
Reza menatap pria yang telah ditahan olehnya. Ia tak menduga Pria yang mengangkatnya menjadi orang kepercayaan kini telah mengalami penyakit jantung yang luar biasa mengerikan.
Reza kaget mendengar teriakkan terakhir Tuan besar Kim yang memanggil nama Putrinya. Reza dilanda kebingungan. Ia memulai untuk bisa mengobati. Bahkan dokter pun telah didatangkan. Tapi kematian tak bisa dihindari.
Karena hal tersebut, Sebastian yang menyaksikan semuanya langsung mengejek. “Kau melakukan segalanya hanya untuk mendapatkan Nyonya..bukannya mendapatkan hal tersebut, kau malah makin menjauhkannya”ucap Sebastian.
Reza yang mendengarnya langsung menyentuh leher Sebastian dan menekannya hingga Sebastian merintih kesakitan.
“Aku mungkin tak bisa mendapatkannya, tapi Aku tetap ingin memilikinya”ucap Reza.
Sebastian menjawab dengan sisa tenaganya “Sia-sia....sekali kau mengotori dirimu, kau tak akan bisa menemukan air untuk membersihkannya. Kecuali kau merenungkan kesalahanmu"
Reza makin geram akan ucapan itu, ia pun menghantamkan kepala Sebastian kedinding. Sebastian yang digantung dengan tangan, kaki dan tubuh yang terikat, langsung pingsan karena hal tersebut.
Tiga minggu Reza makin kehilangan akal. Ia tak bisa memikirkan apapun, bahkan tidurpun jarang. Yang ia lakukan adalah menunggu dan terus menunggu. Tapi yang didapati hanya kehampaan. Hingga....
Tiga bulan. Gadis yang dicintainya datang. Ia akhirnya bisa memilikinya. Tapi ternyata seperti yang dikatakan Sebastian. Semua akan menjadi Sia-sia. Karena orang yang ternodai, akan tetap dipandang buruk. Kecuali ia merenungkan kesalahannya dan membersihkan dirinya.
Karena Evita yang terjatuh ditebing. Reza ditahan oleh kepolisian dan akan dibawa kekota lain untuk masalah yang begitu beratnya. Kemungkinan Reza tak akan bisa lepas dari pantauan polisi.
-
Selain Reza. Zhan Za Chen. Kekasih Evita yang terakhir kali melihat sang Kekasih. Kini perlahan terlupakan. Bukan karena ingin melupakan, justru cinta yang semakin dalam membuat Za perlahan melupakan sosok kekasihnya. Meski cinta masih terpendam khusus untuk kekasihnya.
Begitu juga dengan Yoongi dan Echan. Mereka juga mengalami hal yang serupa. Dan ketiganya harus kembali ketempat asal mereka. untuk menjalankan tugas yang diberikan.
Selain hal tersebut, Za berubah menjadi makin dingin dan makin penurut. Hingga keluarga Besar kebingungan dengannya. Semua orang sempat bertanya-tanya siapa yang mampu membuat Za seperti ini. Tapi makin lama mereka melupakan tujuan tersebut.
Ketiganya juga melepaskan diri dari urusan detektif. Alasannya karena ingin memenuhi janji untuk kekasih mereka. dan berharap pertemuan nanti bisa langsung mengikat kekasih mereka dalam sumpah pernikahan. Tapi tetap saja tak ada yang tahu masa depan. Yang mereka pikirkan saat ini adalah apa yang ada didepan mata.
-
Inul,Sebastian dan Nabila menjalankan perusahaan dengan begitu hati-hati. Selain itu Sebastian juga makin banyak belajar dan melatih diri untuk bisa melindungi dirinya dan Nyonya-Nya. Sedangkan Inul dan Nabila makin banyak belajar untuk mengatur segala yang ada.
Tak mudah untuk melakukan itu semua, untungnya seseorang membantu mereka. yah dia Evita. dari amerika Evita membantu segala yang ada. meksi hanya bisa membantu dari kejauhan. Selain Evita. Indah dan Amelya ikut membantu.
Inul dan Nabila merasa sedikit tenang dengan bantuan langsung dari pemilik perusahaan.
-
Dua tahun telah berlalu....
Indah dan Amelya kini duduk menghadap kearah Evita yang tengah sibuk melihat sebuah kalung yang diberi oleh Amelya dan Indah.
“Dari mana kalian mendapatkan kalung ini?”tanya Evita. ia memutar dan memperhatikan dengan teliti. Ada rasa familiar tentang kalung yang dipegang olehnya.
