan kuat dari ibunya.
Indah memandang datar kearah lain. yeah sudah seminggu ini ia mendapat paksaan dari orang tuanya. Entah alasanya apa. Membuatnya sampai melupakan apa yang harus ia kerjakan, yang berakhir dengan kabur diam-diam.
“tidak boleh begitu sayang....sudah, aku hanya ingin melihatmu, besok kita akan menikah, jadi kakanda harap kau tak pergi jauh dariku ya”ucap Zamru yang langsung pergi dengan orang-orang berpakaian hitam. Melesat dengan membawa 5 mobil dan sisa mobil yang lain menjaga area rumah Indah.
Didalam Rumah suasana yang suram terjadi. Indah menolak dengan keras apa yang didapat olehnya.
“Ibu..Ayah..tidakkan kalian berpikir, aku masih muda..masih punya cita-cita dan kalian seenak jidat menjodohkanku..apa lagi langsung setuju dengan orang tua itu..apakah kalian stresss?”Indah langsung mendapat tamparan dari orang tuanya.
“Justru saat ini kau harus membalaskan budi ayah dan ibumu...dimana akalmu, kami membesarkanmu bukan untuk melawan kami...kau itu harus nurut”ucap sang Ayah yang telah melesatkan tamparannya.
“Dasar Orang Gila..”Ucap Indah. Tak percaya dirinya. Apa yang dikatakan membuatnya merasa tersakiti. Apa ini orang tuanya. Ia tahu perekonomian orangtuanya sedang menurun. Setidaknya kan Indah membantu dengan kerja diam-diam dan tak meminta uang jajan lagi. tapi kenapa makin hari makin stress dan aneh keluarganya. Tak tanggung-tanggung mengambil keputusan seperti ini.
Yeah dia anak yang broken home. Tapi dia masih memiliki harapan untuk hidup tenang. Karena hanya mentalnya yang diuji. Bukan fisiknya. Dan sekarang fisiknya terusik.
Dengan cepat ia melempar apa yang digengamnya yang tak lain adalah surat pernikahan yang hanya tinggal ditanda tangani. Setelahnya acara besok adalah acara yang menghancurkan dirinya.
“KAU HARUS MENIKAHINYA INDAH...TAK PERDULI KAU MEMBENCINYA ATAU KAU TAK MENYUKAINYA”Teriak sang Ayah yang kini terduduk lemas. Ia memandang Istrinya yang menahan diri tak berbicara.
-
Amelya telah selesai membersihkan diri. Ia melihat jadwal livenya Bias yang dinanti olehnya. Jam sudah menujukkan pukul 7 malam. Dan saat itu juga Live biasnya akan dimulai.
“Yes.....my bias..my husband....aku datang”ucapnya. Ia membawa sepiring cemilan dan minuman coklat yang menjadi penemannya.
Sambil menunggu. Ia memberikan pesan kepada Indah yang kini tak membalas Pesan darinya.
“Apa yang terjadi..biasanya ia langsung membalas pesanku?”benak Amelya. Dengan pikiran lain, ia memutuskan untuk menelepon lewat telpon Rumah.siapa tahu ponsel pintar Indah sedang kehabisan daya.
“Hallo tante”ucap Amelya yang mendengar suara ibunya Indah.
“Ooh Amel..ada apa ya?”jawab yang diseberang sana.
“Tante..Indah ada?”
“Ada....Kenapa?”
“Bisa berikan telponnya tante..aku ingin ngomong”
“bisa,tidak menganggu malam ini dulu Amel...Indah sedang sibuk”
Mendengar perkataan itu, membuat Amelya merindik ngeri. Kenapa ibu Indah rada aneh. Dengan cepat Amelya menjawab.
“Baik tante...kalau begitu sampaikan pesanku jika Indah telah selesai....aku menunggu dia”ucap Amelya yang hanya dibalas deheman dan kemudian telponya tertutup.
“Aneh?”benak Amelya.
-
__ADS_1
Sesuai dengan jadwal yang didapat oleh Evita. ia tiba diarena balapan liar yang kali ini memberikannya uang yang tak main-main. Sebesar 100 juta.
