Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
66. Jatuh Dari Kuda


__ADS_3

Rissa yang kini tengah menjadi puteri Odellia pun menaiki satu kuda yang sama bersama pangeran Clift. Dia begitu risih, tapi demi kesempatan keluar dari istana, oke lah gaskeun!


Rombongan kuda pun keluar dari istana, dan ada juga kereta kuda yang kalau-kalau jelmaan si puteri Markoneng semaput alias mau pengsan karena kepanasan, bisa tuh naik kereta kuda yang di dalemnya lengkap ada makanan dan minumannya.


"Kau senang?" bisik pangeran Clift.


"Tentu, sudah lama aku tidak melihat dunia luar," kata Rissa yang berusaha mengikuti cara bicara Odellia, namun satu hal yang pasti jika logat tak bisa dibohongi.


Dan satu hal yang pasti jika Odellia yang asli pasti akan menolak satu kuda bersamanya, karena bukan kali pertama dia menawarkan berkeliling dengan kuda terbaik yang dia punya, tapi si Markoneng nggak pernah mau. Makanya, ketika Odellia yang sekarang mengiyakan ajakannnya, pangeran Clift udah menarik kesimpulan 'ini perempuan bukan puteri Odellia nih', makanya dengan kesempatan berkuda ini juga, pangeran Clift bisa semakin deket sama putri udel. Canda udel...!


Saking deketnya sama perempuan yang lagi dia selidiki ini, wangi rambut Rissa sampai kecium di hidung pangeran Clift, dan lumayan bikin konsentrasi ambyar ya. Tahan ya pangeran, dia bukan puteri Odellia.


Sepanjang perjalanan, Rissa ngeliatin orang-orang yang dia temui, nggak ada rasa lelah, bahkan saat para rakyatnya menunduk hormat, Rissa malah jadi nggak enak. Karena yang mereka sanjung-sanjung bukanlah puteri odellia yang sebenernya. Walaupun koplak, tapi puteri Odellia terkenal dengan jiwa sosialnya, karena setiap sebulan sekali puteri akan menyuruh para pengawal kerajaan untuk membagikan susu ke seluruh rakyatnya. Terutama bagi rakyat miskin yang kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.


Makanya ketika mereka tau, rombongan puteri Odellia lewat mereka langsung menyanjung dan menyerukan namanya, "Hidup puteri Odelliaaaaa!!!"


Sementara Rissa yang sibuk melihat-lihat mencari Arion, tersenyum seadanya.


"Lambaikan tanganmu, apa kau tidak mendengar mereka memanggil nama mu, puteri Odellia??" bisik pangeran Clift, Rissa otomatis sedikit menoleh.


"Bersikaplah seperti seorang puteri..." lanjut pangeran.


Deg!


"Ehm, Ya..." Rissa melambaikan tangannya pada rakyat berdiri berjejer memberinya jalan.


Dalam hati Risa, "Astaga, dugaanku benar. Dia tau kalau aku ini bukan puteri Odellia. Gimana nih?' Rissa mulai ketar-ketir.


"Kenapa jantungmu berdegub kencang? aku bahkan bisa mendengar iramanya dari sini," kata pangeran Clift.

__ADS_1


"Tersenyumlah, jangan kaku. Atau mereka akan menyadari kalau yang mereka teriakan namanya bukan puteri Odellia yang sesungguhnya," ucap pangeran Clift seetengah ngledek.


Rissa yang ketauan boro-boro bisa kasih senyum yang menawan, yang ada dia fokus dengan ucapan pangeran yang sedari tadi duduk dibelakangnya.


"Aku ingin pindah ke dalam kereta," ucap Rissa.


Rissa mendengar, pangeran Clift sedikit tertawa. Dan baru saja dia mau narik tali kudanya supaya nih kuda mau berenti. Dia ngeliat Rion lagi sama puteri Odellia yang asli, "Arion..." gumam Rissa.


Arion yang lagi celingukan karena nggak tau kenapa jalan kota dipadati orang pun bisa ngeliat satu sosok yang mirip Rissa. Pandangan mereka berdua bertemu, "Rissa?" otomatis bibir Rion berucap lirih.


