Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 87


__ADS_3

Sedangkan Dira masih menangis, menumpahkan semua rasa sakit di hatinya. Tangannya memukul dadanya, mencoba mengurai rasa sesak di hatinya. Alby semakin sakit melihat nya. Alby pun merengkuh tubuh Dira membawanya dalam pelukannya. Namun Dira menolak,dan mendorong Alby.


" Jangan seperti ini, Sayang. Maaf kan Aku. "


Dira bangkit dari duduknya, lalu melangkah ke kamarnya. Mengunci pintu kamar dan menangis di sana. Dira bahkan sesekali terdengar berteriak. Meluapkan sakit di hatinya yang begitu menusuk. Baru kali ini dia kehilangan kendali atas dirinya.


Alby tampak mengetuk pintu kamar, saat mendengar Dira berteriak.


" Sayang, buka pintunya. Tolong. Jangan seperti ini."


" Dira..Dira..tolong buka, Sayang. Maafkan Aku."


Dengan terus menggedor pintu kamar mereka. Dira menulikan pendengaran nya. Setelah puas akan semua itu, kini tubuh Dira luruh di tepi ranjang. Kakinya bertekuk menopang kepalanya yang menunduk. Dira sesegukan. Sedangkan di luar sana, Alby masih berusaha membujuk. Hampir satu jam Alby terus saja membujuk Dira. Namun Dira tak memperdulikannya.


Alby meluruhkan tubuhnya di depan pintu kamar mereka. Sambil terus mengucapkan kata maaf.


" ALBY..."


Suara bariton yang sangat di kenali, membuat Alby mengangkat kepalanya, lalu dia pun berusaha berdiri. Belum sempat dia berdiri secara baik, sebuah bogem mentah di dapatkan nya dari Papanya. Sedangkan Mamanya tampak menangis di sebelah papanya.


Bugh...

__ADS_1


" Aku tidak mengajarkanmu untuk menjadi lelaki brengsek. "


Alby merasakan nyeri pada pipi kanannya. Dan di rasakan nya sudut bibirnya koyak. Alby tak melawan ataupun mengelak. Dirinya tau, dia sudah sangat bersalah.


Waktu berjalan, kini mereka bertiga duduk di ruang keluarga, dengan Alby sebagai pesakitan.


" Katakan, apa salah istrimu, sampai kau tega memadunya?"


Ucap Pak Wisnu dingin.


" Tidak ada, Pa. "


Ucap Alby bersama gelengan darinya. Pak Wisnu kembali mengepalkan tangannya. Dan menatap tajam pada Putranya ini.


Lagi-lagi Alby menggeleng. Dan itu membuat Pak Wisnu marah.


" Lalu atas dasar apa kau menikahi mantanmu itu? Dulu Dira sudah mau pergi dari hidupmu, dan membiarkan mu bahagia dengan mantanmu, tapi kau memilihnya. Apa ini tujuanmu mempertahankannya?"


Mama Ratna tampak meninggikan suaranya saat bertanya pada Alby. Alby berlutut pada kedua orang tuanya itu.


" Maafkan Al, Ma, Pa.."

__ADS_1


" Al mempertahankan Dira karena Al mencintai Dira. Dira bagian dari hidup Al, Ma. Al cinta Dira."


Ucapnya disela tangisnya. Tanpa mereka ketahui, Dira sudah berada di dekat mereka. Dengan wajah sembab dan mata yang terus meneteskan air mata.


" Pa, Ma."


Mama Ratna dan Papa Wisnu melihat ke arah Dira. Begitu juga dengan Alby. Alby tampak ingin mendekati Dira. Namun isyarat tangan Dira meminta Alby untuk tidak mendekat pada dirinya.


" Boleh aku tanya sesuatu?"


Ucapnya sambil menatap tajam Alby, dan membuat Alby mengangguk.


" Sejak kapan kalian kembali berhubungan,dan sejak kapan pernikahan ini terjadi?"


" Beberapa bulan yang lalu, dan dua bulan yang lalu kami menikah."


Plak..


Mama Ratna menampar Alby. Dan matanya memerah menahan air mata.


"Tega kamu pada Istri mu. Mama kecewa.."

__ADS_1


Dira meneteskan air matanya, lalu berjalan dengan lunglai ke kamarnya. Sejak beberapa bulan mereka bertemu, dan dua bulan yang lalu mereka menikah. Dira kembali menutup pintu kamarnya. Dia kembali menangis disana.


__ADS_2