Masih Dikejar Setan

Masih Dikejar Setan
149. Cinta Lama Belum Kelar


__ADS_3

Di tempat dan waktu yang berbeda ada seorang ibu yang datang ke rumah anaknya ketika matahari sudah bergeser dan digantikan bulan dan para bintang yang bersinar.


Tok!


Tok!


Tok!


"Bu Karla?" seseorang membukakan dengan wajah yang menunduk.


"Rissa udah pulang, Bik? tolong panggilkan, bilang saya mau ketemu,"


"Ehm, nganu bu...."


"Ayoooo? tunggu apa lagi? cepat panggilkan Rissa! ada hal penting yang mau saya bicarakan! dan tolong ya, nggak usah bilang sama mas Dera kalau saya kesini. Saya lagi males ketemu sama dia!" tante Karla duduk.


"Bik Minaaaaaaah?" tante Karla gemes sama asisten rumah tangga yang masih aja berdiri nggak gerak sama sekali walupun satu senti.


"Maaf, Bu! tapi mbak Rissa nya nggak lagi di rumah,"


"Belum pulang? udah semalem ini belum pulang? ck, mas Dera gimana sih? ngawasin anak aja nggak becus?!" tante Karla malah merepet kemana-mana.


"Maaf, Bu Karla. Tapi mbak Rissa nya memang sudah beberapa hari ini nggak pulang,"


"NGGAAAAAK PULAAAAAANG?!!" tante Karla berdiri saking kagetnya.


"KOK BISAAAAAA?!" suaranya melengking lagi.


"Rissa pergi ke luar negeri, Rissa pergi ke luar negeri!" suara burung beo milik Rissa berbunyi.


Tante Karla yang tau anaknya memelihara seekor burung beo pun ngibrit ke belakang, dia nggak mau disangka halu. Dia hatus mastiin suara yang dia denger tadi, suara beo milik Rissa.


"Welaaah daaalaaah, piye iki? wes wes Erio kok kamu embeerr banget tho Eriooooo, (aduuuh gimana ini? dah dah dah, Erio kok kamu ember banget sih Erioo?)" Bik Minah cenat-cenut ngadepin burung beo yang ember dower.


Padahal Rissa pesen kalau, mama nya dateng ke rumah cukup bilang Rissa belum pulang atau Rissa lagi nggak ada. Tapi sayangnya si beo membocorkan semuanya.


Tante Karla ngeliat burung yang cantik dengan bulu yang didominasi dengan warna biru dan merah itu, "Rissa dimana?"

__ADS_1


"Rissa ke luar negeri, Rissa keluar negeri!" burung beo itu mengucapkan kalimat yang berulang dengan nada yang sama.


"BIK MINAAAAAAAH?!" lengkingan suara tante Karla bagaikan petir di malam itu.


"Yaaaa, buuuuuu!" bik Minah menghampiri ibu dari majikannya.


"Kenapa bik Minah nggak bilang kalau Rissa lagi ke luar negeri?"


"Maaf bu..." bik Minah serba salah kali ini.


"Ck, kebangetan itu anak! apa dia udah nggak nganggep aku ini mama nya?!" tante Karla ngedumel sendiri.


"Ini pasti gara-gara didikan mas Dera yang nggak bener itu!" matanya menajam.


Tante Karla pun meninggalkan halaman belakang dan mau ngelabrak mantan suaminya, "Mana Mas Dera?! saya mau ngomong sama dia!"


"Buuuuuuk, buuuuuuuk...." nik Minah ngejar ibu dari majikannya lagi.


"Buu, bapak nggak ada di kamar! bapak nggak ada di rumah, Buuu..." seru bik Minah.


"Jangan bilang mereka pergi bareng?" lanjut wanita yang masih setia dengan dendam kesumatnya.


Bik Minah cuma bisa nganggu, "Iya bu. Mbak Rissa ke luar negeri ngabter bapak buat operasi jantung,"


"Ya ampun ya ampuun!" tante Karla megangin kepalanya, dia pusing.


"Aiiirrrrr, ambilin saya aiiiirr?!" tante Karla yang ngeloyor ke sofa di ruang tengah. Dia duduk dengan tangan masih bertengger di jidatnya.


Bik Minah yang nggak mau dapet masalah pun ngibrit langsung ke dapur, buat ambilin air putih buat itu tante Karla.


