
Indah berada diteras bersama Yoongi yang saat ini tengah bingung. Mereka berdua merubah suasana menjadi cangung dan penuh tanda tanya.
Setelah merasa tenang, Indah memulai percakapan. “Yoongi....menurutku lebih baik kita berpisah”ucap Indah dengan nada yang serius. Membuat Yoongi terkejut mendengarnya.
“Kenapa..tidak maksudku, apa yang membuatmu mengambil keputusan itu Indah...Aku tahu Kak Evita tak ditemukan, tapi bukan berarti hubungan kita juga berakhir”jelas Yoongi. Pria yang tak pernah berbicara panjang lebar, kini harus melakukannya demi kekasihnya.
“Bukan alasan itu yang ku maksud Yoongi, aku hanya tak ingin menyakitimu”ucap Indah. ada alasan yang tak bisa diucapkan oleh Indah. salah satunya alasan tentang dirinya sendiri.
“Tidak..aku tidak setuju dengan ucapanmu, dan aku tidak akan putus denganmu”Yoongi memberikan pendapatnya.
Indah yang mendengarnya hanya bisa mengeleng. “Yoongi....lupakan kita pernah bertemu...aku tidak ingin menyakitimu lagi..cukup sampai disini woke”ucap Indah dengan wajah yang tenang dan penuh dengan keseriusan.
Yoongi yang melihatnya lagi, makin dirundung kebingungan. “Apa maksudmu..Indah...apa kau tidak mempercayai cintaku?”tanya Yoongi. Mungkin alasan utama Indah adalah tak percaya lagi padanya.
“Untuk apa aku tidak mempercayainya, jika kau saja mampu memberikan duniamu khusus untukku..tapi Yoongi, tidak ada yang tahu takdir, tolong jangan membuat dirimu terbelagu dengan kurungan yang tidak jelas”Indah tak bisa mengatakan yang sebenarnya. Ia takut Yoongi hanya akan berakhir dengan membencinya. Setidaknya lebih baik ia memutuskan sendiri hubungan ini. Dan biar ia yang menangungnya.
“Tidak..aku tidak akan melupakanmu, aku akan tetap mencintaimu, kembalilah...aku akan menunggumu”Yoongi memberi keyakinan kepada Indah dengan memeluknya.
Indah yang dipeluk hanya bisa terdiam sesaat, dan menikmati betapa besar kasih sayang seorang tuan muda ini. Tapi percuma, jika mereka mengetahui bahwa Indah merupakan gadis yang kotor. Apa yang akan Yoongi lakukan?.
“Apa jaminan ucapanmu”ucap Indah tak bisa mengontrol hatinya.tapi ia masih memiliki harapan kepada kekasihnya.
“Kenapa bertanya seperti itu?”suara tenang, dalam memeluk Indah dengan pelukkan yang lembut.
“Yoongi...aku merasa suatu saat nanti, kita akan serasa asing, walau hati serasa familiar..entah kenapa, tapi yang pasti, jika itu terjadi, ku harap kau masih bisa tersenyum kepadaku”ucap Indah dengan membalas pelukan kekasihnya. Membuat Yoongi terdiam akan ucapan tersebut.
-
Berbeda dengan Indah, Amelya tengah duduk menatap Echan yang saat ini menatapnya juga.
“Ada yang ingin kau bicarakan Ara?”tanya Echan dengan nada yang sangat lembut. Ia akan memberikan kenyaman untuk kekasihnya ini.
“Iya...ada yang ingin ku bicarakan”jawab Amelya dengan wajah yang tenang. Ia pun melanjutkan “Echan menurutmu, apa hubungan kita akan selalu seperti ini?”
Mendengar hal itu Echan langsung menjawab “jika kau ingin aku nikahi, maka hari ini pun langsung ku bawa kecatatan sipil”
Amelya yang mendengarnya langsung terteguh tapi sesaat kemudian kembali kewajah yang tenang. “Aku percaya kau bisa melakukannya....tapi Echan aku tak yakin akan semudah itu..karena sekarang yang ku inginkan adalah perpisahan”ucap Amelya dengan senyum yang menghiasi perkataannya.
Echan yang mendengarnya langsung terdiam. Setelah mencerna omongan Amelya. Ia pun langsung berdiri. “TIDAK!!aku tidak setuju..perpisahan, Ara apa kau ingin pergi meninggalkanku?”tanya Echan dengan wajah yang mulai memerah. Pria yang murah senyum, akan mudah marah?. Apa kah itu benar, tapi tak ada yang tahu. Amelya yang melihat hal tersebut hanya tersenyum.
