
Amelya menunggu Intari dengan begitu lamanya, sampai Ia melihat seseorang dari kejauhan, tidak orang tersebut mengendong seorang wanita yang begitu tenangnya tertidur disana.
Amelya sampai ingin terganga saat menyadari bawah orang yang tertidur nyaman itu tak lain adalah Intari, Sahabatnya sendiri. niat tercenganya hilang saat ia melihat Yoongi, pria yang tak lain adalah Kekasih Intari sendiri. dengan tenangnya Yoongi mengendong Intari ditambah gendongan itu memang khusus untuk Intari, karena dulu Intari akan selalu mengunakan posisi itu jika ia digendong oleh Yoongi.
“Apa Yoongi menyadarinya..atau Intari yang memang sengaja seperti itu”benak Amelya.
Yoongi pun tiba didepan Amelya, ia menatap Amelya lalu menatap sekeliling, “Dimana Mobil kalian?”tanya Yoongi dengan tenang. Membuat Amelya sedikit kaget mendengarnya.
“Ah disana”ucap Amelya yang menunjuk kejalan tak jauh dari mobil mereka. ia menuntun Yoongi membawa Intari menuju kearah Mobil.
Amelya membukakan pintu mobil dengan cepat, agar Yoongi dengan mudah meletakkan Intari yang dengan nyamannya tertidur disana. Yoongi dengan hati-hati meletakkan Intari, hingga setelah benar-benar aman, Yoongi pun menjauhkan diri dan ingin pergi menjauh, tapi Tangan laknat Intari benar-benar membuat Amelya kesal. Kenapa, karena Intari tak akan melepaskan apa yang digengamnya, dan Kerah baju milik Yoongi telah menjadi sasarannya.
Membuat wajah keduanya mendekat, tak memberikan jarak. Amelya yang melihatnya hanya bisa menatap datar. “Indah, lihat nanti..akan ku buat kau malu dengan cerita yang ku ceritakan tentangmu”benak Amelya. Namun sayang seribu sayang, suasana yang indah itu berakhir dengan pertanyaan seseorang.
“Siapa Dia?”tanya Evita, ia mengikuti langkah pria dan Amelya lalu Intari yang digendong ala bridal Style layaknya seorang putri saat ia baru saja tiba.
Yoongi yang mendengar suara itu langsung ingin berdiri, tapi sayang ia masih tertahan oleh tangan Intari yang begitu erat. Dan suara lain pun datang.
“Kakak Ipar!!”ucap Echan yang yang langsung berlari mendekat. Amelya yang melihatnya langsung tersendak mundur. Membuat Evita melirik kearahnya.
Echan yang tiba pun sedikit melirik kearah Amelya. Namun ia berakhir melirik Yoongi yang masih memasukkan kepalanya di dalam Mobil.
“Yoongi apa yang kau lakukan?”Tanya Echan dengan memiringkan sedikit kepalanya. Namun ia terhalang oleh Evita yang mendekati mobil. Dan menendang bagian ban belakang mobil, membuat Mobil sedikit bergetar. Hingga tangan Intari yang tadi mengenggam erat terlepas dengan sendirinya.
Yoongi yang melihat tangan itu terlepas merasa kelegaan. Amelya dan Echan sedikit menatap horor kearah ban belakang mobil. Dan merasa kasihan dengan apa yang dilakukan oleh Evita.
“Maaf membuat Yoongi dan Echan repot-repot mengantar Han disini”ucap Evita setelah mereka mengamankan Intari. Amelya kini masuk kedalam mobil, ia tak ingin berhadapan langsung dengan Echan. Jadi ia memilih untuk masuk kedalam mobil.
“Tak apa Kakak Ipar...apa yang Kakak Ipar lakukan disini?”tanya Echan dengan santainya. Amelya yang mendengarnya hanya bisa menguping. “Apa yang terjadi dengan Evita, dan kenapa mereka memanggilnya Kakak Ipar?”benak Amelya.
“Echan berhenti mengatakan hal itu, tak sopan”tegur Yoongi yang langsung membuat Echan menutup rapat mulutnya.
Evita tersenyum melihatnya, “Hahahh santai-santai...aku tak masalah, hanya gantilah panggilanku itu, karena aku bukan kakak Ipar kalian..dan Iya, aku disini karena kebetulan Kim Haneul dan Kim Ara mengajakku berlibur, tapi kami Malah melihat pemakaman lama ini, dan berakhir disini”ucap Evita menjawab pertanyaan Echan.
“Ah...begitu ya...”Echan kehabisan kata-kata sekarang, ia bingung harus mengatakan apa lagi. ditambah Yoongi orangnya akan Malas berbicara, tapi ia berharap Yoongi akan jadi banyak bicara seperti bertemu dengan Kim Han tadi.
