
Mami Reva seketika pingsan, Rion ngeliat maminya yang pingsan dibawa Om Karan ke rumah sakit.
Lama kelamaan Rion terbang pada kilasan masa lalu maminya, ketika gimana perjuangan papi Ridho saat harus sembunyi-sembunyi buat menjenguk maminya yang sedang koma di rumah sakit. Rion aja sampe pusing karena dia kok tiba-tiba ada di tengah lautan, dan ngeliat maminya terombang-ambing di lautan.
Sampai kilasan itu semakin lama semakin cepet, dia pindah lagi saat ngeliat mami dan papinya nikah.
'Astaga pusing banget gue! kenapa gue malah nontonin masa lalu mami bareng papi sih?! mana random banget lagi,' Rion ngebatin, dia pegangin kepalanya.
Rion duduk di sebuah meja bersama mami Reva yang tampilannya macam bos-bos kece, dia lagi omong-omong sama seorang laki-laki.
'Siapa lagi nih orang?' Rion masih ngerasa cekot-cekot.
'Beraninya dia ngomong gitu sama mami gue! dikruwes baru tau rasa!' Rion kesel sama tuh orang. Saat dia tau kalau orang itu ngomong dengan nada meremehkan ke arah maminya.
'Kruwes aja, Mam!' jangan mentang-mentang pengusaha lu bisa ngremehin mami gue" Rion ngomong dalam hati.
Sreetttt!
Rion berada di sebuah rumah sakit, dia ngeliat mami dan papinya yang lari-larian dengan maminya yang perutnya gede.
'Ya ampun mamiii?! kenapa lagi, dah?!' Rion kali ini ngerasa mual. Karena dia seakan ditarik-tarik ke dimensi yang berbeda dengan waktu yang sangat cepat.
'Perut gue!' Rion lari sambil megangin perutnya.
Dia ngeliat maminya lari-larian dengan perut besar di sebuah rumah sakit berhantu.
'Tunggu, Mam!'
Ya, Rion ngikut lari sampai dia kini berada di tempat yang berbeda. Saat lantunan ayat-ayat mengiringi sebuah jeritan yang begitu menyayat hati.
Rion beneran nggak kuat banget, saat tau suara jeritan itu berasal dari mulut maminya yang lagi berjuang melahirkan seorang bayi. Suasana mencekam, saat suara tawa dari para demit bercampur dengan suara orang yang melantunkan ayat suci, ditambah suara jeritan mami Reva yang memekakkan telinga.
'Apa itu gue yang lagi mau dikeluarin mami?' Rion berdiri di samping mami Reva.
Dia ngerasa nggak tega ngeliat mami yang begitu kesakitan.
Rion ngeliat maminya berteriak 'Awass' saat sesosok muncul di belakang seorang wanita yang lagi menolong maminya untuk melahirkan. Dan mata Rion pun membulat saat papinya mendorong makhluk bertanduk yang kerempeng itu menjauh dari mami nya.
Dan yang bikin Rion ngeri saat makhluk itu bilang kalau Rion akan dijadikan pengikutnya. Beruntungnya ada seorang pria paruh baya yang mengembalikan makhluk itu
__ADS_1
'Aaakkkkkkkkkkkk!' Rion merasakan tubuhnya tersedot lagi. Kali ini entah kemana.
Sementara disisi lain, papi Ridho yang udah nyetir sekian jam pun melambatkan mobilnya di depan sebuah rumah sakit.
"Sayang? kita udah sampai..." papi Ridho nepokin pipi istrinya.
"Emmh," mami Reva mengerjap.
"Kita udah sampai," papi Ridho melepaskan seatbelt yang membelit badan istrinya.
Mami yang ngerasa kalau tenggorokannya kering pun geratakan nyari sesuatu yang bisa diminum.
"Nyari apa?" tanya papi yang lagi lepasin seatbeltnya sendiri.
"Haus, pengen minum..."