“Kenapa tawarannya seperti ini..banyak bener dah”benak Evita. ia menatap sekeliling. Tak ada Indah dan Amelya. Yeah itu tak masalah karena ia tahu bahwa dua sahabatnya ini telah menunggu bias yang berhasil membuat histeris bahkan heboh.
Tak menunggu lama, Evita kedatangan seseorang yang membawa motor sport miliknya. hingga tak perlu basa basi. Dua motor ini bersiap untuk berbalapan.
Seorang gadis cantik membawa kain putih. Ia mengangkatnya tinggi-tinggi dan detik kemudian, tangannya langsung turun.membuat Evita langsung melesat melewati dirinya.
Kali ini arena yang dipakai tak terlalu sulit. Karena jalan yang diambil jalan yang sangat santai. Hanya akan bertemu dengan belokkan kecil yang akan bertemu dengan garis finish.
“Kenapa motor ini bisa melesat dengan cepat menyamai kecepatanku?”benak Evita kala menyadari bahwa motor yang menjadi pesaingnya berada tepat dibelakangnya.
“Keren juga”benak Evita. ia menambahkan gasannya. Dan saat itu juga motornya melesat dengan tenangnya. Memberikan celah kecil untuk pesaing yang ada dibelakangnya.
Semua tetap tenang jika tak ada yang muncul tiba-tiba. Yeah saat ini sebuah motor asing melesat melewati mereka berdua dengan cepat. Dan dua motor berada dibelakang Evita. membuat Evita mengerutkan alisnya.
“Siapa mereka”gumannya. Ia pun menyusul orang yang berani mendahuluinya. Jarak mereka berdua tak menipis malah melebar. Begitu juga dengan pesaing Evita yang kini tertinggal jauh.
Evita dan pengendara asing saling adu kecepatan. Melupakan tujuan Evita yang sebenarnya. Ia melesatkan motornya dengan cepat tapi sia-sia. Tak menipiskan jarak mereka.
Hingga belokkan pun tiba. Dan Evita dengan cepat mengatur diri. Hingga belokkan itu membuat jarak mereka berdua menipis.
“Kesempatan”ucap Evita. ia melesat melewati sang pengendara asing. Dengan senyum bangga ia tampilkan membuat ia merasakan kemenangan ada didepan mata. Namun matanya mengangkap apa yang dilihatnya.
Pengendara asing ini melewatinya lagi. membuat Evita mengeram dengan kesal.
“Kok bisa kalah Evita”gumannya. Hingga ia tiba diarea finish. Menghadirkan kericuhan. Memang ia yang memenangkannya. Karena yang ikut balapan Cuma dua orang. Tapi Evita tetap merasa kalah, kala melihat motor asing itu melesat setelah motor yang menjadi pesaingnya tiba.
“Sial”ucapnya.
Seorang wanita mendekat dan memberikan koper kecil yang berisikan uang hasil dari balapan. Evita mengambilnya lalu melesat pergi meninggalkan area yang masih ricuh.
Motor yang menjadi pesaingnya tersenyum. “tak ku sangka bisa dikalahkan oleh seorang gadis”ucap seorang pria yang kini disambut dengan 3 mobil yang datang. Orang-orang langsung melihat kearah motor yang kini menampilkan pria berkulit madu dengan mata yang tajam.
“Dia mengalahkanku dua kali..yeah....Pak tolong cari data gadis itu”ucap Mavin Vintorin yang kini memasuki mobil miliknya. sedangkan motornya dibawa oleh bawahannya.
“Baik Tuan Muda....akan saya kerjakan”ucap sang Seketaris pribadi miliknya. kemudian melesat membelah jalan.
-
Evita mengendarai motor dengan rasa kecambuk yang mengerikan. Ia tak habis pikir balapan kali ini harus kalah. Yeah ini kekalahan pertamanya. Ditambah baru saja ia bertemu dengan orang tua angkatnya.
Setelah memeluk Putri kesayangan. Evita dituntun untuk duduk diantara Pria dan Wanita yang memberinya cemilan dan minuman hangat.
“Ayah..Ibu..apa gerangan kalian memanggilku?”tanya Evita kepada dua orang tua Angkatnya. Benar orang tua Angkat.
