
kepagian harinya...
Evita mengeliat dengan pelan dan merasakan hal aneh padanya. Biasanya ia akan memeluk bantal guling yang selalu menemaninya. Tapi kali ini bukan bantal guling melainkan orang lain.
Dengan cepat Evita membuka matanya dan mendapat bahwa ia tengah berguling dengan Kaki Za yang saat ini tengah asik memandang ponselnya.
“Pagi Evita”ucap Za yang meletakkan ponsel miliknya, lalu memandang Evita yang masih terdiam tak bergeming.
“Hai....Kim”Mata Evita membelak ketika nama keduanya disebutkan, ia berhasil sadar kembali. Dengan cepat pula ia bangun dan bergegas untuk pergi, tapi tangannya ditahan oleh Za.
“Apa Kau masih demam?”tanya Za melihat tingkah konyol kekasihnya itu. Evita yang mendengarnya langsung menatap kearah Za.
“Apa yang kau ucapkan, aku baik-baik saja...sudah aku ingin..ingin mandi”Evita berusaha untuk melepaskan diri tapi Za tak melepaskannya sama sekali.
“Evita, menikahlah dengan ku”ucap Za membuat Evita langsung menatap lurus kepada Za. Evita tak menduga akan mendengar hal tersebut. Ia bukannya tak mau hanya merasa aneh saja kenapa Za mengatakan hal seperti itu, mana mendadak lagi.
“Za..tolong pikirkan baik-baik akan hal ini, maksudku, kau tak mungkin seserius itu kan?”Evita memastikan dengan serius apa yang diucapkan oleh Za. Hatinya bahagia mendengar orang yang dicintainya masih menginginkannya.
“Aku serius Evita...bahkan kalau perlu aku umumkan keseluruh dunia akan keseriusanku, apa kau ingin aku melakukannya?”entah dari mana Za mendapatkan kalimat yang berhasil membuat Evita terteguh bahkan tak bisa berkata apa-apa.
Za yang melihat Evita terdiam langsung menarik kedalam pelukkannya, yang membuat kesadaran Evita kembali.
“Evita, sudah banyak perjuangan yang kau lalui, sudah banyak hal yang kau lakukan sendiri. setidaknya biarkan aku ada disampingmu dan bersamamu, baik susah maupun senang”
Evita yang mendengar hal tersebut lagi-lagi dibuat terdiam, ia tak bisa merespon dengan benar. Ia jujur sangat tenang dipeluk dan diberi kasih sayang dengan Za. Berbeda dengan Mavin yang membuatnya takut. Tapi tetap saja Evita masih belum bisa memutuskan dengan benar. Karena masalahnya ada di pertunangannya Za. Ia masih memikirkan hal tersebut.
“Za...kau sudah bertunangan, apa kau ingin melakukan hal seperti ini?”
“Aku membatalkan pertunangannya, aku juga sudah memulangkannya...tak ada lagi hubunganku dengannya..Evita menikahlah denganku”ucap Za lagi.
Ia melanjutkan “Aku tahu, bahwa dirimu mungkin tak memiliki rasa lagi denganku, tapi Aku telah menaruh hati kepadamu dan tak bisa melepaskanmu, jika kau memang tak bisa katakanlah, aku akan berusaha untuk melepaskanmu”
Evita yang mendengarnya tentu saja tak bisa tinggal diam. Ia tak mau Za pergi lagi. siapa pria yang membuatnya tenang. Meski Mavin Vintorin,Sebastian,Derka Jamesta,Reza serta Andre menginginkannya, ia akan tetap memilih Za. Karena Zhan Za Chen yang berhasil mencuri segala isi hatinya.
“Aku..Aku akan menikah denganmu Za..tapi..tapi tidak sekarang”ucap Evita yang menatap lekat kearah Za.
Za yang melihatnya langsung mengerti apa yang diucapkan oleh Evita. karena memang saat ini tak memungkinkan pernikahan dilaksanakan.
“Kalau begitu, kita kecatatan sipil untuk mengurusnya...untuk pestanya akan menyusul?”usul Za yang berhasil membuat Evita kaget.
“Kau..Kau ingin menikahiku, tidak maksudnya melakukan pernikahan secara dahulu lalu disusul dengan pestanya?”Za mengangguk menjawab pertanyaan Evita.
Evita hanya terdiam tak bisa mengerti jalan pikir Za saat ini. Za pria yang berusia 26 tahun itu, sedikit berbeda meski masih memiliki kesamaannya.
-
Intari dan Amelya duduk diruang tamu, karena masih pagi mereka memutuskan untuk menonton televisi yang memberitakan hilangnya putri pengusaha terkaya yang mereka sendiri tahu siapa orangnya.
