
“Aku Derka Jamesta”ucap Pria didepannya. Membuat Evita mengangguk-gangguk.
“Ooh Derka...salam kenal Derka”ucap Evita yang kini melepaskan tautan tangan tersebut. Ia melangkah untuk duduk disofa kecil.
“Ngomong-ngomong Tuan Derka sangat kaya ya, bisa berada disini dengan gratis”Evita juga mampu jika ia mau, sayangnya ia tak berniat.
“Kak..dari pada mengobrol tentang hal ini dan itu, aku ingin bertanya,Apa Kakak benar-benar melupakanku?”tanya Derka yang kini duduk didepan Evita.
Evita bingung dengan pertanyaan ini, emang ia pernah bertemu dengan Pria didepannya. Tapi diingat-ingat wajah ini memang sangat familiar untuknya.
“Aku mungkin pernah bertemu denganmu, tapi jujur aku tak mengingatnya”jawab Evita.
Derka yang mendengarnya mengangguk “Yeah memang, hanya sekali bertemu pasti lupa..baiklah, biar aku berkenalan lagi, perkenalkan aku Derka Jamesta, dulu aku seorang pelayan disebuah bar kecil....dan saat itu aku...”
“Stop...”Evita menghentikan ucapan Derka. Ia mulai mengingat apa yang dikatakan oleh pria didepannya ini.
“kau adalah Pelayan yang baru berkerja dan dapat masalah saat melayani kami, dan aku juga yang menyuruhmu untuk belajar bukan?”
Derka yang mendengarnya langsung tersenyum dan mengangguk. “Benar Kakak..itu adalah aku..Derka Jamesta”
“Wow...ternyata setahun tak bertemu, kau menjadi makin tampan..plus menjadi orang yang luar biasa..berbakat”ucap Evita yang langsung menepuk-nepuk pundak Derka.
Derka yang mendapatkan pujian itu langsung tersenyum dengan deretan gigi putih yang berbaris. Ia terlihat sangat bahagia. Tapi kebahagiaan itu hanya sebentar ketika ia melihat wajah buruk Evita.
“Kak Moa, apa yang terjadi?”tanya-nya.
Evita yang mendengar nama asing langsung kembali bertanya. “Moa..siapa itu?”
Derka langsung menjawabnya “AH..aku memberi Kakak gelar baru..Yaitu Moa..jadi hanya aku yang akan selalu memanggilmu Moa”Derka menunjukkan rasa bangganya.
Evita hanya mengeleng, berapa banyak gelar yang ia dapat. Sudahlah itu tak penting. “Baik..kalau memang begitu maka seterahmu...apa kau bisa membantuku?”Evita kembali serius. Hal itu membuat Derka bertanya-tanya.
“Membantu Kakak hal mudah, Cuma aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi?”
“Indah dan Amelya diculik..jadi aku mencari mereka”tanpa basa-basi Evita mengatakan apa yang tengah ia kerjakan. Derka yang mendengarnya menatap horor.
“Kak Indah dan Kak Amelya..mereka diculik?,bagaimana bisa?”Evita yang mendengar kebingungan Derka hanya bisa memandangnya. Ia juga bingung bagaimana bisa diculik. Padahal keamanan dan pengawal Evita selalu berada didekat kedua Sahabatnya.
“Aku tak tahu..tapi yang terpenting aku menemukan mereka..Derka bantu aku, apa kau tahu lantai atas kita ini berisikan apa?”Evita tak bisa berdiam diri. Karena lokasi Sahabatnya tepat diatasnya sendiri. jadi kemungkinan Sahabatnya ini telah tiba ditempat yang diinginkan.
“Kak Moa...diatas tempatnya khusus orang-orang yang lain..aku tak tahu mereka seperti apa, dan didalam isinya apa..yang pasti satu mereka semua adalah orang-orang Mafia..”Derka menatap Evita yang kini sedang berpikir.
“Bagaimana caranya masuk kesana?”tanya Evita. ia tak mungkin lewat lorong-lorong kecil bukan. Ia harus masuk dengan aman disana.
“Aku tak tahu...Kakak sebenarnya ada satu cara, yaitu menjadi seorang pelayan untuk para mafia. Tapi itu berbahaya kakak..sangat berbahaya”Derka tak ingin menyebutkannya, tapi Evita menunjukkan wajah yang tidak akan mundur.
“Baiklah...Aku akan cari om-om berduit”ucapan enteng keluar dari mulut Evita.
“Kakak..kita tak tahu apa yang akan mereka lakukan kepada Kakak..jadi lebih baik pikirkan cara lain”Derka tak menduga, Kakak yang dicintainya ini sungguh menantang nyali sendiri.