“Bisa dibilang begitu”jawab Amelya. Ia sebenarnya tak akan bisa berpisah, kekasih yang telah bersama denganmu. Dan memberikan kebahagian yang tak ada tanding, ingin kau lepaskan. Ah itu sulit.
“Kenapa?....”Echan mendekat memandang wajah Amelya yang masih tetap tenang.
“Karena itu adalah keputusan yang tepat”jawab Amelya dengan serius.
Echan yang melihat hal tersebut langsung menjauhkan dirinya. “Aku tidak tahu apa alasanmu, jika kau ingin pergi, pergilah..tapi Amelya, aku tetap mencintaimu...dan tak akan pernah berubah”
“lebih baik kau melupakanku saja Echan...karena aku yakin saat kita bertemu kembali, kita tak akan saling mengenal”ucap Amelya yang memilih untuk berdiri dan mengambil tas jalannya.
Echan langsung menahan tangan tersebut dan menarik tubuh Amelya, hingga ia bisa memeluknya.
“Aku....tidak...akan..pernah melupakanmu, saat ketemu nanti, aku akan langsung mengikatmu dalam sumpah pernikahan”ucap Echan ditelinga Amelya.
Wajah Amelya langsung memerah, ia tak menduga Pria yang dicintainya ini bisa berbicara semberono. Tidak ia harus tenang.
Wajah memerah Amelya langsung menghilang saat ia menekan perasaannya. Ia menyahut ucapaan Echan. “Aku tak menjamin hal itu akan terjadi....aku hanya berharap saat ketemu nanti, kau tak melupakanku seperti ucapanmu”ucap Amelya menjauhkan diri.
Echan yang mendengarnya terdiam. Ia pun menatap kepegian Amelya yang tak memalingkan kepalanya.
__ADS_1
-
Indah dan Amelya bertemu diparkiran markas detektif. Mereka berdua sudah berencana untuk memutuskan hubungan mereka. asalannya karena mereka tak bisa menjamin hubungan itu akan terus berlanjut. Jadi lebih baik mereka berpisah lebih awal. Dan tak ada yang akan tersakiti bukan?.
“Kita akan kemana Indah?”tanya Amelya yang saat tengah merapikan tempat duduknya.
“Kita akan pergi ke kediaman Evita yang satunya”jawab Indah dengan menyalakan mesin mobil.
“Maksudmu, Rumah yang dibangun atas nama kita juga?”Indah mengangguk menjawab pertanyaan Amelya.
“Baiklah, memang tempat itu yang patut kita curigai, karena pasti ada pesan dari Evita” Indah mengangguk lagi. mobil pun berjalan keluar gerbang markas.
Markas yang mereka kunjungi adalah markas Mr.Tom bukan Miss Lila. Karena markas Miss Lila telah berubah menjadi Mansion milik Evita,Indah dan Amelya.
-
Tiba dikediaman yang diberi nama Gagak.
Keduanya melangkah masuk kedalam. Dan terlihat para pelayan yang tak lain adalah Bibi-Bibi kantin. Evita tak main-main jika ia memutuskan sesuatu. Dan akhirnya para bibi ini berkerja dengan Evita.
“Selamat datang”ucap mereka. Mansion yang sebentar lagi akan selesai. tak membuat sang pemilik merasa risih.
“Sore Bi”ucap Indah dan Amelya bersama-sama. Mereka memilih untuk duduk diruang tamu.
“Lengen sesuatu?”tanya Bibi yang lain. Indah dan Amelya mengeleng. Mereka saat ini tak memiliki minat apa pun.
Karena tidak ada yang menyuruh para Bibi, semua pun memutuskan kembali kekerjaan yang tertunda. Sedangkan Indah dan Amelya memilih untuk memejamkan mata, menahan rasa sakit dan menghilangkan perasaan yang mendalam.
Mencintai seseorang mampu membuat membuat seseorang menjadi gila.dan itu yang mungkin dialami oleh Indah dan Amelya. Jadi mereka sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah hati mereka. tak boleh sampai membekas. Yang akan membuat mereka sulit melupakan.
-
Bagi Za yang mencintai sang Kekasih, Tiga bulan merupakan waktu yang sangat lama. Dan saat ini ia tak memiliki kehidupan, sehingga sang keluarga membawanya kembali dan ia akan diperkerjakan dikantor dan pusat kepolisian. Bersama Yoongi dan Echan. Semua menjadi penurut. Alasannya adalah mencoba untuk menahan diri. Karena ketiganya telah kehilangan kekasih mereka
Untuk Indah dan Amelya sendiri. selama tiga bulan ini, mereka perlahan melupakan cinta mereka. dan memilih untuk berlatih dan mempersiapkan diri. Selain itu mereka mendapatkan sebuah kirim. Kiriman itu berupa obat yang mengatakan untuk menahan stamina dalam berlari. Karena hal itu Indah dan Amelya meminumnya tanpa memeriksa lebih lanjut.
