MANTIV

MANTIV
● Mantiv(42)


__ADS_3

terdiam akan perkataan Echan, membuat dua orang itu tengelam dalam pikiran mereka masing-masing.


“apa kita selama ini melupakan seseorang Echan..aku entah kenapa sangat mengenal Indah tapi disaat seperti ini Malah terlihat seperti baru mengenalnya”


“kalau kau begitu lalu aku apa, aku juga selama ini mencari tahu, kenapa ingatan tentang Amel hilang dalam diriku dengan begitu mudahnya..seakan-akan banyak kenangan yang kami miliki hilang begitu saja dalam semalam”


“apa kita perlu pergi bertanya ke kakak Za?”entah perasaan gundah muncul dihati mereka. seakan-akan mereka telah bodoh meninggalkan seseorang yang seharusnya mereka lindungi. Mungkin kalau perasaan sayang akan orang tua tidak akan seperti ini. Perasaan yang muncul di hati mereka mengatakan bahwa mereka telah bertemu dengan kekasih mereka namun dengan mudahnya mereka melepaskan orang yang selama ini mereka cari.


“kita akan pergi kekediaman kakak saja, biasanya ia akan kesana”ucap Echan yang mendapat angukkan oleh Yoongi dengan cepat. Mereka berdua pun memasuki ruang kantor kepolisian dan mengerjakan tugas yang telah mereka dapatkan.


-


Semua telah siap dengan persiapan yang luar biasa. Evita telah mengatakan akan mencoba memegang janjinya untuk tidak membawa senjata, jadi ia hanya bisa menonton permainan yang ingin ia mainkan. Dengan jas yang dikenakan olehnya pemberian dari Sebastian.


Intari yang tengah duduk dikursi dengan tenang memakan buah yang disediakan. Seperti bos yang hanya tinggal memerintah tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi.


Amelya tengah bersiap-siap, ia memilih pistol manakah yang cocok untuknya, apa ia harus mengunakan pisau atau harus bermain ayunan dan menembakkan anak panah yang dibuatnya atau sumpit yang dibuatnya dengan obat tidur. Ia saat ini tengah kebingungan.


Nabila dan Inul melakukan apa yang diperintahkan, meski Inul, tak sepenuhnya turun tangan. Raja pun ikut memeriksa Cctv. Dan melihat pergerakkan seluruh anggota detektif. Raja begitu kagum melihat bahwa para anggota detektif bergerak disetiap sisi mansion sedangkan diluar telah bersiaga para bodyguard yang ada membuat pemandangan yang luar biasa untuk Raja.


“apa ini tidak akan menganggu atau apa nanti kepolisian akan datang kesini?”Raja memperhatikan sekeliling monitor yang tampil didepannya. Nabila yang mendengarnya hanya bisa terkekeh.


“apa yang perlu di khawatirkan, selama yang mengatur permainan ini adalah kakak Evita, tak akan ada yang terjadi selain menang atau kalah”


Dengan santai Nabila mengambil cemilan yang disimpannya, ia membuka salah satu cemilan itu. “mau”tawarnya yang mendapat gelengan oleh Raja. “yasudah, lagian paling pemainannya tidak akan bertahan lama”Nabila mengarahkan mouse miliknya menuju kearah cctv bagian pertama yang memperlihatkan bagian depan mansion dimana telah muncul sekumpulan orang-orang berpakaian hitam datang dengan seorang wanita berambut putih berjalan dibarisan depan.


“lihat, permainannya akan dimulai”Raja kini memperhatikan monitor yang dipandang oleh Nabila.


-


Diruang tamu, Evita tengah tenang menikmati kacang sembunyi miliknya, ia tak memakannya melainkan mencari dimana letak kacang itu berada dan mengeluarkannya dengan cara menghancurkan bagian luar dari tempat persembunyiannya. Dengan tersenyum ia menekan telunjuk dan jempolnya bersamaan.


Krakkk


“SELAMAT MALAM NONA EVITA!!!! SENANG BISA BERMAIN DENGAN ANDA, SUATU KERHOMATAN BISA LANGSUNG BERMAIN DENGAN DIRI ANDA, JUJUR SANGAT MENGIURKAN KETIKA ANDA DATANG TANPA DIMINTA, HAL ITU MEMBUATKU INGIN SEGERA MENGORESKAN BENDA TAJAM KEWAJAH ANDA YANG PENUH DENGAN TOPENG ITU”


Teriakan diluar begitu mengelegar terdengar didalam mansion. Semua orang mendengar apa yang diucapkan, Intari dan Amelya langsung memandang kearah Evita yang dengan tenangnya memainkan kue kacang sembunyi buatan bibi didapur mereka.


