MANTIV

MANTIV
● Mantiv(121)


__ADS_3

Lolos peluru yang keluar dari tempatnya. Untungnya tak mengenai orang melainkan lantai yang jadi sasaran. Za datang tepat waktu, Ia melepaskan pistol ditangan Evita.


Evita menundukkan kepalanya. Semua orang merasakan aura marahnya yang membuat Liyana tertawa bebas.


Miss Lila mendekati Liyana untuk tidak memancing lagi. namun dua wanita yang sama-sama mengalami pelecahan tak bisa lagi dihentikan.


“Kau sudah terpancing Evita, lalu Kau akan membunuhku karena menyalahkanmu..hahaha BUNUH,BUNUHLAH DIRIKU, JIKA KAU MERASA PUAS, BUNUHLAH AKU, AKU JUGA TAK SANGGUP MELIHAT KOTORNYA TUBUHKU, MELAHIRKAN SEORANG ANAK TANPA AYAH, MENJAGANYA TANPA ADA PERHATIAN DARI ORANG YANG DICINTAI, EVITA..BUNUHLAH DIRIKU INI”Liyana berteriak yang begitu mengelegar semua langsung diam mendengarnya. Evita yang terpancing langsung berteriak dibalik tubuh Za.


“LALU BAGAIMANA DENGANKU, BAGAIMANA DENGAN TUBUHKU, KAU MUNGKIN DISETUBUHI HANYA SEKALI, LALU AKU....AKU BAGAIKAN HEWAN TERNAK YANG MEMUASKAN NAFSU BEJAT PRIA, KAU TAHU ITU”Evita menjelaskan apa yang menganjal dibenaknya.


Za yang menahan Evita langsung membalikkan tubuh ketika mendengar ucapan Evita.


Liyana, Intari dan Amelya bungkam ditempat, mereka sama-sama kaget mendengar ucapan Evita.


“Saat itu, Jika Mavin Vintorin..Aku mungkin tak masalah, tapi setelah mendengar ceritamu, akhirnya apa yang ada didalam gambaran mimpiku itu benar, tiga pria menyetubuhiku selama 3 hari itu bukanlah mimpi belaka”Evita menatap kearah Suaminya. Ia langsung menjatuhkan diri kearah Za yang ditangkap langsung oleh Za.


“Liyana, Aku senang....mendengar kejujuranmu, Aku tahu berat seorang diri melindungi bahkan merahasiakan, tenang saja..Ayahnya Vino tak mungkin meninggalkanmu”ucap Evita yang membuat perhatian Vino teralihkan.


Vino bergegas berlari dan menarik Evita, lalu menatapnya dengan tajam. “Vino punya Ayah?”tanya putra kecil itu.


Liyana bergegas untuk mendekat “Ibu menyuruhmu untuk menjauh, kenapa Kau malah berada disini”tanya Ibunya.


Vino tak menghiraukan Ibunya, Ia menatap kearah Evita dengan serius. “Iya, Kau punya Ayah...jadi Vino, tantang Ayahmu untuk bisa merebut hati ibumu”ucap Evita yang memberikan ajaran agar tak mudah menyerahkan hati kepada Ayahnya.


“Baiklah, Jika Ayahku memang ada..Aku akan lihat bagaimana Ia membuat Ibuku bahagia, jika Ia membuat Ibuku menangis, Tante..Aku akan membencinya”ucap Vino dengan tekadnya. Evita tersenyum mendengarnya.


Tak salah, Vino pasti perlu kasih sayang seorang Ayah, dan sekarang Ia ingin memastikan perhatian Ayahnya dan kasih sayang Ayahnya itu sebesar apa.


“Liyana, maafkan diriku yang ikut mengamuk” Evita berdiri dengan dibantu oleh Vino dan dipapah oleh Za.


Rencana ingin menemui musuh harus tertunda karena masalah pribadi mereka.


“Tidak, Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu Evita, Aku hanya merasa takut, bagaimana jika kalian memandang jijik kepadaku”ucap Liyana.


Dan ucapan tersebut berhasil membungkamkan Intari dan Amelya yang mendengarnya.


“Jangan seperti itu, Kami tak mungkin Jijik, Malah akan langsung menolongmu Liyana...Kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri, jadi tak mungkin Aku membuatmu terluka, tenang saja Mavin sedang mencari dirimu”ucap Evita yang berhasil membuat semua terteguh.


“Jadi benar, Vino anaknya Mavin Vintorin?”benak Intari yang menatap kearah Vino kecil.


