Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
76. Sampai Di tempat


__ADS_3

Sedangkan di dunia nyata mami Reva nyariin suaminya. Kok udah malem dia nggak nongol juga di kamar.


"Apa dia lagi ngobrol sama pak Sarmin? daritadi aku nggak ngeliat mas Ridho?" mami Reva baru nyadar kalau sejak pengajian udah selesai, dia belum liat suaminya yang ganteng pripurna itu.


Mami Reva yang tadinya masuk mau ganti baju pun akhirnya nggak jadi. Dia keluar dan turun ke bawah buat nyari kangmas Ridho.


"Mbak Rina? ngeliat Bapak?" tanya mami Reva saat papasan sama mbak Rina. kalau Thalita sejak acara udah kelar dia langsung naik ke kamarnya, ngantuk katanya dan besok mau ada ujian. Jadi dia mau tidur cepet malam ini.


"Bapak? saya tidak lihat bu, mungkin ada di ruang kerjanya..." sahut mbak Rina.


"Ya udah makasih, Mbak. Jangan lupa kunci pintu kalau udah selesai beres-beres. Katanya lagi rawan maling," ucap mami Reva.


"Iya, Bu..."


Mami Reva yang agak kurusan beberapa terakhir ini pun, jalan menuju ruang kerja kangmas Ridho. Dia ketuk pintu sebelum akhirnya dia buka pintu.


"Pak Sarmin?" gumam mami Reva, dia masuk dan dorong pintu dari dalam.


"Mas Ridho?" mami Reva manggil suaminya.


"Pak? mas Ridho kenapa? kok dia duduk sambil merem gitu? dia lagi pusing atau?"


"Ridho lagi mencari Rion! karena waktu Rion semakin sedikit, dia harus secepatnya pergi dari sana!" jelas pak Sarmin.


"Nyusulin Rion? jadi mas Ridho????" mami Reva panik.


"Tapi kenapa baru sekarang, pak? kenapa nggak dari dulu aja mas Ridho nyusulin Rion?!" mami Reva duduk di sebelah suaminya.


"Kamu harus bisa bawa anak kita balik, Mas!" mami Reva mengusap pundak suaminya, sebagai bentuk dukungan.


"Ketika di hutan kegelapan, kekuatan disana sulit ditembus. Dan baru kali ini Bapak dan Ridho mencoba lagi untuk menembus dunia yang sedang dijelajahi Arion. dan semoga Ridho berhasil menemukan mereka..."


"Mereka?" kening mami Reva berkerut.

__ADS_1


"Rion dan Rissa..." sebut pak Sarmin.


"Gadis yang bersama Arion, dan menjadi salah satu alasan Rion untuk terjun ke dalam pusaran waktu yang membawanya ke dunia kegelapan saat itu," jelas pak Sarmin. Wajar aja mami Reva nggak begitu ngerti banget soal bersama siapa aja Rion di dunia lain itu, karena dia fokusnya cuma sama Rion. Yang dipikirin mami Reva cuma 'Gimana anakku bisa ketemu, aku udah kangen, Aku khawatir sama dia', mami Reva nggak peduliin soal yang lainnya.


"Kita doakan saja, supaya mereka bisa kembali tepat waktu. Karena Bapak akan mencoba membuka gerbang waktu, meskipun itu akan membutuhkan tenaga yang tidak sedikit," kata pak Sarmin.


Ngeliat suaminya yang duduk tegang banget, mami Reva pun berinisiatif buat ngerebahin papi Ridho di sofa panjang yang dia duduki.


"Kamu harus berhasil ngebawa Rion, Mas!" mami reva mencium punggung tangan suaminya.


Selama jiwa papi Ridho berkelana, mami Reva ngejagain papi Ridho di dalam ruang kerjanya itu. Sampai dia makan dan sholat pun disana. Urusan kantor, dia minta tolong sama orang kepercayaan papi Ridho buat sementara waktu ngehandle kantor.


Dan ditempat yang lain. Om Dera udah sadar. dia udah sujud minta ampun atas perbuatan yang dilakukannya selama ini. Dia mengakui kalau dia melakukan itu berawal dari Karan Perkasa yang hampir membuatnya bangkrut hanya karena seorang Reva Velya.


"Biyung tidak mengerti soal bisnis, yang Biyung tau menjadi orang pendendam itu tidak baik. dendam akan membakar hatimu seperti kayu bakar yang beretemu dengan api," kata Biyung yang duduk di samping mantan menantunya, disitu juga ada Kiyai Rusli yang membantu Om Dera dari jeratan persekutuan dengan iblis.


