
Kakek Alex menatap dengan pandangan kosong didalam kamar rawat Evita, baru saja Ia kembali, yang didapatinya malah kesunyian.
“Anda baru datang Tuan besar Alex?”tanya Chen Rey melihat seorang kakek yang bengong diambang pintu masuk.
Kakek Alex yang bengong itu langsung kembali sadar, ia menatap Chen Rey dengan wajah penuh pertanyaan.
“Anda pasti mencari Cucu Anda, ia sudah pergi 10 menit yang lalu, bersama dengan yang lainnya. Aku mendengar Ia pergi ke tempat yang ingin dikunjunginya”ucap Chen Rey menjelaskan semua yang diketahui olehnya.
Kakek Alex yang mendengarnya langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Chen Rey. Ia hanya bisa menghela nafas dengan lelah. “Maafkan Aku Nak Za, Aku tak bisa menahan Evita”benak Kakek Alex.
“Terimakasih Dokter, Aku ingin tahu, Apakah Cucuku bisa bertahan tanpa infusnya itu?”Kakek Alex bertanya, menatap kearah infus yang terlepas dengan paksaan.
“Sebenarnya tak ada yang bisa tahan saat baru sadar dari koma mereka, apa lagi mencabut infus pun mereka bisa kelelahan..tapi Aku tak tahu apakah Cucu Anda lemah dalam hal ini”jawab Chen Rey dengan sejujurnya.
“Aku tak pernah melihat seorang pasien berjalan dengan baik saat ia melepas infusnya, lalu melangkah menuju keluar rumah sakit tanpa lemah sekali pun”ucap Chen Rey dengan memberitahukan bahwa Evita bukanlah lemah.
Kakek Alex yang mendengarnya mengangguk, Yeah Cucunya memang keras kepala dan pemilik fisik yang kuat. Kakek Alex menatap kearah Pelayan yang dibawanya untuk menjaga Evita. namun sekarang orang yang dijaga tak ada, ia jadi bingung harus apa.
“Hm...Tuan Besar Alex, ada satu hal yang ingin Ku sampaikan, Cucu anda tak akan bertahan sampai besok, jika infus nutrisinya itu lepas dari dirinya”Chen Rey mengambil infus yang dilepaskan oleh Evita. lalu menyerahkannya kedepan Kakek Alex yang menatap bingung.
“Apa yang tak bertahan?”tanya Kakek Alex menatap bingung Infus yang ada ditangannya.
“Cucu Anda sedang mengandung, Jika Ia tak mengenakan Infus ini, maka ia bisa....”
Swusshh!!...Tap..Tap..Tap!!
Belum selesai Chen Rey menjelaskan, Kakek Alex sudah melangkah pergi meninggalkan Chen Rey.
“Bisa kelelahan”sambung Chen Rey yang tersenyum sesaat. Ia menatap kearah perawat yang mendekat didirinya.
“Siapkan beberapa kantong infus, mereka pasti membutuhkannya”tintahnya yang langsung dianggukkan oleh Perawat.
-
Didalam mobil, Sebastian yang menyetir menatap fokus kedepan dengan begitu seriusnya. Ia bahkan tak menghiraukan beberapa kesalahan yang dilakukannya saat menyetir.
“Sebastian, sepertinya Kau harus melakukan tes ulang mengendara, Kau bisa membunuh kami”ucap Amelya yang membuat Sebastian mengurangi kecepatannya.
Evita yang mendengar ucapan Amelya langsung menimpalnya “Biarkan, kita perlu bergegas disana, Kalian tahu bukan, Jika kita terlambat begitu saja. Suami kalian akan mengurung diri dalam kurung waktu lebih dari sehari”ucap Evita dengan nada yang begitu menekan.
Intari dan Amelya yang mendengarnya langsung terdiam. Sebastian kembali mengendarai dengan ugal-ugalan. Yang penting selamat meski terguncang-guncang.
-
Diwaktu bersamaan.
Pow!!!
Pow!!!
Pow!!!
Za, Yoongi dan Echan sudah menerima pukulan dipungung mereka. Za yang sudah mendapatkan 15 pukulan lebih dahulu siap untuk dicambuk.
Sedangkan Yoongi dan Echan baru mendapat 8 pukulan dari pengaris legenda. Tak ada yang bisa membantah, jika membantah atau menolong, sama saja mereka membiarkan anak-anak itu berulah lagi. lebih baik dihukum dari pada dibiarkan.
Karena dengan melihat bekas luka yang didapat, mereka akan mengerti, betapa sakitnya itu semua. Dan balasan dari apa yang diperbuat mereka.
Pow!!!
Pow!!!