“Kau tak mengenali kalung itu?”tanya Indah. Indah dan Amelya mendapat kalung itu saat Za memberikan benda tersebut kepada mereka.
Tepat saat Evita masih dalam masa pencarian. Za datang menemui Indah dan Amelya. Meski Indah dan Amelya menolak kedatangan Za. Tapi mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena Za benar-benar seperti manusia hidup tanpa tujuan.
“Aku hanya ingin kalian memberikan ini...aku tahu ia akan melupakanku, tapi setidaknya kalung ini ada bersamanya, tenang saja kalung itu telah ku pisahkan dengan pelacaknya. Jadi aku tak akan mengetahui dirinya”ucap Za.
“baiklah..kami akan memberikannya”ucap Indah yang mengambil kalung tersebut.
Indah dan Amelya mengingat kejadian itu merasa sedikit sesak. Yeah mereka sekarang tak mengetahui wajah Pria yang memberikan kalung tersebut. Yang mereka ketahui bahwa Evita memiliki kekasih tapi sekarang terlupakan.
“Aku tak asing dengan kalung ini...dan aku tak bisa mengingatnya, tapi makasih”ucap Evita. Evita memakai kalung tersebut keleher yang begitu putih. Evita telah berubah, wanita yang suka rambut sebagiannya berwarna kini memilih untuk menghitamkan rambutnya. Dan memotong rambut tersebut sependek pinggangnya.
“yeah sama-sama”Indah juga telah berubah, ia lebih mampu mengontrol amarahnya. Dan sering berpikir dengan baik sebelum bertindak. Begitu juga dengan Amelya yang memiliki perubahaan.
Mereka masih tinggal di Amerika. Tak lama lagi mereka akan kembali. Saat ini ketiganya tinggal bersama anggota Detektif yang dulu. Yang tak lain adalah Miss. Lila dan Mr.tom.
Miss. Lila dan Mr.Tom telah menikah dan mendapatkan seorang anak yang begitu cantik. Liyana juga ada diAmerika. Tapi ia sedikit berbeda.
Tuk....tuk
“Masuk”ucap Indah yang kini bangun untuk melihat siapa yang datang. Mereka tinggal terpisah meski satu halaman. Jadi tak serumah dengan Miss.Lila dan MR.tom.
Krekk
__ADS_1
Pintu terbuka dan terlihat seorang pria yang berkulit madu. Indah dan Amelya sangat membenci pria ini. Karena selalu datang tanpa diundang. Dan lagi selalu menganggu Evita.
“Tuan Mavin..ada perlu apa anda disini?”tanya Indah dengan sopan. Amelya bangun dari duduknya dan memilih untuk kedapur. Sedangkan Evita melangkah menuju kearah Indah dan Mavin.
“Aku datang kesini ingin mengobrol dengan Evita”ucap Mavin Vintorin. Indah yang mendengarnya hanya mendengus. Karena melihat Evita sudah datang dan mengambil alih. Ia memilih untuk menjauh.
“Mavin..kau terlalu berlebihan, apa kau tak ada perkerjaan, sehingga setiap hari selalu mampir” ucap Evita yang menuntun Pria kekar untuk keluar. Karena biasanya mereka mengobrol sambil menikmati pemandangan.
“Baby...aku memiliki perkerjaan, tapi aku selalu mementingkan dirimu terlebih dahulu”jawab Mavin sambil merangkul Evita. Evita menjauhkan rangkulan tersebut.
“Bisa kau tak memanggilku Baby...Aku bukan kekasihmu”ucap Evita.
Mavin yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas. “Aku tahu mungkin kau masih melupakanku, tapi asal kau tahu Aku selalu ada untukmu”
Evita yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Mereka berdua, melangkah menuju taman yang begitu indahnya. Ada sebuah gazebo yang dibuat. Keduanya duduk saling berlawanan.
“Jadi apa yang ingin anda bicarakan tuan Mavin?”tanya Evita tanpa basa basi.
“Aku datang kesini ingin bertanya, Kau memakan obat yang datang untuk mu?”tanya Mavin.
Evita sedikit mengerutkan alisnya. “Iya Aku memakannya. Bukannya kau mengatakan bahwa itu adalah obatku"
Mavin Vintorin terdiam sesaat. “Yeah kau benar...tapi entah kenapa Aku merasa obat itu aneh..sudah itu tak penting, asal kesehatanmu baik-baik saja”
“ah terimakasih atas perhatian anda”Evita menatap kearah lain yang dimana terlihat Liyana tengah keluar dari kediamannnya. Liyana terlihat begitu berbeda. Sangat kecapean.
