Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
85. Karla Dan Dera


__ADS_3

“Aku mau kita mulai lagi dari awal…?! dia pikir lagi main game? pake mulai dari awal segala?” tante Karla yang


megangin kepalanya. Diasekarangada di kamarnya.


“Rujuk, rujuk? Enak banget dia minta rujuk?! udah kismin aja sekarang nyari aku!” gumamnya lagi.


Pikiran tante Karla ngawang, inget saat


ketika pertama kali dia kenal seorang pengusah sukses bernama Dera Prayoga.


Saat itu tante Karla masih kerja di perusahaan Perkasa Group.


Dia nggak sengaja ketemu orang itu disana, ternyata Om Dera ini ya udah mencari tau


siapa orang-orang yang terlibat masalah sama mami Reva Velya yang saat itu udah


nikah sama papi Ridho.


Ketika Om dera tau kalau tante Karla


ini mempunyai masa lalu kurang baik dengan perempuan yang bikin dia diputus hubungan bisnis secara sepihak oleh Karan Perkasa pun langsung mepet ke tante Karla dengan tujuan bales dendam.


Dan Om Dera seakan dapet bonus tambahan saat mengenal nenek Darmi yang merupakan nenek tante Karla yang punya ilmu kebatinan.


Dengan segala cara,dia mencoba untuk mendapatkan secuil iilmu yang nenek Darmi miliki.


Tentu dengan cara dia harus menjadi bagian dari keluarga nenek Darmi. Dan Om Dera pun ngide buat menikahi cucunya, yang baru dia kenal beberapa bulan. Siapa sih yang bakal nolak? dinikahi sama orang yang ganteng plus berduit? ya kan? nenek Darmi pun akhirnya merestui. Yeuh nenek Darmi mata duitan juga kau, yaaaa!


Om Dera ini sat set banget orangnya dan pinter. tau kalau nenek Darmi bisa denger suara batin orang, dia kalau ketemu sama nenek Darmi nggak pernah ngebatin apa-apa. Pikirannya sengaja dikosongin, supaya nenek Darmi nggak bisa baca pikirannya.


Dan dia bisa melancarkan aksinya hanya dalam waktu yang relative singkat. Apalagi saat dia dapet ininformasi kalau mami Reva lagi hamil Arion, dia langsung nyari tau apa yang bisa dia perbuat dengan hal itu. Namun dia lupa, jika ada kekuasaan Tuhan yang melebihi segalanya di dunia ini.


Dia nggak tau kalau anak yang dikandung mami Reva itu anak yang istimiwir nantinya, itu hanya faktor kebetulan aja. Tentu


untuk mendapatkan sesuatu hal yang besar, dia juga harus berani mengambi lresiko yang


besar pula.


Titik balik kehidupan Dera prayoga saat dia gagal mendapatkan jabang bayi milik mami


Reva, karena bayi yang masih suci itu mendapatkan begitu banyak perlindungan.


Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Ya itu peribahasa yang pas untuk Om Dera. Suatu hari Nenek Darmi yang mengetahui kalau suami dari cucunya itu melakukan sebuah persekutuan dengan iblis itu pun  sempat murka. Karena sebobrok-bobroknya dia,Nenek Darmi nggak akan berani untuk melakukan perjanjian dengan iblis. Dia udah sempet ngasih tau tante Karla, cuma ya cucunya itu nggak ngerewes ucapannya. Lha wong dia bisa bareng sama Om Dera kan bukan karena cinta, tapi karena memiliki dendam pada orang yang sama. Karena cinta tante Karla masih buat papi Ridho seorang. Yeuh karet gelang! masih ngarep aja lu!


Dan karena pernikahan yang nggak berlandaskan cinta, akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah saat tante Karla udah punya anak kedua dari pernikahannya dengan Om Dera, dengan alasan karena nggak ada kecocokan.


Namun, meskipun dia nggak cinta sama Karla, Om Dera tetep punya rasa sayang dengan darah dagingnya. Dia berusaha dengan segala cara, agar hak asuh anak perempuannya itu jatuh padanya. Tapi nyatanya, Om Dera hanya bisa membawaa Karissa bersamanya, dan Kalila tetap bersama tante Karla.

__ADS_1


Dan setelah itu dia menikah dengan Jovanka yang hanya bertahan kurang dari 2 tahun.


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu.


“Masuk!” serut tante Karla.


Setelah pintu terbuka, ternyata Biyung yang muncul bersama cucunya, Kalila.


“Kita berdoa bersama sekarang Karla,” ajak Biyung tanpa basa-basi, dia datang menggandeng Kalila.


Tante Karla yang tadinya lagi duduk sambil mengenang masa lalu pun segera beranjak saat  Kalila datang padanya dan seketika memeluk tubuhnya.