Dan hal lain terjadi, Mansion dibangun ditebing kota A. Kota yang Indah dan Amelya akan tinggali. Karena Evita telah mengirim pesannya. Jadi mereka hanya menunggu Evita menjemput mereka.
Hari ini Inul dan Nabila akan menjemput Evita. untuk Miss Lila dan Mr.Tom serta Liyana mereka memutuskan untuk ke Amerika. Karena sesuatu. Entah apa yang terjadi. Yang pasti semua sedikit terpecah belah.
-
Inul dan Nabila menunggu dibandara. Tempat yang akan mempertemukan mereka dengan Evita. keluarga besar Alex masih belum mengetahui yang sebenarnya. Nabila pun begitu. Karena yang terpenting saat ini adalah Evita sendiri.
Tak lama, datang sepuluh bodyguard yang melindungi seorang wanita berrambut Hitam. Rambut itu makin panjang. Wanita itu mengenakan mantel hitam dengan kaca mata hitam. Terlihat begitu sangat berbeda. Tak ada raut wajah senang atau bahagia. Disebelahnya ada Pria dengan tinggi yang mendominasi. Wajah yang tampan dengan kulit madunya. Inul dan Nabila sedikit terpesona.
“Selamat datang Evita”sapa Inul dengan niat ingin memeluk Keponakkannya. Tapi Evita langsung menahan dengan menunjukan telapak tangannya. Inul langsung mundur.
“Baguslah kalian datang....kalian kembalilah keMansion para detektif. Aku akan pergi ke suatu tempat”ucap Evita. nada dingin keluar dari mulutnya. Membuat Inul dan Nabila sedikit takut. Mereka pun langsung mengangguk. Evita melangkah meninggalkan keduanya menuju sebuah mobil yang telah disediakan.
-
Evita melambaikan tangannya kepada Mavin Vintorin yang mengantarnya. ia telah melupakan apa yang terjadi padanya. Bagaimana bisa, tentu saja rutin diberi makan oleh Mavin. Pria yang kini selalu menyatakan cintanya. Evita merasa sedikit bahagia bersama pria bernama Mavin ini. Tapi merasa sedikit sedih entah karena apa.
Selama perjalanan, Evita hanya memandang kearah jendela mobil. Menikmati pemandangan yang ada. ia merasa samar-samar pernah kesini. Tapi tujuannya kali ini adalah menemukan Ayahnya. Seseorang mengatakan bahwa Ayahnya telah diculik. Dan ia telah meminta bantuan Mavin untuk menemukannya. Sekarang tujuannya hanya itu.
Setelah tiga puluh menit perjalanan, akhirnya ia tiba ditempat tujuan. Terlihat begitu sepi. Ada sebuah rumah tua yang menjadi tujuannya.
Tuk..tuk..tuk
__ADS_1
Evita mengetuk pintu tersebut dengan lemah lembut. Membuat seseorang langsung cepat membukanya.
Seorang pria dengan wajah yang suntuk langsung memeluknya setelah melihat dirinya. Evita sedikit terkejut. Ia langsung mendorong tubuh pria itu.
“Evita...Evita sayang...akhirnya..akhirnya kau kembali..kau kembali”ucap Reza pria yang membuat segala masalah bagi Evita.
Evita langsung bergegas unuk menjauhkannya. Evita entah kenapa merasa jijik jika seorang pria menyentuhnya. Bahkan Mavin pun dilarang olehnya.
“Jauh dariku Reza...dimana Sebastian dan Ayahku?”tanya Evita langsung. Reza yang mendengarnya langsung tersenyum.
“Tiga bulan aku menunggumu, akhirnya kau datang juga....Ayahmu ada dan Sebastianmu juga ada”ucap Reza.
Evita langsung melangkah untuk masuk kedalam dan mencari keberadaannya Ayahnya. Matanya langsung menyusut kala mengetahui bahwa seseorang tengah berbaring dengan tubuh yang berbau. Selain itu seorang Seketaris pribadi yang diikat menjadi sebuah panjangan.
Evita tersenyum melihatnya. Ia mengambil benda tajam yang bisa dibilang kapak. Ia mengayun dan menghantam kedinding. Hingga tubuh Sebastian langsung terjatuh. Evita memeriksa keadaan Sebastian. Untungnya ia masih baik-baik saja.
