MANTIV

MANTIV
● Mantiv(155)


__ADS_3

Evita menatap kaget dengan gadis muda yang memeluk kakinya. Ia dengan cepat menuntun gadis muda itu berdiri didepannya.


“Ada apa?”tanya Evita dengan ekspresi masih tenang. Ia melihat ketulusan dari tangisan sang gadis muda yang baru saja dihentikan bekerja olehnya.


“Nyonya, bisakah dirimu mengijinkanku untuk bertahan disini. Aku tahu bahwa Aku telah melakukan kesalahan. Hanya ijinkanlah aku untuk berkerja disini Nyonya”


Evita diam mendengarkan ucapan gadis didepannya. Ia melihat Pelayan 15 yang tampak begitu serius kepadanya.


“Aku hanya gadis yang berasal dari panti asuhan. Dan terlalu mendalami cinta hingga salah pergaulan. Tuan Muda Pertama menerimaku bekerja dan mengijinkanku tinggal dibelakang rumah. Aku tahu bahwa tindakkan Tuan Muda saat itu hanya karena rasa kasihan. Namun maaf Nyonya, Aku malah menaruh hati kepada Tuan Muda. Tetapi..”


Pelayan 15 mengangkat tangan dengan begitu serius. “Aku berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama dan bekerja dengan baik”


Evita menghela nafas, ia menepuk pundak pelayan 15 yang tampak takut kepadanya.


“Yang ingin ku ketahui, apa kamu benar sedang berkuliah?”tanya Evita.


Pelayan 15 mengangguk, “Nilai IPK juga tidak rendah semenjak bisa bekerja disini”ucapan Pelayan 15 memberitahu Evita bahwa bekerja disini sangat memberikan keberuntungan kepada Pelayan 15.


“Kamu salah mengatakan hal seperti itu, nilai IPK mu tinggi, bukan karena bekerja disini. Tapi karena usaha mu sendiri. begini saja”


Evita menatap ponselnya, lalu melihat kearah Pelayan 15 yang bingung dengan apa yang ia lakukan.


“Kamu kuliah dimana?”tanya Evita.


Pelayan 15 dengan cepat menjawab, “Di Universitas bagian pertama di kota A”


Evia mengangguk, ia pun menyimpan kembali ponsel pintarnya. “Aku akan menanggung biaya kuliahmu. Buktikan jika ucapanmu itu benar”


Pelayan 15 memandang dengan wajah bingungnya. Melihat kebingungan itu, membuat Evita menghela nafas.


“Kamu tidak perlu bekerja disini. Lanjutkan kuliahmu hingga lulus dan mendapatkan gelar terbaik. Untuk segala biaya perkuliahan akan ku tanggung. Paham?”


Perlu waktu untuk memahami hal yang begitu mendadak. Pelayan 15 langsung meringkuh dengan memeluk Kaki Evita lagi. Evita yang mendapati hal seperti ini bergegas membangunkan Pelayan 15.


“Hentikan, sikapmu telah berlebihan”tegur Evita yang mendirikan Pelayan 15.


Pelayan 15 menatap Evita dengan berlinang air mata, suaranya mulai tercekat karena menahan suara tangis.


“Hiks! Terimakasih...hiks,terimakasih Nyonya”


Evita dengan tenang memeluk Pelayan 15. Hal yang jarang dilakukan oleh Evita, membuat semua terkejut apa lagi Pelayan 15 yang beku seketika.


“Sekolah dengan rajin, tenang saja asrama juga akan kamu dapatkan. Namun maafkan aku, aku tidak akan menarik kembali orang yang sudah ku hentikan”ucap Evita.


Pelayan 15 mengangguk. “Sekali lagi Terimakasih Nyonya dan sampai jumpa”dengan pamitan yang begitu bahagia diwajah Pelayan 15. Ia pergi meninggalkan mansion dengan apa yang didapat olehnya.


Za mendekati Evita, lalu memeluknya dengan lembut memberikan kasih sayang kepada Evita.


“Hari ini, apa yang kamu inginkan Evita?”tanya Za dengan lembut membisik ditelinga Evita. Evita membalikkan tubuhnya dan menatap Za dengan tenang, “Bukanlah lebih baik kita berbelanja keperluan Bayi. Aku yakin banyak yang harus kita persiapkan”


“Baiklah. Kita akan mempersiapkannya”Za mengecup singkat pipi Evita dan mengajak Evita menuju dapur untuk menyantap hidangan dari Pelayan 1 hingga pelayan 10.


