Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
51. Dua Elemen yang Berbeda


__ADS_3

Rissa mengulurkan tangannya, dan seketika dia mendapatkan busur dan panahnya. satu persatu dia panah itu pengikut iblis yang berusaha mengejarnya. Dia lari bukan mau kabur dan menyelamatkan diri sendiri, nggak. tapi dia lari ke arah Immortal fire. Dia berusaha mengambil bola cahayanya.


"AArrrrrrghhh, sial!" bola cahayanya susah banget buat diambil.


Sementara para pengikut iblis semakin dekat mengejarnya.


Psiiiuuuuu....!!!


Jlep!


Jlep!


Jlep!


Satu persatu panah menancap dan mengenai para makhluk mengerikan ituuuh. Tetap putus asa ya Rissa, jangan semangat. Ayo, kamu pasti nggak bisa! ehek*!*


Sedangkan, Rion terlalu fokus bertarung dengan raja iblis, angin berhembus menggoyangkan dedaunan dan dahan pohon. Suasana gelap dan lembab, begitu kentara.


'Rion, papi nggak bisa masuk!' suara papi kedengeran, dia mencoba lari dan menembus portal tapi nggak bisa.


'Portalnya nggak bisa didobrak, Riooooon?!!!' papi Ridho mulai kehilangan tenaganya, satu cahaya hilang lagi dari tangannya.


'Udah, papi diem aja! ntar papi encok kalau ikutan kesini,' seru Rion waktu lagi belingsatan, tarung sama Raja iblis yang juga menggunakan kobaran api untuk menyerang Arion.


Sementara angin berhembus sangat kencang saat sang raja iblis menggerakkan tangannya ke atas, dia membuat sebuah bola api besar dan menghantamkannya pada Rion. Tapi nggak semudah itu buldozer!!


Karena Arion menahannya dengan air yang keluar dari pedangnya, ya salah satu unsur yang ditakuti api.


"Arrrrrrrrrghhhhh," Rion memekik, dia mengerahkan kekuatannya.


"Menyerahlah, daripada kamu buang-buang tenaga!" kata sang raja iblis.


"Just in your dreaaammm!" kata Rion.


Psiiiuuuuuu...!!


Jlep.


Jlep.


Jlep.


Sementara Risa, dia memanahi satu persatu pengikut iblis yang banyaknya nggak ketulungan, makin dipanah makin banyak jumlahnya.


"Kenapa, mereka nggak berkurang?!!!" rissa terus menghindar, dia melihat dua elemen yang sedang bersentuhan dalam satu garis lurus.


Prek keprek kepreeeekkkk


Buku besar terbuka dengan cepat. Mata Rissa melihat ke delapan bola berputar diatas Immortal fire.


Deg....!


Rissa menggeleng, " Nggak .... Ini nggak boleh terjadi..."


"Pergi Rissa, pergiiii...!!!" suara nenek Darmi menggema di telinga Rissa. gadis yang memakai sweater yang kebuka satu lengannya itu pun, tetap memanah dengan sisa kekuatannya.


"Aku nggak akan meninggalkan Rion, aku nggak akan..." gumamnya  dengan suara menahan tangis, dia dengan terus membidik sasaran dan melepaskan anak panahnya secepat kilat. Angin meluluh lantahkan apapun yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba sang raja iblis menghantamkan bola api yang lebih besar dan....


Bummpppphhhh!!!


Rion terjatuh, pedangnya terlempar, "Uhukkk...!" dia memegangi dadanya yang sakit.


Sang raja iblis berpindah ke arah buku besar yang berisi mantra pengubah takdir. Dan tiba-tiba saja langiy yang tadinya gelap, sekarang disinari rembulan. sang raja iblis kayaknya gugup banget, angin yang bar ber bar ber dari tadi selain bikin creepy juga bikin masuk angin, untung Rion udah pakai baju berlapis-lapis.


Sekilas Ruon melihat ke arah balok tempat Rissa di ikat dengan akar pohon, "Loh kok Rissa jadi keriput? apa kekuatan dia habis dan dia menua dengan cepat?!!" Rion menggeleng nggak percaya.


Psiiuuu!!


Jlep


Jlep


Jlep


Suara orang yang lagi memanah, Rion mencari sosoknya. Dan ternyata itu Rissa.


"Loh kok? kalau itu Rissa? terus yang diiket itu siapa?"


8 bola cahaya saling bergerak seiring mantra yang diucapkan sang raja iblis, "Aku yang akan kekal, memberikan satu bola cahaya yang terakhir untuk menyempurnakan 9 bola cahaya yang ada di dunia ini," seru sang raja iblis.


Rion mengayunkan pedangnya dan menancapkannya pada tanah, dan seketika pengikut para iblis itu kejet-kejet, kesetrum sama kekuatan cahaya biru.


"Elu nggak apa-apa?" Rion bergerak mendekati Rissa, tangannya otomatis terangkat berniat menyentuh pundak Rissa namun sesaat dia mengurungkannya.


"Dimana peri itu?" tanta Rissa.


"Pintu portal akan segera terbuka, kamu harua secepetnya pergi dari sini, bawa peri it," kata Rissa menatap Rion yang berdiri di hadapannya.


