
“Kak Za!!!”pekik Indah datang dengan wajah yang sudah terhiasi air mata. Membuat Za yang ada ditaman hotel memandang kearahnya.
“Ada apa Indah?”tanya Za. Dan terlihat baru kali ini Indah mengunakan kata Kak untuknya. Biasanya hanya memanggil Za.
“Ini”Indah dengan gemetar menyerahkan sebuah permata yang terlepas dari rantainya. Kalung yang dikenakan oleh Evita memiliki permata berlian bersamaan dengan pelacak didalamnya.
“Bagaimana....bagaimana bisa?”Za tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia mengambil permata yang dibawa oleh Indah, dan memandang permata itu.
Tak lama Amelya datang dengan wajah tergesa-gesa. “Aku tak menemukan jejak Evita”ucapnya.
Yeah mereka telah mengecek segala ruangan, pelacak Evita menunjukkan pergerakkan, dan semua pun mulai mencari. Tapi apa yang didapat hanya sebuah permata dari hadiah yang diberikan oleh Za untuk Evita.
Hal ini menjadi tanda bahwa Evita mulai menjauh dari mereka. Amelya langsung terduduk melihat permata yang dipegang oleh Za. Yoongi dan Echan datang bersamaan. Mereka juga terkejut melihat raut wajah tiga orang yang tak ada tanda-tanda kehidupan.
“Apa yang terjadi?”tanya Yoongi. Indah yang mendengar suara langsung menjawab “Evita...tidak ditemukan, dan pelacak yang kita kejar telah terlepas dari Evita”
Yoongi dan Echan melihat kearah Kak Za mereka. yang ternyata memegang permata indah ditangannya. Itu tak lain adalah permata yang diberikan untuk Evita.
Harapan yang dikira akan memiliki keberuntungan, kini malah sebaliknya.
“Kak Za....kita masih belum kehilangan kesempatan, ingat kata Paman Zahra..bahwa kesempatan kita sampai malam ini...lebih baik kita tetap memeriksa sekeliling”ucap Echan yang berusaha untuk membuat suasana menjadi lebih hangat. Setidaknya mereka masih memiliki harapan.
Mendengar hal itu semua pun mengangguk. Dan melanjutkan kembali apa yang ingin mereka lakukan. Dalam hati mereka berharap semoga mereka tak kehilangan Evita.
-
“Ugh!....sial...lepaskan...lepaskan...lepaskan aku”Evita berteriak dengan suara yang serak. Ia yang ingin berendam tiba-tiba ditangkap oleh orang-orang berpakaian hitam. Mereka tak terlihat jahat, tapi Evita tetap tak percaya dengan mereka.
Kalung yang dipakai terlepas saat ia memberontak. Dan ia tak tahu Kalung yang mana yang terlepas karena saat ini ia masih diikat oleh orang-orang asing.
“Diam!!!.....Wanita murahan seperti mu itu sangat cocok untuk makanan hewan buas”gerutuk seorang Pria yang menahan tangan Evita.
Sial Evita dibilang wanita murahaan...yeah ia tahu saat ini wajahnya memerah karena obat perangsang yang entah didapatnya dari mana bisa dipakai olehnya. Untung kesadarannya masih ada.
“kita harus cepat membawanya, malam ini mereka akan pergi, tapi harus ada pengecekan dulu.....gadis ini mampu bertahan lebih dari satu jam dengan obat perangsang ditubuhnya”ucap Pria yang lain.
Mendengar hal itu Evita makin merasa aneh, apa mungkin ia tengah dijadikan eksperimen oleh seseorang. Seketika ingatannya tentang wanita yang menculik Indah dan Amelya.
“Apa dia yang menjadi dalang dari semua ini?”benak Evita.
Ting
Lift terbuka, mereka keluar dengan cepat, Evita masih meronta-ronta ingin kabur. Tapi semua itu sia-sia. Tubuh yang telah dipenuhi dengan obat perangsang tak akan bisa sekuat tubuh yang penuh stamina. Sekarang tubuhnya dipenuhi dengan hawa nafsu yang menjalar.
Tiba di kamar yang bertulisan angkat 404. Pintu terbuka dan Evita dilempar kedalam dengan paksa.
Brukkk
“Ugh!”Evita menahan sakit yang dirasa olehnya. Sekarang tubuhnya mulai berkerja lagi, sial ini benar-benar menyakiti dirinya.
“ehem”sebuah suara yang terdengar ditelinga Evita. ia memaksakan diri untuk membuka mata dan melihat secara langsung apa yang terjadi.