-


Dikediaman Xue Yoongi..


Pagi hari yang indah ini, Intari sudah disibukkan dengan mengatur seluruh Mansion Yoongi.


Mansion yang didirikan Yoongi tidak pernah ditinggali olehnya. Jadi tidak heran banyak sekali debu dan tepat yang belum ditata dengan baik.


Intari sudah menghubungi Raja untuk memanggil jasa pembersih. Ia juga sudah memesan beberapa barang yang bisa menghiasi Mansion Yoongi.


“Aku sudah memesan beberapa lemari dan rak-rak kecil. Dan yang lebih penting lagi adalah bahan makanan, aku akan mengeceknya”Intari melangkah menuju ke dapur. Dengan masker yang dikenakan, ia bisa menghindari debu-debu diruangan yang ada.


“Nyonya, apa ada lagi yang ada inginkan?”tanya Raja dengan membawakan tablet ditangannya.

__ADS_1


Intari yang asik memeriksa dapur, terteguh mendengar pertanyaan Raja. Ia dengan cepat menatap Raja yang tidak jauh darinya.


“Sepertinya sudah cukup”Ucap Intari yang menutup pintu kulkas. Sebagian besar mansion ini sudah diisi oleh Yoongi, meski masih banyak yang belum di atur, Intari tidak perlu terburu-buru untuk membersihkan mansion besar ini. Lagian ia juga mempunyai mansion pribadi yang sangat jarang ditinggali.


“Hm, Maaf Nyonya..ada pesan dari Nyonya Evita, beliau mengatakan bahwa ia mengundang anda untuk berbelanja di sore hari nanti”ucap Raja yang mendekat dan menampilkan pesan dari Sahabatnya.


Intari langsung mengangguk mendengar ucapan dari Raja, “Baiklah, balas pesannya bahwa aku akan ikut berbelanja”


Raja mengangguk dan mulai mengerjakan apa yang diperintahkan.


-


Lalu dikediaman Taoran Chan...


Amelya dengan lembut mengusap keringatnya.ia baru saja selesai membereskan kamar yang akan menjadi kamar utama untuknya dan Echan.


Dimansion Echan ini, seluruh isi mansion sudah ditata dengan rapi. Hanya kebersihannya yang belum di selesaikan. Mau tak mau, Amelya harus menyewa jasa pembersih yang dikenal.


Amelya menatap kearah kamarnya yang sudah sangat rapi, ia memundurkan dirinya hingga menabrak tubuh seseorang.


Greb!


“Hati-hati Ara,Kamu sedang hamil”ucap Echan dengan memeluk Amelya. Amelya tersenyum mendengar ucapan dari Echan.


“Oh ya, bagaimana kamu bisa mendapatkan jasa pembersih secepat ini?..bukannya Kamu bilang kalau Jasa Pembersih yang kalian kenal sudah di booking oleh Intari?”Tanya Echan yang menuntun Amelya untuk duduk beristirahat.


“Sebenarnya memang sudah di booking oleh Intari, namun boss mereka mengatakan akan membagi dua tim jadi bisa bekerja di mansion ini”jawab Amelya dengan tenang.


Echan mengangguk mendengar jawabanya, “yasudah sekarang apa yang kamu inginkan untuk menghias rumah ini?”Echan menatap kamar utama mereka. dimana seluruh ruangan sudah ditata rapi oleh Amelya. Meski dibantu beberapa orang. Karena bagaimana pun Echan tidak ingin Amelya mendapat resiko saat ia sedang hamil.


“Ah, belum kepikiran, nantilah”Amelya mengambil ponsel pintarnya karena bergetar dari tadi. Ia melihat pesan yang ada diponsel pintarnya


.


“Siapa?”tanya Echan menatap wajah Amelya. Amelya dengan tenang menaruh kembali ponselnya setelah membalas pesan yang didapat. “Siapa lagi kalau bukan Evita, ia ingin mengajakku berbelanja sore ini. Jadi sore ini apa aku boleh berbelanja?”tanya Amelya.


“Tentu saja, pergilah.tapi ingat, jangan ceroboh”ucap Echan. Amelya mengangguk dan memeluk Echan dengan wajah bahagia.


