MANTIV

MANTIV
● Mantiv(149)


__ADS_3

Evita menatap kearah langit-langit malam yang ada dibalik jendela kamarnya. Malam sudah datang dan esok akan menjadi hari yang datang kepadanya.


Evita sudah bertemu dengan Mavin Vintorin, Pria yang menjaganya kini sudah siap membangun rumah tangga bersama Liyana. Evita tidak menduga perjuangan Mavin Vintorin tidak sia-sia. Lalu ia bertemu dengan Derka Jamesta. Sebenarnya Evitalah yang meminta Derka untuk berkunjung kemansionnya.


Karena Evita ingin menyelesaikan semuanya, baik hubungannya bahkan hubungan musuhnya. Ia tidak ingin hidupnya jadi berantakkan karena masalah yang belum terselesaikan olehnya.


Besok ia akan mengunjungi penjara yang dimana ada dua manusia disana. Mungkin mereka akan bahagia saat ia datang berkunjung. Harapan Evita, dua manusia itu tidak meninggal didalam sel.


Tuk...Tuk..


“Nyonya, apa anda memanggil diriku?”tanya seseorang dari luar pintu.


Evita melangkah mendekat dan membuka pintu. Melihat Raja berdiri dengan wajah tegangnya, membuat Evita tersenyum tanpa sadar.


“Raja, mari berbicara diruang tamu”Evita melangkah keluar dari kamarnya. Ia menuju keruang tamu dimana ada Yoongi dan Echan yang tengah berdiskusi bersama Za.


“Ada apa Evita?”tanya Za menatap sang Istri yang duduk disampingnya. “Tidak ada, aku hanya ingin berbicara dengan Raja. Karena sudah saatnya aku mengetahui apa yang terjadi”jawab Evita dengan tenang.


Za menatap kearah Raja yang menundukkan kepalanya. Yoongi dan Echan juga menatap kearah Raja yang mereka sendiri bingung memahami situasi sekarang.


Mereka seakan melihat seorang ibu sedang menghukum anaknya yang telah melakukan sebuah kesalahan.


“Ehm, Yoongi dan Echan!, dimana Intari dan Amelya?”tanya Evita menatap kearah adik iparnya.


Yoongi menjawab pertanyaan Evita, “Indah meminta izin kepadaku untuk bertemu dengan seorang teman sekolah dulu, jadi aku mengijinkannya”


“hm, Amelya juga mengatakan hal yang sama”imbuh Echan ikut menjawab.


Evita diam memperhatikan dua adik iparnya ini. “Apa kalian tidak tahu siapa teman sekolah dulu?..kalian tahu bukan hanya Aku yang mengenal Intari dan Amelya. Meski mereka punya teman, biasanya mereka tidak akan perduli dengan pertemuan seperti ini”


Yoongi dan Echan saling menatap setelah mendengar penjelasan Evita. mereka menunjukkan wajah bingung dengan bersama-sama memandang kearah Kakak Ipar mereka.


“Aku mendengar dari Derka, bahwa beberapa bulan lalu ia melakukan syuting tidak jauh dari sini, dan ia bertemu dengan teman sekolah kita..Suno Rin dan Chan Ye”ucap Evita dengan menatap adik iparnya secara bergantian.


“Aku yakin, Intari dan Amelya pasti menghadapi mereka, apa kalian lupa akan sesuatu..bahwa Istri kalian itu adalah wanita yang juga disukai oleh orang lain. bisa jadi kedatangan mereka ada maksud lain”


Yoongi dan Echan mengambil kunci mobil, mereka melesat pergi dengan izin pamit. Za menatap kearah Evita untuk mendapatkan penjelasan lanjut.


“Suamiku, bukan hanya dirimu yang berjuang untuk mendapatkanku. Yoongi dan Echan juga harus berjuang, karena Amelya dan Intari bukan wanita sembarangan, pasti ada seseorang yang jatuh cinta kepada Mereka kan?”


Za terdiam mendengarkan penjelasan Evita, ia tidak menyangka Ternyata Adik-adik sepupunya ikut berjuang dalam cinta mereka. yeah cinta itu merepotkan.


“Ehm!...oke Raja, kita akan langsung membahasnya sekarang”Evita menatap kearah Raja yang mengangguk dengan wajah penuh akan ketegangan. Za melihatnya merasa tidak tega.