“Beritanya langsung tersebar begitu saja..memang orang kaya”ujar Intari yang menikmati teh hangat buatan Bibi.
Amelya mengangguk, “Merlina, gadis yang manja, wajar jika orang tuanya begitu sangat menyayanginya...”ucap Amelya yang memandang kearah layar televisi.
Yoongi dan Echan datang setelah mandi pagi dan ikut bergabung dengan kekasih mereka.
“Intari dan Amelya, bersiaplah..pagi ini kita ada urusan”ucap Echan yang membuat Amelya dan Intari menatap bingung.
“Kami tak punya jadwal kalau hari ini ada urusan, biasanya Evita yang mengatakannya”ucap Intari. Mendengar hal tersebut Yoongi langsung bicara.
“Ini permintaan Kak Za..kita disuruh siap-siap dan menunggunya diatas”ucap Yoongi.
Intari dan Amelya sedikit bingung. Pasalnya sejak kapan Za menjadi pengatur mereka. tidak maksudnya bos mereka. kan Evita sendiri jarang mengatakan urusan yang diadakan secara dadakkan. Tapi karena permintaan tersebut berasal dari Za, Intari dan Amelya bergegas untuk bersiap-siap.
Meninggalkan Yoongi dan Echan yang menghela nafas dengan gusar. “Apa yang diinginkan oleh Kak Za?”tanya Yoongi. Dan Echan hanya bisa menghardikkan bahunya karena ia sendiri tak tahu mereka akan kemana dan ada urusan apa.
-
Seperti yang dikatakan, kini tiga pasang kekasih itu pun melajukan mobil membelah jalan menuju kesuatu tempat. Evita sendiri tak tahu kemana mereka pergi. Jadi hanya bisa ikut.
“Sebenarnya kita ini ingin kemana?”tanya Amelya yang merasakan keanehan. Tak masalah mereka pergi ketempat seperti taman atau wahana, setidaknya diberi tahu. Karena mereka menentukan pakaian mereka ini. Saat ini Evita,Amelya dan Intari hanya mengunakan hoodie hitam dan celana kulot yang super-duper santai.
__ADS_1
“Sebentar lagi kita sampai..tenang saja”ujar Za yang sedikit tenang dengan sikap yang masih terbilang dingin.
Muka talenan itu berhasil membuat Evita was-was. Masalahnya tadi pagi mereka membahas nikah. Dan Evita memikirkan hal tersebut, apakah mereka benar-benar sedang ada urusan. Atau malah hal lain.
30 menit perjalanan, mereka pun berhenti disebuah tempat. Intari dan Amelya melangkah keluar lebih dahulu yang disusul oleh Yoongi serta Echan. Setelahnya baru keluar Evita dan Za bersamaan.
Evita,Intari dan Amelya tercenga ketika melihat apa yang tak salah dimata mereka. sebuah tulisan Kantor Catatan Sipil terpampang jelas didepan mereka.
Yoongi dan Echan yang melihatnya langsung menarik Za untuk berdiskusi terlebih dahulu.
“Kak Za..apa yang ingin Kakak Lakukan?”tanya Yoongi dengan nada yang terkejut.
“Aku?..Aku ingin menikahi Evita, maka Aku membawanya kesini untuk melakukan hal seperti itu, dan kalian juga bisa melakukannya”jelas Za dengan santai.
Echan yang mendengarnya menjatuhkan rahangnya sendiri. tak habis pikir, Pria yang dikira pemilik kuklas yang entah berapa pintu bisa berpikir seperti ini.
“Kak Za..pikirkan baik-baik, kita bisa mendapatkan hukuman”Echan bukan takut menghadapi hal ini, tapi ia hanya ingin memastikan lagi, kenapa pemikiran Kakak Pertama mereka ini sangat konyol.
“Aku bisa menerima hukuman Yoongi,Echan. Tapi Aku tak akan bisa menunggu lagi, jika aku melepaskan Evita lagi, lagi dan lagi. aku tak akan pernah bisa mengenggamnya.. ini kesempatanku, begitu juga kalian”
Mendengar apa yang diucapkan berhasil membuat Yoongi dan Echan sadar. Jika hukuman mereka bisa menerimanya. Tapi jika Intari dan Amelya menjadi milik orang lain, mereka mungkin akan gila memikirkannya. Lebih baik mereka menikah dengan cara sederhana, dan akan melakukan susulan dengan baik nantinya.
Berbeda dengan sang pria, sang Wanita hampir jantungan mendengar apa yang dimaksud oleh Za.
“Evita?..apa tak salah, maksudku..maksudku, kau..kau ingin menikah dengan Za?”Intari bahkan merasa jantungnya telah jatuh, padahal umurnya masih muda.