Evita punya orang tua kandung?, Punya dan orangtua kandungnya ada di kota lain. tidak dikota Q yang kini menjadi tempat tinggal Evita.
“Kami rindu denganmu Kim”ucap sang Ibu. Ia bermarga Kim Jun Jae dan yang mengelus rambutnya adalah Ayahnya , ia bernama Kim Jae sang kepala keluarga. Dan nama Evita yang kedua adalah Kim Hyun Jae.
Bagaimana bisa diangkat jadi anak keluarga Kim, Evita saat berusia 14 tahun bertemu dengan keluarga ini yang tengah dilanda kesedihan. Hingga mereka bertemu dengan Evita yang langsung menyukainya. Membuat orang tua kandung Evita mengizinkan anak mereka memiliki dua orang tua sekaligus. Dan itulah alasannya.
Keluarga Kim tak bisa memiliki keturunan. Karena itulah mereka ingin mengadopsi seorang anak. Tapi itu terlupakan dengan Evita yang muncul tiba-tiba didepan mereka. apa lagi wajah imut yang santai dengan sorot mata yang tajam membuat keluarga Kim jatuh cinta.
Mengingat hal itu membuat Evita meneleng. Yeah ia tak menyangka hidupnya akan seperti ini.
“Baiklah....jadi itu saja?”tanya Evita lagi yang langsung membuat kedua orang tuanya terdiam.
“Kenapa?”Evita tahu ada yang ingin disampaikan oleh sang Ibu dan Ayahnya ini. Tapi mereka meragukannya. “katakanlah”lanjut Evita yang membuat dua orang tuanya langsung terteguh melihat Evita duduk dibawah dengan mandang kedua orang tua angkatnya.
“Nak....kami akan pergi ke keluar Negeri......Ibu dan Ayah berharap kau baik-baik disini...untuk apa pun yang kau inginkan cukup bilang dengan Reza..ia akan memenuhi semuanya...”ucap sang Ayah yang kini mengelus rambut Evita dengan tenang.
__ADS_1
“Apakah lama?”tanya Evita. sebenarnya sudah biasa ditinggal orang tua. Orang Tua kandungnya juga begitu. Tapi tetap saja ia merasa kesepian.
“Iya...sepertinya begitu”ucap sang Ibu yang kini mencium kening sang putri yang bukan darah daging nya sendiri. tapi ia senang memilikinya.
“Baiklah...tak masalah...semoga urusan Ayah dan Ibu bisa terselesaikan”Evita memeluk kedua orang tuanya yang kini juga memeluknya. Setelahnya momen keluarga pun terjalankan.
Mengingat hal itu membuat Evita mengeleng dibuatnya. Yeah beginilah punya keluarga pembisnis. Dan sepertinya jiwa pembisnis dari dua orang tuanya turun kepadanya. Karena Evita diam-diam membangun bisnis untuk dirinya. Yaitu sebuah Cafe.
Melewati jalan yang ada. Evita ditelpon oleh Amelya. Ia pun mengangkat panggilan itu.
“Hallo..Kenapa Mel?”tanya Evita sambil mengendarai motornya. Diseberang sana Amelya menyampaikan perasaan tidak enaknya.
“Eh Evita...aku merasa aneh, kok Indah engak bisa dihubungi dan teruus nih ya..Ibunya ngegas menjawab pertanyaanku...kayak ada sesuatu deh, bisa kau pergi ketempatnya,aku akan menyusul kesana”ucap Amelya. Evita yang mendengarnya mengangguk. Ia menjawab “Baiklah akan aku samperin tempat tinggalnya itu”
Setelahnya panggilan pun berakhir. Dan Evita melesat pergi menuju kearah Rumah Indah yang lumayan jauh dari rumahnya. Sedangkan Amelya menyiapkan diri untuk pergi.
-
Didalam rumah yang kini dihadiri oleh orang-orang berpakaian hitam. Indah dikurung dalam ruangan tanpa adanya benda-benda yang bisa membantunya untuk kabur.
Ia dikurung dalam gudang dan ditinggalkan. Setelahnya, Ia diseret lalu didandani oleh orang –orang asing.