“Ada apa sebenernya, Biyung?” tanya tante Karla saat membelai kepala Kalila.


“Tidak ada apa-apa, Biyung hanya ingin mengajak kamu


dan Kalila berdoa Bersama untuk keselamatan Karissa,” ujar Biyung.


Dia nggak mau bilang kalau cucunya itu lagi dalam bahaya. Takutnya Karla malah bikin tante


Karla makin nyalahin anaknya mami Reva, padahal semua yang terjadi udah jadi suratan takdir yang nggak bisa mereka hindari.


Sedangkan di tempat lain.


Mami Reva ngeliat papi Ridho yang


rebahan mirip orang yang lagi tidur, dengan wajah yang makin hari makin pucet. Dengan telaten dia membasahi bibir suaminya dengan saputangan yang dia basahi dengan air hangat.


Ini sudah hari kelima, suaminya rebahan dengan jiwa yang berkelana mencari sang anak tunggal.


“Sayang, kamu makan dulu.Kamu seharian ini belum makan lho…” ucap nenek Ivanna yang menghampiri anaknya di ruang kerja menantunya.


“Reva belum laper, Mah…”


Nenenk Ivanna duduk di salah satu sofa,


sedangkan mami Reva duduk di lantai sambil ngelusin punggung tangan suaminya.


“Ibu mertua kamu udah tau soal ini?” tanya nenek Ivanna yang kepo banget.


Mami Reva cuma menggeleng pelan, “Aku dan mas Ridho sepakat, nggak mau bikin Ibu khawatir, Mah…”


“Astaga kalian ini,” nenek Ivanna hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


“Kalian suka sekali menyembunyikan sesuatu….” Lanjutnya.


Nenek Ivanna tau persis apa yang dirasakan


oleh anak dan menantunya. Karena dia juga pernah ngerasain hal yang sama,


saat tau kalau mami Reva hilang di hutan terlarang. Pengen nolong tapi nggak punya kekuatan apa-apa, persis dengan apa yang dialami mami Reva saat ini, yang tiap hari berharap dan menunggu keajaiban datang.


“Aku dan Mas Ridho bukannya ingin menyembunyikan sesuatu, tapi kami cuma nggak mau kalian kepikiran soal Arion…” mami Reva menempelkan punggung tangan papi Ridho ke pipinya sendiri.


nenek Ivanna pun ngeliat keadaan anaknya ini dengan raut wajah yang sedih, "Mamah yakin, kalau Arion pasti akan cepat kembali, kamu harus percaya itu, Reva..."


Mami Reva hanya bisa mengangguk, dan menyembunyikan rasa sedih dan kalutnya.


Sementara di negeri dongeng…


Sang raja keluar dan melihat begitu banyak pengawal yang terluka.


“Dorothy … kau sungguh benar-benar keterlaluan?!” gumam sang raja.


Lantas dia ingat dengan cahaya biru yang membuatnya silau, “Cahaya ap  tadi? Kenapa cahaya itu begitu kuat?” sang raja bertanya pada dirinya sendiri.


Rion berusaha membuka lemari tempat puteri Odellia, Rissa dan Defne bersembunyi.


Tapi lemari itu nggak mau terbuka.


“Kenapa bisa terkunci kayak gini, sih?” Rion mencoba terus menerus.


“Rissaaaaaa…?!”panggil Rion.


“Kenapa?” papi Ridho menghampiri Rion.


“Ini loh, Pih … pintu lemarin ya nggak bisa dibuka. Nggak mungkin mereka ketiduran di


dalem sana, sementara kita disini ngelawan burung-burung gagak tadi, kan?”


Pangeran Clift yang nggak tau kenapa ketiga perempuan empet-empetan sembunyi di dalam lemari baju pun jadi khawatir, "Ada apa? apa mereka bersembunyi di dalam sini dan tidak bisa keluar?!


"Cepat buka lemari itu, atau mereka akan kehabisan udara!" pangeran Clift mengkhawatirkan Rissa.


Arion dan papi Ridho malah saling pandang.


Jadi, pangeran Clift ini nggak denger waktu Rion nyuruh puteri Odellia masuk ke rjalur rahasia, karena dia lagi menumpas burung-burung gagak yang menyerangnya. Dan sekarang dia berusaha buat narik handle pintu dari lemari baju sang puteri.


"Kenapa kalian diam saja? cari benda apapun untuk membuka paksa lemari ini. Mereka bisa kehabisan udara!!" seru panger n Clift.


Dan ketika mereka lagi mencoba membuka lemari dengan kualitas kayu terbaik itu, ada bayangan wanita dari arah cermin besar di salah satu sudut di kamar itu, "Kau tidak akan menemukannya... hahahhahha!" wanita itu tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2