-


Navi Nurganto menatap kearah informasi yang telah diberikan kepadanya. Perlu waktu yang sangat lama. Apa lagi melacak keberadaan Zazanya.


“Aku tidak menduga, wanita itu hanya seorang wanita biasa saja?”


Navi membaca latar belakang Evita. wanita yang menjadi mantan tunangan Zanya. Ia membaca dengan teliti bahwa Evita adalah gadis desa yang bersekolah di SMK Kota Q. meski informasi itu tidak akurat, Navi entah kenapa merasa percaya dengan informasi yang diberikan. Ia dengan cepat melempar berkas yang ada ditangannya.


“Hanya seorang wanita biasa, ia sudah berlagak seakan-akan ia luar biasa?”Navi mengingat pertemuannya pertama kali dengan Evita. dimana saat itu Inul baru saja merayakan kehamilannya.


-chapter 35-


“Kalau tidak salah, saat itu ia dikelilingi oleh para bodyguard dan seorang aktor muda kan?..aku yakin ia pasti menjual dirinya, tidak heran diperlakukan seperti itu. tunggu, apa ia seorang jal*ng?”


Navi merasa puas dengan apa yang ia simpulkan, ia akan dengan mudah menyinggirkan musuhnya jika infromasi yang didapatnya sudah sekomplit ini.


Tuk..Tuk..


“Nona Muda”


Navi membukakan pintu untuk melihat seorang pria yang datang dengan wajah tenang. Pria itu adalah orang yang bertugas mencari jejak Zazanya.


“Masuklah dan katakan apa yang kamu dapatkan”Navi tidak akan menunda-nunda keberuntunganya. Ia ingin segera berada disamping Za dan mendapatkan kebahagiaannya sebagai wanita cantik di kota A.


“Keberadaan Za sudah ku temukan, ia berada di kota A. tempatnya dikediamannya sendiri untuk saat ini. Namun aku menemukan hal yang mungkin menguntungkanmu. Dimana wanita yang menjadi musuhmu itu, ia saat ini tengah berbelanja bersama seseorang”


Navi memandang kearah jendela, dimana sinar matahari sangat terik disore hari ini. Yeah meski terik ia bisa merasakan keberuntungannya tidak akan pernah habis.

__ADS_1


“Jadi, ia sedang berbelanja?”tanya Navi. Pria informannya mengangguk.


“Bagus, katakan dimana ia berbelanja..aku sendiri yang akan membunuhnya”pandangan Navi menjadi tajam dengan keinginan yang begitu kuat. Ia tidak akan melepaskan kesempatan untuk mengalahkan musuhnya. Sebenarnya ia ingin bermain-main dengan Evita ini, namun ia tidak tahan mengetahui bahwa Zazanya menikah dan wanita itu mengandung anak Zanya. Itu tidak akan bisa dibiarkan olehnya.


Dipasar yang tampak ramai. Intari dan Amelya menatap tak percaya dengan Evita yang santai melihat-lihat stan orang-orang.


Keduanya mengira kalau mereka akan berbelanja di pusat perbelanjaan. Dan mereka akan bersantai didalam sejuknya ac. Namun siapa yang menduga, Evita malah membawa mereka ke sebuah pasar lokal yang dibuka pada sore hari.


“Evita! apa-apaan ini. Apa kamu serius membawa kami berbelanja disini?”tanya Intari. Ia sudah jauh-jauh datang dan berekspetasi tinggi bahwa ia akan duduk menikmati layanan VIP dari Evita.


Semua tahu, Evita adalah wanita yang penghasilannya tidak main-main. Jadi tidak heran merek pakaian terkenal selalu memberikan layanan terbaik kepada Evita. dan jujur mereka juga ingin merasakannya meski mereka sendiri juga mendapatkan layanan khusus.


“Apa yang kalian pikirkan?”tanya Evita sambil menawar baju-baju yang dianggapnya nyaman.


Amelya yang mendengar jawaban Evita hanya bisa tercenga. Tidak habis pikir olehnya. Bagaimana bisa Evita seperti ini.


“Engak bisa mbak, ini sudah harga pas..80 ribu boleh Mbak ambil”ucap Penjual kepada Evita.


Intari dan Amelya menatap Evita yang menawar harga baju. Baju itu seharga 100 ribu namun Evita menawar menjadi 50 ribu. Entah apa yang ada didalam pikiran Evita sekarang.