Membuatnya hanya bisa menurut karena diawasi oleh ayahnya sendiri. sial memang.
Setelah didandan. Ia dibawa kesebuah ruang tamu yang banyaknya orang-orang. Yang pasti hanya dia, orang tuanya dan orang asing yang akan menjadi suaminya. Yeah suaminya.
“Gila nih orang tua”benak Indah. Sudah untung ia tak menderita lebih dalam. Jika tidak mungkin ia akan gila.
“Sayang kemarilah”ucap Zamru dengan suara yang dimanis-maniskan. Ia mendapat tamparan dari Indah.
“Jijik”ucap Indah yang langsung mendapat dorongan dari ibunya.hingga tubuhnya pun dipeluk oleh Zamru.
“Begini enakkan”ucap Zamru yang melingkarkan tangannya menyentuh pingang Indah. Membuat Indah menginjak kakinya hingga Tautan pelukkan itu lepas.
“Geli dan menjijikkan Tuan..sudahlah, Ibu..Ayah apa kalian sengaja melakukannya. Bukannya besok acaranya?”tanya Indah yang kini mendekati Orang tuanya. Tapi sia-sia, Pria bernama Zamru ini menangkap dirinya lagi. membuat Indah merasakan pelecahan yang tak diinginkannya. Ia meronta ingin dilepaskan oleh Zamru.
“Tenang Sayang...kenapa kau tak mengerti, usaha Ayah mu mulai bangkrut..jadi ia menjualmu kepadaku dengan uang sebesar 100 Miliar..apa itu cukup dengan hargamu”ucap Zamru yang langsung mendapatkan tamparan sepatu.benar sepatu.
Tapi bukan Indah, bukan orang tua Indah yang melemparnya. Tapi seorang wanita yang kini berdiri diambang pintu melihat hal mesum dan perkataan aneh yang didengar.
“Di Jual?”ucap Gadis tersebut yang tak lain adalah Evita. Indah langsung bernafas lega. Yeah ia juga merasa khawatir karena membawa Evita dalam masalahnya.
“Siapa wanita ini...bodynya lumayan juga”ucapZamru yang melepaskan Indah lalu mendekati Evita. membuat Evita tersenyum menyambut kedatanganya.
“Tuan Zamru ya...seorang CEO yang terkenal di Kota A bukan?”tanya Evita yang langsung mendapat kekehan dari Zamru.
“Aduh..darling...dari mana kau tahu?”ucap Zamru yang mendekatkan wajahnya kewajah Evita. Evita dengan cepat mengeser wajah itu dan menjatuhkannya kelantai dan menyeretnya sedikit. Membuat darah mengalir diwajah Zamru.
“Mulut anda Bau Tuan....tolong bersihkan dulu”sambil Tersenyum Evita mendudukkan diri dan mensejajarkan tingginya dengan Zamru. Ia merapikan pakaian pengantin yang dikenakan oleh Zamru.
Semua orang terdiam melihatnya. Apa lagi Orang tua Indah yang kini terpaku ditempat.
“Berapa Hutang Orang Tua Indah..Tuan Zamru?”tanya Evita yang kini mengembalikan kesadaran Zamru. Darah dipipi Kanannya berhasil terasa didirinya.
“Sial...Bunuh wanita ini”ucap Zamru yang kini menutup luka yang didapat olehnya.
Pria berpakaian hitam tak bergerak dengan apa yang diucapkan oleh Zamru. Membuat Zamru terdiam ditempat.
“Kenapa kalian tak mendengarkan ku?”tanya Tuan Zamru yang melihat sekeliling. Pria berpakaian itu bukannya menurut malah bertekuk lutut dengan menghadap kearah Evita yang terdiam menatap Zamru.
“Tuan....apakah saya diizinkan untuk membunuh anda?”Evita menyodorkan pistol yang di bawa olehnya. Membuat Zamru langsung bersujud meminta ampun.
__ADS_1
“Nyonya...jangan bunuh saya..jangan bunuh saya..jangan”ia tersenyum licik yang kemudian meloloskan tembakkannya dengan wajah yang bahagia.