Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
131. Kebenaran Untuk Mami Reva


__ADS_3

Dan sekarang disinilah mereka berdua. Dua wanita yang sangat disayang oleh Arion Putra Menawan.


Di sebuah restoran jepang yang ada di mall itu.


Rissa hanya diam, dengan tangannya yang dia taruh di atas paha.


"Apa saya ini keliatan judes banget?!" tanya mami Reva yang dengan santainya minum ocha dingin.


"Hah?"


"Kamu nunduk terus kayak gitu, memperjelas kalau saya keliatan judes di mata kamu!"


"Oh, ng-nggak, Tante. Ehm maaf, maksudku Nyonya..." Rissa hampir salah sebut.


"Panggil aja tante, walaupun orang-orang bilang saya lebih cocok dipanggil kakak, tapi it's okay..." kata mamu Reva pede, Rissa hanya bisa tersenyum canggung.


"Kamu nggak usah takut karena saya bukan tipe orang yang kayak ibu kamu," ucap wanita yang gagal jadi calon mertuanya itu.


Mami Reva menarik nafasnya dalam, sebelum dia mengangkat wajahnya lagi dan menatap gais yang sebenernya nggak salah apa-apa, "Saya yakin, kamu pasti tau bagaimana hubungan saya dengan ibu dan ayah kamu..."


"Iya, Tante..."


"Bukan salah kamu jika kamu terlahir dari dua orang yang mengukir sejarah yang buruk di kehidupan saya. Dan melihat keadaanmu sekarang, sepertinya kamu nggak tinggal dengan ibu kamu. Karena aku yakin, orang seperti dia nggak akan membiarkan kamu bekerja seperti ini..."


"Bukan maksud saya merendahkan pekerjaanmu, kamu jangan salah sangka..." mami Reva langsung meralat ucapannya.


"Saya mengerti, Tante..." kata Rissa, adem di telinga.


"Saya mengajak kamu duduk disini, ada hal yang ingin saya tanyakan sama kamu..."


"Ya...?"


"Sorry, nama kamu...?" mami Reva sedikit menaikkan alisnya.


"Rissa, Tante..."


"Oke, Rissa ... Sebenarnya apa hubungan kamu dengan anak saya, Arion?" mami Reva nggak pakai basa basi.


Rissa bingung mau jawab apa, karena dia dan Rion complicated banget. Temen bukan pacar apalagi.


"Rissa?" mami Reva buyarin lamunan gadis yang ada di depannya saat ini.


"Saya dan Arion nggak memiliki hubungan apa-apa, Tante..."


"Jangan bercanda, mana mungkin kalian nggak ada hubungan apa-apa? lalu kenapa kalian berada di tempat yang sama? hem?"

__ADS_1


Dan Rissa pun menceritakan yang sebebarnya, apa yang melatarbelakangi dirinya mencari Arion. Mami Reva hanya biaa menutup mulutnya, dia nggak percaya dengan apa yang Rissa katakan. Bahwa dia mencari Arion, karena ingin menggantikan posisi Arion yang menjadi incaran para iblis karena ditumbalkan oleh Dera Prayoga yang merupakan papa dari Rissa.


"Saya tau, papa saya sangat jahat pada keluarga tante. Maka dari itu, saya dengan sadarbingin menggantikan posisi Arion. Karena saya yakin, Arion orang baik dan dia sangat istimewa karena dia terlahir sebagai jiwa murni,"


"Jiwa murni?" mami Reva tambah nggak mudeng dengan apa yang didengarnya kini.


Risaa dengan sabar menjelaskan lagi, Rion memiliki jiwa murni paling sempurna diantara yang lain, yang akan membuat raja iblis mampu menguasai dunia. Dan jika ada orang yang mampu memberikan jiwa murni Arion, maka orang itu akan kaya raya tanpa perlu mencari tumbal lagi seumur hidupnya. Dan jika makhluk ghoib yang stratanya rendah maka dia akan diangkat derajatnya dan ditakuti oleh semua makhluk astral yang lainnya.


"Tapi semua itu sudah berakhir, Tante. Nyatanya Arion mampu keluar dan mengalahkan raja iblis itu, bahkan dia membebaskan jiwa-jiwa murni lainnya yang terjebak disana," ucap Rissa.


Meskipun mami Reva udah tau hal jahat yang dilakukan oleh Om Dera, tapi nyatanya kejujuran dari Rissa membuatnya nggak mampu membenci gadis itu.


'Kenapa gadis sebaik ini lahir dari seorang Karla! Astagaaaa, kalau bukan anaknya Karla, udah aku jadiin mantu!' batin mami Reva.


"Maafkan papa saya, Tante. Saya tau dia sudah berbuat jahat pada keluarga, Tante. Tapi percayalah, papa saya sudah menerima balasan yang setimpal..." kata Rissa dengan berat hati.