“Jadi selama ini, alasan Liyana menyembunyikan Vino, karena hal ini”benak Amelya. Ia merasa sedih sekaligus merasa lemah. Ia juga merasa jijik kepada dirinya sendiri. karena Ia entah kenapa merasa tubuhnya tak lagi suci.


-


Setelah suasana mengemparkan itu, akhirnya Evita memutuskan kembali untuk segera berangkat. Ia tak ingin musuhnya bersantai-santai menikamati indahnya kematian orang tuanya.


Jadi ia harus cepat bergerak dan membunuh orang yang menjadi dalang dari kematian orang tuanya sendiri. Welida..


Didalam mobil khusus untuk pasukkan Intari. Intari dalam diam berpikir tentang ucapan Evita yang berhasil membuatnya mengingat masa lalu.


“Berarti selama pencarian tiga hari itu, Evita sudah dibumbui dengan lelaki lain”benak Intari. Wajahnya seketika pucat mengingat bagaimana bisa Evita tahan dengan hal tersebut. Sedangkan dirinya yang Ia sendiri tak tahu apakah sudah disentuh atau tidak. Namun membayangkan saja membuatnya takut.


Hal ini berhasil menarik perhatian Yoongi yang duduk disampingnya.


“Kenapa Indah?”tanya Yoongi dengan hati-hati. Intari yang mendengar pertanyaan itu membenak “Yoongi, bagaimana reaksimu ketika mendengar ceritaku, sudahlah Aku tak boleh terlihat lemah atau sedih seperti ini, pertempuran akan dimulai”benaknya.


“Tidak..tidak ada Yoongi....”ucap Intari menjawab pertanyaan Yoongi.


Yoongi yang mendapat jawaban itu hanya bisa tersenyum dan mengusap kepala Intari. “Kau pasti berpikir tentang Kakak Ipar, Aku saja tak menduganya, bagaimana bisa Kakak Ipar mengalami itu semua”benak Yoongi.


Berbeda dengan situasi Intari, Amelya tengelam dalam pikirannya sendiri.


“Bagaimana keadaan Evita, dan jangan bilang saat kami mencarinya, Ia benar-benar sudah dilecehkan..jadi selama ini, huh....kenapa dunia selalu memberikan tantangannya”benak Amelya.


Ia berpikir lagi “Bagaimana jika saat itu, Mavin tak menyelamatkannya, bagaimana jika saat itu...hah..Aku tak bisa membayangkannya”Mata Amelya mulai berkaca-kaca.


Hal tersebut menarik perhatian Echan yang fokus mengatur senjatanya. Melihat sang Istri menangis membuatnya mengusap kepala Amelya. Echan tahu pasti dipikiran Amelya memikirkan tentang Evita, Kakak Iparnya sendiri.


“Jangankan dirimu, Aku yang ikut membantu mencari mereka saja merasa tak menduga dengan perkataan Kakak Ipar”benak Echan.


-

__ADS_1


Melupakan pikiran tentang Evita, semua kini sudah tiba ditempat yang diinginkan oleh musuh mereka.


Evita yang berada dibarisan belakang memandang dengan pandangan dingin tak seperti biasanya. Za yang berada disampingnya hanya bisa menatap apa yang dilihatnya.


Hatinya saat ini dipenuhi pertanyaan. Tentang siapa tiga pria itu, dan kenapa Evita tak bisa pergi. Namun percuma bertanya, jawabannya tetap sama. Evita saat itu juga terlihat linglung tak tahu apa yang terjadi kepadanya.


Dan setelah ingatannya kembali, masa kelamnya begitu jelas tergambar yang membuatnya trauma akan sentuhan asing. Maka wajar jika Evita selalu menendang dan kaget melihat dirinya.


“Evita, apapun yang terjadi, Aku tak akan meninggalkanmu”benak Za.


Ada 10 mobil yang dibawa oleh mereka, masing-masing diantarnya ada sekitar 100 lebih motor yang dibawa oleh anak buah yang dipanggil oleh Evita sendiri. hal ini berhasil membuat Raja yang bersiap bersama Sebastian dibuat kagum.


“Kenapa denganmu Raja?”tanya Sebastian dengan tenang. Raja yang mendengarnya langsung menjawab “Aku tak percaya ini, ini semua terlihat mimpi”wajah Raja tampak begitu bahagia saat menjawab pertanyaan Sebastian.


Sebastian mengerutkan alisnya. “Kau merasa ini mimpi, ketika melihat darah nanti, ku harap Kau tak menganti kata-katamu itu”ucap Sebastian yang membuat Raja memandang tenang.