Pukulan demi pukulan diterima oleh Yoongi dan Echan. Mereka saling melenguh kesakitan dengan apa yang terjadi.
Pukulan dengan ketebalan dua jari itu benar-benar bukan main. Dibandingkan terhempas dilantai. Pukulan ini lebih menyakitkan.
Yoongi yang merasakan pukulan dipungungnya langsung membenak “Aku tak ingin Istriku merasakan hal ini”benaknya menahan rasa sakit.
Sedangkan Echan yang juga menerima pukulan ikut berbenak, “Untung hanya Aku yang menerimanya..tak masalah dengan rasa sakit, yang penting Aku bisa melindungi Amelya”
Berbeda dengan Echan dan Yoongi. Za yang sudah memasuki cambukkan ketiga merasakan begitu perih apa yang dicambuk kepungungnya.
Ia tak menduga cambuk yang dilihatnya saat masih kecil, yang mengira cambuk itu tak sakit. Namun setelah merasakannya, Akhirnya ia tahu, beginilah sakitnya.
Za menahan sakit yang dirasa, ia menahan suara kesakitannya meski suara itu akan tetap keluar, disetiap hempasan cambuk.
Ketiga Kakek yang melihatnya hanya bisa diam dengan ekspresi datar. Mereka tak bisa ikut campur. Ini sebagai pelajaran.
__ADS_1
Begitu juga dengan para menantu keluarga Zhan. Mereka masing-masing menutup mulut. Karena mereka merasa hukuman ini lebih berat.
Pow!!!
Pow!!!
Ditempat lain..
Ketiga wanita turun dari mobil mereka. dengan wajah serius mereka melangkah memasuki mansion besar milik keluarga Zhan.
Sebastian dan Raja mengikuti tiga wanita yang melangkah itu. ada rasa penasaran dengan para Pelayan yang tidak menghentikan mereka.
Dari gerbang masuk, sampai melangkah kedalam mansion, ditambah dengan pelayan sendiri yang mengantar. Banyak pertanyaan yang ada dibenak dua seketaris yang berjalan dibelakang tiga wanita.
Intari dan Amelya sebenarnya berbenak, mereka juga penasaran kenapa semua orang diMansion ini malah membuka jalan untuk mereka.
Apa yang sebenarnya terjadi?. Pertanyaan itulah yang ada dibenak mereka.
“Nona Evita, disini ruangannya”ucap Pelayan dengan usia tak lagi muda. Ia menyempatkan diri memeluk Evita, Evita tentu saja membalasnya.
Intari dan Amelya yang melihatnya saling berkedip dengan pandangan terkejut. “Mereka seperti udah saling mengenal?”benak keduanya.
Krek!!!
“Agh!!!!!”
“Siapa yang menyuruh kalian..........”
Terkejut?, semua terkejut. Baik yang ada didalam ruangan maupun yang diambang pintu.
Mata Intari, Amelya dan Evita membelak melihat tiga pria yang bersimpuh dilantai dengan pungung yang sudah terluka-luka.
Ketiga Kakek yang melihat orang tak asing bagi mereka langsung melesat untuk mendekat. Namun belum langkah keempat dicapai. Salah satu dari Ketiga gadis bersimpuh lutut.
“APA YANG KAU LAKUKAN!”teriakkan Kakek Pertama melihat Evita yang berlutut didepan aula hukuman.
Mendengar teriakkan Kakek Pertama. Yoongi,Echan dan Za menatap kearah sumber suara. Reaksi mereka yang melihatnya langsung bergerak untuk berdiri.tapi tubuh yang terpukul itu tak sanggup mengimbangkan diri dengan benar.
Yoongi,Echan dan Za langsung kembali terduduk dengan menghadap kearah Ketiga wanita yang kini berlutut.
Kakek Pertama, Kedua dan Ketiga yang melihat tiga wanita bertekuk lutut bergegas untuk mendekati mereka, berniat untuk membangunkan ketiga wanita itu.Namun....
Greb!!...Swussh
PLAK!!!
Wajah emosi, amarah yang memuncak dan tekanan yang kuat terhempas diwajah manis Evita yang menerima sambutan berupa tamparan dari Bibi Kedua.
“BIBI!!”teriak Za mengema didalam ruangan. Meski begitu tak ada yang menghiraukan.
Mata semua orang terkejut, bagaikan sebuah flash gambar. Mereka terkejut hadirnya Bibi Kedua yang datang-datang menampar Evita.
Intari dan Amelya yang bertekuk lutut bersama, kini berdiri dengan melindungi Evita.
“OOH....Kau datang lagi kesini, Kau wanita yang melepaskan margamu, lalu mengatakan bahwa Kau bukan orang yang sembarang...Evita..Evita”Bibi Kedua menatap dengan wajah kesal. Memandang Evita dengan kebencian yang mendalam.