Evita ingin melangkah menuju kearah Mayat orang tuanya. Yeah Ayah Angkatnya sepertinya tak bisa menunggu dirinya. Bukan sepertinya ini salahnya. Ia tahu bahwa Ayahnya menderita penyakit jantung. Jadi kemungkinan ia telat menyelamatkan Ayahnya.
“Aku tidak tahu bahwa Tuan Kim, tak bisa bertahan lama, ia terus memanggil namamu, dan mengatakan kau tak akan datang. Jadi aku membiarkannya disini...”Reza lagi-lagi memeluk Evita.
Evita langsung menghajarnya, wajah tersebut langsung babak belur. Evita tak akan tinggal diam. Hatinya dilanda kesakitan.
“Evita sayang..kau tak mungkin membunuhku kan..aku belum mencicipi tubuhmu”
Mendengar kata mencicipi membuat Evita terdiam. Ia seketika merasakan rasa sakit dikepalanya. Membuatnya merasa seluruh penglihatannya berputar-putar.
Indah dan Amelya bersama polisi baru saja tiba. Mereka tahu bahwa Evita akan sini karena Evita berpesan secara langsung. Tapi tak menduga apa yang mereka lihat.
Selain Indah dan Amelya. Za,Yoongi dan Echan datang. Benar mereka mendapatkan tugas kembali ditempat ini. Tapi tak saling bertemu. Seperti yang dikatakan bahwa mereka telah berpisah.
“Evita!!!”Teriak Indah yang melihat Evita mundur hingga ketebing. Tempat yang tragis mampu membuat semuanya langsung mengejar Evita yang tak tenang.”Agh.......”Evita merintih kesakitan.
Indah dan Amelya mendekat. Tapi seorang Pria datang langsung menangkap tangan Evita.
Keduanya saling memandang, hingga Evita memilih untuk menjatuhkan dirinya sendiri.
-
Kejadian yang terjadi, lagi-lagi membuat Indah dan Amelya merasa selalu gagal menjadi sahabat yang tak bisa melindungi Evita. untungnya Evita langsung ditemukan. Ia mengalami gejala yang tak ringan.
Dokter mengatakan bahwa kepala Evita terbentur. Kemungkinan ingatannya akan menghilang. Tapi tak ada yang bisa memastikan ingatan apa yang hilang. Karena Evita mampu menjawab semua pertanyaan Indah.
Karena merasa Aman. Setelah pemakaman Ayah Evita. Evita memilih untuk pergi keamerika. Bersama Indah dan Amelya. Sebastian akan mengontrol perusaahan dektektif. Sedangkan Evita akan mengawasi dari kejauhan.
Indah dan Amelya duduk ditempat duduk mereka. saat ini mereka berada diruangan VIP. Yeah Mavin Vintorin yang memberikan tempat tersebut. Asal bersama Evita. semua merasakan kekayaannya.
“Indah..Aku merasa Evita sedikit berbeda”terang Amelya. Sejak kejadiah pahit yang dialami. Evita benar-benar menjadi dingin. Amelya tak menyukainya.
“Menurutku wajar Evita berubah Amelya...kau pikir sendiri, bagaimana seorang gadis menghadapi segala masalahnya. Sekarang yang terbaik kita harus bersama Evita”
Amelya mengangguk. Meski ia masih belum setuju, tapi demi kebaikan Evita. ia harus menyetujuinya.
Keduanya memandang kearah jendela pesawat. Mereka tak tahu berapa lama akan berada diamerika. Setidaknya mereka bisa berubah bukan.
-
Evita memandang kearah gelang yang ada ditangannya. Ia tahu ia tak memberi kabar kepada Orang tua Kandungnya. Jadi ia hanya memberikan pesan bahwa ia ada urusan di Amerika dan akan kembali. Entah berapa lama. Yang pasti saat ia merasa baik-bak saja.
Namun mengatakan baik-baik saja itu tak akan bisa terjadi. Karena Evita merasa ada yang kurang dalam dirinya. Bayangan seseorang yang memeluk, memberinya kasih sayang dan memberinya segalanya. Terasa didirinya.
__ADS_1
Tapi ia tak bisa mengingat siapa. Evita kadang bertanya-tanya siapa orang tersebut. Jika Mavin Vintorin mengaku kekasihnya, terus siapa pria yang selalu bersama dalam ingatannya. Evita mencoba untuk berpikir positif. Mungkin itu hanya hayalannya. Tapi ia tetap berharap bisa mengingatnya. Karena entah kenapa ia tak mau kehilangan orang tersebut.