Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
49. Immortal Fire


__ADS_3

Rissa bukan meminta tolong untuk keselamatannya, melainkan untuk Rion. Bola cahaya miliknya udah ada tuh di tangan sang raja iblis. Bola cahaya itu keluar saat sang raja iblis menengadahkan tangannya.


"Hahahahhaa, bergabunglah dengan bola cahaya yang lain!" ucapnya dengan senyum yang memamerkan taringnya,


Sebuah benda bulat yang mengeluarkan cahaya merah itu bergerak dengan sendirinya bergabung dengan 7 bola lainnya yang ngambang diatas api keabadian atau immortal fire.


"Cukup bola cahayaku, bola cahaya terakhir yang kamu miliki? biarkan Arion pergi!" Rissa berusaha memohon.


"Arrrrrrghhhhhh?!!!" rasa sakit luar biasa saat bola cahaya keluar dari badan Rion.


'Bertahanlah, pertahankan bola cahayamu! sampai waktu yang tepat!' ucap papi Rido yang tiba-tiba aja kedengeran suaranya di telinga Rion.


Rion berusaha mempertahankan bola cahaya birunya biar nggak digondol raja iblis. Tapi sebenernya dia juga bingung kenapa papinya yang katanya mau bantu tapi kok ditunggu nggak nongol-nongol, cuma suaranya aja yang tiba-tiba ada dan


"Kemarilah, sekarang aku lah tuanmu!" kata sang iblis, menggerakkan tangannya, menyuruh bola cahaya biru Arion untuk mendekat padanya. Tapi nggak semudah itu buldozzer!!


Bola cahaya nggak akan berpindah tangan, jika pemilik aslinya nggak memberikannya secara sukarela. Inget kan? kenapa bola cahaya milik Rissa bisa di tangan raja iblis? itu karena dia udah bikin perjanjian, dan memberikannya dengan sukarela. Dan selama Rio nggak memberikannya pada raja iblis, bola cahaya akan tetap bersamanya.


Semua udah dipikirin Rissa sebenernya, kenapa dia memberikan sebagian kekuatannya dulu sebelum Rion naik-naik ke pucak gunung. Dulu maminya dikejar setan, sekarang anaknya bukan hanya dikejar para setan tapi juga dijadiin target para iblis untuk dipersembahkan pada raja mereka.


"AKU PERINTAHKAN KAU BOLA CAHAYA YANG KE-8 UNTUK MENDEKAT PADA RAJAMU!" teriak raja iblis nggak sabaran.


"MEMILIKIMU AKAN MELENGKAPI 9 BOLA CAHAYA YANG AKAN MENGANTARKU MENJADI SATU-SATUNYA PENGUASA DUNIA!!" lanjutnya dengan tetap menggerakkan tangannya, menyuruh bola cahaya yang berada di depan dada Rion, supaya terbang ke arahnya.


"Hahhaha, dia nggak akan mau karena gue sebagai pemilik aslinya, nggak akan pernah menyerahkan bola ajaib ini, dia akan selamanya menjadi milik Arion Putra Menawan!" ucap Rion nantangin.


Sementara Rissa mencoba mengontak neneknya, si peri kecil yang berubah menjadi kupu-kupu dibiarkan iblis untuk berkeliaran. Karena target utamanya ada di depan mata, baik Rissa atau pun peri itu akan dia musnahkan setelah dia mendapatkan jiwa murni Arion.


Para pengikut iblis pun akan mendekat, memberi pelajaran pada Arion, tapi segera dicegah sang raja iblis, "Aku sendiri yang akan menanganinya! kalian, tau apa yang harus kalian lakukan!" sosok makhluk bertanduk dengan taring tajam kini mendekat pada Rissa.


"Heh, mau ngapain lu? buka ikatan ini dan kita duel...!" Rion nantangin lagi.


Tapi semakin Rion menantangnya, sang raja iblis semakin mendekati Rissa, "Aku tau apa yang akan membuatmu  menyerahkan bola cahayamu secara sukarela," Sang raja iblis membuka mulutnya yang penuh dengan darah.


Taarrrrrrrr!!!


Keluar api dari mulutnya itu dan hampir aja menyambar rambut Rissa.


"Akkkhhh,"Rissa memalingkan wajahnya, dia menengok ke arah Rion.


"Lagi debus, lu?" Rion, berusaha memancing perhatian. Sosok yang suka menjerumuskan manusia dengan iming-iming harta dan kekuatan, padahal semua itu hanya bodong semata.


Sosok dengan kulit keriput dan rambut yang awut semrawut kayak hidupnya para netizen julid pun, menertawakan apa yang dilakukan Arion, "Kupikir dia akan menjadi yang terakhir, tapi aku akan berubah pikiran. Aku akan mengambil jiwamu terlebih dahulu," Iblis mengeluarkan lidahnya yang panjang.

__ADS_1


Lidah itu membelit leher Rissa.


Dan Rion pun berteriak, "Elu urusannya sama gue! lepasin dia...."


Raja iblis nggak ngerewes apa yang Rion katakan, dia malah semakin senang saat melihat wajah Arion saat ini.


"Uhukkkkk!!" Rissa mengeluarkan darah dari mulutnya.


Rion semakin memberontak, "Lepasin gue....!!!"


Dan...


Ctarrrrrr!


Ada cahaya putih yang meledak seperti petasan banting.


Rissa melihat wajah Rion sesaat, sebelum akhirnya dia menatap iblis yang ada di hadapannya dengan rasa sakit yang menjalar dari tenggorokannya ke seluruh tubuhnya yang kini menjadi sangat panas.


Gadis itu masih aja berusaha menggerakkan tangannya, "Come..." ucapnya memanggil bola cahaya. tapi bola itu masih melayang di atas immortal fire, dia nggak mau menuruti perintah Rissa.


