Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
150. Nikung Sebelum Ketikung


__ADS_3

Apa yang ditakutkan Thomas malah jadi kenyataan. Emang suka gitu ya, apa yang ditakutkan malahan itu yang terjadi. Dan kita nggak bisa ngeremehin kekuatan pikiran, bisa jadi apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi. Bukan cenayang, tapi sesuatu yang buruk akan terjadi jika kita terus menerus berpikiran buruk.


Karena saat ini Rion lagi mendampingi Rissa bwrtemu dokter spesialis jantung yang menangani Om Dera. Rissa bersyukur karena, kondisi papa nya sangat baik dan sekarang Rissa sedang menunggu dokter menentukan kapan tepatnya operasi itu akan dijalankan.


Awalnya Rissa nggak kepikiran kalau bisa aja papa nya bisa melihat sosok menakutkan itu, tapi sekarang dia jadi khawatir bahkan cenderung overthingking.


"Ada apa?" tanya Rion setengah berbisik.


Rissa menggeleng, "Nggak apa-apa..."


Dan sekarang dokter sudah memberikan jadwal operasi, lusa jam 10 pagi. Rissa sih manut aja udah, dia berharap papa nya akan segera sembuh.


"Semua hari baik, inshaa Allah..." ucap Rion yang diangguki oleh Rissa.


Sebenernya disaat seperti inilah Rissa membutuhkan seseorang disampingnya, jadi bisa dibilang Rion direstui oleh keadaan yang membuat perasaan Rissa yang semula dingin sekarang jadi lebih hangat. Apalagi, Rion udah membuka hatinya buat memaafkan papa nya. Otomatis itu sudah menjadi nilai plus tersendiri buat Rion. Siap-siap nikung ya, Yon?! Rion ngebut pakai jalur maap-maapan sebelum lebaran ehek!


Arion yang sebelumnya diem dan anteng-anteng bae, mendadak kelabakan saat tau Thomas yang notabene sahabatnya sendiri ternyata mengenal baik dan memiliki perasaan khusus terhadap Karissa. Mungkin jika nggak ada Thomas, Rion akan pada posisinya yang pasrah dan menerima takdir bahwa cinta terhalang musuh bebuyutan orangtua.


Rion tetap menggenggam erat Rissa, padahal mereka nggak lagi nyebrang. Sedangkan Rissa mengarahka Rion buat ikut masuk lagi ke ruang perawatan papa nya, dia ingin mengabarkan hal baik ini.


Ceklek!


Dan saat pintu dibuka.


"PAPAAAAAAA?!!" teriak Rissa.


Rion melepaskan tangan Rissa. Dia berlari dan mengeluarkan pedang cahaya birunya.


Sesosok makhluk berjubah hitam sedang berdiri di depan Om Dera yang sedang duduk di kursi roda.


"Aakkkkkk," Om Dera hanya bisa memekik.


"Seandainya waktu bisa berhenti..." gumam Rion seraya mengayunkan pedangnya dengan melompat, dia melompat bagaikan seorang pendekar dari langit.


Namun sosok berjubah yang menjadi incarannya pun menghindar dari pedang cahaya yang diarahkan padanya.


Namun kekuatan yang dimiliki pedang cahaya biru semakin menurun, dan Rion harus menggunakannya dengan tepat.


"Hyaaaakkkk!" Rion mengayunkan dan menghunuskan pedangmya mengejar sosok hitam itu, namun secepat kilat makhluk itu pun menclok-menclok di dinding.


"PAPAAAAA?!!" Rissa yang akan berlari ke arah papa nya dicegah Rion.


"Hyaaaaaaa!" Rion meraih Risaa, dia melindungi wanita itu dengan berdiri di depannya.

__ADS_1


"Tetap di belakangku,"


"Tapi papa---"


"Tenang, aku pun akan menjaganya!" ucap Rion. Semoga janjimu bukan janji palsu ya, Yon! soook, lanjuuut!


"Jangan campuri urusanku!" suara menggelegar dari makhluk yang menutupi wajahnya dengan jubah, mungkin dia malu karena belum glowing se-glowing babang Eza yang sibuk syuting.


"Pergi, jika kau tak ingin kuhabisi!" ancam Rion.


"Hahahahhahaa, kau pikir kau siapa bisa mengancamku, menggertakku seperti itu?!" ucap makhluk itu.


"Jika kau menginginkannya tetap hidup, maka tukarkan jiwamu dengannya, maka aku akan melepaskan manusia ini?!" lanjutnya.


"Jangan, jangan Arion! iblis tidak akan menepati janjinya!" Rissa mengingatkan.