“Tenang saja, tak akan..karena akhirnya Aku bisa menemukan apa yang ku cari selama ini”ucap Raja dengan santai.


Dan hal ini membuat perhatian Sebastian. Ia ingin berbicara lagi tapi langsung dihentikan oleh earphone yang digunakan oleh mereka semua.


“Ini Aku, Intari..terlihat didepan kami, ada 3 mobil dengan total orang-orangnya 40, Evita...Aku yang akan membuka jalannya, dan akan menyusulmu”


Ucapan Intari terdengar oleh semua orang. Evita yang mendengarnya langsung membuka atap mobil dan melihat secara langsung berapa orang yang bersiaga menyambut mereka.


“Jalankan Indah”ucap Evita yang langsung menyaksikan genjatan senjata oleh Intari tentunya.


Intari yang berdiri dibalik mobil, menatap dengan pandangan intesnya. Ia membidik dengan fokus yang membuat para anggota bawahannya menjadi kagum.


Dor!!!


Dor!!!


Dor!!!


Tiga serangan diberikan olehnya dengan sasaran yang tepat. Semua langsung merasa kagum dengan Intari.


Intari yang berada dipaling depan langsung membuka jalan untuk Evita lewat.


Semua meninggalkan lokasi yang menjadi kekuasaan Intari, tak seling waktu tiba dititik tempat khusus untuk Amelya.


Amelya membuka kaca mobil jendelanya. Ia menempatkan posisinya dan bersiap untuk menyerang dengan pistol ditangannya.


“Evita, Aku akan langsung memberikan tanda, jika tembakkanku terdengar,lewatlah”ucap Amelya dengan tenangnya.


Dan seperti apa yang diucapkan oleh Amelya. Suara ledakkan didapatkan dengan hemburan kabut yang menipu semua orang.


Evita lewat dengan tenangnya. Ia memberikan pesan yang sama untuk Amelya.


Tiba digiliran Sebastian dan Raja. Evita menyuruh anak buahnya berhenti menyetir.


“Diposisi ini, ada yang ingin ku lihat”ucap Evita yang membuat semua terdiam.


Sedangkan Sebastian dan Raja sudah mulai membuka jalan untuk boss mereka. karena kali ini ada sebuah jalan yang memberikan sambutannya.


“Nyonya, jalan sudah kami berikan...kenapa anda tidak lewat?”


Tanya Sebastian yang tak dijawab oleh Evita. Evita hanya memberikan tatapannya kepada anak buahnya untuk segera jalan.


Hal ini sempat menjadi tanda tanya untuk semua orang karena melihat Evita yang tampak berpikir.


-


Di posisi Intari, Ia saat ini masih fokus menembak orang-orang yang masih memiliki nyawa untuk mengangkat senjatanya.


Sedangkan Yoongi berjarak dengan Intar karena beberapa orang juga mendekat kearahnya.


Krek!


Dor!


Tembakkan berhasil mengenai sasarannya. Yoongi dan Intari terus membidik untuk menjatuhkan musuhnya.

__ADS_1


Selama menjadi detektif, memang semua ini hal yang wajar, namun bagi Yoongi yang menjadi seorang polisi. Jika kasus tersebut tak dijelaskan secara rinci, maka dirinya juga akan ikut mendapat masalah. Namun Yoongi tak peduli itu semua, yang terpenting baginya, orang yang dicintainya ini.


Orang tuanya dan orang tua Echan selalu bertanya, kasus apa yang mereka selesaikan sampai tak pulang. Jawaban Yoongi dan Echan sama. Mereka mengatakan bahwa akan ada kejutan jika kasus mereka telah selesai. maka dari itu mereka ikut peran untuk membantu kasus ini selesai.


Krek!


Dor!!!!


Intari masih menatap tajam kearah sisa musuh yang ada. Ia mendengarkan earphone yang tak ada informasi apa pun.


“Apa mereka telah tiba?”benak Intari. Yoongi yang kini sudah menghabisi beberapa orang langsung melangkah menuju kearah Istrinya.


“Apa mereka telah tiba?”tanya Yoongi menatap Istrinya. Hanya geleng yang diberikan oleh Intari. Keduanya bergegas kemobil untuk menyusul Evita.


“Semua, kita berangkat”tintah Intari yang langsung dianggukkan oleh yang lain.


-


Situasi Amelya terlihat lebih tenang.


Amelya yang sudah berlatih kini hanya memandang tangannya yang memegang pistol dengan sedikit terkena percikan darah.


“Uh...bertahun-tahun tak membunuh orang..kenapa rasanya jadi candu begini”benak Amelya menatap tangannya.