“Apa kita perlu menyambut mereka Evita?”tanya Amelya yang mendapat pandangan tenang dari Evita. “Amelya, sejak kapan kau bermain dengan sumpit kecil itu, tapi yeah setidaknya kau bersiap, baiklah kita lihat siapa yang datang”ucap Evita dengan berdiri dan melangkah kearah tangga menuju keteras lantai dua.


Ia melangkah membuka pintu yang ada dan melihat kearah dimana sekumpulan orang telah mengepung mereka. dan diantaranya ada orang yang dikenalinya.


“Ah...HAIIIIII SINTROO....”teriak Evita membuat semua orang memperhatikan dirinya. “APA YANG KAU LAKUKAN DISANA, AKU TIDAK MEMBAWA SALMA DISINI, SEPERTINYA KAU MENDAPATKAN INFO YANG SALAH...”Evita memainkan kacang sembunyi miliknya.


“HAIIII KAKAK EVITA.....APA KAU MENGENALIKU?”tanya gadis yang berdiri disamping Sintro dengan rambut putih miliknya.


“AH.....HAIII SIAPA KAU?”tanya Evita kembali membuat gadis rambut putih itu tersenyum dengan senang.


“KENALIN AKU FELIYA”Evita yang mendengarnya melambaikan tangan. “HAI FELIYA, SENANG BERKENALAN DENGANMU”Feliya membalas lambaian itu sebelum ia tersenyum dengan menunjukkan barisan giginya.


“Sekarang”ucap Feliya yang membuat salah seorang menembakkan peluru kearah Evita yang masih tenang menunjukkan diri.

__ADS_1


Dorrrr


Dengan merasa senang yang ingin membuat mu teriak, tapi sayang Feliya melihat sebuah timah yang ternyata terjatuh tanpa menyentuh Evita sama sekali.


“MAAF FELIYA PELURU MU ITU TAK BISA MENEMBUS KACA ANTI PELURU INI, BAWAKAN BASOKA ATAU MERIAM UNTUK MENEMBUSNYA LAIN KALI”mendengar perkataan itu berhasil membuat Feliya langsung mendesir kesal. Ia mengangkat tangannya. “Habisi seluruh orang yang ada disini, jangan sisakan satu orang pun bahkan jika kau bertemu tikus lenyapkan semuanya”Feliya langsung bergegas berlari mengarah kearah Evita yang kini meninggalkan mereka.


“Huh lelahnya bermain kacang sembunyi ya Tuan Sintro, dan Nona Feliya, kalian pikir aku tak mengetahuinya. Tapi tak seru lah bermain kacang sembunyi ini, seharusnya mereka bermain petak umpet aja”Evita memandang kearah Intari yang melihat kearahnya.


“Biarkan para bodyguard itu yang bermain, kalau kalian ingin silahkan meminta izin kepada Intari”ucap Evita yang melangkah menuruni tangga.


Didalam dengan tenang menunggu sedangkan diluar tengah sibuknya bermain.


Para dodyguard yang menerima permainan lebih dahulu langsung bergegas untuk menghajar orang-orang yang telah melangkahkan kaki mereka untuk bisa masuk.


Dorrrrr


Dorrrrr


Dorrrr


Serangan dan suara tembakkan telah terdengar, mereka mulai saling menghabisi satu dengan yang lain ,membuat mu ingin ikut bermain. Intari yang duduk dengan tenang menikmati makanannya sedangkan Amelya berdiri didekat jendela yang terbuka untuk melihat secara langsung permainan yang disediakan oleh Evita.


“Evita mengatakan jika kalian ingin menyerang bersiaplah diposisi masing-masing”ucap Intari yang mendapat anggukkan oleh seluruh anggota detektif.


Feliya dibuat kewalahan meladeni para bodyguard yang begitu dengan tenangnya mengalahkan seluruh anggotanya.


“Sial apa kita telah masuk kedalam perangkapnya?”ucap Feliya dengan melihat sekeliling, ia menyadari ada kesalahan dalam tindakkan yang diambilnya. “Sintro...apa kita mundur saja kali ini?”tanya Feliya.


“ayo”Feliya ingin meninggalkan arena permainan yang telah disediakan. Tapi sayang seribu sayang, Amelya telah mengeluarkan sumpit kecilnya lalu meniup dan mengenai sasarannya.


