
Ketika sesosok berjubah itu menegakkan dagu Rissa dengan sebuah tongkat, seketika itu juga Rion menarik busurnya.
Tapi sebuah suara menghentikannya, "Jangan! jangan sekarang!" kata si peri Keket.
Rion yang udah kepalang nanggung narik busurnya pun akhirnya kesal banget. Karena si peri Keket mengganggu konsentrasinya dengan terbang persis di depan mata Rion.
"Elu jangan ganggu! temen gue mau disakitin, dan gue nggak mau sampai itu terjadi. Gue mau panahin mereka satu-satu," kata Rion.
"Ssshhh, tahan dulu!" kata peri Keket.
'Apa sih maunya nih peri? bukannya bantuin malah ngalangin!' batin Rion.
Peri itu terbang mendekati Rissa dengan berubah menjadi kupu-kupi, dengan warna corak gelap, menyamarkan gerakannya di tengah malam
"Nyuruh gue diem, lah dia malah nyamperin kesana, nggak ngerti gue!" gumam Rion dia memperhatikan kupu-kupu yang udah nggak keliatan lagi saking jauhnya dia terbang.
Rion menyuruh bola cahaya biru untuk meredup, dan hilang seketika. Dia nggak mau kalau ada yang menangkap sinar itu dan menyadari keberadaannya.
Sekarang, Rion serius memperhatikan Rissa yang kini mengangkat wajahnya, darah keluar dari hidung dan mulutnya. Matanya sayu, saking lemesnya mungkin.
"Astaga, apa yang terjadi sama elu Rissa?" Rion kaget melihat wajah Rissa yang udah nggak karuan.
"Kenapa elu ngorbanin diri buat gue? buat apa?" Rion makin nggak tega ngeliat Rissa yang kini memekik saat belitan akar itu semakin kencang.
"Aarrrrrrghhhhh!!" Rissa menahan sakit.
"Raja kami yang terhormat," salah satu memberi aba-aba untuk membungkukkan badan.
Ada sesosok yang kemudian datang dengan jubah hitam dengan kerah berdiri berlapiskan emas. Jangan nanya berapa karatnya!
Dengan kepala bertanduk merah dan gigi bertaring membuat wajahnya semakin menakutkan, Dia menunjukkan telapak tangannya. Semua berdiri sebagaimana mestinya. Otot-otot wajah yang menonjol, seakan memberi kesan semakin ooohhh syeeraaam!
"Hahahahaha, ternyata kau cukup tau diri ya?!!" ucapnya
Rion sosok itu agak ngeri juga, karena ternyata, mereka semua yang berjubah membungkuk dan menunduk hormat, dan ternyata mereka semua memiliki tanduk yang sama. Dan kini mereka berdiri memandang ke arah Rissa.
Ada satu yang bertubuh kerempeng mendekat pada si Raja yang sedang berada di hadapan Rissa.
"Bola cahaya, rajaku..." dia memberikan bola cahaya merah milik Rissa.
"Seandainya aku mendapatkan bayi itu 21 tahun yang lalu, pasti kau tidak perlu menderita seperti ini..." ucap si raja iblis.
"Dan kalian akan hidup dalam gelimang harta," lanjutnya.
"Kalian? apa yang dimaksud kalian?" gumam Rion.
"Uhuukkkk!" Rissa terbatuk lagi. Dia mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Ayahmu pasti akan sangat menderita, jika tau putrinya berada disini untuk mempersembahkan jiwa murninya, untuk bertemu dengan sang raja iblis, penguasa dunia!"
__ADS_1
Raja iblis menggerakkan jari jemarinya, membuat Rissa semakin kencang terbelit akar pohon," Dia pasti tidak akan menyangka, kalau putrinya dengan suka rela membayar apa yang menjadi hutang ayahnya di masa lalu, dan karena ketidakbecusannya satu pengikutku musnah di tangan laki-laki yang menolong bayi istimewa itu..." ucap Raja Iblis dengan penuh amarah.
"Aaaaaaarrghhh," Rissa memekik, suaranya begitu membuat hati Rion teriris iris.
"Apa yang dimaksud gue? jadi dia ngincer gue udah lama? tapi siapa laki-laki yang dia maksud? siapa? siapa yang udah nolongin aku waktu itu?" Rion bergumam sendiri.
Raja iblis berbalik,
Sementara si Raja iblis capek abis ngoceh mulu sebelum menjalankan pembakaran bola cahaya di atas api yang menjadi unsur pembentuk dirinya, si kupu-kupu kecil berubah menjadi sesosok peri yang kini mencoba mengiris akar pohon dengan sebuah pisau, yang panjangnya satu ruas jari kita. Pisau boleh kecil, tapi tajemnya melebihi tajemnya mulut kauu yang berbisa ituuuh buldozer!!
Nggak sengaja ujung pisau itu mengenai kulit Rissa, "Arrrk!"
"Sorry, aku nggak sengaja. Aku Catalina, aku kesini untuk menolongmu!" ucap peri Keket.
"Ya..." ucap Rissa lirih.
