Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
48. 7 Bola Cahaya Yang Lainnya


__ADS_3

'Suara siapa?' Rion bertanya- tanya dalam hatinya.


Dia nggak tau, suara yang ditangkep di telinga ini darimana. Karena setau Rion, dia udah nggak punya kakek, baik dari pihak mami maupun papi. Lah terus ini suaranya siapeee?, pikir Rion lagi.


"Rion, Rion ini papi Rion! cek cek 1 2 3 dicobaaaa...." kini suara papi Ridho yang didengar Rion. Ya hanya suaranya saja tanpa ada wujud yang bisa dilihatnya. Yeuh, si papi dikiranya lagi ngecek soundsystem hajatan? pakai dicoba-coba segala!


Sementara, angin berhembus sangat galak, menyerang dua anak manusia yang terdampar di dunia kegelapan, Arion mencoba menjawab panggilan ghoib itu, "Ya, pih. Ini Rion...."


"Nak, papi akan mencoba menolong kamu! papi akan mencoba mengeluarkan kamu darisana, Rion!" kata papi Ridho.


"Ya, Pihhhh...." Rion menutupi kepalanya sendiri dengan tangannya.


"Hahaha," suara sang Raja iblis menggelegar.


Rion mencoba mengintip dari balik mata yang dia tutupi dengan tangannya, dia melihat Raja iblis beserta pengikutnya, lagi ngangkat kedua tangannya ke atas. Para pengikut berjubah mengelilingi sebuah obor api berserta dua buah kayu yang tertancap di tanah.


'Astaga, mau ngapain mereka?' Rion dalam hatinya.


Angin bertiup makin kencang.


"Apa yang harus kami lakukan, Pih?" Rion mencoba ngontak papinya.


Namun...


Tetooooot!


Nggak ada jawaban dari sang papi, dan angin yang semula kencengnya naudzubillah sekarang mereda.


Trap!


Trap!


Trap!


Sang raja iblisĀ  selangkah demi selangkah memutari api keabadian dalam sebuah pot besar yang terbuat dari batu alam, alam ghoib!


Kini fokus Rion bukan lagi pada suara papi Ridho yang terhalang koneksi lintas dimensi yang mbleret, tapi beralih pada sosok berjubah hitam dengan warna emas di bagian kerahnya. Dia menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mungkin lehernya pegel butuh senam pereganan sebelum mendekati mengeksekusi mangsanya.


Rissa melepaskan diri dari Rion, mereka berdua bangkit dan melihat tajam ke arah makhluk yang tercipta dari api neraka.

__ADS_1


"Tentu kalian berdua sudah puas menikmati sisa-sisa waktu kalian, sebelum kalian berdua menyerahkan energi kalian dengan suka rela! hahaha," seru sang Raja dari para iblis.


Rion berdecih, " Cih, makhluk kotor sepertimu nggak akan pernah memiliki bola cahaya dari kami berdua, karena gue, Arion Putra Menawan yang bakal ngirim elu balik ke neraka jahanam!"


Sang raja iblis tertawa, membuat Rion muak mendengar suaranya yang ngalah-ngalahin bledeg di siang bolong, "Hahahhahahahhaha!"


"STOP?!!!" Arion menunjukkan telapakn tangannya, "Nggak usah ketawa bae, kuping gue pengeng tau, nggak!" Rion lanjut protes, badan pemuda gagah ini membelakangi Rissa.


Wuzzz!!!


Sebuah api mengelilingi mereka, merambat dari besi-besi yang terhujam di tanah dan merembet ke atas.


"Astaga katanya papi mau nolongin? mana kok ngga ada bala bantuan?!' batin Rion meronta, baru juga ngedumel, ada air seember gede yang tiba-tiba ngeguyur Rion dan Rissa membuat api itu padam.


"Awass Rion, papi kirim aer!" suara papinya berdengung kembali.


"Telat!!!!!!" sahut Rion yang udah basah sebadan-badan, mirip kucing yang lagi dimandiin. Rion mengusap wajahnya yang kena air.


"Sial, siapa lagi itu yang mengganggu kesenanganku?!!!" Sang raja iblis pun mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahunya, dia mat komat kamit, "AKU SANG RAJA KEG


"Berikan dia padaku!" serunya.


Suara petir bergemuruh. Rissa yang udah lemes, diguyur pula jadi auto masuk angin dia.