“Raja, apakah ini suratmu?”tanya Evita menunjukkan surat tanpa prangko dan nama pengirim. Raja yang melihatnya terdiam.


“Beberapa tahun yang lalu, tepat setelah kepergianku selama Empat tahun, aku mendapat sebuah surat. Saat itu pertunanganku dan Za baru saja terlaksanakan..surat ini datang dengan sangat baik kealamatku”ucap Evita mengingat kedatangan surat yang sangat asing untuknya.


_chapter 9_


“Katakan saja Raja..aku tidak akan memarahimu..katakan bagaimana bisa kamu mengirim surat ini kepadaku, padahal kita tidak pernah bertemu sama sekali”ucap Evita.


Raja menundukkan kepalanya,tampak Raja menarik nafas dengan pelan lalu menatap kearah Evita.


“Benar, Itu adalah suratku, dan kepada bisa mengetahui semuanya..Nyonya apa anda mengingat kejadian belasan tahun yang lalu. Saat itu hujan deras...”


Bruk!!!


“Hei, ada apa denganmu?”


Raja menatap kearah seorang gadis yang lebih tua darinya. Gadis itu tampak seperti laki-laki dimatanya. Untungnya rambut gadis itu lebih panjang.


“Apa kamu baik-baik saja?”tanya Gadis itu dengan suara yang sangat ramah. Uluran tangan pun didapat oleh Raja, Raja dengan cangung menyambut uluran tangan itu.


“A-aku baik-baik saja”ucap Raja yang kini telah berdiri. Raja merapikan pakaiannya yang telah basah karena hujan berguyur begitu deras.

__ADS_1


“Ini, pakailah payungku”ucap Gadis yang memberikan payungnya ketangan Raja. Raja mau tidak mau mengenggam payung yang diberikan kepadanya.


“Hati-hati ya..dah”


Raja menatap dengan pandangan tercenga. Ia melihat empat bodyguard yang melindungi Gadis itu.


“Ia pasti orang kaya raya”guman Raja tanpa sadar. Ia ingin melangkah pergi, namun langkahnya terhenti saat ia mengingat tujuannya datang kesini dengan berlari cepat hingga menabrak seseorang.


“Aku yakin, Kakak pasti ada disini”ucap Raja. Ia berlari dengan payung yang digenggam olehnya.


Langkah kaki Raja berhenti disebuah gedung yang tinggi. Gedung putih itu sangat padat akan Pria berpakaian hitam dan kacamata hitam.


Raja menatap sekeliling untuk mencari celah agar ia bisa masuk kedalam. Dan cahaya harapan tampak dimatanya, dengan cepat Raja melangkah untuk masuk melalui celah dari pagar taman.


“Sangat ramai”guman Raja menatap orang-orang yang berpakaian mewah. Ia merasa sangat bingung mencari jalan untuk mencari Kakak yang dicintainya.


Yeah Raja telah jatuh cinta dengan seorang wanita, usianya sudah berpaut jauh, namun Raja sudah menanamkan janji dalam dirinya. Ia akan melamar wanita yang dicintainya itu saat ia sudah berusia 20 tahun. Sekarang usianya baru saja 8 tahun.


Raiya adalah wanita yang dicintainya olehnya, namun saat ia melihat dengan mata kepala sendiri, ia merasa hujan deras menjadi pendukung dirinya.


Setelah lelah mencari, inilah yang didapatkan olehnya. Wanita yang dicintainya sedang berciuman tepat didepannnya. Dan lagi Wanita itu tampak bahagia dari pada saat bersamanya.


“Yaiya...masuklah kedalam mobil”


Raja ingin bergegas untuk menemukan jawabannya, ia yakin pasti ada yang salah dengan apa yang terjadi, namun seseorang menghentikan langkahnya.


“Siapa dirimu, kenapa ada disini?”tanya Seorang pengawal yang menangkap Raja.


Raja memerontak untuk dilepaskan dari genggaman yang sangat erat dipergelangan tangannya. Karena tindakkannya itulah orang yang ada didepannya memandang dirinya.


Raja menatap tidak percaya, Wanita yang dicintainya tidak menghiraukannya. Padahal mereka saling memandang. Raiya yang dicintainya tidak menolongnya?.