“Kalau begitu, aku izin pamit ya, kasihan Han, ia pasti kecapeaan”Evita mengakhiri percakapan yang tak penting menurutnya.
Yoongi dan Echan juga merasakan hal yang sama, lagian Yoongi dan Echan masih harus menyelidikit sesuatu. “baik Kak, hati-hati ya...kalau ada waktu mampirlah kekediaman Kami, Keluarga Xue dan Taoran akan menantikannya”ucap Echan yang dianggukkan oleh Yoongi. Evita yang mendengarnya tersenyum, ia mengangguk dan kemudian melangkah masuk kedalam mobil.
Yoongi dan Echan menunggu kepergian itu sampai Mobil tersebut hilang dari pandangan mereka.
“Kakak Evita begitu sangat cantik mirip Kak Kim”ucap Asal Yoongi yang membuat Echan langsung kaget.
“Eh benar Yoongi, Kak Evita mirip dengan Kak kim...apa mereka orang yang sama atau Kak Evita merupakan rekarnasi Kak Kim”
Brukkk
“Rekarnasi apanya, Kak Kim baru meninggal 6 tahun yang lalu, bagaimana bisa seperti itu”
“Eh..tapi Kak Za Malah beransumsi kalau Kak Evita merupakan Kak Kim”
__ADS_1
“Itu pendapat Kak Za, kita tak tahu yang sebenarnya”ucap Yoongi yang kini melangkah menuju kejalan yang ingin mereka kunjungi.
Echan tersenyum dibelakang, memandang Yoongi dengan tatapan mengejek. “Ah coba aja Kalau Kak Evita tak menendang Ban Belakang, mungkin aku sudah mencium gadis itu”ucap Echan yang membuat Yoongi langsung berbalik dan mengejarnya.
-
Didalam mobil
Intari masih melanjutkan tidur nyenyaknya, sedangkan Amelya berusaha sebaik mungkin untuk fokus dijalan. Karena Amelya tahu saat ini Evita memiliki pertanyaan untuknya.
“Apa Kau mengenal Pria bernama Echan itu?”benar dugaan Amelya, bahwa Evita tidak akan pernah melupakan apa yang dilihatnya. Ia pasti akan bertanya untuk memastikan sesuatu.
“Aku tak pernah melihat mu bertemu dengan pria seperti dirinya, atau Echan adalah teman lama?”lanjut Evita lagi, membuat Amelya bersusah payah menelan ludahnya sendiri.
“itu....aku hanya sedikit kaget dengan kedatangannya tadi, jadi ya tubuhku dengan tiba-tiba mundur tak jelas seperti tadi”jawab Amelya.
“Baiklah, ku pikir kau mengenalnya, soalnya dari gayamu..kau seperti menghindari dirinya”Evita kembali fokus keponsel pintarnya, mengakhiri perbincangan mereka dengan cepat. Memberikan kelegaan untuk Amelya.
“Maaf Evita, aku saat ini tak bisa mengatakan yang sebenarnya”benak Amelya, mereka pun kembali kekesibukkan masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, mereka kali ini akan kembali ke Mansion detektif. Karena mereka akan mendiskusikan hasil dari pengamatan mereka.
Tak berapa lama, mereka pun tiba di Mansion yang kini penuh dengan para bodyguard.
“Ada apa dengan Bodyguardmu Evita?”tanya Amelya saat melangkah keluar dari mobil. Intari pun ikut terbangun karena merasa mobil yang dikendarai berbeda dengan yang ia rasakan.
“Apa aku benar-benar tidur dimobil?”benak Intari sebelum ingatan tentang hal aneh muncul diotaknya. Membuatnya langsung menutup mulut dan berlari masuk kedalam mansion. Tak memperdulikan apa yang terjadi disekitarnya.
Evita dan Amelya hanya bisa mengelengkan kepala, melihat tingkah Intari yang lansung berlari.
“Pertunjukkan?...apa kita kedatangan tamu, sangat jarang tamu bisa datang kesini..lebih tepatnya langka sekali”Amelya berjalan mengiringi Evita yang menaiki tangga.
“tentu saja ini sangat langka, tidakkah kau lihat para bodyguard disini, mereka terlihat tegang”ucap Evita sambil melirik para bodyguard miliknya.
“Aku tahu mereka gugup karena sudah lama mereka tidak bermain disini”Amelya tersenyum membayangkan begitu tegangnya para bodyguard yang dulu sangat lihai dalam bersenjata.
