Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
82. Menemukan


__ADS_3

Suara kedebag kedebug membuat perhatian Rissa maupun papi Ridho teralihkan. Papi Ridho mengambil pedangnya, dia waspada.


Sementara, Rissa yang melihat kesempatan ini perlahan mendekat pada jendela yang besar, yang udah ditutup waktu itu sama Maria.


Mungkin kalau ada apa-apa gitu, dia bisa melompat lewat jendela. Yeuh Rissa mau akrobat lu? main lompat-lompat aja. Kagak tau apa itu kastil setinggi apa?


Braakkk!


"Hati-hatiii!" ucap suara wanita dari dalam lemari.


"Aduuhhh, ini kok ada kain-kain! gue buka mata yaaa?" kedengeran suara laki-laki.


Tapi papi Ridho nggak asing dengan aksen dan suara itu.


"Astaga, dikunci!" ucap seorang perempuan.


Brakkk, braaakkk!


Suara berisik berasa dari dalam


"Kau jangan berisik Defne!" suara perempuan mengingatkan.


"Disini sangat sempit!" keluh perempuan lain.


"Aku sedang berusaha membukanya!" kata perempuan yang suaranya mirip Rissa, gadis yang kini berpenampilan seperti seorang puteri.


Kreeeeeeeeeeeeeeet…


Perlahan lemari terbuka, Rissa makin lama makin mepet jendela,


dia sesekali melihat ke bawah.


“Kalian, sudah boleh buka mata!” ucap puteri Odellia yang


menarik Rion dan Defne keluar dari sebuah lemari.


Papi Ridho melongo, ngeliat tiga orang dewasa yang keluar


dari lemari baju.


Defne membuka ikatan tali di matanya sedangkan Rion membuka


matanya begitu aja begitu mendengar perintah dari puteri Markoneng. Seketika


matanya menyipit sebelum melihat seorang pria dengan setelan baju pengawal yang


mirip banget mukanya sama dia.


“Siapa kamu?!!!” Rion yang sadar ada orang lain disitu ya


pasti kaget banget lah, mata nya langsung nayri  keberadaan Rissa yang mojok deket jendela. Puteri


Odellia dan defne pun melihat wajah sang pengawal, kemudian melihat wajah Rion,


‘lah kok mirip?’ batin kedua gadis yang udah kesengsem dan terjerat dalam


pesona seorang Arion putra Menawan.


Papi Ridho yang ditanya ‘Siapa’ oleh anaknya pun langsung merepet.


“Dasar bocah nakal, papih sendiri kamu nggak kenalin?!!!” kata papi Ridho yang


buka topinya supaya Rion mengenali wajah gantengnya. Dia mencoba mendekat dengan membawa pedang panjang yang tajam.


“Ini Papi? Nggak mungkin. Papi gue ada di alam nyata?!! Elu


pasti penyihir Dorothy yang menyamar sebagai papi Ridho.?!!” Rion nggak ngakuin


papinya sendiri .Apalagi dia yang mengaku sebagai papinya bawa pedang dengan baju pengawal, membuat Rion makin ragu. Pandangannya malah tertuju pada Rissa.


“Rissaaaa….!!” Rion menghampiri Rissa, dia menarik gadis


yang terlihat sangat pucat itu ke dalam pelukan.


"Akhirnya gue bisa nemuin elu, Sa..." Rion mengecup kepala Rissa singkat, "Elu tenang aja, ada gue disini!" Rion berusaha melindungi Rissa. Sedangkan kedua gadis yang lain tentulah panas panas panas.

__ADS_1


Papi yang melihat adegan itu pun hanya bisa berkedip, ‘Si Rion fix kena sawan!’ batin papi, yang nggak percaya dengan apa yang dilihat matanya.


Papi pun mendekat dan ngeruwes bibir anaknya, “Nih rasakan


jurus dari mami mu?!! Udah berani ya peluk-peluk perempuan.. ? hem?!! Orangtua khawatir,


disini kamu malah enak-enakan pacarana, iyaaa?”


“AAAAAAAAAwwwww?!!” Rion seketika melepaskan Rissa dan


tangannya kini mengusap bibirnya yang kena jurus turun temurun dari maminya


Reva Velya.


“Masih nggak ngenalin papi? Iya?” papi Ridho ngeluarin jurus


melintir jambang, “AAAAAAAAAwwww!” Rion memekik untuk sekian kalinya. Rambut


yang tumbuh di antara rahang dan telinga main di pelintir sang papi.


