
Yoongi dan Echan sudah berdiri disebuah jalan tol, yang tidak terlalu ramai. Ada tanda jalan yang menujukkan sebuah kota kecil dengan menempuh 200 meter perjalanan.
Mereka yang mengenakan pakaian biasa dengan mobil milik Yoongi menjadi kendaraan untuk mengantar mereka. Melihat jalan terakhir tempat foto yang menjadi petunjuk, mereka meneliti jalan disekitarnya.
“menurutmu, kenapa mereka harus berfoto disini?”Tanya Yoongi. Yah pemuda dingin ini kadang-kadang akan berbicara banyak jika mengenai kasus, dan bukan itu saja. Ia tidak ingin berlama-lama menyelesaikan kasus karena si maniak tidur ini akan selalu berusaha untuk mencari waktu agar bisa tidur.
“mungkin ingin menikmati pemandangan” balas Echan. Dirinya juga tidak tahu kenapa wanita ingin berfoto ditempat sepi seperti ini, yang pasti dua wanita yang berada difoto terlihat sedang sangat bahagia.
“kita harus menyelidiki lebih lanjut, ada sebuah toko kecil yang pernah menjadi tempat kerja mereka di sana” ia menujuk kearah jalan berlawanan, lebih tepatnya jalan yang menuju kota kecil lainnya. Echan mengangguk dan masuk kedalam mobil setelah melihat Yoongi masuk.
Tiba ditoko kecil, Echan bukannya bertugas membantu Malah memilih cemilan yang ada ditoko tersebut. Yoongi yang melihat hal itu hanya memasang wajah dinginnya.
Yoongi menghampiri salah satu kasir yang ada disana. “maaf menganggu sebelumnya” ucapan lemah lembut dikeluarkan dengan sangat baik.
“iya..ada yang bisa kami bantu tuan” ucap sanag kasir.
“Apa kalian mengenal gadis ini” tanya Yoongi sambil menunjukkan foto Laura dan Siska.
“ah..dia “ menuju kearah Laura. Wanita Kasir itu melanjutkan “dia pernah berkerja disini, tapi beberapa hari yang lalu tidak ada kabar, kami memutuskan untuk mengira bahwa dirinya sedang ingin berhenti bekerja” jelasnya sambil memasang wajah serius.
Yoongi yang melihat dan memahami cerita itu mengangguk lalu melanjutkan percakapannya. “apa dia punya kenalan saat bekerja disini?”
“tentu..” mengangguk, “kalau engak salah namanya Angel, dia merupakan pekerja juga disini, tapi berhenti sebelum Laura berhenti kerja”
“baik..terimakasih...” ucap Yoongi mengakhiri pembicarannya. Dan untungnya Echan datang sambil membawa beberapa cemilan untuk dibayar.
__ADS_1
Yoongi dan Echan pun keluar dari toko tersebut, sempat menjadi perhatian. Bagaimana tidak, karena mobil dan pria yang datang merupakan pria tampan dan kaya. Pasti orang pada bertanya-tanya akan kedatangannya.
Mereka berdua memutuskan kembali keposisi awal. Dimana mereka berhenti sesuai petunjuk dari foto.
“dari apa yang aku lihat, sekarang aku punya beberapa bukti kecil” ucap Yoongi sambil memainkan foto yang dibuat menjadi polaroid diantara jari-jarinya.
Kruk..kruk...kruk
Echan yang mendengarkan sambil memakan cemilannya dan menatap fokus kearah Yoongi. “Apa itu?”Tanyanya.
“Bawa foto ini, keluarga kita punya kenalan dalam memperbesar foto bukan?” Echan mengangguk.
“Maka..kau minta bantuannya untuk memperbesar foto ini, dari yang aku lihat ada sesuatu dibalik mata mereka, aku ingin melihat siapa yang berdiri itu” ucap Yoongi sambil mengingat saat dirinya memeriksa foto tersebut.
Saat diruang kantor, Yoongi menyempatkan untuk melirik Foto yang diberikan. Itu adalah hasil tangkapan saat mereka belum kehilangan Laura dan Siska, dan lagi keluarga Zahra ini memiliki kamera yang menghasilkan hasil luar biasa, jadi tidak mungkin hal kecil pun tidak didapatkan.