“Liyana!!!”teriak Evita dengan lambaian. Liyana yang dipanggil langsung mengangguk. Tapi memilih untuk masuk kedalam kediamannya kembali.
Mavin yang melihatnya sedikit merasa aneh. “Kenapa wanita itu selalu menghindariku?”tanya Mavin.
Evita yang mendengarnya hanya bisa menghardikkan bahunya. Lagian ia memang tak tahu, kenapa Liyana terlihat seperti itu.
“Sudahlah itu tak penting....Aku akan pergi sekarang..kalau perlu sesuatu panggil aku,Woke”ucap Mavin yang mengelus kepala Evita. Evita hanya mengangguk.
Setelah kepergian Mavin. Wajah dingin Evita terlihat kembali. Ia hanya tak begitu menikmati ramah-tamahnya seorang pria. Karena mungkin saja ada sesuatu dibalik perhatiannya.
“Kauu mencintainya?”tanya seseorang .Evita langsung menjawab tanpa memandang orang tersebut. “Aku tak bisa mencintainya....karena hatiku bukan untuknya..jadi kenapa tidak kau saja?”ucapan dingin menusuk.
“Oh ya....Evita, aku akan memberikan tiga pil yang akan kalian minum sebelum kau kembali ke kota kelahiranmu”ucap Liyana setelahnya pergi tanpa menunggu ucapan Evita.
Evita terdiam. Mengingat kata obat, ia sedikit merasa curiga. Tapi ia tak terlalu memikirkannya. Karena yang sekarang harus ia pikirkan adalah 10 perusahaan keluarga Kim, 5 perusahaan keluarga Alex dan 3 perusahaannya sendiri. semua dikendalikan olehnya.
-
Indah,Evita dan Amelya menatap kearah Pil yang diberikan oleh Liyana.
“Pil untuk apa ini?”tanya Indah. Amelya dan Evita mengangguk.
“Pil ini mampu membuat kinerja tubuh kalian lebih baik....dari pada obat yang kalian dapatkan”ucap Liyana.
Wajah seriusnya membuat Indah dan Amelya serta Evita langsung mengerti. Mereka pun meminumnya.
“Obat ini hanya ku kasih masing-masing tiga...setelahnya tak ada lagi, karena dosis yang tinggi akan sedikit berbahaya untuk tubuh kalian. Jadi usahakan 3 bulan sekali meminum pil ini”
Ketiganya mengangguk lagi. Liyana pun pergi dengan cepat. Seperti tengah meninggalkan masakkannya. Evita,Indah dan Amelya hanya bengong melihat tingkah yang sedikit berbeda itu.
“Apa yang tengah dikejar olehnya?”tanya Indah.
“Entahlah”jawab Amelya.
Evita memilih untuk segera meminum obat tersebut. Dan mengistirahatkan diri. Karena mereka akan kembali besok. Kembali ketempat yang seharusnya.
Indah dan Amelya yang melihat Evita pergi, langsung meneguk obat tersebut. Dan bersiap untuk mengisitrahatkan diri juga. Karena mereka akan benar-benar kembali kekediaman mereka sendiri.
-
Keesokkan harinya. Mavin Vintorin mengantar ketiganya kebandara.
“Jaga dirimu woke...jika kau memperlukan ku, hubungi aku ya...”ucap Mavin dengan mengusap kepala Evita.
__ADS_1
Evita hanya mengangguk, dengan wajah dinginnya sedangkan Amelya dan Indah hanya mendengus melihat hal tersebut.
Indah dan Amelya melangkah terlebih dahulu untuk masuk kedalam pesawat. Sedangkan Evita berbincang sebenar dengan Mavin Vintorin.
“Apa yang kau katakan?”tanya Evita.
“Aku akan mengelilingi Dunia..jadi usahakan hubungi aku dulu...jika tidak, kau hanya akan sia-sia kesini”ucap Mavin Vintorin.
Evita tahu bahwa Mavin anak seorang Mafia. Apa lagi Mafia yang begitu mengerikan. Tapi Evita tak merasa takut bertemu anaknya. Kecuali Ayah Mavin Vintorin. Pria bernama Mavin Vintorian sedikit membuat Evita trauma bertemu dengannya. Entah karena apa. Evita masih belum bisa menemukan alasannya.
Jadi kadang ia menolak ajakan Mavin Vintorin untuk bertemu dengan Ayahnya. Dan kadang Evita berpura-pura sakit hanya untuk menghindari tatapan Ayah Mavin. Hal itu tak bisa dilupakan oleh Evita sendiri.