“Oh, hentikan itu pengawal, ia adalah orang yang ku kenal”ucap seseorang yang membuat Raja menatap kearahnya.


“setelah pertemuan itu, Aku selalu mencari keberadaan Raiya. Hingga aku menemukan informasi bahwa Raiya telah meninggal ditangan pria yang ku lihat saat itu, ia tidak lain adalah Mavin Vintorian. Pria yang tidak bisa ku lawan bahkan dengan kekuasaan keluargaku”


Raja menatap wajah Evita dengan sangat begitu hati-hati, diujung matanya terdapat genangan air yang akhirnya mengalir diantara pipinya.


“Aku ingin seseorang mengalahkannya, dan yang ku ingat adalah anda saat itu, bertahun-tahun mencari akhirnya aku menemukan anda. Dan dengan surat itu..aku”


“Kamu salah Raja”Evita memotong pembicaraan Raja. Evita menatap Raja dengan wajah datarnya. “Kamu salah Raja, tindakkanmu salah. Saat itu kenapa dirimu tidak datang kepadaku, dan mengatakan segalanya. Aku akan membantumu”


“Nyonya, itu akan sulit, apa lagi saat aku melihat Pria itu dekat kepada anda. Aku merasa bahwa aku tidak mungkin bisa melakukan semua itu”


Evita diam, ia memikirkan semua yang terjadi, alasan surat tanpa prangko itu ternyata datang tepat saat Raja akan menjadi Seketaris Intari. Lalu Raja diam-diam memperhatikan agar ia bisa membunuh Mavin Vintorian tanpa perlu turun tangan. yang pasti semua ini berjalan sesuai harapan Raja. Hanya proses dari perjuangan ini perlu pengorbanan. Dan Evita telah kehilangan banyak hal dalam hidupnya.


Bruk!


“Maaf...Maaf...Maaf..seandainya aku tidak melakukan hal seperti itu, aku yakin Anda tidak akan terluka dengan semua ini. Ini salahku Nyonya”Raja bersimpuh dengan cepat, ia tidak berani menatap mata Evita yang tampak terpukul dengan segala kejadian yang ada. karena bagaimana pun dari awal semua ini tepat ketika Raja datang dengan suratnya.


“Hentikan Raja, percuma dirimu bersimpuh didepanku. Tidak ada yang akan berubah. Untuk permintaan maafku, tebuslah itu dengan membahagiakan Adik sepupuku Nabila. Aku mendengar dirimu sudah mencintainya. Harapan ku, kamu tidak menyakitinya Raja.”Evita menepuk pungung Raja sesaat.


“Bangunlah, tidak pantas dirimu melakukan hal seperti itu, kamu juga telah membantu dalam membunuh Mavin Vintorian. Tanpa mu aku tidak akan tahu masalah dalam hidupku. Jadi jangan seperti itu”


Raja mengangkat kepalanya dan menatap kearah Evita. Evita bangun dari duduknya dengan Za mengenggam tangan Evita.


“Istirahatlah Raja..hm..ada yang ingin ku katakan kepadamu. Bahwa Raiya yang kamu cintai itu tidaklah meninggal dunia”


Raja terkejut mendengar ucapan Evita, ia bangun dari duduknya dan menatap Evita dengan wajah penasaran.


“Raiya tidaklah meningal, ia hanya melupakan dirinya. Dan sekarang ia sudah bertemu dengan malaikat maut. Lebih tepatnya wanita yang ku bunuh waktu itu, ia adalah Raiya”


Brak!


Raja mundur dengan dadakkan hingga menjatuhkan vas bunga yang ada di meja. Wajah Raja tampak sangat syock dengan apa yang didengar olehnya.

__ADS_1


“Raiya, ia adalah Welida. Ibu Mavin Vintorin, mantan Istri dari Mavin Vintorian..Raiya adalah nama aslinya dan nama Welida adalah nama palsu yang diberikan oleh Mavin Vintorian..itulah yang terjadi Raja”


Evita melangkah meninggalkan Raja yang memahami segala ucapannya. Evita tidak bisa membantu banyak. Ia hanya bisa mengatakan segalanya tanpa ada yang dirahasiakan. Agar nanti tidak ada yang menaruh harapan kepada seseorang yang sudah pergi meninggalkan mereka.