Rion begitu frustasi, "Apa yang harus gue lakukan saat ini? muncul dengan tiba-tiba atau gimana? dan melawan mereka satu-satu?"
Tiba-tiba ada satu tepukan di pundakknya.
Puk!
Puk!
"Iishhh, apaan sih?! nggak tau apa pikiran gue lagi ruwet?!!" Rion menepis tepukan itu dengan menggerakkan bahunya yang artinya, 'Diam kau !jangan ganggu guweeeeeehhh!'
Tuuul..
Bahu Rion kali ini di towel dari arah samping kanan.
Saking empetnya dia lagi mikir tapi di ganggu bae, akhirnya dua nengok ke samping.
"Seru, Ya?" tanya sesosok berjubah yang sekarang ikutan ningkring sama Rion di atas dahan.
"BIKIN GUE KAGET AJA LU?!!!!! Rion yang kaget dengan sosok bertanduk itu pun reflek mendorong wajah menyeramkan itu, saking kencengnya makhluk itu sampai dia kejungkel ke bawah. Masih untung jubahnya nggak nyangkut gitu ya, ehek!
Mendengar keributan nggak jauh dari tempatnya berdiri, raja iblis menyadari sesuatu.
Dia menggerakkan tangannya.
Ctaaaaaarrrr!!!
Pohon tempat Rion ningkring, ditebang oleh sang raja iblis dengan api yang di lemparkan ke pohon itu.
"Eeeh, eeehhhhh!" Rion pegangan dahan, dia doyong mengikuti pohon yang roboh.
Braaaaaakkk!!!
"Awwwwwkkkhhh!" Rion jatuh kejengkang ke tanah dengan kaki ngecucung ke atas.
__ADS_1
"Hahhahahaha," sang raja iblis pun tertawa.
Bukan ngetawain Rion yang jatuh dengan posisi yang jauh dari kata estetik ya, tapi karena dia merasa kalau dia nggak perlu bersusah payah menangkap si anak istimiwir. Seperti buy 1 get 2, dapetin Rissa bonusnya Rion.
"j-jangan sakiti di-diaaaaa!" ucap Rissa terbata.
Gadis itu menggeleng lagi, "J-jangan! kau s-sudah berjanji! a-aku su-sudah memberikan bo-bola c-cahaya milikku!"
Rion seketika bnagkit, dia kini berdiri dengan gagahnya melupakan kejadian konyol tadi.
"Gue nggak selemah itu, Risaa?! Gue bakal ngelawan dia, jangan melakukan perjanjian apapun dengan iblis. Karena pada dasarnya mereka adalah pendusta!" seru Rion lantang.
Para pengikut iblis akan menangkap Rion, tapi sang Raja mengangkat tangannya, menyuruh mereka semua untuk berhenti, "BIARKAN DIA!"
"AKU SUDAH MENANTIKAN HARI INI SEJAK LAMA!!!" suara sang raja menggelegar.
"Dan aku akan membiarkan dia bicara sepuasnya, sebelum akhirnya kekuatannya terserap seluruhnya olehku, dan aku akan menaklukan dunia ini, hahahahahaha!" Raja lagi-lagi tertawa.
"Bukan gue yang akan musnah! Tapi elu, iblis jahanam!" tantang Rion.
Peri yang menolong Rissa, membuat pohon hidup ini tertidur, dan kini peri itu berhasil melepaskan ikatan tangan Rissa.
Peri berubah kembali menjadi kupu-kupu, "Larilah bersama pemuda itu!" dia berbisik di telinga Rissa.
Rissa pun merasakan badannya udah nggak terikat, namun badannya sangat lemah.
"Berusahalah! meskipun rasanya kaki mu tidak mampu lagi untuk berlari," ucap peri itu yang hinggap di rambut Rissa.
"Ya..." lirih Rissa.
"Pergi, Rion!" Rissa menyuruh Rion untuk pergi, sebagai kode. Tapi pemuda super cool dan cuek itu mana tau kode-kodean, dia malah menyahuti ucapan Rissa.
"Nggak, gue nggak akan pergi tanpa elu, Rissa!" seru Rion.
"PERGIIII...!" teriak Rissa sekuat tenaga.
"Nggak, Rissa! gue nggak akan ninggalin elu!" Rion, lagi nggak nyambung.
Tapi kali ini mulutnya terbuka sedikit saat melihat Rissa menunjukkan tangannya yang udah nggak lagi terikat. Matanya sayu menatap Rion.
Pemuda itu mengangguk, dia mengerti sekarang.
"KALAU BEGITU, KALIAN AKAN PERGI BERSAMA-SAMA. KARENA AKU AKAN MENDAPATKAN KEKUATAN KALIAN BERDUA, HAHAHAHAHAHA?!" Sang Raja merentangkan kedua tangannya.
Sreeettt!
Raja iblis memperlihatkan jari-jarinya yang kini mengeluarkan cakar besi di sela-sela jari yang menggenggam.
"In your dream!" sahut Rion, kini pria itu berlari dan terbang ke arah Rissa, dia menangkap tubuh gadis itu.
__ADS_1