“Tentu saja....hahahah”Evita dan Amelya melangkah menuju keruangan aula yang dimana para karyawan sudah bersedia. Tentu saja itu semua Amelya infokan melalui earphone miliknya. Dan dalam hitungan menit, mereka semua telah bersiap. Inul dan Nabila serta Raja ikut disana. Untuk Sebastian saat ini ia tengah menikmati Pipa Canglong miliknya.
Melihat semua orang telah bersiap, Evita tersenyum manis menyambut semua yang ada. “kalian telah berkerja keras bertahan selama bertahun-tahun diperusahaan ini, tentu saja banyak pengorbanan yang kalian berikan, aku sangat menghormatinya”ucap Evita yang membungkuknya tubuhnya. Membuat seluruh angota detektif langsung bertekuk lutut dan menundukkan kepala. Nabila, Inul, Raja, Amelya dan Sebastian menatap kagum orang-orang yang ada.
“Sebuah kerhormatan bagi kami karena telah bertemu dengan anda Nyonya Evita, untuk pengorbanan yang kami berikan tak sebanding dengan semua yang telah anda berikan, jadi jika kami mati dalam permainan ini, kami sangat senang bisa bersama anda dalam kehidupan kami”ucap mereka bersamaan, membuat Raja yang masih baru walau sudah lebih dari 1 tahun ia disini, atau bisa dibilang 5 tahun. Tak menyangka melihat hal yang begitu langka. “siapa sebenarnya Evita ini?’benak Raja.
“Tak perlu berkata seperti itu, permainan ini bisa kalian tinggalkan,namun jika kalian masih keras seperti batu maka izinkan aku melindungi kalian disini”ucap Evita yang langsung beralih menuju kearah kursi.
3 kursi telah disediakan, dari semua kursi hanya satu kursi yang memiliki jas panjang dengan corak naga dibelakangnya. Membuat orang-orang menundukkan kepala jika melihatnya. Evita tersenyum menyentuh Jas panjang yang akan ia kenakan. Namun.
“Intari!!!”ucap Evita yang membuat semua orang melihat kearah Intari. Dimana ia saat ini tengah bersiap untuk bergabung.
“Kenapa?”tanya Intari yang mendekat kearah Evita. Evita mengangkat tangannya. Membuat semua orang melihat dan merasa takut jika Evita Malah memukul sahabatnya sendiri. namun itu hanya dugaan. Karena Evita memasangkan jas panjang bercorak naga kepada Intari.
“Kenapa aku yang memakainya?”tanya Intari dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
“Kau harus memimpin kali ini, Amelya....tolong atur bagian sayap kanan..Inul atur bagian sayap Kiri,cukup beri perintah, jangan bergabung. dan Nabila serta Raja bisakah kalian mengawasi ruang cctv”tintah Evita yang membuat semua bergerak dengan cepat tanpa mempertanyakan lagi kenapa dan apa alasan bisa diberikan tugas seperti itu.
Intari langsung menduduki kursi yang lebih tinggi, dari dua kuris yang ada. Ia memandang kearah dimana para anggota detektif menunggu keputusannya. Sedangkan Evita pergi mengunjungi Sebastian yang tengah menikmati rokok antik miliknya.
“Kebiasaan yang tak bisa ditinggalkan”ucap Evita yang menarik rokok antik milik Sebastian, lalu menghisapnya, membuat Sebastian menarik kembali Pipa canglong miliknya.
“Kau yang seharusnya tidak merokok, jangan merokok..paru-paru mu bisa hancur”ucap Sebastian dengan tenang, tak memperdulikan tatapan para anggota, Sebastian tak mengatakan kata formal untuk Nyonya mereka. hal itu lah yang membuat mereka memandang Sebastian dengan tatapan tidak suka.
“Sebastian.....nikmati permainannya”ucap Evita yang juga tak memperdulikan tatapan dari Anggotanya. Bukan kenapa, tak ada yang bisa tahu kenapa Sebastian berubah dengan tampilan berbeda. Membuat semua menjadi penasaran.
Evita ingin meninggalkan Sebastian namun Sebastian menarik Evita pergi meninggalkan ruangan yang penuh dengan tatapan mengerikan oleh anggota detektif. Intari yang berada disana hanya bisa diam, mau cerita juga tak bisa. Karena mereka sendiri akan tahu kenapa Sebastian berubah seperti itu.
“Berhenti mengunakan senjata, Nyonya masih dalam keadaan terluka”ucap Sebastian dengan melepaskan jas miliknya. Ia memasangkan ketubuh Evita dengan hati-hati.
“Sebastian, dimana sifat acuh mu itu, jika kau terpengaruh seperti ini, perfommu akan sia-sia nanti”
“Aku tak akan terpengaruh oleh apapun, selama Nyonya masih selamat. Nyonya jangan sentuh senjata....ku mohon”ucap Sebastian yang langsung menunduk dan menekukkan lututnya. Membuat Evita hanya bisa terdiam.