“Tenang saja...aku bisa melumpuhkan mereka..aku hanya perlu seseorang membantuku masuk..Derka kau sudah membantuku, dan aku ingin kau membantuku lagi...tolong carikan tempat yang ada kapal kecilnya. Aku akan kabur lewat sana”
Derka yang mendengarnya mengangguk “Baiklah...Kalau begitu hati-hati Kak”Derka melihat kepergian Evita yang sempat tersenyum kepadanya.
Ia hanya bisa berharap Kak Moanya baik-baik saja.
-
Za,Yoongi dan Echan baru saja tiba disebuah bandara. Mereka kembali keKota Q. tentu saja alasan utama mereka kembali yaitu untuk kekasih mereka.
Dan alasan yang lain karena mereka harus memeriksa salah satu perusahaan yang dikendalikan oleh Ayah Za sendiri. meski perusahaan itu diamankan oleh sang Kakek. Kakek mereka tetap menyuruh ketiganya belajar dalam menangani sebuah perusahaan.
Karena tak tahu nanti, saat mereka memutuskan untuk menikah, mereka bisa memilih untuk menjadi pengusaha, atau menjadi seorang polisi. Itu semua tergantung kepada diri masing-masing.
__ADS_1
Dibandara yang penuh akan orang-orang. Kedatangan tiga pria ini menarik perhatian segala wanita. Yeah mungkin karena makin tampak dewasa. Dan makin tampak gagah.
“Wow...siapa mereka?”
“Artis..tidak..biasanya tubuh-tubuh tinggi berjas gini pasti anak pengusaha, atau seorang CEO”
“Cool Man, gua mau deketin ah”
Salah seorang wanita datang mendekati ketiganya. Za yang sibuk dengan ponselnya. Yoongi sibuk dengan book yang dibaca dan Cuma Echan yang tak memiliki kegiatan. Ia hanya tengah menikmati pemandangan.
“Permisi...”ucapnya. Ketiganya mendengarkan, Cuma Echan saja yang mau meladeni wanita didepan mereka.
“Kenapa?”tanya Echan dengan wajah bertanya-tanya. Lagian ini sudah malam gadis kok masih berkeluyuran.
“Itu...Kak boleh minta nomornya engak?”
Berani, sungguh berani. Wanita yang ada didepan mereka sangat berani terang-terangan meminta sesuatu. Tapi hal itu memang sudah biasa terjadi, jadi tak perlu terkejut dengan hal tersebut.
“Maaf...nomor kami sangat penting, jadi tak sembarangan memberikannya keorang-orang..mohon maaf”penolakkan secara sopan diberikan. Agar tak menyingung orang. Tapi yeah namanya wanita pasti tak ingin menyerah.
“Ah begitu ya...kalau begitu maaf menganggu Kakak...saya permisi”ucapnya. Dengan membalikkan tubuh dan berlagak ingin pergi. Tiba-tiba wanita itu sengaja menjatuhkan diri.
Brukkk
“Aw...sakit”ia menyentuh bokongnya sendiri dan melihat kebelakang yang ternyata tiga pria tadi pergi tanpa jejak. Membuat ia berdecak kesal. Dan malu tentunya.
Lagian niat amat merayu, sudahlah itu tak penting. Yoongi, Za dan Echan melangkah menuju kesebuah mobil yang telah tersedia untuk mereka.
Ketiganya masuk dengan perlahan dan menyiapkan diri untuk menemui kekasih mereka. tapi yang menjadi kendala besar kekasih mereka tak membalas pesan mereka,atau mengangkat telpon mereka.
“Apa mereka tengah sibuk?”tanya Echan yang mengakhir panggilannya yang tak tersambung.
“Aku tak tahu..tapi yang ku tahu mereka tengah menjalani sebuah misi tempat kasino yang tersembunyi”ucap Za yang mendapatkan info tersebut dari Evita sendiri tentunya. Karena Evita tak ingin membuat kekasihnya kahwatir.
“Baiklah lebih baik besok saja kita temui mereka..kita istirahat saja dulu”ucap Yoongi yang mood untuk berbicara. Echan dan Za mengangguk. Lagian mereka juga capek. Selain masalah perusahaan, mereka masih dalam pengawasan kepolisian meski kakek mereka ada ikut membantu. Namun mereka tetap ingin berjuang sendiri untuk mendapatkan penghargaan yang membanggakan diri tentunya.
-
“Huh..mengerikan, apa didalam memang penuh kerahasiaan?”benak Evita.
Satu-satunya kesempatan adalah memancing salah satu mafia untuk bisa membawanya masuk. Tapi masalahnya tak ada yang lewat dari tadi. Sudah tiga puluh menit ia menunggu. Bahkan sempat ingin diusir oleh bodyguard yang ada. dan sekarang mereka melakukannya lagi.