Badan papi pun menjulur ke jok belakang dan dia ambil air mineral.
'Krek'
Bukan suara rahang Dorothy ya, ini suara botol air yang dibuka.
Tapi mami Reva nggak langsung nenggak itu minuman.
"Aku baru beli tadi, pas mampir di minimarket," ucap papi Ridho seakan menjawab ragu yang ada di pikiran istrinya.
Ya kita tau sendiri, kalau air kemasan kelamaan di dalam mobil bisa beracun. Nggak lucu kan, abis minum terus pingsan?
"Udah?" papi Ridho yang mau ngambil botol dari tangan wanita yang udah brojolin anaknya.
Mami Reva ngangguk, "Ini rumah sakitnya?" tanya mami dengan wajah yang berbinar.
"Iya. Tapi please kamubjangan marahin itu bocah. Takut kondisinya belum stabil, karena bagaimanapun dia udah ilang berbulan-bulan, ditambah sekarang dia belum sadar..." kata papi Ridho.
"Iya, Mas..."
"Ya udah kita turun sekarang," papi Ridho segera keluar dan jalan muterin mobil buat bukain pintu buat istri tercintaaah.
Kedua orangtua Arion segera menuju ruang perawatan yang yang mereka dapet dari Om Karan. Ya soalnya kan dia yang dikontak team penyelamat yang udah disokong dan dibiayai oleh Om Karan. Dengan power yang dia punya, dia bisa nyuruh orang mencari berbulan-bulan tanpa henti. Balik lagi, untung istrinya itu tante Luri, nggak tau deh kalau orang lain. Bisa mencak-mencak tiap hari karena over cemburunya.
__ADS_1
Setiap langkah mami Reva, mewakili setiap debaran jantungnya yang cepat dan pengen buru-buru ketemu anak kesayangan.
"Pelan-pelan, Sayang!" papi Reva meraih tangan istrinya dan mengecupnya sekilas.
Mereka bergenggaman tangan, saling menguatkan dan membagi kebahagiaan yang sama karena sebentar lagi, mereka bakalan ketemu sama Arion.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung mami dan papi sama-sama berpacu. Genggaman tangan semakin erat, jarak ruangan Arion semakin dekat.
"Hhuufhhh," mami Reva narik nafas dan nggak lupa buat ngeluarinnya juga, lantas matanya mulai berkaca-kaca saat papi Ridho mengajaknya berhenti di depan sebuah ruangan yang dijaga oleh aparat keamanan.
"Kami orangtua dari Arion Putra Menawan. Kami ingin menjenguk anak kami," kata papi Ridho yang cool abis, dia nyerahin KTP nya.
"Bapak Ridho? silakan, Arion ada di dalam..." ucap pria berseragam cokelat yang ngembaliin lagi kartu tanda pengenal yang tadi papi Ridho kasih.
"Permisi, Pak..." kata si papi.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang disana ada anak mereka yang masih dalam posisi diam dan nggak jelalatan seperti biasanya.
"Rion...?" lirih mami Reva. Dia mendekati ranjang anaknya.
"Ya ampuuun, Rion? kenapa kamu jauh banget ditemuinnya? kenapa nggak di genteng tetangga kita aja sih, Rion? hiks ... hiks..." lanjut mami Reva, air mata udah bleweran di pipinya.
Papi Ridho yang udah berkaca-kaca jadi nggak jadi setelah denger kata genteng tetangga.
"Kenapa bawa-bawa genteng tetangga segala sih, Va..."
"Kan genteng bu RT nggak kalah tinggi sama gunung, Mas?" mami Reva sempet-sempetnya jawab padahal dia lagi nangis.
Mengabaikan ucapan istrinya yang absurd itu, papi Ridho fokus pada Rion.
"Bangun, Rion! disini ada mami sama papi. Kita kesini datang buat menjemput kamu," ucap si papi.
Lagi mencoba berkomunikasi sama Rion, tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang...
__ADS_1