“Aku tak tahu apa yang kau khawatirkan Sebastian...tapi akan ku coba untuk menepati keinginanmu”Evita melangkah pergi tanpa menyuruh Sebastian berdiri. Sebastian terdiam tak berkutik karena sudah tahu batasan apa yang sudah ia lewati.
-
Yoongi terdiam dalam jalan pulang mereka. ia memikirkan perasaan yang aneh muncul diirinya. Sebenarnya,
Brukkk!!!
“agh!...siapa pula yang terjatuh disini?”benak Yoongi. Ia menahan rasa sakit yang luar biasa. Tapi juga merasa keanehan. Karena berat yang ia terima seperti familiar untuknya.
“Maafkan aku” suara yang begitu sangat kaku, tidak lebih tepatnya suara yang sangat familiar untuk Yoongi sendiri. “siapa sebenarnya gadis ini?”benak Yoongi lagi. ia membuka matanya melihat wanita yang sudah beberapa kali ia lihat, gadis yang terakhir kali dilihatnya empat tahun yang lalu.
“Maaf”ucap gadis itu lagi. membuat Yoongi diam-diam memperhatikannya.
“ada yang aneh denganku, kenapa aku merasa seperti mengenalinya...apa yang membuatku begitu merasa aneh hari ini”Benak Yoongi. Dari semua yang ditangkapnya entah inisiatif apa yang datang. Ia ingin membantu dan bertindak lebih.
Ia yang tak suka mengendong wanita sejak kepergian kekasihnya. Yang ia sendiri tak tahu siapa. Kini dengan tindakkan diluar otak Malah mengendong wanita yang masih asing menurutnya.
Berbincang sebentar dan meninggalkan Echan untuk mengantar gadis yang digendongnya. Membuatnya harus menahan diri agar tak bertindak lebih, karena jantungnya kali ini ingin melompat keluar entah karena apa. Yoongi tak bisa membayangkan betapa berani dirinya bertindak. Sampai tindakkan lain muncul...
Wanita digendongannya ini menyentuh kepalanya. “ini cewek maunya apa sih?”benak Yoongi. Ada pikiran jahat diotaknya. Namun pikiran itu menghilang kala menyadari bahwa Gadis yang digendongannya ini berniat baik.
Yoongi menandang dalam diam, memindai apa yang terdapat didalam mata gadis didepannya ini. Wajah yang terlihat asing tapi familiar untuknya.
“Terimakasih”ucap Yoongi mengakhiri pandangan yang membuat pikiran melayang entah kemana. Yang pasti kalau kaum laki-laki memandang gadis lebih lama, akan ada terpintas pikiran untuk menciumnya. Dan itulah yang ada dipikiran Yoongi sekarang.
Mereka terus berjalan sampai akhirnya Yoongi menyadari bahwa gendongan yang tadi sulit dilakukan olehnya, kini dengan mudahnya ia mengendong gadis yang dengan tenangnya menekukkan wajahnya.
Yoongi memandang gadis digendongannya itu, melangkah namun tak melihat kedepan.Yoongi kali ini benar-benar terhipnotis dengan bulu mata yang bergerak-gerak karena mata itu tertutup berusaha untuk tenang tapi percuma. Yoongi menarik garis manis dibibirnya. Membentuk senyuman kecil.
Yoongi menundukkan kepalanya untuk bisa membisikkan sesuatu, “tetaplah seperti ini, agar aku mudah mengendongmu”ucap Yoongi dengan tenang dan ia melanjutkan langkahnya dengan tenang dan rasa puas yang datang bersamaan.
mengingat hal itu membuat Yoongi memikirkan kembali, kenapa gadis itu seperti tahu titik ternyaman untuknya. “Echan!!..apa aku pernah mengendong orang lain?”tanya Yoongi kepada Echan yang kini mereka telah tiba di kantor kepolisian. Mereka melangkah keluar mobil bersama-sama.
__ADS_1
“Maksudmu?”Echan terdiam sejenak mencerna pertanyaan Yoongi, “Ooh....masalah mengendong ya?...Aku pikir hanya Indah yang pernah kau gendong terakhir kali”Echan berjalan berdampingan dengan Yoongi yang kini merapikan jas miliknya.
“Apa Indah dulu terlihat tomboy atau seperti feminim gitu?”tanya Yoongi. Echan yang mendengar pertanyaan itu berhenti melangkah. “kalau kau tanya seperti itu, maka aku tak menemukan jawabannya, karena aku sendiri tak tahu apa Amel yang merupakan kekasihku sendiri seperti apa..apa ia terlihat pendek, atau terlihat imut”