"Sekarang kau lihat akibatnya," Biyung menghela nafasnya sebelum menyambung ucapannya, "Anakmu, karissa. Dia rela menjadikan dirinya pengganti untuk Arion yang sudah kamu tandai untuk dipersembahkan pada raja iblis. Dia begitu menyayangimu hingga dia tidak mau kau berbuat jahat terhadap orang lain,"


"Saya tidak menyangka Rissa akan berbuat seperti itu, Biyung..."


Om dera yang duduk di tempat tidurnya lantas beranjak dan bersujud di kaki mertuanya itu, "Saya menyesal, Biyung. saya sungguh menyesal..." Om dera menangis.


biyung menyuruh mantan menantunya itu untuk berdiri, dan duduk disampingnya "Sudahlah, Nak. Sekarang yang kamu harus lakukan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Meskipun kau akan kehilangan semua yang sudah kau peroleh dari persekutuanmu itu. kau harus ikhlas menerimanya..." kata Biyung, Om Dera pun mengangguk


"Benar kata bu Wati, Pak. Mereka tidak mau rugi, ketika persekutuan itu terputus, maka semua hal yang Bapak dapatkan akan hilang seketika. Dan bapak harus siap untuk itu. Masih beruntung anak Bapak dan temannya itu telah keluar dari dunia kegelapan, karena mereka gagal untuk dijadikan persembahan..." kata Kiyai Rusli yang mendapatkan semacam mimpi, tentang apa yang dialami anak dari Dera Prayoga.


Ketulusan dan cinta seorang anak pada ayahnya, yang membuat bapak bisa terlepas dari jeratan iblis. Karena ketika dia menawarkan dirinya sendiri, membuatperjanjian itu beralih padanya..." lanjut kiyai rusli yang membuat Om dera semakin menyesal.


"Sekarang waktunya kita untuk mendoakan Rissa supaya dia bisa kembali ke dunia yang seharusnya," kata bu Wati yang diangguki oleh Om Dera yang udah bergelimang air mata.


Om dera terpaku saat melihat mantan istrinya berada di ambang pintu bersama dengan anaknya yang bungsu.


"Karla? Kalila? gumam Om Dera.

__ADS_1


"Sudah selesai sedih-sedihnya?" ucap tante karla yang enek liat mantan suaminya.


"Biyung, Karla datang kesini untuk menjemput Biyung...." kata tante Karla tanpa melihat mantan suaminya.


Disisi lain, Rion dan Louis lagi mode angkut-angkut karung yang isinya tepung gandum. Sedangkan Defne lagi ngawasin supaya bisa ngeluarin puteri Odellia yang udah pegel bersembunyi di dalam kereta terus.


Terompet dibunyikan lagi, dan Rion pun nanya sama pengawal yang ngawasin mereka.


"Itu suara apa?" tanya Rion.


"Itu tanda jika para pengawal diperintahkan untuk berkumpul," jawab pengawal.


"Lalu kenapa kau masih disini?" tanya Rion yang masih banyak karung yang harus diangkut.


"Apa kau tidak takut kena hukuman?" lanjut Rion.


"Tentu aku takut!"


"Lalu? tunggu apa lagi? kau bisa kembali lagi, kami pasti masih ada disini. Lihatlah, karung-karung ituasih banyak!" Rion menunjuk karung tepung yang emang masih banyak.


"Baiklah, seleaaikan pekerjaanmu!" pengawal yang berhasil dikomporin Rion pun ngibrit menuju tanah lapang tempat mereka semua berkumpul dan akan mendengar pengumuman dari raja.


Saat pengawal itu sudah pergi, buru-buru Defne menyuruh puteri Odellia untuk turun.


"Kita harus bergerak cepat!" kata Rion.


Sedangkan Louis yang sibuk sendiri, nggak begitu ngurusin Rion. Yang penting dia ngerjain tugasnya, balik dapet bayaran.


"Louis? aku antar saudariku mencari air. Matanya kelilipan tepung," kata Rion.


"Cepatlah! karena aku sudah mengantuk, aku ingin cepat pulang!" kata Louis yang udah kreyep-kreyep, beberapa kali dia nguap. Dia nggak sadar kalau ada perempuan satu lagi yang ada bersama Rion. Karena waktu mereka berangkat, dia cuma ngeliat satu peremouan yang duduk bersama Rion diatas kereta kuda.


"Tunggulah sebenar, kami segera kembali!" kata Rion.

__ADS_1


"Cepat tunjukan dimana tempat para pelayan membuata makanan?" Rion nyuruh puteri Odellia nunjukin jalan.


__ADS_2