Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
50. Pergi Dari Sini!


__ADS_3

Sementara di tempat lain.


Papi Ridho lagi rebahan. Dia bukan lagi tidur, tapi dia lagi mencoba berkomunikasi denga anaknya, walaupun koneksinya suka ndat ndet bikin pusing dan emosi.


"Kenapa dia diem aja, Pak?" tanya mami Reva, dia takut kalau suaminya ini kenapa-napa.


"Ridho sedang berusaha menembus portal dunia kegelapan, saya sudah bilang sejak awal kalau kemungkinan kecil kita bisa menolong Rion secara nyata," kata pak Sarmin.


"Terus anak saya bagaimana, Pak? Arion? apa Arion selamanya akan terjebak disana?" Reva nggak sabaran, dia panik.


"Kamu tenang dulu, Reva. Suami kamu lagi berusaha..." kata Om Karan dia memegang pundak Reva, dia melihat ke arah istrinya Luri. Dan Luri pun mengangguk seakan dia paham, kalau dari dulu suaminya ini sangat perhatian dengan Reva.


Mungkin kalau bukan Luri yang jadi istri dari Karan Perkasa, tiap hari mereka bakalan cekcok. Karena bagaimana Karan sangat menyayangi Rion, membuat orang berpikir kalau ini definisi 'Cinta Lama Belum Kelar', padahal iya, ehek!


Mereka baru aja mengadakan doa bersama, untuk keselamatan Rion.  Selama 2 minggu terakhir, pencarian oleh Team rescue belum ada titik terang. Mereka menemukan dua tas ransel yang jatuh di tepi jurang, dan setelah di cek salah satunya milik Arion. Ya iya, orang si Arion bukan jatuh ke jurang, tapi dia kesedot ke portal dunia lain.


Sedangkan Tante Karla, dirumahnya juga kalang kabut setelah tau kalau Karissa sedang berada di dunia yang lain. Dia bingung harus gimana, sedangkan dia tetep harus kerja dan ngurusin adik Karissa yang usianya masih 11 tahun. Bu Wati hanya bisa menelusuri Karissa lewat mata batinnya. Dia melihat bahwa cucunya sedang dalam tawanan raja iblis, tapi setelah melihat aura laki-laki yang bersama cucunya itu, bu Wati yakin bahwa yang sebenernya diinginkan raja iblis itu ya laki-laki yang ditawan bersama Rissa. Dan bu Wati tau kalau yang bersama Rissa saat ini anak dari Reva dan Ridho, tapi dia nggak mau nyampein ini sama anaknya.


Sedangkan di suatu dimensi lain, Ridho berusaha membuka sebuah portal. Yang dia yakini itu sebuah pintu menuju dunia kegelapan. Tadinya dia mencoba menjelajah dengan pak Sarmin, dia sempet kan kirimin aer yang akhirnya bikin Rion basah kuyup, dan terakhir dia kasih cahaya banting buat Rion, tapi karena balik lagi kondisi pak Sarmin udah sepuh, lah bayangin aja umurnya 70 tahun, dia akhirnya membekali Ridho dengan 7 buah cahaya yang sebisa mungkin Ridho irit-irit buat mengecoh si raja iblis, tapi boro-boro ketemu raja iblis. Ini pintunya aja nggak mau kebuka dari tadi.

__ADS_1


Ting!


Satu buah cahaya hilang.


Itu berarti kesempatan Ridho masih ada 6 cahaya lagi, sedangkan 1 buah cahaya mewakili satu hari di dunia nyata.


Ridho membuka tangannya,"Kok cepet banget sih ilangnya?" papi Ridho protes.


"Baru juga sebentar udah ilang satu. Sedangkan pintu portal ini nggak mau terbuka juga. Aku harus gimana? didobrak nggak bisa ini didobrak ajaaa?" papi Ridho ngide banget. Lu kira itu pintu wc, main mau didobrak aja! Lawak banget ya si papih iniiiii. Uuuuu papi nya siapa tiiih?