Namun…


Seketika tangan Rion menangkap tangan papinya dan melintir


tangan si papi ke belakang, “Jangan berpura-pura menjadi papi ku?!!”


“Elah nih bocah belum ngenalin papi nya juga! Revaa … Reva


punya anak gini amat!” papi Ridho yang dipelintir tangannya ke belakang pun


secepat kilat memelintir balik tangan Rion. Terakhir papi mendorong anaknya itu


agar menjauh darinya.


“Diam di tempat kamu!” ucap papi.


Dia kemudian membuka bajunya dan sontak ketiga gadis yang


ada disana kompak  memekik sembari


“Hey!! Kenapa kalian teriak? bikin orangtua kaget tau nggak?”


papi Ridho yang melepaskan baju pengawal berikut celananya. Dia memperlihatkan


baju yang dia pakai dari alam nyata.


“Paaaapiiiii…?!!!” Rion baru percaya saat melihat sosok yang


memakai baju koko pink dengan celana slimfit warna hitam  yang sangat modern.


“Baru kenal sekarang? Iya?” papi Ridho merapikan baju dan


rambutnya.


Setelah mengintip ternyata orang yang dihadapannya yang


memakai baju dari jaman yang sama dengannya membuat Rissa membuka menyingkirkan


tangan dari wajahnya dan mendekat.


“Jadi … anda?” Rissa jadi merasa bersalah karena udah nuduh pria


yang mirip Rion itu sebgaai penjahat.


“Iya, saya papinya Rion. Saya kemari untuk menjemput kalian,


waktu kita nggak banyak. Sebaiknya kita segera pergi dari Istana ini,” kata


papi Ridho.


“Heh, kalian berdua kenapa masih tutup mata?” papi Ridho


menegur puteri Odellia dan juga Defne yang kini menurunkan tangan mereka


melihat kedua pria yang berbeda usia, namun memiliki ketampanan yang sama. Awas

__ADS_1


Markoneng jangan kepincut sama papi Ridho, bisa dikruwes kamu sama mami Reva.


“Jadi---”


“Kalian tidak perlu takut, aku bukan orang jahat. Aku hanya


ingin menjemput anakku?!!” kata papi Ridho yang ‘ nyesss ‘ banget di hati


Arion.


“Syukurlah, papi bisa menemukan kamu, Rion!” papi Ridho


memeluk anak tunggalnya.


“Maafin Rion, Pih…” kata Rion tulus.


“Dasar bocah nakal! Harusnya kamu jangan melakukan kegiatan


yang berbahaya seperti itu, mami dan papi sangat mengkhawatirkanmu, Rion!” Papi


melepaskan pelukannya, hatinya lega karena saat ini dia udah ketemu sama bocah


kamvret yang bikin hari-harinya dipenuhi rasa cemas berkepanjangan.


“Kita nggak punya banyak waktu lagi, Rion! Papi, kau dan


Rissa harus keluar dari negeri ini, atau kita sama seklai nggak akan bisa Kembali…”


kata papih.


“Papi tau soal Rissa?” Rion memandang gadis yang emmakai


baju puteri raja.


“Tentu,” sahut papi Ridho singkat.


“Puteri, sebaiknya kau dan Rissa menyudahi pertukaran konyol


ini,’” papi Ridho memandang dua gadis dengan wajah yang begitu identik. Hanya warna


rambut yang membedakan mereka.


Puteri Odellia pun dengan berat hati mengajak Rissa untuk


menukar baju mereka, nggak mungkin Rissa akan pergi dengan gaun puteri raja


yang super ribet.


Dan disisi lain pangeran Clift mendapat kabar kalau saat ini


istana sedang diserang ribuan burung gagak misterius.


Tranggggg!


Pedang-pedang diayunkan untuk melenyapkan burung yang jumlahnya


bikin merinding. Langit yang gelap membuat para pengawal kesulitan untuk melawan


para burung yang mematuk tangan dan wajah mereka.


“Awwwwwwkkhh!” beberapa pengawal memekik menahan sakit,


melindungi bagian tubuh mereka.


Sang raja pun keluar dan berpapasan dengan pangeran Clift.


“Apa yang terjadi?” tanya raja Abraham yang diikuti ratu


Isabel dari belakang.


"Aku tidak tau pasti , Ayah. Yang jelas Istana ini sedang tidak aman! aku akan pergi melihat keadaan puteri Odellia!" ucap pangeran


"Pergilah," sahut raja Abraham.


Mendengar jawaban sang raja, pangeran pun menganggukkan kepalanya sesaat sebelum pergi menuju kamar puteri yang dijodohkan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2