"Silakan, bu..." bik Minah ngasihin segelas air putih yang disamber langsung sama tante Karla.


Dia meminum air itu beberapa tegukan, dan dia kembalikan lagi gelas itu pada bik Minah.


"Bik Minah boleh pergi!" tante Karla mode ngusir.


Bik Minah yang disuruh pergi pun mending nurut aja, daripada kena bentakan yang bikin sakit kuping.

__ADS_1


"Ngapain Rissa buang-buang duit buat ngebiayain mas Dera operasi jantung di luar negeri?! biaya rumah sakit di luar kan mahal," tante Karla geleng-gelemg kepala.


"Rissa pasti sengaja nggak ngasih tau aku, karena dia tau kalau aku pasti akan menentang keras apa yang dia lakukan itu!" tante Karla merepet terus, dia kecewa dengan sikap Rissa yang pergi nggak bilang-bilang.


"Mas Dera terlalu beruntung dapetin anak yang berbakti kayak Rissa. Harusnya Rissa itu lebih berbakti sama aku, bukannya ke mas Dera! aku ini ibunya, tapi seakan jadi orang asing buat dia. Dia malah lebih milih tinggal dan ngurusin papanya yang semprul itu!"


"Kamu harusnya mikirin buat hidup kamu sendiri Rissa. Gimana kamu akan hidup ke depannya, aku nggak habis pikir sama kelakuan anak itu! semakin dewasa semakin nggak bisa diatur!"


Setelah capek merepet terus daritadi, tante Karla pun pergi dari rumah milik anaknya.


"Alhamdulillaaaaaah, akhirnya pulang jugaaaa..." ucap bik Minah saat menutup dan mengunci pintu.


Sedangkan di negara lain.


Thomas cemas karena sampai saat ini dia belum mendapatkan kabar Rissa dari Meisya. Rissa sama sekali nggak cerita tentang papanya yang akan di operasi di salah satu rumah sakit disana, dia hanya bilang ada urusan lain yang mengharuskan dia mungkin akan stay sekitar 1 sampai 2 minggu.


Rissa memang dekat dengan Thomas, tapi ada hal-hal yang dia nggak bisa cerita tentang kehidupan pribadinya.


"Astaga, nggak mungkin kan gue lapor ke polisi?" Thomas tampak frustasi.


Sekarang dia ada di kantor, bahkan untuk mengerjakan pekerjaannya aja Thomas nggak konsen sama sekali.


"Segitu banyaknya wanita di dunia, kenapa Rissa yang jadi masa lalu buat Rion?" Thomas menyandarkan kepalanya di kursi.


Daripada dia nungguin kabar dari Meisya yang belum jelas, mending dia ke kantor. Dan ternyata di kantor pun dia sibuk mikirin kemungkinan ada CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) antara Rion dan juga Rissa.


"Semoga Rion nggak ada pake acara CLBK, walaupun dia juga belum ngaku kalau dia punya sejarah sama Rissa. Huuufhhhh, gue harap mereka emang udah selesai, dan nggak ada niatan buat balikan lagi," Thomas ngomong sendiri.


Nyatanya feeling Thomas emang nggak salah, Rion punya hubungan yang bahkan terlalu rumit buat dijelaskan. Dibilang pacaran juga nggak ada tanggal jadian, nggak ada pernyataan cinta. Dibilang temen juga udah tiam- tium dan udah punya ikatan buat saling melindungi. Kan lumayan bikin bingung mau menyebut hubungan mereka itu apa.


Lagi galau mode on begini, ada salah satu staff yang dateng buat nunjukin hasil pemotretan dan pengambilan TVC kemarin.


'Apa sih yang elu nggak bisa Arion?' gumam Thomas dalam hatinya.


Secara profesional kerja, Thomas akui kalau sahabatnya itu sangat perfeksionis dan bisa diandalkan. Bahkan untuk seseorang yang tertutup seperti Arion dan nggak ada pengalaman dibidang modelling, hasil yang diberikan Arion melebihi ekspektasi Thomas.


"Almost perfect!" ucap Thomas yang selesai melihat hasil dari TVC Rion, kemudian orang itu pun pergi setelah mendapatkan beberapa foto dan sebuah TVC yang disetujui oleh Thomas.

__ADS_1


__ADS_2