
Setelah itu, Alby hanya duduk dan menyaksikan Dira yang sedang memasak. Kurang lebih satu jam, makanan pun sudah tersaji di meja. Sup ayam brokoli, sambel goreng hati kentang, serta tak ketinggalan tahu dan tempe goreng. Aya yang baru saja turun, dan mencium aroma makanan pun langsung melangkah ke arah meja makan.
" Wah...enak banget ni.."
Aya berkata sambil menyomot sepotong tahu goreng di hadapan nya. Dan Alby pun memukul pelan tangan Aya.
" Apaan sich, Kak." Protes Aya.
" Kebiasaan, cuci dulu tangan kamu."
Aya hanya cengengesan, lalu segera mencuci tangannya. Saat mereka akan makan, pintu rumah mereka ada yang mengetuk. Dira yang sedang mengisi makanan ke piring Alby pun menghentikan gerakannya. Dira ingin membukakan pintu, namun Alby melarangnya. Saat mbok kasum akan melangkah ke depan pun, Alby mencegahnya.
" Biar Al aja, Mbok."
Mbok kasum pun kembali ke belakang. Saat Alby membuka pintu, ternyata Mama dan papanya yang datang. Alby langsung memeluk kedua orang tuanya. Alby mengajak mama dan Papa nya ke ruang makan.
" Sayang, lihat siapa yang datang."
Alby berkata pada Dira. Dan Dira pun menoleh ke arah Alby. Mata Dira membulat, dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
__ADS_1
" Mama...Papa..."
Dira segera memeluk mama mertuanya, dan juga menyalami keduanya.
" Mama dan papa sehat?"
Dira bertanya pada kedua mertuanya. Setelah mendapat jawaban, Dira mengajak kedua mertuanya untuk makan malam bersama. Sedangkan Aya yang sedang menikmati makanannya hanya menoleh lalu melanjutkan makannya. Sang Mama pun geram, lalu menjewer telinga gadis itu.
" Anak nakal mama, ternyata udah disini aja."
" Aduh, Ma...sakit ma."
" Lagian kamu Ya. Mama sama papa datang, bukannya di sambut, malah asik makan."
Ucap Dira sambil menggelengkan kepalanya. Aya hanya cuek.
" Ya, selama orang tua kita masih ada, sayangi dan hargai mereka. Kalau nanti mereka pergi, kamu akan kehilangan dan itu rasanya sangat sakit."
Dira berbicara dan matanya menerawang,ada butiran bening yang turun saat dirinya berkata seperti itu, dan itu berhasil membuat Aya merasa tidak enak hati.
__ADS_1
" Maafin Aya, Kak."
Ucap Cahaya sambil memegang tangan Dira. Dira yang terkesiap pun memberikan senyum lalu mengusap air matanya.
" Kamu gak salah, Aya. Kakak aja yang terlalu terbawa. Sekarang kita makan dulu. "
Mama dan papa Alby pun duduk, lalu Dira mengambil piring untuk kedua mertuanya. Mama dengan telaten menuangkan nasi dan lauk pauk ke piring Papa Alby. Sedangkan makanan di piring Alby telah tersaji. Kini Dira mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Mama memperhatikan gerak gerik Alby ke Dira. Dan dirinya tersenyum senang. Di lihatnya Alby yang sudah berubah, bahkan bisa menerima Dira di hidupnya. Mama dan papa makan dengan lahap nya, begitu pun dengan Cahaya. Bahkan gadis manis itu tak canggung untuk menambah makanannya.
" Tumben, kamu makan banyak Ya. Biasanya paling takut."
Papa berkata karena melihat Aya yang menambahkan nasi di piringnya. Aya yang mendengar ucapan Papanya hanya menampilkan gigi putihnya.
" Habis nya enak, Pa. Selama di sana, Aya gak pernah makan makanan rumahan seperti ini."
Ucapnya sambil mengunyah makanan. Sedangkan mama tampak setuju dengan kata-kata Aya.
" Emang masakan Dira ini, enak banget. Mama sering makan makanan rumahan, tapi rasanya gak seenak ini.."
__ADS_1
Dira yang mendapat pujian dari dua orang yang berbeda usia, hanya tersenyum. Sedangkan Alby menatap Dira dan kini menggenggam tangannya.