“Bagaimana perasaanmu...apakah sengsara?”tanya orang tersebut. Evita melihat sekeliling dan yang didapatinya hanya sebuah salon kecil dan cctv yang terlihat. Dan pandangannya langsung menatap tajam.
“Santai....lagian semakin kau mengunakan emosimu, semakin nafsu untuk disentuh memuncak didalam dirimu...benar bukan?”apa yang diucapkan oleh orang tersebut ada benarnya. Karena saat ini tubuhnya makin lama makin panas.
“Aku ingin menguji tubuh seorang putri dari anak keluarga Kim....tubuh yang sangat langka, darah yang juga sangat langka...aku sungguh beruntung mendapatkanmu..sekarang tinggal ujian terakhir”
Mendengar kata Kim membuat Evita menduga bahwa kemungkinan Ibunya telah ditangkap oleh mereka. tapi kenapa bisa tertangkap. Apa yang sebenarnya terjadi. Ini semua sulit dimengerti.
“Baik sekarang mari kita lihat bagaimana keturunan keluarga Kim ini memuaskan nafsu para lelaki”
Mendengar ucapan tersebut membuat Evita menatap heran. Ia mendengar sebuah pintu yang terbuka sendiri. dengan cepat ia melihat kearah tersebut dan yang didapatinya adalah tiga pria yang memiliki wajah menjijikkan.
__ADS_1
“Sial....aku harus pergi”guman Evita. memaksakan diri untuk segera bangun. Tapi tetap saja sia-sia karena sekarang tubuhnya telah mencapai batasannya.
Tiga pria itu mendekatinya, dan masing-masing dari mereka menangkap Evita. nafas pria yang memburu karena nafsu telah membuat Evita itu terhanyut.
Dengan wajah yang mulai menangis. Evita berteriak sekencang mungkin. Karena yang bisa dilakukannya saat ini adalah berteriak. “TIDAKKKKKKK!!!!!!”
-
“EVITA!!!”teriak Indah dan Amelya yang merasakan perasaan gundah dihati. Hal itu membuat Za ikut khawatir dengan keadaan Evita.
Meski mereka hanya mendengar melalui earphone. Tapi mereka bisa merasakan bahwa ada kegelisahan dihati masing-masing.
Indah dan Amelya juga tak bisa mengungkap apa yang mereka rasakan. Tapi yang menjadi kegelisahan mereka adalah bayangan Evita yang perlahan menjadi sosok lain. mereka tak ingin itu terjadi.
Dalam persahabatan apapun yang terjadi kadang tak ada yang bisa saling mengetahui apa yang dirahasiakan. Contohnya mereka sendiri yang tak bisa mengatakan bahwa mereka hampir dilecehkan. Sekarang Evita pasti akan melakukan hal yang sama.
Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah Evita akan benar-benar berubah. Namun tak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
-
Za tak bisa berpikir jernih, hatinya penuh dengan rasa takut. Takut kehilangan, takut akan fakta, dan takut akan apa yang dirasakan olehnya.
Entah kenapa ia sering berdoa dalam benaknya untuk keselamatan Evita. ia takut kehilangan Evita. karena Evita adalah cahaya dalam hidupnya. Jika cahaya itu hilang entah apa yang akan terjadi kepadanya.
Ia tak memiliki orang tua, tapi bukan berarti kehilangan kasih sayang dari paman, kakek dan keluarga yang lain. hanya saja ada perbedaannya. Jika kasih sayang keluarga yang diberikan berbeda dengan kasih sayang yang diberikan oleh Evita. entah apa yang membuatnya begitu tak bisa meninggalkan Evita.
Sekarang tak ada waktu lagi, ia harus bergegas mencari Evita. permata yang terlepas dari rantainya akan ia kembalikan dan pasangkan kembali dileher kekasihnya. Karena itu adalah tanda bahwa ia tak main-main dengan Evita.
-
Hari telah berlalu sesuai dengan keinginannya. Malam telah tiba dan suasana yang dingin telah menyelimuti keadaan. Tak ada tanda-tanda Evita terlihat oleh mereka. semua hanya berharap dengan sebutir debu tentang keberuntungan. Jika memang takdir berkata baik. Mereka pasti akan bertemu. Dan sepertinya itu terjadi.
Keributan dilantai 15 telah terjadi. Sebuah pelayan hotel bergerak kearah tersebut. Mengunakan kesempatan itu, Indah dan Amelya bergegas ikut menyamar.