Trang tang tang tang tang!


Besi yang tertanam di tanah mengelilingi Arion an juga Karissa pun tercabut dan terbang entah kemana, dan itu dimanfaatkan Rion untuk mengeluarkan pedang cahaya birunya.


Namun tranggggg!!


Pedang cahaya terlempar.


"Beraninya kau mencoba menggunakan pedang itu!" tangan sang raja iblis terlulur dan secepat kilat Arion beserta si peri Keket yang masih disakuin pun seakan ditarik paksa, mereka terbang ke arah balok kayu yang berdiri di dekat makhluk dengan otot wajah yang menonjol keluar.


Brakkkk!


"Errrghhh!" Rion memekik saat tulang punggungnya dihantam pada sebuah kayu.Perlahan sebuah akar merambat dan membelit tubuhnya. Rion berusaha bergerak namun gagal.


"Rionnn!" pekik Rissa, gadis itu berlari mengejar Rion dan berusaha mengeluarkan sihir penghenti waktu, namun tangan Rissa segera dipelintir dari kejauhan oleh sang raja iblis.

__ADS_1


"TIDAK ADA SIHIR YANG LEBIH KUAT DARIKU!!!!" Teriaknya.


Dia mencengkram Rissa hanya dengan tangannya yang dia gerakkan dari kejauhan.


Brakkkkkk!


Rissa juga ditarik dan juga diikat pada balok kayu yag sejajar dengan Rion, badannya juga dililit kuat oleh akar-akar pohon yang tiba-tiba muncul dari alam tanah yang lembab.


"Tolong lepaskan Arion, kau sudah berjanji hanya akan mengambil jiwaku!"


"SEJAK KAPAN IBLIS MENEPATI JANJINYA? DASAR MANUSIA BODOH!" Suara sang raja iblis disambut para pengikutnya yang memiliki tanduk yng lebih kecil dari sang raja.


"DIAM KAU....?!!! DIAM KALIAN...?!!! KARENA HANYA AKU YANG BOLEH TERTAWA?!" kata sang raja.


Mereka semua menunduk, auto kicep.


Taaaaaarrrrrrrr...!


Api muncul saaat sang raja iblis mengibaskan jubahnya. Api itu diatas tanah mengelilingi Rion dan Rissa yang tergantung di atas.


Satu pengikutnya mendekat dan menciprati Rion dan Rissa dengan air.


"Gue udah basah, ngapain lu cipratin lagi?!" Rion kesel. tapi ucapan Rion sama sekali nggak digubris.


"Sebentar lagi jiwa kalian akan ku miliki, dan dalam hitungan detik maka dunia ini akan aku kuasai, karena aku sudah memiliki 9 bola cahaya dari berbagai generasi!"


Ada 7 bola cahaya yang berwarna kuning, hijau,hitam, putih,ungu, merah jambu dan oranye yang muncul dari dalam api keabadian. Dan perlahan satu persatu wajah dari pemilik setiap bola cahaya muncul, Rion kaget karena 3 dari 7 orang pemilik bola cahaya itu mereka adalah perempuan dan masih anak-anak, dan 4 yang lainnya laki-laki usia remaja ya sekita 14 atau 15 taunan.


Rion menggelengkan kepalanya, bisa dibilang hanya dirinya dan Rissa yang bisa mencapai usia dewasa, "Nggak mungkin!"


Bola-bola cahaya itu, mengambang diatas api yang sama sekali nggak bikin mereka terbakar. Jiw-jiwa yang suci menangis, mereka ditawan dalam kegelapan yang abadi.


"Elu nggak bakal bisa merebut cahaya dari gue?!!" teriak Rion frustasi.


"Arrrrgghhhhhh!" Rion merasakan sakit, saat bola cahaya birunya keluar dari dadanya, sedangkan peri Keket yang ngumpet di saku kaos pendek Rion berubah menjadi kupu-kupu hitam. Dia terbang menuju sebuah buku besar yang terbuka di dekat api keabadian.


Rissa merasakan badannya semakin sakit dikerat terus dengan akar yang semakin kencang membelit badannya, "Kau akan selamat, Sayang! kau bukan lagi incarannya," suara nenek Wati terdengar di telinga Rissa.


"Nenek? tolong Arion, Nek..." Rissa memohon dengan suara lirih.

__ADS_1


__ADS_2