"Jangan mimpi, karena aku akan melenyapkanmu!!!!" Rion berlari dan seakan terbang di udara mengayunkan pedangnya sampai tubuh sosok oleh sebuah cahaya biru yang kini berpendar, membuat ruangan dipenuhi oleh cahaya yang menyilaukan mata.


"Aaarrrrrrghhhh!" Rion memekik saat cahaya itu makin lama makin membuatnya nggak bisa melihat apa-apa.


"Arrrghhh?!!" Rion terbangun dan melihat Rissa yang tergeletak di atas lantai.


"Rissaaaa?" Rion mendekati tubuh Rissa dan mencoba mengangkatnya.


"Emmh," perlahan mata Rissa terbuka, samar-samar dia bisa melihat wajah Rion dan lama kelamaan makin jelas siapa sosok yang berada di hadapannya.


Rissa reflek memeluk Rion, Rion yang mendaoatkan serangan secara tiba-tiba oun membalas pelukan itu, "Aku kira sesuatu buruk terjadi sama kamu,"


Rissa melepaskan pekukannya, "Papa...! papaaa!"


Dia melihat sosok papanya berada di kursi roda, Rissa akan mendekatinya namun dicegah oleh Rion. Karena dia merasakan ada aura yang aneh di sekitar mereka.


"Biar aku aja..." cegah Rion.


Tap...!


Tap...!


Tap...!


Rion berjalan ke arah Om Dera yang mmduduk menunduk di kursi rodanya.


Rion menggerakkan tangannya untuk memberi kode Rissa untuk berdiri di depan pintu. Rissa yang tau kalau Rion nggak mungkin main-main dengan perintahnya pun menurut, dia bergerak dengan sepelan mungkin.

__ADS_1


Sedangkan Rion berjalan mencoba menggapai kursi roda milik Om Dera, "Om..."


Deg!


Deg!


Deg!


Rion menjulurkan tangannya, mencoba meraih pundak Om Dera.


Namun sesaaat kemudian...


Braaaakkk!


Kursi roda Om Dera terbalik.


"Rrrrrrrrrghhhh!" Om Dera berdiri dan berbalik, dia mendorong Rion sampai punggungnya mrnyentuh tembok.


"Rioooooon...?!" Rissa berteriak dan mencoba menolong.


Tapi Rion yang lagi adu kekuatan dengan Om Dera yang tiba-tiba menyerangnya itu menggeleng, "Jangan, jangan kesini! rrghhh,"


"DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI, BERANINYA KAU MENCEKOKI DIA DENGAN AYAT-AYAT YANG MEMBUATKU KESAKITAN?!!" suara Om Dera berubah, kayaknya dia nelen alat pengubah suara.


"Dasar makhluk lemah! beraninya ngerasukin orang doang, cemen lu! sini lawan gue kalau elu emang gentle sebagai syaithonirrojim!" Rion nantangin makhluk yang bersemayam di badan Om Dera.


Tangan Rion memberi kode, supaya Rissa menyalakan murotal yang terakhir kali Rion setelin di hape papanya, sembari Rion mengarahkan badan Om Dera biar si setan nggak ngeliat pergerakan Rissa.


"BERANINYA KAU MENGATAKAN KALAU AKU MAKHLUK LEMAH? AKU TERBUAT DARI API, AKU BISA MEMBAKAR APAPUN, TERMASUK MEMBAKAR HARAPANMU UNTUK HIDUP?!" sekarang muka Om Dera lebih nyeremin.


"Jadi elu marah gue setelin murotal? makanya tobat lu tobaaaaa?!!" Rion mendorong kening om Dera dengan telapak tangannya.


Dan saat kalimat-kalimat kalam ilahi menggaung di ruangan itu, membuat Om Dera yang lagi dirasuki pun berteriak dan Mengangkat tubuh Rion dan membantingnya sampai dia kebentur sofa.


"Aawwwwwkkhhh! kalau mau nyerang bilang-bilang kek! pinggang gueeeeee!" Ruon mengusap pinggangnya yang sepertinya kebentur meja.


Duaaarrrrrt!!


Hape milik Om Dera mendadak mledak sesaat barang itu dilirik oleh Om Dera yang lagi dirasuki makhluk jahat.


Rion menyuruh Rissa berjaga di pintu dan jangan mendekat.


"Ck, susah ya nyuruh makhluk macam elu buat tobat?! oke lah lu jual gue beli. Elu nyerang, gue serang balik, hyaaaaaaaa!" Rion mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


Kali ini dia nggak menghunuskan pedang cahaya itu pada Om Dera tapi dia mengusapkan telapak tangannya di sepanjang pedang cahaya biru, "Bersatulah denganku, merasuklah dalam tubuhku!" gumam Rion dengan tatapan yang tajam. Sambil mulutnya membaca-baca doa yang yang tidak terputus.


__ADS_2