Untuk sekedar information ajaaah, kalau sekarang nih Papi Ridho sukmanya lagi ngambang di udara, persis dimana Rion dan Ridho tersedot pusaran angin.


Tangannya metengteng di pinggang, tiba-tiba dia diberi sebuah penglihatan. Turunlah itu tangan, sekarang jari telunjuk dan jari tengah, nyentuh pelipisnya sendiri, "Rion?" gumam Ridho nggak percaya.


Papi Ridho ngeliat Rion memakai baju dari jaman kuno, dengan rambut dikuncir ke belakang dan jambang yang lumayan panjang bikin dia fix kayak pangeran, matanya yang tajam dan pedang yang memancarkan kekuatan cahaya biru, "Fix Rion itu copy-an aku banget!" bukannya ngebantu, papi Ridho sibuk ngomentarin look anaknya. Ya kalau kagak keren, mana mungkin si karet nasi warteg gagal move on walaupun udah punya anak dua biji.


Saking dia kagum dengan Rion yang lagi bawa pedangnya, dia sampe lupa tu kalau dia ada di depan portal dunia kegelapan kan buat bantuin Rion keluar. Kok ya malah jadi nontonin begini, si papi pikir Rion lagi maen film laga apa gimana seeeh? maap-maap aja nih, yang istimiwir kan anaknya ya, lah kalau bapaknya mah  koplak parah. Udah dari jaman muda, nggak ada lawan pokoknya. Buat Rion, yang sabar ya, Yon!


Papi Ridho yang terkagum-kagum dengan pesona anaknya yang semakin menawan dengan pedang yang ada di tangannya pun akhirnya tersadar. Apalagi saat Rion membuat satu pusaran cahaya, dia muter ke atas seakan mau ngebor langit, "Astaga, anak itu! kenapa dia muter kayak gitu...?!" papi Ridho cemas,

__ADS_1


Sedangkan di dunia kegelapan.


Rion yang berputar dengan cahaya biru, kemudian melompat dan menyabetkan pedangnya ke udara untuk yang ke sekian kalinya, namun kali ini ada satu cahaya putih yang mengenai pedangnya.


Pyaaaarrrrr....!!!


Ada bunyi kaca yang pecah saat pedang milik Rion mengenai sebuah cahaya putih yang dikirimkan papi nya, saat kedua cahaya bertemu itu mematahkan sihir yang mengelilingi tempat Rion berpijak saat ini.


" APA YANG KAU LAKUKAN BOCAH TENGIK?!!!' teriak  sang raja iblis.


Ketika suasana lagi keos kayak gitu, nenek Darmi dateng dan membebaskan Rissa dari akar yang membelit tubuh cucunya, dengan hanya mengulurkan tongkatnya. Seketika posisi mereka tertukar.


"Nenek?" Rissa terkejut saat nenek buyutnya yang udah wassalam berdiri di hadapannya, apalagi saat melihat kalau posisinya sekarang udah bebas.


"Dera papa mu itu bodoh! bisa-bisanya dia melakukan perjanjian dengan iblis!" nenek Darmi, merasakan badannya terlilit akar.


"Nek, aku akan bantu melepaskan akar ini," Rissa mendekat berusaha melepaskan neneknya, tapi nenek Darmi menggeleng.


"Jika kamu ingin bebas, maka harus ada yang mengorbankan dirinya dengan sukarela! portal itu akan terbuka sebentar lagi, pergi dan larilah. Karla pasti mencemaskanmu selama ini," Nenek Darmi, belitan akar itu semakin kencang, walaupun secara fisik dia udah transparan, tapi sesungguhnya yang terbelit itu jiwa atau rohnya. Dan itu tetap sakit.

__ADS_1


"Sekarang kesempatanmu untuk pergi dari sini, dan jangan pernah menyentuh dunia kegelapan lagi. Karena mungkin, nenek tidak akan bisa lagi membantumu, Rissa!" lanjut nenek Darmi.


"Pergi!!' teriak nenek Darmi saat pengikut iblis akan menangkap tawanannya yang akan melarikan diri.


__ADS_2