“beres”ucap Amelya dengan santai, membuat yang lain tersenyum melihatnya. Jelas karena mereka sangat langka melihat tingkah dari Nona mereka.


Feliya langsung terkulai lemah, bodyguard yang ada pun mengendongnya, sedangkan Sintro ditahan oleh bodyguard yang ada.


“Terlalu mudah?”Raja kaget dengan apa yang dilihatnya, tak seperti apa yang diprediksi olehnya. Ia mengira ini semua akan selesai dalam kurung waktu 5 jam, tapi ternyata tebakkanya salah 1 jam kurang semua telah terselesaikan.


“Hahahaha...apa yang ku bilang, ini tak akan bertahan lama”Nabila membuka bungkus cemilan ke 5nya, ia sudah senang melihat aksi yang jarang dilihat olehnya. Dan tak menyangka saking menikmatinya, ia tak mengira akan menghabiskan lima bungkus cemilan.


“Sudah..ini benar-benar sudah selesai?”Raja tak percaya, tapi hasil semuanya ada dimata, mau tak mau ia percaya dengan apa yang dilihatnya.


Mereka berdua pun keluar dari ruang cctv dan pergi bergabung bersama Evita yang kini tengah melihat dua tangkapan nya.


“Lihatlah...permainan ini tak cocok untukku tuan Sintro”Evita melangkah turun dari tangga menuju kearah Sintro yang terikat dan Feliya yang terbaring dengan bantal dikepalanya. Diberi kenyaman untuk tamu mereka. sebagai tuan rumah Intari tak ingin dinilai buruk.


Sebastian berdiri disamping Evita, ia mengambil cemilan yang hancur lebur ditangan Evita. Lalu membersihkannya dengan tisu, ia melakukannya dengan lembut. Evita yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa terdiam. Lagian Sebastian yang menginginkannya.


“Bagaimana...kau tahu kalau semua ini tipuanku”Sintro membuka pembicaraan, ia telah kesal karena rencana untuk menghabisi Evita sia-sia. Bahkan mereka telah masuk kedalam perangkap Evita sendiri.


“Ah tentang itu, tentu saja aku tahu dari awal, pertama kasus kabut, kabut yang dibuat olehmu dulu tak berhasil, dan tak mungkin kau langsung berhenti saat itu, kau itu maniak eksperimen, apa pun yang ingin kau wujudkan, harus bisa kau dapatkan. Maka kematian Salma itu adalah hasil yang membuatmu makin gila dengan kabut buatanmu ini bukan?”


Sintro yang mendengarnya, langsung menatap Evita. Ia menatap dengan mata yang tajam. “Kau itu bukan Tuan Sintro, kau hanya orang yang mengunakan namanya, dan berpura-pura menjadi dirinya. Tuan Sintro atau lebih baik ku panggil anda Tuan Arta Sintra?”

__ADS_1


Dalam perjalanan kembali kemansion


“Evita kau pergi lama tadi, apa terjadi sesuatu?”tanya Amelya sambil fokus kedepan.


“Iya..aku bertemu dengan Tuan Sintro”jawab Evita sambil menatap layar tablet miliknya. “Tuan Sintro, bukannya ia saat ini tengah berada digenggamanmu”Amelya yang fokus menyetir harus memalingkan wajahnya karena rasa penasarannya.


“Iya Sintro yang ku temui adalah sintro yang asli dan yang ditangkap olehku adalah Sintro yang palsu lebih tepatnya orang yang tak bertangung jawab dengan janin yang dikandung oleh Salma”


Amelya kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Evita, tak habis pikir dirinya, kok masalah Sintro ini lebih rumit dari yang dipikirkan.


“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu, kalau begitu Salma yang kita temu apakah dia juga palsu?”Amelya mulai memikirkan pertemuannya dengan Salma yang merupakan gadis baik.


“Kau tak lihat makam tadi, bukannya tertulis nama Salma disana”Amelya langsung menghentikan Mobil yang dibawanya, ia menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Evita. Jadi selama ini ia telah bermain-main ditangan musuh.


“Kalau begitu kami tertipu dengan semua yang ada”Evita mengangguk, lagian apa lagi yang perlu dijelaskan. Sudah jelas bahwa Sahabatnya telah dimainkan oleh para musuh yang belum dikenali olehnya saat itu.


“apa yang akan kita lakukan?”Amelya kini merasa kesal dengan apa yang diketahui olehnya. Ia merasa ingin segera menghabisi orang-orang yang bermain-main dengannya.