“Benar Evita...apa tak salah hal ini dilakukan?”Amelya juga merasakan hampir kehilangan Jantungnya saat Evita menjelaskan apa alasan mereka disini.
“Justru seharusnya kalian pikirkan diri sendiri, siapa tahu Yoongi dan Echan juga berpikiran seperti Za yang ingin mendadak menikah”
Mendengar ucapan Evita berhasil membuat Intari dan Amelya merinding ketika ketiga pria itu tepat dibelakang mereka.
“Ayuk Masuk”ucap Za dengan mengandeng Evita dan pergi melangkah terlebih dahulu.
Intari dan Amelya meneguk ludah mereka. bukan tak senang, hanya merasa aneh. Karena mereka tak pernah memikirkan hubungan hingga pernikahan. Sekarang mereka bingung harus merespon seperti apa.
“kau ingin masuk apa tidak?”tanya Echan lagi, dan Amelya tersenyum kaku lalu mengangguk. Berbeda dengannya, Intari sudah ditarik tanpa ditanya.
-
Didalam terlihat tenang,Za sudah berbicara dengan resepsionis yang ada. dan menunggu giliran mereka. Evita memilih untuk menunggu dikursi tunggu sambil memandang kearah Intari dan Amelya yang tengah berdiskusi dengan kekasih mereka.
“Semoga tak terjadi apa-apa”benak Evita. ia sebenarnya senang bisa menikah, apa lagi Za sendiri yang langsung ingin mengklam dirinya tapi ia hanya merasa takut. Takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Intari menatap kearah Yoongi yang menjelaskan tujuannya juga. “Intari dengar, mungkin ini sederhana, hanya menanda tangani sebuah kertas dan kita sudah sah, tapi aku..aku berjanji akan mengadakan pesta meriah untuk pernikahan kita..jadi,jadi, menikahlah denganku”Yoongi berbicara sambil menunduk kepala membuat Intari merasa lucu dengan tingkahnya.
Intari mengenggam tangan Yoongi untuk membuat Kekasihnya itu percaya diri dan menjawab ucapan Yoongi yang mengajaknya untuk menikah. “Jika kau memang mencintaiku, tak masalah untukku, karena aku juga mencintaimu Yoongi”ucap Intari yang berhasil membuat Yoongi langsung memeluknya.
Amelya juga merasakan kebahagiaan yang sama, karena Echan dengan hati-hati mengambil keputusan bahkan mengatakan kepada Amelya, jika tak bisa tak masalah. Tapi tetap saja Echan memaksa untuk menikah bersama.
“Echan..apa kau yakin ingin menikah denganku?”tanya Amelya, Echan langsung mengangguk karena tak perlu ditanya yakin atau tidak.
“Baiklah...aku terima”ucap Amelya yang sedikit bingung dengan ucapannya sendiri. tapi Echan mengerti dan bergegas untuk memeluknya juga.
Melihat dari kejauhan membuat Evita berbenak dalam dirinya. “Paman, Tante..putri-putri kalian tampak bahagia...ku harap kalian senang juga disana”benaknya.
-
Sebuah permata satu terukir dijari manis seseorang. Wajah gembira dan bahagia menghiasi ruangan yang ada. tanda tangan berlabuh dalam ukiran yang berhasil menjadikan mereka pasangan seumur hidup. Cincin yang didapat itu hasil belian secara dadakkan.
“Selamat untuk kalian.....ini buku nikahnya”ucap petugas yang membawa hasil yang ada.
Sekitar 3 jam mereka berurusan, dan berhasilnya tanpa ada hambatan. Membuat rona bahagia memancar diwajah kekasih mereka.
“Sekarang, Kami tak akan kehilangan kalian lagi, karena semua terikat dalam pernikahan masing-masing”ucap Za yang langsung dianggukkan oleh Yoongi dan Echan.
Mereka ingin bergegas untuk pergi, tapi langkah mereka terhenti ketika melihat seorang wanita menatap tajam kearah mereka.
“Apa yang kalian lakukan disini?”tanya Maya Anita Zahra, anak dari Tuan Zahra dan Nyonya Zahra. Ia menatap dengan pandangan Intes yang membuat semua terdiam.
__ADS_1
“Evita..aku ada perlu denganmu, bisa ikut denganku”ucap Maya yang membuat Evita langsung mengangguk.
“Baiklah..Za dan yang lain, kalian kembalilah, aku akan menyusul”ucap Evita yang melangkah pergi bersama Maya Anita Zahra.