“Sayang, semua sudah beres disini, kita menyusul Kakak Ipar?”tanya Echan yang mendekat kearah Istrinya. Amelya mendengar panggilan itu merasa malu sendiri.


“WOY..JANGAN ROMANTISAN DISINI DULU, ENTAR AJA...AYO KITA CABUT”Teriak Intari yang tertawa bebas, Ia mendengar panggilan sayang dari Echan untuk Amelya dan hal tersebut membuatnya geli sendiri.


“Ya..Ya”Amelya sudah menahan gurat wajah malunya. Mereka langsung melangkah menuju ketitik dimana itu adalah wilayah Sebastian dan Raja.


Kondisi yang benar-benar diluar dugaan, Sebastian dan Raja dengan tenang menghabisi para musuh yang menurut mereka hanya keroncongan saja.


Intari dan Amelya yang tiba, mereka langsung bertepuk tangan melihat hal tersebut.


“Wow.....hebat sekali ya, diluar dugaan”ucap Intari melihat dari jendela mobil.


“Bergegaslah Sebastian...waktu kita tidaklah banyak”ucap Amelya yang langsung dianggukan oleh yang lainnya.


Mereka berangkat dari sore hari, dan waktu yang berjalan hanya untuk bertempur memakan waktu hampir 3 jam. Bahkan tak tangung-tangung anak buah mereka juga mendapatkan kematian yang sama.


Yeah perkerjaan seperti ini tak akan dicari orang kecuali terpaksa. Karena resikonya adalah kematian. Meski keluargamu mendapat jaminan, namun meski begitu tetap saja mereka tak bisa lagi bernafas.tak ada yang tahu kehidupan.


Semua bergegas menyusul tempat dimana Evita akan bertemu dengan orang yang dicari selama ini. Bukan hanya Evita, Intari dan Amelya juga ingin sekali bertemu dengannya. Karena entah kenapa Mereka juga ikut terlibat didalamnya.


-


“Anakku, kapan kau bersiap hah?”tanya Ibu Nabila yang berdiri diambang pintu kamar anaknya.


Sesuai janji, mereka akan makam malam bersama keluarga Rin yang terkenal di kota Q. Mendapatkan kesempatan bisa bertemu mereka merupakan hal yang tak terduga. Maka keluarga Alex atau Ibu Nabila tak ingin menyia-nyiakannya.


“Iya Mah, bentar lagi”ucap Nabila kepada Ibunya. Ia segera membuka pintu kamar dan menatap kearah wanita yang menunggunya dari tadi.


“Bagus juga dandananmu itu, oke kita berangkat sekarang”ucap sang Ibu yang langsung menarik putrinya.


Mereka bergagas menuju kemobil dan pergi keteman yang terbilang mewah untuk kalangan keluarga elit.


-


Tiba ditempatnya, waktu yang mulai menunjukkan malam hari membuat Nabila berbenak dalam dirinya “Kapan aku bisa kembali sih, Aku juga ingin ikut perang”benak Nabila.


Nabila, Evita, dan Inul. Mereka tak memberitahukan bahwa perkerjaan mereka adalah seorang detektif. Inul selalu beralasan Ia mengerjakan tugas bersama temannya saat menjadi dektetif dulu dan sekarang, Ia tak bisa mengerjakan tugas detektif karena sudah menikah dan lagi ada putri yang harus dijaga olehnya.


Maka tak heran jika keluarga besar Alex tak tahu tentang perkerjaan cucu-cucu mereka. Nabila yang dianggap sedang dijaga oleh Inul. Dan tak ada yang mengetahui tentang kegiatan mereka yang terbilang menantang maut sendiri.


Nabila yang memikirkan tentang perkerjaannya seketika diam ketika mengingat pria yang disukai olehnya.


Yah Nabila menyukai Pria yang merupakan seketaris dari Kakaknya. Yaitu Raja.


Pria yang tak dikenalinya malah bisa mampir didalam hatinya tanpa permisi sekali pun. Dan Entah kenapa membuat Nabila makin menyukainya.


Memikirkannya saja membuat Nabila merasa rindu. Namun Nabila sadar akan posisinya. Ia hanya menyukai pria itu dan pria itu tak menyukainya sama sekali. Jadi untuk apa dipikirkan olehnya.

__ADS_1


“Nabila, mereka akan tiba dijam 8 malam ini”ucap Ibunya. Nabila mengangguk dan mengikuti langkah ibunya menuju keruang VIP khusus keluarga.


__ADS_2