Dan Evita melakukan ini, Agar Raja tidak menyakiti Nabila. Dan menganggap Nabila sebagai wanita yang menganti posisi Raiya didalam hatinya. Jadi Evita berharap Raja bisa menempatkan Nabila diposisi yang membuat Nabila bahagia.


“Apa kamu merasa baik-baik saja Evita?”tanya Za dengan wajah khawatir. Ia tidak menduga banyak yang terjadi dan yang dihadapi hanya didalam ruang lingkup Evita sendiri.


“Aku baik-baik saja Za..hm besok temani aku ke tempat yang ingin ku kunjungi. Ku harap dua peliharaanku itu tidak meninggal didalam sel”


Za mengangguk dan menuntun Evita untuk beristirahat. Malam ini semua masalah diselesaikan dengan menaruh luka yang sangat begitu dalam. yeah inilah kehidupan mereka.


-


Swuushhh!!!


Intari menghempaskan tangan Chan Ye yang telah mengenggam tangannya tanpa meminta izin.


“Hentikan Kak Chan Ye. Tolong jangan bersikap kelewatan”ucap Intari memperingatkan.


Chan Ye tersenyum mendengar ucapan dari Intari. “Aku tidak bersikap berlebihan Intari, ini..”


Sebuah cincin dengan permata yang menyilaukan terpampang didepan mata. Intari menatap dengan pandangan aneh.


“Untuk apa ini?”tanya Intari.


Chan Ray mengambil cincin berlian itu, lalu mengarahkannya kewajah Intari.


“Aku ingin melamarmu Indah..sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Saat itu aku ingin secepatnya menikahimu, namun kita masih sekolah dan itu tidak akan mungkin bisa terjadi. Jadi aku menunggu hingga waktu yang tepat. Dan sekarang adalah waktunya”


Intari menatap tangan Chan Ye yang menunggu sambutannya. Intari menghela nafas. “Ku rasa cincin di jari manis ku ini tidak bisa memberitahukannya kepadamu?”


Intari menunjukkan cincin manis di jarinya. Ia menatap wajah Chan Ye yang memandang datar.


“Aku tahu kebanyakkan orang akan menutupi status mereka.Indah, kamu itu seorang gadis yang merupakan CEO terkenal. Apa yang tidak mungkin untukmu. Cincin ini pasti dirimu yang membelinya kan?..jangan menipuku”


Intari mengerutkan alisnya. Ia tidak menduga ternyata penilaian orang-orang seperti ini kepadanya. Atau mungkin penilaian ini hanya datang dari Pria didepannya.


Intari menghela nafas dengan hembusan yang sangat cepat. Ia merasa capek, karena ia merasa kenapa Yoongi tidak mau ikut kepadanya. Padahal ia sudah mengatakan akan bertemu dengan teman sekolah. Sepertinya Suaminya itu tidak peka dengan ucapannya.


“Aku tidak menipu siapapun, aku memang sudah menikah dan suamiku..


Kring!!!


“INDAH!!!”


Intari menoleh kearah suara yang memanggil namanya. Ia tersenyum melihat Yoongi datang menghampirinya.


Greb!


“Maaf, Yoongi..apa kamu ingin mengambil calon Istriku seperti waktu itu?”tanya Chan Ye menatap kearah Yoongi.


_chapter 71_


“Calon Istri?”suara dingin yang jarang terucap itu kini bertanya kepada Chan Ye yang menghalangi Yoongi. Yoongi menatap wajah Chan Ye yang tampak bahagia.


“Iya benar. Indah adalah Calon Istriku”ucap Chan Ye dengan bahagia.


Intari merasa mantan kakak kelasnya ini kekurangan daya pikir, bagaimana bisa begitu percaya diri mengatakan dirinya calon Istri. Jangankan jadi calon, Intari saja belum menyukai Pria yang menahan suaminya itu.


“Indah, apa dirimu mencintainya?”tanya Yoongi.


Intari melangkah mendekat dan menarik tangan Chan Ye. Lalu ia memeluk Yoongi tepat didepan mata Chan Ye.


“Kak Chan Ye, ia adalah Suamiku, orang yang menikahiku dan mencintaiku”

__ADS_1


__ADS_2