"Mungkin dia udah menyelamatkan diri," ucap Rion.


Angin semakin galak, bersamaan dengan Iblis yang merentangkan tangannya.


"Rissaaa, cepat kamu pergi dari sini!" suara nenek Darmi menggema di telinga Rissa.


"Dia mengubah rencananya! cepat pergiiii...!" teriak nenek Darmi yang tangannya udah keiket sama akar.


"Siapa nenek itu?" tanya Rion.


"Itu nenek buyutku yang sudah meninggal,"


Dan tiba-tiba saja, Minetta datang, saat sebuah kekuatan jahat menghantam Rissa dengan tiba-tiba.


Makhluk penjaga itu menjadi tameng untuk tuannya, "Akkkhhh!" Minetta memekik.


"Minettaaaaaaaaaa!" teriak Rissa.


"Sudah selesai tugasku, selamat tinggal Rissaa..." ucap Minetta, dia mati untuk yang kedua kalinya.


WuZzzzzh...


Minetta hilang seketika


"Hahahahahaha, lenyapkan semua yang menghalangiku," seru sang raja iblis.

__ADS_1


"Kamu, kamu harus pergi dari sini, Rion! dia akan menyempurnakan kekuatannya jika memiliki bola cahayamu," Rissa memegang tangan Rion, dia menyuruh Rion untuk pergi.


"Cepatlah pergi, aku dan nenekku akan menghalanginya," Rissa menatap sepasang bola mata yang juga menatapnya dengan tatapan bingung.


Rion menggeleng, "Elu nggak perlu membayar hutang bokap li dengan cara mengorbankan diri buat gue," gumamnya.


Tiba-tiba saja, bola cahaya keluar dengan sendirinya dari dada Rion.


"Kalian banyak bicara!" sang raja iblisnpun menghantamkan bola apinya pada Rion.


Tapiii...


Bummmmmph!


"Aaakhhhh!" Rissa menjadi tameng untuk Rion, matanya membelalak sesaat sebelum akhirnya menutup seketika, "Pergi, Rion!"


Deg!


"Rissaaaaaaaaa!" Rion akan menangkap tubuh Risaa, namun tubuh itu dengan sendirinya mengambang.


"Kau lihat? satu persatu orang yang bersamamu, akan mengalami hal seperti ini! hahahahahaha," ucap sang raja iblis.


'Elu nggak seharusnya melakukan ini, Rissaaaaaaaaa,' batin Rion bergemuruh.


Tubuh Rissa terbang di atas 8 bola cahaya yang saling bergerak dalam satu orbit yang sama.


Sang raja iblis menertawakan kemarahan Rion, "Berikan bola cahayamu! dan aku akan mengjidupkan kembali gadis itu!"


Tanpa menjawab, "Rion mengayunkan pedangnya ke atas, dia memutar pedang itu dan sebuah energi yabg besar berputar ke langit ke gelap, bagaikan sebuah tornado yang siap menhantam siapa saja yang dilewatinya.


"Akan aku kirimkan kau ke nerakaaaaa!" seru Rion.


"HAHAHA, INILAH KEKUATAN YANG AKU TUNGGU! KEKUATAN YANG AKAN MEMBUATKU MENGUASAI DUNIA INI," bukannya takkut, sang raja iblis malah senang melihat kekuatan besar muncul dari seorang pemuda, pemilik bola cahaya yang ke-9.


Rembulan yang tadinya tertutupi awan gelap, sekarang terlihat bulat sempurna. Cahaya dari atas, akan menuju sebuah buku mantra pengubah takdir.


Api yang sangat besar mengelilingi mereka, membentuk sebuah lingkaran diatas tanah.


Sedangkan Rion dia tetap mengayunkan pedangnya, membentuk tornado cahaya yang semakin kuat.


Dan ketika sang raja iblis mengucapkan mantranya, Rissa melengkung dengan rambut yang menjuntai ke bawah, "Jiwa yang murni akan melebur, menyempurnakan bola cahaya yang ke-8,"


Tubuh Rissa melengkung bagaikan busur, hidubg dan mulutnya mengeluarkan darah segar.


Rion nggak kuasa melihat Rissa yang akan melebur dengan bola cahaya merah pun, menurunkan pedangnya, "Hhh hhh, lepaskan dia!"


"Hahaha, berikan bola cahayamu," iblis itu menengadahkan tangannya.


'Jangan Rion! jangaaan,' suara papi Ridho yang beberapa saat yang lalu hilang, kini terdengar lagi.


'Berikan apa yang dia mau!' sekarang suara kakek-kakek menyuruhnya untuk memberikan bola cahaya.


'Astaga, disituasi kayak gini aja, adaaa aja yang bikin gue ragu,' batin Rion.


Rion membuka tangannya, dan kini bola cahaya biru, sebiru lautan yang dalam pun, mengambang diatas telapak tangan Rion.


"Berikan bola itu dengan sukarela," suara berat sang iblis, seakan menjadi mantra yang mampu menghipnotis siapapun yang mendengarnya.

__ADS_1


Namun, tanpa mereka sadari, ada satu kekuatan lain, menghampiri tubuh Rissa.


Mata Rissa terbuka dengan tiba-tiba...


__ADS_2