“Kami akan naik keatas...kalian tunggu dibawa”ucap Amelya yang menyampaikan pesannya lewat earphone. Ia melangkah mengikuti para pelayan dan mencoba untuk bertanya.
Pelayan yang diberi pertanyaan langsung bergegas menjawab “kau tak tahu....seorang ilmuan telah datang kehotel, dan mengunakan lantai 15 untuk eksperimennya...tapi yang menjadi masalah ada seseorang yang kabur dengan hasil eksperimen yang dibawa olehnya”
Mendengar jawaban itu Amelya sedikit kebingungan. Bagaimana bisa eksperimen dilakukan dihotel seperti ini. Eksperimen apa itu. tak hanya Amelya, Indah yang mendengarnya juga bertanya-tanya. Apa eksperimen bisa dilakukan ditempat terbuka.
Mereka terus berlari dan hingga tiba ditempat. Dimana terlihat seorang wanita yang tengah mengunakan kain untuk menutupi tubuhnya. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, hanya mata yang terlihat.
Selain wanita itu, terlihat tiga pria yang terbantai dengan darah yang bercucuran.menghadirkan pandangan mengerikan. Bahkan ada yang langsung memalingkan wajah mereka tak tahan dengan apa yang dilihat oleh mata sendiri.
Tiga pria itu masih bernafas tapi tak bisa lagi bangun dari berbaringnya mereka. wanita yang dikelilingi oleh kain putih tengah kebingungan. Ia memandang sekeliling dan mencari-cari sesuatu.
Indah dan Amelya merasakan familiar melihat tingkah tersebut. Tapi mereka tiba-tiba harus kehilangan pandangan saat para pelayan yang lain datang untuk berlari. Kearah mereka.
“Huaaaaa...setan..setan...setan...wanita itu membunuh tiga pria”
“huaaa....kabur-kabur”
Teriak demi teriakkan dikeluarkan. Karena tak ada yang bisa tahan dengan darah yang mulai keluar dari mulut tiga pria itu. pertanda bahwa tak ada lagi kehidupan untuk mereka.
Wanita yang mengunakan kain untuk menutupi diri secepat kilat berlari dan menghilang dari pandangan. Membuat Indah dan Amelya kesusahan mengejarnya.
“Sial...ia pasti menuju lantai bawah”ucap Indah yang langsung mengunakan earphonenya untuk menyampaikan pesannya.
“Kak Za,Yoongi dan Echan sebentar lagi ada seorang wanita yang akan turun dengan mengunakan kain untuk menutupi tubuhnya...tangkap dirinya, kemungkinan ia adalah Evita”ucap Indah. dan suara 'Iya' telah menjawab ucapannya.
-
Za berdiam di tempat utama Hotel. Ia akan menunggu dibagian resepsionis dan memperhatian orang-orang yang keluar dari pintu utama.
__ADS_1
Sekitar lima belas menit ia menunggu, terlihat wanita yang berlari dengan kain yang menutupi tubuhnya. Hal itu langsung membuat tubuh Za melangkah mendekatinya dan menarik kain yang menutupi kepalanya.
Srek
Apa yang didapati hanya sebuah pandangan ketakutan. Za langsung membelak melihatnya, tapi tatapannya terhenti saat gadis tersebut pergi meninggalkanya.
Karena masih kaget, Za tersadar saat ia kehilangan Wanita yang tak lain adalah Evita. ia bergegas keluar hotel dan berlari sekuat mungkin untuk mencari Evita.
“Evita....Evita...Evita”kepala yang telah mulai sakit. Ia mengingat pandangan kosong Evita yang seakan-akan tak memiliki sebuah kehidupan. Evita seperti kehilangan warna hidupnya.
“Sial.....EVITAAAA!!”teriak Za dengan suara yang keras. Ia tak bisa lagi membendung air matanya. Pria yang dikenal dingin kini menangis hanya untuk seorang wanita. Wanita yang berhasil membuat hidupnya penuh akan warna.
-
Yoongi dan Echan terkejut dengan suara Za yang berteriak nama Evita. tak salah lagi kalau Evita telah ditemukan. Tapi kenapa Kakak mereka berteriak.
Dengan cepat keduanya menyusul Za. Mereka mendapat bagian untuk menunggu lift bagian kanan dan kiri. Tapi tak satupun melihat wanita dengan kain keluar dari lift.
Keduanya berlari dan melihat pria yang bertekuk lutut dengan wajah yang sangat menyedihkan. Keduanya langsung terdiam melihat hal tersebut.