“Hais..Mbak, ini 50 ya..kalau iya langsung saya ambil, kalau engak saya cari ditempat lain”penjual yang mendengar ancaman Evita hanya bisa pasrah dan memberikan harga murah kepada Evita.


Yeah mau bagaimana pun tidak ada yang sanggup mengusir Evita. kalau pun bisa, pastikan keesokkan harinya orang yang berjualan disana tidak akan pernah kembali lagi.


Evita tampak bahagia membawa kantung belanjaannya. Sudah beberapa stan yang di obrak abrik olehnya. Yang pasti tidak memberikan untung kepada penjual.


“Jadi Evita, niatmu berbelanja ini untuk merugikan penjual atau hanya sedang iseng saja?”tanya Amelya memastikan kondisi Evita. karena bagaimana pun tingkat kegabutan Evita lebih dari apa yang diduga.


Intari yang mendengar pertanyaan Amelya mengangguk setuju, ia ikut menambahkan. “kamu bisa membuat bangkrut para stan ini”


Evita yang berjalan paling depan dengan perut membuncit akhirnya berhenti melangkah. Ia menatap kearah Amelya dan Intari yang juga berhenti.


“Pertama aku tidak sedang iseng, atau merugikan penjual. Hanya aku sedang mencoba bagaimana caranya bernegosiasi kepada penjual yang barang jualannya berharga mahal. Kalian pikir aku sedang melakukan apa?, aku hanya sedang meneliti para pencuri yang menjual barangnya kembali”


Intari dan Amelya yang mendengar ucapan Evita langsung terdiam. Akhir-akhir ini memang ada berita beberapa toko pakaian telah dicuri dan tidak ada yang tahu siapa pelakunya.


Mereka berdua tidak menduga ternyata inilah alasan Evita mengajak mereka disini.kedatangan mereka bukan hanya berbelanja tapi perjalanan semua misi yang akhirnya bisa di jalankan kembali.


“Tapi, kenapa harus kita yang mengurusnya Evita?”tanya Amelya. Mereka sudah lama tidak memperhatikan perkembangan dari pekerjaan Detektif mereka. Intari mengangguk menyetujui apa yang Amelya katakan.


Evita menatap kedua sahabatnya, lalu menatap kearah cemilan yang dijual.


“Miss Lila baru saja mengatakannya kepadaku saat tiba diperjalanan. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk segera menangani ini”jelas Evita sambil melangkah menuju stan makanan yang berdekatan tempat parkir mobil.


Yeah mereka akan berbelanja sekarang. Karena jadwal Evita berkunjung disalah satu toko terkenal sudah ditentukan. Dan yakinlah para karyawan toko menanti kedatangannya.


“Bang, saya ingin dorayakinya”Evita memesan dorayaki yang tampak enak dimatanya. Ia dengan cepat menawarkan dorayaki kepada Intari dan Amelya yang mengangguk untuk membeli bersama.


“Habis ini, apa kita akan ketoko perlengkapan bayi. Ku rasa kamu harus kesana Evita”usul Intari yang menatap kearah Evita berdiri. Evita berdiri tepat diperbatasan jalan dengan fokus memakan dorayaki yang telah dibeli olehnya.


“Ya, kita akan kesana. Za sudah memberi tahuku bahwa disanalah tempat yang bagus. Kualitas nya juga menarik”ucap Evita dengan mengepulkan uap dari dorayaki yang dimakan.


Intari mengangguk, ia menatap kearah penjual yang memberikan pesanannya.


Sedangkan Amelya menatap kearah lain untuk memperhatikan indahnya jalan raya. Tidak terlalu banyak mobil yang lewat.


Fokus memperhatikan, Amelya menatap mobil hitam melaju dari kanan dengan sangat cepat. Tampak sekali pengemudi itu mengebut tanpa mengingat bahwa kawasan ini sedang ramai.


Amelya mengerutuk melihat mobil hitam yang makin mendekat. “Apa pengemudi mobil itu sedang gila?”tanya Amelya.


Intari menatap kearah Mobil yang mendekat kearah mereka. “Ku rasa juga begitu”ucap Intari.


Namun saat keduanya selesai berbicara, mereka melihat dengan cepat kearah mana mobil itu akan berhenti. Arah yang mereka lihat tepat dimana Evita berdiri dengan asik menikmati dorayakinya.


“EVITA!!!”

__ADS_1


BRUK!!!!


__ADS_2