“Kau seorang wanita yang tak pantas dihormati, Kau seorang jal*ng yang bermain disana sini...”
“Hentikan Ucapanmu!!!”Pekik Intari dengan berdiri didepan Evita. semua diam melihat Intari yang kini menunjuk kearah Bibi Kedua.
“Jangan pernah mengatakan wanita yang tak pantas dihormati, jangan mengatakan wanita yang ini dan itu, Kau juga wanita. Jangan menilai seseorang Nyonya”Ucap Intari dengan menekankan kata Nyonya.
Amelya tak tinggal diam, Ia ikut berdiri disamping Intari. “Kau wanita, dan Kau berhak bicara tentang penilaian namun jangan mengatakan masalah menghormati. Jika wanita itu pantas dihormati, ia tak akan berteriak tanpa sebab dan menampar seseorang tanpa alasan..”
“Aku memiliki Alasan, karena dia..karena Dia, Za Keponakkanku menolak pertunangan dari keluarga Navi, lalu karena Dia, Za ku melakukan pelanggaran dan karena Dia, Ia juga yang membuat Za ku dihukum semenderita ini”potong Bibi Kedua dengan menujuk Evita.
Intari dan Amelya melindungi Evita. karena bagaimana pun, Evita adalah tanggung jawab mereka. Sebastian dan Raja juga berjaga dibelakang Evita. hingga..
“Mundurlah Intari..Amelya..kalian tak perlu seserius itu menangapi seorang wanita”ucap Evita yang menarik kedua sahabatnya kebelakang.
Nampak bingung diwajah kedua Sahabatnya. Namun mereka paham dengan keadaan dan memilih berjaga.
Evita berdiri didepan Bibi Kedua. Terlihat sekali masing-masing memiliki wajah angkuh diantaranya.
“Bibi Kedua, hai..Aku kembali..dan terimakasih sambutanmu”ucap Evita menatap datar kearah Bibi Kedua yang memandang kesal.
“Oh...sama-sama, Apa kau ingin lagi?”tanya Bibi Kedua.
__ADS_1
“Hentikan Itu BIBI KEDUA!”ucap Za dengan berdiri perlahan. Bibi Kedua yang melihatnya menatap kesal.
“Kenapa Kau membelanya Za, Wanita ini tak baik untukmu...”
“Kau bukan Ibuku, Kau hanya Bibi Ku”ucap Za memotong perkataan Bibi Kedua yang langsung membuat Bibi Kedua membelak.
Tak hanya Bibi Kedua, semua juga terkejut mendengarnya. Bibi Kedua menatap dengan wajah sedih dan kesal.
“Ha..Ha..hahahah, Za apa ini yang kau berikan kepadaku, Aku menjagamu dari kau masih berada dalam gendongan, Kau..Kau...hahahha”Bibi kedua tertawa lepas didalam ruang hukuman.
Semua menatap iba kearah Bibi Kedua yang memetakkan air mata. Tentu saja semua sakit mendengarnya. Ketika kasih sayang mereka sudah diberikan dan yang didapatkan malah tidak dianggap dari seorang yang dijaga.
Za yang mendengar ucapan Bibi Kedua langsung bicara “Bibi, Kau menolak untuk menjagaku dulu, Kakek menceritakannya kepadaku. Lalu Kau baru mau menjagaku setelah tahu bahwa Aku yang akan meneruskan segala kekayaan keluarga Zhan. Bi, kau memberikan hatimu untukku atau madu mentah yang akan dihingapi lebah?”tanya Za
Maksud dari perkataannya adalah, Jika Madu mentah dihidangkan didepan meja, yang hadir adalah para lebah, tentu saja lebah itu akan mengambil segala madu yang dihidangkan. Sama halnya dengan Za, jika Za memberikan perhatiannya untuk Bibi Kedua, dan yang diberikan Bibi kedua adalah madu. Za akan terperangkap disana.
Kenapa?..karena Za akan kembali mengejar madu itu dan memberikan imbalan dari madu yang didapat. Yaeh seperti harta dan tahta.
Za sudah mengetahui semuanya, Ia bukan seorang anak kecil yang diberi permen langsung menurut. Ia sudah besar bahkan tak lama lagi akan menjadi Ayah.
Za melangkah mendekati Evita, namun Bibi Kedua membalikkan tubuhnya dan mendorong Evita hingga terhempas kedinding.
Bruk!!
Ouch!!
“BIBI!!”teriak Za. Sebastian dan Raja ada disana merasa tak berguna. Mereka ada didekat Boss utama malah tak bisa menolong Boss mereka. apa lagi Intari dan Amelya.