Sang raja iblis mendekat, dia meletakkan jari tangan dengan kuku hitam diatas ubun-ubun Rissa, "Kekuatanmu yang tidak seberapa itu akan berpindah padaku,"


"AAAAAAAAkkkkkkhhh!!!!" Rissa memekik saat sisa kekuatannya dicuri oleh sang raja iblis.


Tanpa bisa ditebak, bola cahaya berpendar mengeluarkan cahaya yang menusuk mata.


Taaaaarrrrrr....!!!


"AAAAAAAArrrgghhhhhhh," Rion berteriak seperti orang kesurupan.


Dia melepaskan diri dari lilitan akar, saking besar kekuatan yang dikeluarkannya, sampe sobek tuh kaos yang dia pakai, tangannya terulur merain pedang cahaya yang sempat terlempar dan nggak dipedulikan, "Hah ... hhhhhh!!"


Dada Rion naik turun, dia memutar pedang cahayanya dan mengarahkannya pada sosok yang berusaha menguasai Rissa saat ini.


Dan...


Prepeeeeettttt...!!!


Rion menarik kaosnya yang udah sobek, jadilah pemandangan spektakuler dari badan kotak-kotak Rion terpampang dengan sangat nyataa .Kondisikan badan ya, yon!!! pikiran netijen suka kemana-mana soalnya, yon!


'Rion, papi kirimkan cahaya banting tadi...!' suara papi ridho di telinga Rion,


'Astaga, papiiiiiiii! buffering mulu nih daritadi?!' Rion kesel, dia lagi dbantu tapi kok dibikin kesel mulu daritadi.

__ADS_1


Seketika raja iblis melepaskan belitan lidahnya dari leher Rissa. Gadis itu semakin lemah.


"Aaarrrghhhh, lilitan akar semakin kecang. Semakin Rissa berteriak, semakin kencang belitan akar itu,"


'Rissa bertahanlah, Nak. Rissaaaa...' suara nenek Wati terdengar di telinga Rissa, Kali ini mengangkat jarinya aja Rissa udah nggak sanggup.


'Selamatkan Arion, Nek .... selamatkan dia, bukakan portal untuknya,' lirih Rissa.


'TIDAK AKAN!!!! Hanya kau satu-satunya yang akan aku selamatkan, aku tidak akan menjamin orang atau keturunannya yang sudah membuat cucuku menderita,' kali ini suara nenek wati berbeda, Rissa baru menyadari kalau yang dia dengar kini bukan suara neneknya melainkan suara nenek buyutnya, buyut Darmi.


'Ne-nek bu-yut?' ucapan Rissa seperti tercekat.


'Nenek akan datang menggantikanmu, ketika ada satu pusaran angin yang datang segeralah masuk ke dalamnya! nenek sudah berbeda alam denganmu, bertahan di tempat itu bukan sesuatu yang sulit buat nenek,' kata nenek Darmi.


Hati Rissa udah nggak karuan, sedikit banyak dia udah tau sejarah maminya dan papi Ridho. Cerita yang nggak sengaja dia baca dari diary mamanya yang nggak sengaja dia baca saat nginep di rumah nenek Wati, dia nemuin diary itu di kamar mamanya dulu.


Pandangan Rissa kini beralih pada Rion yang mengusap badan nya sendiri dengan tangan yang dilapisi cahaya biru. Badan kotak Rion sekarang terlindungi baju hitam ala ala pangeran dari ufuk timur, yang cocok dengan wajahnya yang oriental dan semakin membuat kharismanya semakin terpancar.


"Astaga, kenapa bajunya kayak giniiiiii??" Rion protes dengan baju yang dipakainya.


Sang raja iblis yang melihat itu mengibaskan jubahnya, "Aku akan membuatmu menyerahkan bola cahaya itu, aku akan kubuat kau bertekuk lutut, menyerahkan semua kekuatan yang kau miliki dengan sukarela,"


Astaga, ini iblis daritadi ngomongnya sukarela-sukarela mulu, lu pikir ini  bola cahaya macam iuran RT yang ngasihnya sukarela gitu? gue gaplok pakai panci emak baru tau rasa lu!


Nreeeeeeeeettt!!


Buku besar terbuka dengan kecepatan tertentu dan langsung kebuka di halaman tertentu, "Jiwa yang murni akan bersatu dengan kegelapan," seru para pengikut iblis.


"Jiwa yang murni akan bersatu dengan kegelapan," ucap mereka lagi, diulang aja terus itu kata-kata sampe mulut mereka capek.


Wuuzzhhhhhh!


"Api yang mengelilingi mereka berubah menjadi kobaran api yang ganas, seiring dengan para pengikut iblis yang sedang membacakan mantra peleburan bola cahaya.


"Gue sama sekali nggak takut. Sekarang gue kasih waktu, buat elu say goodbye pada para pengikut elu itu. Lu bisa ntar lu shareloc ke mereka, neraka mana yang bakal elu tempatin," Rion mengayunkan pedang cahaya birunya ke atas.


Sebuah kekuatan besar keluar dari pedang, cahaya biru yang ada listrik-listriknya gitu, Arrrrrghhhh," Rion memutar dan melayang di udara, dia membuat sebuah pusaran cahaya sebelum akhirnya dengan secepat kilat, Rion berada tepat di hadapan sang raja iblis.


Taaaarrrrrrrrr!!


Rion melukaii raja iblis dengan pedangnya.


"BERANINYA KAUUUU?!!!!' Raja iblis mendapati tanduknya yang patah karena terkena pedang milik jiwa yang akan membuatnya kekal.

__ADS_1


__ADS_2