“Baiklah..saat aku kembali kesini..aku akan memberimu pesan terlebih dahulu..dan satu lagi, Tuan Mavin...malam yang kita lalui saat itu, tolong jangan terlalu memaksakan dirimu untuk selalu melindungiku..itu tak perlu, kau sudah membantuku menenangkan diriku...dan itu sudah cukup. Aku sangat berterimakasih”
“Baby..Aku mencintaimu...dan aku tidak terpaksa melakukannya..jadi jangan berpikir yang aneh-aneh”
“Kau mencintaiku...tapi ku harap aku bisa membalas cintamu. Sayangnya seperti yang kau ketahui. Aku tak bisa mencintaimu”
“Perlahan...cobalah perlahan”
“Tak ada yang tahu masa depan Tuan Mavin...siapa tahu ada orang lain yang ternyata pemilik hatiku sebenarnya”
“Maka aku akan merelakanmu dengannya”
“Sekali lagi terimakasih”
“ah sama-sama...dan hati-hati”
Evita masuk kedalam pesawat. Yang hanya tinggal berangkat saja. Indah dan Amelya melihat kearah pria yang berkulit madu itu. mereka sedikit merasa kasihan. Yeah mereka tahu bahwa Evita tak mencintai Mavin. Tapi tetap saja kasihan dengan Pria yang masih berjuang padahal perjuangannya sedikit sia-sia.
Setelah berjam-jam berada dipesawat. Pesawat pun mendarat dibandara miliknya. segala penumpang pun turun secara bergantian. Hingga giliran VVIP yang turun.
Indah dan Amelya sedikit kaget ternyata mereka disambut oleh Inul dan Nabila.
“Selamat Datang Nona..”ucap para pramugari dan bodyguard yang membungkukkan tubuh mereka. Indah dan Amelya mengangguk sedangkan Evita hanya berjalan dan terus melangkah.
“Selamat datang...”ucap Inul dan Nabila. Mereka terlihat berseri-seri. Indah dan Amelya tersenyum dan mengangguk. Berbeda dengan Evita.
Saat menuju ke luar, Indah,Amelya dan Evita harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. karena bandara kali ini sedikit kedatangan tamu asing. Bukan mereka tamunya.
Jadi polisi sedikit bertugas disini. Bahkan jenderal mereka juga datang bertugas. Indah,Amelya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. dan mereka aman melewatinya.
Tapi ting..tingg
Lampu pemeriksaan berkedip berkali-kali. Pertanda benda berbahaya telah dibawa oleh seseorang. Yang tak lain adalah Evita.
Evita mendengus karena hal tersebut. Sedangkan Indah dan Amelya mengeleng. Mereka tak tahu apa yang dibawa oleh Evita.
“Nona, boleh anda mengeluarkan benda yang anda bawa?”ucap petugas dengan sopan.
Seorang jenderal polisi mendekat. “Apa yang terjadi?”tanya Pria tersebut. Suaranya berhasil membuat Evita sedikit terteguh. Ia langsung memandang kearah Polisi yang berbicara.
“Ini Tuan Zhan...Wanita ini membawa sesuatu”jawab petugas tersebut.
“Nona...tolong perlihatkan benda yang anda bawa”suara yang ramah tamah. Tapi tersirat keheningan yang ada.
Evita langsung mengeluarkan pistol tanpa peluru. Ia memang sering membawanya. Tapi ia melupakan bahwa keamanan dikota ini lebih padat.
Semua orang langsung ketakutan. Jenderal Polisi itu pun mengambil pistol yang dibawa oleh Evita.
“Nona silakan ikut kami..kami akan memastikan hal ini”ucap Jenderal tersebut.
“Tak perlu...cukup catat saja apa yang dihukumkan...akan ku bayar semua”ucap Evita. Indah dan Amelya sedikit merasa tersindir. Mereka tahu bahwa Evita ini anak orang kaya. Tapi yeah dahlah.
Indah juga memiliki perusahaan, ada dua perusahaan yang dijalankannya. Dan Amelya juga begitu. Bisnis Ayah Amelya masih bisa diteruskan olehnya. Meski ia mengendalikan dari kejauhan.
Setelah berurusan dengan polisi. Mereka pun pergi dan kembali menuju keMansion, perusahaan para detektif.
-
__ADS_1
Masa lalu telah complit. So yang masih ingat tentang cerita awalnya. Maka tak perlu membaca ulang. Tapi bagi yang lupa silahkan baca kembali chapter 48. Maaf dengan cerita masa lalu yang panjang ini. nantikan Evita, Intari dan Amelya yang akan memecahkan kasus kematian orang tua Evita.