Bibi kedua mencek*k Evita dengan begitu kuat. Semua yang melihatnya langsung kaget.
“Lepaskan Kakak Ipar kedua”ucap Paman Ketiga yang tak lain adalah Ayah Putra.
Para Paman yang lain bergegas untuk menjauhkan Bibi Kedua yang terlihat kerasukkan.
“Lepaskan Istriku Bibi Kedua!”teriak Za dengan menarik Bibi Kedua yang kini melepaskan tanganya.
“APA YANG KAU DAPATKAN DENGAN MENIKAHINYA, KAU BAHKAN MEMANGGILNYA ISTRI, ZA!...WANITA INI TAK PANTAS UNTUKMU”teriak Bibi Kedua dengan wajah yang sudah dialiri air mata.
Evita yang dicekik mengatur nafas dengan mendudukkan dirinya. Tubuhnya tiba-tiba melemah dengan nafas yang sulit diatur olehnya.
Intari dan Amelya yang melihatnya bergegas untuk mendekat. Mereka menenangkan Evita yang ingin terlelap.
Za tak memperdulikan ucapan Bibi Kedua, karena pandangannya saat ini menatap sang Istri yang mulai kelelahan. Ia membalikkan tubuh dan ingin menghempaskan tangannya namun ditahan oleh Ayah Echan yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Keponakkannya ini.
“Tahan Za!”ucap Ayah Echan menghentikan tangan Za. Bibi Kedua yang melihatnya menatap tak percaya.
Berlian yang dijaga olehnya, kini mengangkat tangan untuk menamparnya. Bibi Kedua tak menduga hal ini.
“Bibi, Jika Evita kenapa-napa, jangan salahkan Aku yang akan membencimu”ucap Za yang menjauhkan diri, Ia mendekati Evita yang benar-benar lemah.
“Za”ucap Evita dengan menahan bahu Za yang ingin mengendongnya. Za yang melihat hal tersebut langsung membantah.
“Apa Evita, Apa yang kau inginkan lagi, Keluargaku sepertinya tak menerimamu, Aku tak ingin Istriku disiksa seperti ini”ucap Za dengan wajah yang begitu marah. Marah Za benar-benar membuat ruangan menjadi begitu dingin. Para pelayan yang ada dibuat ketakutan.
Evita membangunkan paksa dirinya. Ia membuat Za berdecih kesal. Meski begitu Evita tak perduli. Ia melangkah mendekati altar ruang hukuman dan menarik sebuah cambuk yang digunakan untuk memukul Suaminya.
Semua yang melihatnya bertanya-tanya apa yang dilakukannya. Intari dan Amelya yang tahu apa keinginan Evita bergegas untuk mendekat.
Mereka masing-masing melihat bagaimana Suami mereka dihukum. Cambuk dan papan pengaris itu diangkat dengan baiknya.
“Ini sebagai perhitungan untuk Kami”ucap Evita.
Melayangkan tangannya bersamaan dengan datangnya cambuk. Bagaikan kedipan mata. Semua langsung mendekat kearah ketiganya yang memukul diri mereka sendiri.
“APA YANG KAU LAKUKAN!!”Pekik Yoongi,Echan dan Za bersamaan. Mereka mendekat kearah Istri mereka yang akan melakukan hukuman kedua. Masing-masing dari mereka menahan benda yang menjadi alat penghukuman.
Kakek Pertama yang melihatnya merasa gila. Bagaimana bisa wanita begitu berani mengambil tindakkan seperti ini.
Dan tambah gila lagi dirinya melihat Tiga wanita itu kembali berlutut seakan-akan dihukum begitu berat dan telah melakukan kesalahan besar.
Za yang melihatnya langsung mengangkat tubuh Evita bagaikan karung beras. Ia mengendong Evita dengan menahan sakit ditubuhnya.
“Apa yang Kau lakukan Za?”tanya Evita yang menatap tajam kearah Suaminya. Namun tatapannya mengendur melihat raut wajah suaminya yang begitu emosi.
“Apa sudah cukup bermain-main?”tanya Za dengan amarah memuncak didalam mata. Evita yang melihatnya menundukkan kepala.
“Kakek, Aku akan mengantar Evita, Yoongi dan Echan bawa juga Istri kalian”ucap Za memerintah. Yoongi dan Echan melakukan hal yang sama seperti Za. Meski tubuh mereka masing sakit, mereka akan merasa tambah sakit melihat Istri mereka seperti ini.
__ADS_1
“Tidak Za...Jangan bawa Kami, Hukum kami bersamamu...”Evita ingin menghentikan langkah Za, namun setelah ucapannya, Za menatap kepadanya dengan wajah marah.
“KAU INGIN MELUKAI ANAK KITA?”