Melihat hal tersebut membuat Intari dan Amelya merasa hal aneh. Mereka tak ingin terlalu memikirkannya, jadi memutuskan untuk pulang.
-
Disebuah ruang VIP.
Evita duduk dengan menatap kearah Putri yang disayangi oleh Tuan Zahra. Orang yang dijaga olehnya.
“Evita...kau sudah menikah, tak ku sangka....”ucap Maya sambil mengejek. Sikapnya yang dingin tak membuat Evita takut, hanya kadang merinding jika orang dingin tiba-tiba pengen ngelawak. Rada horor rasanya.
“Yeah..aku juga tak menduganya”jawab Evita sambil menikmati minuman yang dipesan olehnya.
“Ada banyak aroma ditubuhmu, dan yang mendominasi adalah aroma Mavin Vintorin, ku pikir kau akan bersama dengan pria kekar berkulit madu itu”Maya melahap steak yang dipesan olehnya sambil berbincang dengan Evita.
Evita mendengus mendengarnya, “Kala ingatanku belum kembali, Mavinlah yang bersamaku, wajar jika aroma tubuhnya menempel ditubuhku”
“Berarti kau sudah bersetubuh dengannya?”Maya menatap tajam kearah Evita. Evita yang mendapat tatapan tersebut hanya menghela nafas. “Tidak, semenjak kejadian obat perangsang itu, aku tak berhubungan dengan siapapun..bahkan Mavin”
“Baguslah...sudah itu sekarang tak penting...Evita, Laura dan Siska mengatakan kepadaku bahwa kau kembali dengan merubah diri, sekarang apa yang ingin kau lakukan?”
“Maya..itu tak penting, seharusnya kau memikirkan dirimu, saat ini Dunia Bawah sedang bergegas untuk menunjukan diri mereka, ditambah keberadaanku telah diketahui, aku tak tahu kapan bisa bertahan dengan identitas Evita ini..bisa-bisa aku diserang secara diam-diam bukan?”
“Maka dari itu aku datang kesini, Orang tuaku telah pergi dua tahun yang lalu, kau tak bisa datang sekalipun”
“Maaf..itu salahku”
“Tidak...memang ajal yang menjemputnya, jadi aku mendapatkan tugas dari mereka, satu-satunya cara adalah menyembunyikanmu, kalau bisa secepatnya kau pergi dari perusahaan Mansionmu itu, dan bergegas untuk tinggal dikediaman gagakmu..atau kembali kekota Q”
“Itu sulit..kau tahu sendiri, bukan hanya diriku, Intari,Amelya, karyawanku dan beberapa yang lain, mereka juga harus dalam perlindungan”
“Evita, Aku tahu, tapi yang terpenting itu adalah dirimu, belum lagi masalah pengusaha”
“Pengusaha?”
“Benar..saat ini Merlina telah dicari, tentu saja pengusaha 10 itu bertindak, ia bahkan ingin menjatuhkan pengusaha 1 dan 2 serta 3 sekaligus..”
“Bukannya kau pengusaha 3 Maya, kenapa memikirkannya”
“Justru karena itulah, jika kau menampakan diri sebagai marga Kim, terus aku juga menampakkan diri, serta Za, apa yang akan terjadi?”
“Pertempuran antara pengusaha”
“Tidak....tapi lebih tepatnya adalah seluruh musuh mu akan bergegas menyerang dirimu, KIM..EVITA..kedua namamu telah menjadi sasaran utama”
“Jujur Aku pusing Maya..aku ingin hidup bahagia, tapi selalu ditimpa banyak musibah, apa hidupku penuh dengan hal-hal seperti ini”
“Evita...kau tak boleh berpikir seperti itu, justru kau harusnya sabar dan sadar bawah kau masih bisa mengatasi semuanya.intinya ini pertemuan kita, jika memungkinkan tetaplah sembunyi..dan satu lagi, jangan gegabah”
“Baiklah aku mengerti dengan ucapanmu...terimakasih Maya..kau selalu membantuku”
“justru aku yang berterimakasih, kau masih menjaga ku dan Kedua adik angkatku”
“Yeah Laura dan Siska mereka pasti bahagia sekarang”
“Tentu saja mereka telah menikah..bahkan tak lama lagi akan memiliki seorang anak”
“Lalu kau?”
“Aku menyusul”
“Hahahhaha...ya..ya, berarti aku yang duluan menikah dari pada dirimu”
“Orang yang mencampakkan empat pria jangan sok keras”
“Huh”Evita mendengus dan melanjutkan kembali makan mereka. meski wajahnya bahagia, ia tetap gusar dengan berita yang didapat olehnya. Bisa jadi ia akan menghadapi hal yang tak terduga olehnya sendiri.
__ADS_1