
Dira menatap orang yang duduk di sebelahnya. Matanya membulat tak percaya.
" Zaidan...Kamu kok bisa ada di sini?"
Zaidan tertawa, dan menyodorkan sebuah coklat untuk Dira. Dira mengerut kan keningnya.
" Sedikit ngilangin stres kamu."
Dira menerima sambil tersenyum. Lalu kembali mengulang pertanyaan nya.
" Aku gak sengaja lewat daerah sini. Dan aku lihat mobil kamu di dekat situ, aku turun dan ternyata mendapati kamu lagi melamun di sini. Mikirin apa sich? Papanya Hanan lagi?"
Dira mengangguk, sambil menggigit coklat pemberian Hanan. Begitu juga Hanan ikut memakan coklatnya juga.
" Aku masih bingung, Dan. "
" Hm..dari pada kamu bingung dan stres, gimana kalau kita jalan-jalan. Nonton atau apalah...Gimana?"
Zaidan menawarkan Dira pilihan. Dengan alis yang di mainkan olehnya. Membuat Dira mengangguk. Sebelumnya Dira meminta waktu untuk menghubungi Hanan melalui ponsel Alby.
" Hanan jangan nakal, nurut apa kata Papa. Oke. Love you Hanan."
__ADS_1
" Love you too Ma."
Dan panggilan mereka pun berakhir. Setibanya di parkiran taman. Dira dan Zaidan pun memasuki mobil masing-masing. Mereka membuat janji akan bertemu di salah satu Mall.
Ternyata Zaidan lebih dulu tiba, dan Zaidan pun menunggu Dira di parkiran. Begitu Zaidan melihat mobil Dira, Zaidan menghentikan mobil Dira, lalu meminta Dira untuk keluar mobil.
" Biar aku parkirin mobil kamu. Ini lagi padet, nanti kamu bingung."
" Terima kasih."
Ucap Dira tulus,dengan senyum yang mengembang. Kedua insan itu masuk ke dalam mall, banyak orang yang berkunjung. Ini adalah malam panjang. Sudah pasti banyak pasangan muda mudi yang menghabiskan waktu untuk sekedar ngopi atau cuma jalan ke mall.
Zaidan bertanya pada Dira. Dira pun berpikir sejenak.
" Kalau kita gak nonton,kamu keberatan gak?"
Zaidan mengerutkan keningnya. Lalu menatap Dira.
" Kenapa? Kamu gak suka filmnya atau -"
" Bukan, aku cuma mau jalan-jalan aja. Aku bakalan bosen, kalau nonton. "
__ADS_1
" Okelah...ayo, kita makan dulu."
Zaidan membawa Dira ke salah satu restoran Indonesia yang ada di mall itu. Setelah memesan makanan, dan minuman Dira dan Zaidan pun kembali bercerita ringan. Zaidan tidak ingin menambah beban pikiran Dira. Mereka tertawa bersama, sesekali ekspresi wajah Zaidan di mainkan untuk menambah kelucuan di ceritanya.
Selesai makan, Dira dan Zaidan bermain di salah satu arena permainan. Walau permainan itu untuk anak-anak, tapi baik Zaidan maupun Dira tidak malu bermain disana. Begitu banyak kupon permainan yang mereka menangkan. Tujuan mereka bukan hadiah hanya menyenangkan hati.
Setiba di permainan capit boneka, Dira yang penasaran akan keberuntungannya pun mencoba permainan itu. Berulang kali Dira mencoba namun tetap saja gagal. Hingga akhirnya Zaidan yang bermain, di awal-awal Zaidan selalu gagal. Namun dengan kesabaran dan ketelatenan, akhirnya Zaidan berhasil mendapat kan sebuah boneka lucu.
Dira dan Zaidan tertawa mendapat boneka itu.
" Akhirnya, setelah berulang kali gagal, kamu bisa juga mendapat kan ini."
Ucap Dira, sambil menggoyangkan boneka di hadapan Zaidan. Zaidan menarik nafas dan tersenyum.
" Ya begitulah, gak ubahnya hati, Ra. Berulang kali aku di tolak, aku akan tetap memperjuangkan hati itu, sampai benar-benar mendapatkan nya."
Ucap Zaidan, setelah itu Zaidan pun berlalu dari hadapan Dira. Dan menuju mesin permainan yang lainnya. Dira terdiam mendengar ucapan Zaidan. Perkataan Zaidan yang sepertinya untuk dirinya.
" Ra, ayo...ngapain matung disitu?"
Teriakan Zaidan menyadarkan Dira. Lalu Dira pun berjalan ke arah Zaidan. Dan melanjutkan kembali permainan mereka.
__ADS_1