“Sabarlah, yeah paling kau hanya perlu bersabar selama beberapa menit lagi, sudah kita kemansion”


Itu adalah akhir dari percakapan Evita dan Amelya, jujur saja Intari juga diam-diam mendengarkan, ia hanya tak ingin Evita nanti marah padanya karena pura-pura tidur. Ia telah bangun saat Evita menendang ban mobil. Dan memilih pura-pura tidur yang berakhir beneran, karena malu. Malu lah orang datang dengan seorang yang mengendong mu, apa lagi orang itu tak lain orang yang kau cintai. Stress memang.


“Tuan Arta...aku telah menyelidiki semua tentangmu, walau sedikit sulit karena ada penganggu, tapi jujur kebetulan aku bertemu dengan kalian, membuatku tak bosan bermain-main heheh. Tapi jujur kalian sangat pandai bermain kacang sembunyi walau di toples yang besar ini”Evita menunjuk toples yang berada ditangan kanannya, ia memindahkannya ketangan kiri karena tangan kanannya akan dibersihkan oleh Sebastian.


“Toples besar ini, dengan isi lebih dari puluhan Kacang Sembunyi, aku masih bisa menemukan kalian, mau tahu caranya...akan ku beri tahu nanti, lebih baik kalian istirahat ditempat yang sudah ku sediakan”Evita mengangkat matanya melirik Sebastian yang kini mengangguk.


“Bawa mereka ketempat Black List”ucap Sebastian yang langsung dilakukan oleh para bodyguard yang ada. Para anggota dektektif hanya bisa menatap dengan tatapan heran. Yeah mereka baru dengar ada nama ruangan BlackList atau apa lah itu, yang pasti baru untuk mereka.


Intari dan Amelya hanya bisa menatap datar kearah bodyguard yang membawa Sintro fake dan Feliya. Entah kenapa mereka merasakan aura membunuh yang datang.


Raja terdiam melihat hal ini, tangannya mengepal dengan pelan. Membuat Evita sedikit melirik dirinya. Raja yang menyadari ada lirikkan, melihat kearah orang yang melirik, setelah mengetahuinya siapa yang dilihatnya, ia pun menunduk.


Evita yang melihat hanya menatap datar, ia melangkah meninggalkan mansion tanpa berbicara. Sebastian tentu saja telah menunggunya dimobil, yang dimana ia sendiri berdiri diambang pintu untuk menunggu Evita.


“Amelya...Evita akan kemana lagi?”tanya Inul, sudah lama ia tak bertemu dengan keponakkannya itu.


Amelya yang mendapat pertanyaan hanya bisa tersenyum. “Ia pasti pergi ketempat yang membuatnya tenang”Inul yang mendengarnya menatap diam. Karena baru kali ini ia tahu bahwa Evita memiliki tempat yang ia kunjungi sendirian.


Melihat Intari dan Amelya yang santai dan tenang, membuat Inul menghentikan rasa khawatir miliknya. ia pun melakukan apa yang menjadi tugasnya, begitu juga dengan yang lain. Mereka pun melakukan apa yang telah ditugaskan.


-


Tiba dikediaman Za, Yoongi dan Echan melihat Mansion kelam yang ditinggali oleh Za, kakak Pertama mereka.


“Ini pertama kalinya aku bisa datang kesini”Echan terpesona melihat Mansion yang sangat megah dan kelam. Yoongi yang melihatnya dengan pandangan datar. “tak salah sih, ini kan sisi lain dari kakak”ucap Yoongi yang dianggukkan oleh Echan.


Mereka melihat kearah penjaga gerbang yang kini menghampiri mereka. “ah Tuan Ketiga dan Tuan Keempat, kalian berkunjung, kebetulan Tuan Pertama ada disini”Penjaga gerbang itu tersenyum dengan wajah yang datar. Tak cocok memang, tapi untuk orang seperti Yoongi dan Echan, mereka menganggap Pak penjaga Gerbang adalah orang tua yang dekat dengan Za sendiri. alasannya, karena Orang tua itu telah mengenal orang tua kandung Za.


“Baguslah Pak kalau Kak Za benar-benar ada...”Echan membalas senyuman yang diberikan oleh Pak Penjaga. Setelah berbincang sebentar, mereka pun masuk kedalam halaman Mansion Za.


Orang-orang mungkin akan mendesain rumah atau tempat tinggal mereka seindah mungkin, tapi untuk Kakak Pertama mereka ini, bukannya terlihat indah, halaman yang ada disini, terlihat makam yang digusur oleh orang-orang. Sudah kelam, seram lagi. aneh memang.

__ADS_1


__ADS_2