Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 101


__ADS_3

" Sebaiknya kamu jangan berpikir yang macam-macam. Sebentar lagi Mbak Tia akan membawa makan siang. Kamu sebaiknya makan, minum obat, lalu istirahat."


Syifa terdiam. Walau Alby tak mengatakan secara kasar, namun Syifa dapat merasakan, bahwa Alby menghindari pembicaraan tentang Dira.


Setelah semua beres, Alby pun pamit. Niatnya ingin ke kantor pun beralih, kini Alby hanya ingin pulang ke rumah. Ya, ke rumahnya dan Dira. Di perjalanan, Alby pun kembali melihat tukang Siomay itu, dan kemudian Alby memutar kemudi, menuju tukang siomay.


Di butik Azzura, Dira batu saja menyelesaikan makan siangnya dengan Dea. Dira dan Dea memilih warung soto sederhana dari pada makan di restoran mewah.


" De, kayaknya makan Siomay enak nich?"


Dea membulatkan matanya, Dea tak habis pikir, karena Dira baru saja selesai makan seporsi soto babat.


" Kamu yakin, Dir."


" Hu'um. Kita cari tukang siomay yuk, yang Deket sini aja.."


Dira merayu Dea. Mungkin faktor kehamilan membuat n*fsu makan Dira bertambah. Jika biasanya ibu hamil lainnya dalam fase mual muntah yang berlebih, namun Dira malah makan dengan tenang. Dea yang melihat wajah mendamba dari Dira pun langsung menuruti keinginannya.


"Dir, Kamu yakin mau serumah dengan Mas Al?"


Dira melihat ke arah Dea, lalu mengangguk.

__ADS_1


" Dir jangan memaksakan diri, seandainya kamu gak kuat, kamu bisa kok keluar dari rumah itu. "


" Cuma sampai anak ini lahir aja, De. Setelah itu aku akan pergi.."


Dea mengusap punggung tangan Dira. Tak lama pesanan Dira pun datang. Dira tampak sumringah.


" Kamu yakin gak mau,De. Enak banget loh ini. "


Dea tersenyum sambil menggeleng, setidaknya dirinya melihat Dira makan dengan tenang, sudah membuatnya senang. Di saat masalah rumah tangganya begitu berat, Dira pun mendapat anugrah dengan kehamilannya. Apalagi kehamilannya tidak mengalami mual muntah seperti ibu hamil pada umumnya.


Di tempat berbeda, Alby pun memakan siomay namun, setelah memakannya Alby langsung mencari kamar mandi untuk memuntahkan kembali makanan yang di makannya. Mual, muntah itu masih terjadi pada Alby. Sementara Dira tak merasa sedikit pun merasa kan itu. Justru n*fs* makannya meningkat.


" Mbak, ada orang yang mencari Mbak Dira."


Afni, salah satu karyawan butiknya memberi tahu, ketika Dea dan Dira baru saja tiba.


" Siapa, Af? " Dira penasaran dengan tamu yang mencarinya.


" Gak tau, Mbak. Sepertinya baru kali ini ke butik."


Dira pun melihat ke arah yang di tunjuk Afni. Lalu Dira meminta Afni melanjutkan pekerjaannya. Dan Dira pun mendekati tamu yang mencarinya.

__ADS_1


" Assalamualaikum. "


Dira memberi salam pada Wanita yang duduk membelakangi dirinya. Wanita itu pun membalikkan badannya lalu melihat Dira.


" Waalaikumsalam, Sayang."


Mata Dira membulat sempurna dengan tangan yang menutup mulutnya. Wanita itu berjalan mendekati Dira, begitu pun dengan Dira. Dira langsung memeluk wanita yang datang ke butiknya itu.


Dira memeluk wanita yang sangat di rindukannya ini. Bahkan Dea sampai bingung melihatnya. Dira memeluknya erat. Lalu wanita itu pun menghujani wajah Dira dengan kecupan. Setelah melepas pelukannya, kini Dira beralih pada Pria yang ada di sebelah wanita itu. Dira pun memeluknya.


" Apa kabar , Sayang. Tante dan Om kangen sekali."


" Dira baik, Tante, Om. Tante Dwi dan Om Hendra kenapa gak ngabari kalau mau datang? Kan bisa Dira jemput. "


****Assalamualaikum, aku up 1 episode lagi ya. 😘😘


Bagi yang minta double Up, sabar ya kakak sayang, mungkin Dua atau Tiga hari lagi aku double up.☺️


Makasih atas dukungan, like , komen dan vote serta gift nya ..kalian semua istimewa.❀️❀️❀️


Terus dukung cerita ini ya, sampai akhirnya nanti. Love you All...😘😘😘❀️❀️❀️****

__ADS_1


__ADS_2