“Baiklah...akan ku selesaikan tugas ini..lalu apa langkahmu selanjutnya?” Tanya Echan sambil menyimpan Foto tersebut disakunya.
“Aku harus pergi ketempat yang lagi ramai dikunjungi oleh anak muda sekarang” ucapnya sambil memasang tampan dingin. Echan yang belum masuk kedalam, menjadi terburu-buru takut terkena aura yang sama.
“Jadi..kau akan berjalan menuju kesana?”Tanya Echan sambil memakan cemilannnya walau menghindari aura dingin, ia tetap saja menganggu seperti biasanya.
“Tidak..ya jelaslah berjalan, sana berangkat, menganggu saja” ucap Yoongi sambil melangkah meninggalkan Echan yang berniat mengantarnya. Namun karena mendapat teguran dengan disebut menganggu, Echan pun pergi menjalankan perintah tanpa menghiraukan Yoongi yang membalikkan tubuhnya.
Yoongi yang menyadari bahwa seharusnya Echan mengantarnya dulu, baru pergi menjalankan tugas, tapi karena dirinya sudah marah dan membuat Echan pergi dengan melanju cepat.
__ADS_1
“Sial...” imbuhnya sambil menepuk jidatnya.
“Konyol sekali” benaknya yang kemudian melihat gadis dengan mobil mewah berwarna merah yang atapnya terbuka. Terdapat dua gadis yang melaju itu memandang kearahnya walau sedetik terlihat yang menyetir memasang senyuman kecil kearahnya. Setelah itu melaju dan menghilang dari pandangan.
“Cih..gadis sekarang centil semua” benaknya. Sambil berjalan dengan menikmati angin sore hari. Dan tak berapa lama, Yoongi mendapat bantuan seorang Pemuda yang juga sedang melewati jalan disana.
-
Sebuah bar yang didirikan keluarga kecil terlihat begitu ramai. Yoongi yang mengenakan baju biasa terlihat seperti pemuda sedang melampiaskan amarahnya.
Yoongi memasuki bar tersebut. Kecil tapi saat masuk ternyata ruangan ini besar dengan dua rumah yang didekatkan menjadi satu. Ruangan ini terdapat wanita-wanita kurang pakaian selain itu para pemuda yang menikmati setiap tampilan wanita.
Yoongi yang duduk didekat meja bar dan memesan salah satu minuman Wine ringan. Melirik dan mengamati sekelilingnya. Ia mendapati seorang gadis yang terlihat familiar dimatanya.
Ya gadis yang tersenyum kecil saat melewati dirinya dijalan. Gadis itu duduk dilantai dua, meski ruangan ini terbuka, ada beberapa lantai kecil yang dipasang tidak menutupi ruang lantai bawah, jadi kau yang melihat dari bawah bisa mengetahui orang-orang diatasmu, begitu juga kebalikkannya.
Yoongi melihat bahwa gadis itu meminum Wine yang levelnya menengah, ada tiga level Wine yang Yoongi tahu, pertama Wine level 3 yang tidak terlalu memabukkan tapi bagi pemula bisa saja sekali teguk langsung ambruk. Kedua Wine level 2 yang bisa dibilang menjadi minuman tingkat atas walau sebenarnya ada lagi Wine level 1 yang sekali minum saja sudah membawa kedunia lain, itu untuk orang yang tidak kuat minum.
Yoongi merupakan pria yang jarang minum wine, wine yang paling ia sering minum adalah Wine level 3 sedangkan level 2 Cuma saat dirinya stres akan keadaan. Kalau Za lain lagi ceritanya, Pemuda cucu pertama dari keluar Zhan ini adalah orang pencinta Wine, dia mampu minum sampai 5 botol level 1 dalam keadaan mengemudi.
Melihat tatapannya dibalas, Yoongi mendapati senyuman kecil juga dari gadis itu, membuat dirinya langsung membuang muka seperti seseorang yang ketahuan memandangnya.
“Siapa juga yang memandangnya” benak Yoongi yang langsung meneguk Winenya.
Walau berguman seperti itu, Yoongi lagi-lagi memandangnya, tapi pandangan itu berakhir karena gadis yang duduk kini telah pergi. Sambil memandang kearah lain, Yoongi seperti kehilangan gadis tersebut.
__ADS_1
...********Bersambung********...
Jangan Lupa Like and Coment😊