“Maaf jika memang tak ada keperluan silahkan pergi”ucap Bodyguard tersebut. Evita ingin menjawab tapi tiba-tiba matanya melihat pria tinggi dengan topeng diwajahnya.
“yeah bisa dipastikan ia seorang mafia”benak Evita. ia melangkah melewati bodyguard yang kaget melihat tindakkannya.
Evita tak perduli, selama tujuannya bisa tercapai, ia harus bisa sampai ketempat yang diinginkannya.sekarang ia menabrak tubuh Pria yang kaget dengan kedatangannya.
“Excuse me(permisi)”ucap Evita sambil menunjukkan wajahnya. Yeah ia menjadi jijik jika seperti penjilat. Sungguh menjijikkan.
Pria yang bertopeng itu memandang dirinya lebih lama. Membuat Evita was-was. Yeah ia tahu pasti bakal ketahuan apa lagi wajahnya ini. Sudah dipastikan ia sedang ingin mendapatkan bantuan. Heh rada memang...
“Sorry sir, we will expel this woman(Maaf Tuan, kami akan mengusir wanita ini)”ucap bodyguard yang menghalangi Evita dari tadi. Evita ingin menyerah, memang percuma sih. Lagian untuk menarik perhatian laki-laki perlu muka glowing dan body yang montok. Mohon maaf ia bagaikan tiang listrik yang lurus tak berbentuk. Jadi jangan berharap.
Evita ingin menjauhkan tubuhnya. Tapi Pria yang didepannya tersenyum dan merangkul pingangnya.
“Why are you waiting here, I've been looking for you for a long time(Kenapa kamu menunggu di sini, aku sudah lama mencarimu)” ucap Pria tersebut dengan wajah bahagia. Evita yang melihatnya tercenga. Ia tak menduga pria ini mau membantunya. Sepertinya memang ada orang yang baik mau menolongnya.
“She's the person I'm looking for, sorry to bother(Dia orang yang aku cari, maaf mengganggu)”lanjutnya. Ia merangkul Evita dengan tenang. Evita hanya bisa mengikuti. Lagian ia tak ingin ada yang curiga nanti.
“No, we should be the ones apologizing…please come in sir(tidak, seharusnya kami yang meminta maaf...silahkan masuk tuan)”Bodgyuard tersebut langsung memberikan ruang untuk Evita dan Pria asing yang membantunya masuk.
Setibanya didalam, Evita dihentikan dengan tiba-tiba. Membuatnya merasa was-was.
__ADS_1
“Apa Kau akan terus masuk tanpa mengunakan topeng Nona...disini semua orang mengunakan topeng untuk masuk”ucap Pria yang kini memberikan sebuah topeng berwarna hitam kepadanya.
Evita tersenyum “terimakasih..maaf membuatmu menjadi seperti ini”ucap Evita. ia ingin mengambilnya tapi Pria ini langsung dengan santai memakaikannya.
“Aku membantumu...jadi bagaimana kau akan membalasnya?”bisikkan suara yang berat menghembus ditelinga Evita. membuatnya merinding karena hal itu. ia langsung maju untuk menjauh dan sedikit terkekeh..
“Tuan..saya mungkin tak bisa membantu banyak..tapi Tuan bisa memberi saya kesempatan untuk membantu”ucap Evita dengan suara yang tertekan.
“Baiklah...kalau begitu kau harus berada didekatku sampai aku memberimu kesempatan untuk bebas”Pria tersebut mengulurkan tangannya untuk Evita.
Evita yang melihatnya mengangguk. Harapannya semoga tidak terjadi apa-apa.
“Terimakasih Tuan”ucap Evita. ia menyambut uluran tangan itu.
“Vintorian”ucap Pria yang mengenalkan namanya. Evita yang mendengarnya tersenyum “Yeah Tuan Vintorian..Aku adalah Hyun”Evita tak ingin orang-orang mengingat namanya. Setidaknya nama samarannya masih bisa digunakan.
“Hyun..baiklah..mari masuk kedunia gelap”ucapnya. Evita mengira itu hanya candaan. Tapi setelah masuk Evita tak menduga dengan apa yang dilihatnya.
Ada tiga bagian dalam ruangan ini, yang pertama Kasino. Itu adalah tempat berjudi yang banyak dihadiri orang-orang.
Bagian kedua adalah tempat khusus minum-minuman. Terlihat sekali banyak pelayan wanita yang mengenakan pakaian kurang bahan.