"ya?" jawab odellia yang sibuk beli makanan, dia ngieranya Rion manggil nama dia. kan si Markoneng lagi cosplay jadi Rissa yang amnesia, dia nggak tau kalau Rion udah ngeliat Rissa yang asli. Mata Arion menajam saat melihat ada satu tangan yang melingkari badan gebetannya itu. Ada rasa kesel dan nggak terima yang bergemuruh di hati Rion, dan ini semakin membuatnya yakin kalau perempuan yang bersamanya bukanlah Rissa yang asli, mungkin perempuan yang harusnya ada di atas kuda itu bersama seorang pangeran yang Rion sendiri nggak tau siapa namanya.


Melihat Arion, Rissa pun pengen turun dari kuda. Sedangkan Arion mencoba mengikuti kemana kuda itu berjalan.


"Rissaaaa!!!" seru Rion saat melihat Rissa KW udah selesai beli makanan buat mereka sarapan.


Dan disitu dia baru ngeh, kalau ada rombongan dari kerajaaan yang lewat di sekitar pasar, dengkul Odellia langsung lemes saat tau kalau Rion mengejar kuda yang ditunggangi oleh Rissa yang asli.


Rissa yang tau kalau Arion udah tau posisinya di atas kuda pun mencoba meminta pangeran Clift buat menghentikan laju kudanya, "Berhenti pangeran?!" seru Rissa.


"Jangan bilang kamu ingin turun? karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Walaupun kamu bukan puteri Odellia yang sesungguhnya tapi aku berjanji membawamu kembali ke Istana dengan selamat, Hyaaaaaa?!!!!" pangeran Clift memacu kudanya dengan cepat embuat siapapun nggak akan bisa mengejarnya, termasuk orang yang menjadi tambatan hati Rissa, Arion Putra Menawan.


"Ariooon...?!!!" Rissa mencoba mencondongkan badannya melihat ke belakang.


Dan tiba-tiba....


Braaakkkkk!!!


Rissa nekat untuk menjatuhkan dirinya dari kuda milik pangeran, dia nggak bisa melatkan kesempatan ini, kesempatan untuk kabur.

__ADS_1


"Puteri Odelliaaaa...?!!!" seru para pengawal yang melihat sang puteri terjatuh. bukan hanya para pengawal namun orang-orang yang melihat kejadia itu pun ikut menjerit. Para pengawal menahan kudanya yang hampir menginjak sang puteri, hingga kuda itu mengakat kedua kakinya ke atas, karena tali yang ditarik secara mendadak.


Arion yang melihat kejadian itu berusaha menembus kerumunan, namun tangannya ditarik oleh seseorang, " Jangan, kau tidak boleh kesana..." kata puteri Odellia yang asli.


sementara pangeran Clift yang menghentikan laju kudanya langsung turun dan mendekati Rissa yang kini tengah pingsan.


"Puterii....? sadarlah..." Pangeran Clift mengangkat tubuh Rissa dan membawanya ke dalam kereta .


"KEMBALI KE ISTANA, CEPAAATTTT?!!!" teriak pangeran Clift.


"Puteri sadarlah!" beberapa kali pangeran Clift menepuk pipi perempuan yang berada dalam pelukannya.


"Kenapa kau begitu ceroboh! astagaaaaa," pangeran mencoba membersihkan debu yang menempel pada pipi Rissa.


"Aku tidak akan memberitahu raja soal ini, kenapa kau malah melompat dari atas kuda? hem? aku tidak tau alasanmu menyamar sebagai puteri Odellia, tapi aku akan menutup mulut jika kau mau!" kata pangeran merepet terus.


"Astaga, alasan apa yang tepat untukku mengatakan ini pada raja? bodoh, bodoh bodoh!" pangeran Clift memukul kepalanya sendiri.


Sedangkan Arion yang melihat Rissa dibawa dalam sebuah kereta kuda pun hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Siapa elu yang sebenernya? gue yakin elu bukan Rissa yang gue cari, tapi seseorang yang seharusnya berada di atas kuda bersama pangeran tadi!" kata Rion tajam.


"Aku akan menjelaskan semuanya," kata puteri Markoneng.


"Tapi tidak disini," lanjutnya.


"Lepaskan tanganku!" kata Rion tegas.


"Kita tidak bisa bicara di tempat ini, atau kau dan aku akan mendapat masalah..." kata Odellia.

__ADS_1


"Baiklah, dan kau harus menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedikitpun," Rion menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang ogah diboongin.


"Iya, aku akan menjelaskan semuanya..." Puteri Odellia lalu mengajak Rion menjauh dari keramaian.


__ADS_2