Mami Reva menghela nafasnya, dan Rissa tau kalau wanita yang dihadapannya ini udah melewati banyak hal yang mengerikan. Makanya dia berat banget buat bilang iya pada Rissa.


"Saya sudah memaafkannya, tapi saya nggak bisa melupakan apa yang sudah dia lakukan terhadap saya..." kata mami Reva.


"Saya mengerti, Tante. Dan saya sangat berterima kasih, tante sudah mau memaafkan papa saya..."


Mereka berdua terdiam. Sampai mami Reva membuka mulutnya kembali.


"Tapi mungkin ada baiknya kamu menjauhi Rion, karena saya yakin ibu mu juga nggak akan setuju kalau kamu berteman apalagi menjalin hubungan dengan anak saya. Saya harap kamu bisa mengerti,"


"Iya, Tante..."


Selepas bertemu dan ngomong secara empat mata dengan mami Reva, Rissa pun balik ke toko nya.


Sedangkan mami Reva merasa bersalah dengan apa yang dikatakannya barusan.


Rissa pulang ke rumahnya, tepat jam 9 malam. Jarak dari kontrakan ke mall tadi nggak begitu jauh, jadi Rissa bisa cepet nyampe.


Dia membawa sekotak makanan buat papa nya.


Ceklek!


"Pah," Rissa manggil papa nya yang tiduran.


"Pah, Rissa bawa makanan..." kata Rissa lagi.


Tapi nggak ada sahutan dari papanya. Dan setelah dilihat, wajah papanya pucet banget.


Rissa panik, "Pah? papah? paaaaah?!!!" dia menepuk pipi Om Dera dan menggoyangkan tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, dia segera menelepon rumah sakit untuk mengirimkan ambulance.


Rissa memegang tangan papanya, "Pah, jangan tinggalin Rissa, Pah..." ucapnya, derai air mata nggak bisa dia tahan. Ketika melihat perawat yang ada di dalam ambulance bersamanya melakukan resusitasi jantung.


Beberapa mobil sengaja minggir buat ngasih jalan mobil ambulance yang membunyikan sirene nya.


Sesampainya di rumah sakit, Om Dera langsung di bawa ke IGD.


"Maaf, Nona! anda tidak boleh masuk. Dan sebaiknya anda mengurus administrasinya terlebih dahulu," kata suster.


Rissa mengusap air matanya, dia langsung pergi untuk mengurus apa saja yang dibutuhkan. Masuh beruntung papanya punya asuransi yang bisa digunakan pada saat genting seperti sekarang ini.


Kini Rissa duduk di depan ruang IGD dengan perasaan harap-harap cemas. Hari ini seakan menjadi hari terburuk di dalam hidupnya.


Bagaimanapun jahatnya papa nya, perasaan sayang anak terhadap orangtua nggak akan pernah hilang. Apalagi papanya sekarang udah berubah, dia udah meninggalkan hal-hal yang buruk dan memulai kehidupannya kembali bersama Rissa, anaknya.


Rissa sama sekalli nggak kepikiran buat menghubungi mama nya, karena percuma. Mama nya pun nggak akan peduli dengan keadaan mantan suaminya itu.


Gadis itu menautkan kedua tangannya dan menempelkannya di keningnya, air matanya terus keluar.


"Keluarga Dera Prayoga..." seorang perawat perpuan memanggil diiringi pintu yang terbuka.


"Ya, saya! bagaimana keadaan papa saya?"


"Silakan masuk, Nona. Dokter yang akan menjelaskan keadaan ayah anda..."


Rissa masuk dan melihat papanya yang terlihat dipasangi beberapa alat di tubuhnya.


"Maaf, saya keluarga dari Dera Prayoga..." kata Rissa memperkenalkan dirinya.


"Silakan duduk, Nona. Pasien mengalami serangan jantung, beruntung anda cepat membawanya kemari," kata Dokter.


Dokter muda itu menjelaskan, kalau Om Dera harus dirawat di rumah sakit sampai kondisinya stabil. Rissa manggut-manggut aja, dia pokoknya manut apa aja yang disarankan dokter.


Dan kini Rissa mendekati papanya, "Pah ... ini Rissa," ucapnya lirih.


Perlahan mata Om Dera terbuka, dia melihat anaknya.


"Maafkan papa..." ucapnya lirih.


Rissa mengusap punggung tangan papanya, "Papa istirahat, papa pasti akan cepat sembuh..."


Rissa menaikkan kedua sudut bibirnya, padahal pikirannya sekarang lagi kacau. Karena dokter mengatakan kalau kondisi jantung papa nya semakin memburuk. Dia dianjurkan untuk melakukan pengobatan ke luar negeri, dokter itu pun merekomendasikan sebuah rumah sakit yang untuk biaya kesana aja membutuhkan uang yang sangat banyak.


'Papa harus sembuh, Rissa akan lakukan apapun supaya papa bisa berobat kesana...' ucapnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2