Dan bagian terakhir adalah penjualan manusia. Yeah ini adalah bagian yang paling terfavorite. Tak terkecuali yang menjadi bahan untuk dijual. Terlihat dari kejauhan seorang pria yang terkurung.
Evita meringis melihatnya. Pria disampingnya bernama Vintorian mengandeng tangannya menuju kesebuah minuman kecil yang terlihat begitu banyak pria.
“Hi Vintorian...How Are you?(Hai Vintorian..bagaimana kabarmu?)”tanya seorang pria yang mengenakan stlye layaknya mafia. Ia mengenakan jas hitam yang sangat nyaman.
Evita yang dibawa tersenyum. Sepertinya ia harus berakting sekarang.
“Hi too...i'm fine, how about you?(Hai juga...aku baik, bagaimana denganmu?)”balas Vintorian sambil melangkah mendekati kumpulan para pria. Ia mengambil bir yang dihidangkan dan memberikannya kearah Evita.
“Wow..Who is She?(wow...siapa dia?)”tanya Pria lain yang menatap Evita dengan wajah genitnya.
“Dasar pria sampah”benak Evita. Vintorian yang mendengarnya tersenyum. Ia menunggu Evita mengambil Bir yang diberikannya.
Evita yang sadar akan hal itu langsung mengambilnya dan menjawab sebelum pria yang membantunya ini asal bicara.
“My name is Hyun...I am his niece(namaku Hyun...aku adalah keponakan perempuannya)”Evita mengulurkan tangannya dengan sopan, membuat Pria yang bertanya terteguh mendengarnya.
“I didn't expect Vintorian to have a niece...it's really unexpected. introduce me Robiter(Aku tidak menyangka Vintorian punya keponakan... sungguh di luar dugaan. perkenalkan saya Robiter)”Pria bernama Robiter langsung membalas jabatan tangan Evita dengan wajah gembira. Evita juga menyambut perasaan gembira itu.
Pria yang membantunya mendekatkan kepalanya untuk berbisik. Evita siapkan mental untuk mendengarnya “Kau sungguh nakal...tapi tak masalah,Aku membebaskanmu, kau telah membantuku...jadi pergilah sesukamu”bisiknya.
Evita yang mendengarnya berbinar “Terimakasih Tuan...aku merasa kebaikkanmu akan terbalaskan secepatnya”Evita pun memilih untuk pergi dan tidak mengikuti pertemuan yang memang tak seharusnya bergabung. Jadi ia memutuskan untuk berpamitan.
Setelah melepaskan diri dari gerombolan laki-laki yang tak diketahui motif asli bahkan wajahnya. Evita hanya berharap bisa menemukan Sahabatnya.
Terlihat diruangan ini sangat mungkin bisa menemukan Sahabatnya. Tapi ada yang aneh, kenapa ia tak menemukannya. Memandang sekeliling, apalagi dikumpulan wanita, ia tak menemukan wujud Sahabatnya. Sepertinya mereka tak ada disini, tapi jika tak ada mengapa titik lokasi mereka ada didekatnya.
“Sial dimana diri mereka ini”benak Evita.
Terlihat dari kejauhan, gelang Evita mendeteksi kedekatannya. Membuatnya memandang kearah tersebut dan terlihat dua wanita tengah mengenakan dua gelang yang tak lain gelang Sahabatnya sendiri.
“Bagaimana bisa?....”guman Evita. ia ingin keluar tapi tiba-tiba otaknya berjalan. Ia tak mungkin bisa menemukan Sahabatnya, jadi kesempatannya adalah bertanya kepada mereka secara langsung. Siapa tahu mereka mudah ngomong tentang gelang tersebut.
Evita mengambil Bir yang diantar oleh Pelayan. Ia berjalan mendekati kumpulan wanita itu. Evita dengan senyum manis mendekat dan berkata “Hi Guys.....”sapanya.
Dua wanita yang disapa langsung kaget. Tapi mereka kembali tenang. “oh..Hi Too...what is your name?(hai juga..siapa namamu?)”tanya salah satunya.
“I’m Hyun...You?(Aku Hyun...kamu?)”jawab Evita dengan wajah yang senang. Seakan-akan telah biasa berada ditempat seperti ini.
“I’m Felli...I’m from itali(aku Felli..aku berasal dari italia)”ucap Wanita yang bertanya kepada Evita. Evita mengangguk. Ia memandang wanita yang lain.
__ADS_1
“I’m Kely...from France(aku Kely..dari perancis)”ucap wanita yang satunya.
Evita tersenyum lagi, “I’m from Indonesia”Kely dan Felli langsung mengangguk. Sedikit terkejut tapi tetap tenang karena tahu bahwa memang semua yang ada disini pasti berasal dari berbagai negara.