“Kak Za!”Echan mendekat dan menenangkan Kakak Pertama yang dingin dan teguh akan pendirian. Tak hanya Echan, Yoongi pun datang mendekat dan menyentuh pundak Za yang bergetar.
“Aku...aku...aku melihat kekasihku sendiri kehilangan kehidupannya, dan ia bahkan tak melihat kearahku.....bagaimana...bagaimana...bagaimana”
Suara Za sangat tercekat membuat Yoongi dan Echan langsung tertunduk. Seorang pria yang teguh pendirian runtuh kepada seorang wanita yang telah dianggap kekasih hidup dan mati.
Tak ada yang tahu kehidupan, tak ada yang tahu masa depan. Yoongi dan Echan hanya bisa menyemangati dengan memberikan tempukan tenang dipunggung Za.
Suasana itu makin menyedihkan ketika Indah dan Amelya datang dengan air mata yang mengalir diwajah mereka.
“Kak ZA...apa benar ucapanmu itu?”tanya Indah yang kini menatap tiga pria yang memandang mereka.
“Tidak...tidak mungkin, tidak mungkin itu benar-benar Evita kan?”tanya Amelya.
Keduanya telah mengetahui bahwa tempat yang dilakukan eksperimen tersebut adalah tempat pengujian nafsu seorang lelaki. Dan ketahanan wanita menghadapi nafsu seorang pria.
Mereka hanya memikirkan bahwa wanita itu pasti bukan Evita. karena Evita pasti tak akan selemah itu. namun mendengar perkataan Za. Wanita tersebut pasti Evita. sahabat mereka sendiri.
“Za...tak mungkin Evita...tak mungkin Dia bukan?”tanya Indah dengan mendekat dan menarik kerah baju Za yang masih terdiam.
Mereka tak memperdulikan pandangan orang-orang. Yang mereka pikirkan adalah tentang Evita. Evita dan Evita.
“Indah”Yoongi berusaha untuk menjauhkan Indah dari Kakak pertama mereka. tapi sia-sia, Indah yang telah marah sulit untuk dikendalikan. Ia bahkan mampu membuat babak belur orang lain hingga masuk UGD. Sedikit berbahaya.
“Za...katakan bahwa wanita itu bukan Evita...katakan bahwa bukan dia”ucap Indah dengan nada memaksa. Tapi percuma...percuma berbohong bukan.
Za yang tak bisa lagi menahan emosi langsung menatap Indah yang kini terkejut dengan pandangan menekan Za. Pandangan yang mampu menjatuhkan lawan dengan sekali lirikan.
“IYA...WANITA ITU ADALAH EVITA...SAHABATMU, KEKASIHKU...DIA ADALAH EVITA”Za berteriak didepan Indah. dengan amarah yang meluap. Semua menjadi hancur seketika.
Indah langsung menjauh, Amelya ikut menjauh. Dan setelahnya mereka berdua memilih untuk pergi meninggalkan lelaki yang kini kembali menjatuhkan diri.
Yoongi dan Echan tak menduga. Kakak mereka akan bertindak seperti ini. Saat ini mereka kebingungan harus bagaimana.
“Yoongi..Echan, kejar kekasih kalian..jangan sampai kalian kehilangan mereka....kejarlah mereka”ucap Za yang kemudian bangun dan melangkah untuk pergi.
Yoongi dan Echan yang mendengarnya langsung kebingungan. Tapi mereka mengambil keputusan untuk menyusul kekasih mereka yang pergi dengan berlari.
Meninggalkan Za yang makin terpuruk akan perasaannya sendiri. ia masih tak bisa melupakan pandangan kesedihan, kekosongan, kehampaan, dan ketidak berdayaan. Evita entah kenapa mulai menghilang dari pandangannya.
-
“Kau baik-baik saja?”tanya Mavin Vintorin pada seorang wanita yang kini berada dipelukkannya. Wanita tersebut mengeleng dengan keras dan tak berapa lama memilih untuk memejamkan matanya.
__ADS_1
“Kita akan melakukan pernerbangan...ke Amerika”ucap Mavin Vintorin dengan mengendong tubuh wanita yang dipeluknya. Dan masuk kedalam mobil, dengan menuju kebandara.
Mobil pun berjalan membelah arus mobil yang begitu padat. Kesunyian memenuhi ruangan. Dan berhasil membuat keduanya terdiam dalam pikiran masing-masing. Mavin Vintorin memandang wajah wanita yang tak lain adalah Evita. gadis yang membuatnya selalu tertarik.