Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 93


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, Alby pun merasa yang sama. Alby ke dapur, dan melihat apakah masih ada persediaan makanan. Ternyata masih ada makan malam yang sudah dingin di kulkas. Lalu Alby menatap mie instan yang ada di lemari. Dengan cepat Alby memasaknya dan memakannya.


" Gue ngabisin mie instan dua bungkus sendiri? Ada yang aneh nih dengan tubuh Gue."


Alby terdiam di meja makan, kemarin malam dia dan Dira baru saja menghabiskan mie instan bersama. Namun kali ini, dia hanya sendirian.


Alby menatap ponselnya, menekan nomor ponsel Dira. Panggilan terhubung, tapi tak di jawab. Beberapa kali Alby memanggil, namun Dira tak juga menjawab. Akhirnya Alby kembali ke kamar yang pernah di tempati oleh Dira.


Pagi ini, Alby berencana akan menjenguk Syifa. Sebelum berangkat ke kantor, Alby lebih dulu menemui Syifa.


"Assalamualaikum."


Alby memberi salam saat akan memasuki kamar perawatan Syifa.


" Waalaikumsalam, Bee. "


Wajah Syifa sudah tampak lebih segar dari pada kemarin. Alby pun meletakkan makanan dan buah yang sempat di belinya tadi.


" Bee, kamu kemana aja? Aku nungguin kamu."


Ucap Syifa saat Alby baru saja mendudukkan bokongnya.


" Maaf, Fa. Kemarin aku ada pekerjaan yang gak bisa aku tunda."


Alby terpaksa berbohong untuk menutupi kemelut di rumah tangganya bersama Dira.


" Dira apa kabar, Bee?"

__ADS_1


Syifa bertanya dengan pelan, takut Alby akan marah. Sementara Tante Yuni sudah meninggalkan ruangan , di saat Alby datang.


"Dira baik."


Saat Syifa akan bertanya lagi, Dokter datang melakukan kunjungan pada pasien.


" Selamat pagi Nyonya Syifa. Bagaimana keadaan Anda? "


Dokter itu bertanya pada Syifa. Yang di balas dengan baik oleh Syifa. Mereka bertanya jawab sebentar, Alby tak terlalu mendengar, karena mual itu datang lagi. Dengan cepat Alby memasuki kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Syifa yang sedang berada di ranjangnya pun tampak gusar.


Dokter wanita itu, menelisik wajah Alby. Saat Alby sudah keluar dari kamar mandi.


" Anda baik-baik saja, Pak?"


Belum sempat Alby bercerita. Syifa sudah memotongnya lebih dulu.


Alby mengangguk. Lalu dokter wanita itu meminta Alby untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit saat itu juga. Alby dengan diantar oleh seorang perawat melakukan serangkaian tes.


"Bagaimana dok? "


Alby tak sabar ingin segera mengetahui penyakit apa yang sedang di deranya.


" Menurut analisa saya, semua baik-baik saja, Pak. Tidak ada masalah dalam tubuh bapak. Keadaan yang bapak alami, seperti nya mengalami Kehamilan simpatik. Biasanya hal ini, ibu hamil lah mengalami, namun kasus pada Bapak. Bapak yang merasakan.Itu di karenakan ikatan batin yang kuat. Tapi saya mohon maaf, Ibu Syifa saat ini sedang tidak mengandung, Pak."


Alby pun terdiam sesaat. Lalu pikirannya berkelana pada Dira. Yang menurutnya sedikit berbeda. Ya tubuh Dira lebih berisi. Setelah mendengar penuturan Dokter itu, Alby pun melangkahkan kakinya ke ruangan Syifa. Sudah ada Tante Yuni disana.


"Bee-.."

__ADS_1


" Fa, maaf aku harus segera kembali ke kantor. Ada meeting yang gak bisa aku wakilkan, maaf ya?"


Syifa hanya mengangguk, walau rasa hatinya masih sangat berat, namun dia sadar, Alby tak sepenuhnya miliknya.


" Pergilah, kamu hati-hati di jalan ya? Jangan lupa makan siang. "


Alby hanya menganggukkan kepalanya. Lalu ia pun pamit, setelah sebelumnya memberikan kecupan di kening Syifa.


*


**


***


**Hai readers, malam ini up 1 episode dulu ya. Keadaan belum pulih. Karena kemaren asam lambung sempat kambuh, sampai saat ini juga belum terlalu sehat. πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Untuk yang minta double Up. Mohon bersabar ya. Setelah keadaan saya membaik, akan saya buat double up nya. Tadinya mau malam ini, cuma karena belum terlalu sehat, mungkin besok malam atau dalam waktu dekat pasti di buat double up nya...πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Makasih buat semua yang sudah memberikan like, komen dan vote nya...πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ˜˜πŸ˜˜


Love you all**


*


**


***

__ADS_1


__ADS_2