
" Alby....."
Mama dan papa Alby sama-sama saling membulatkan mata. Mereka tak menyangka, bahwasannya putra mereka telah sembuh seperti sedia kala. Alby memeluk mamanya. Begitu juga sang papa, tak luput dari pelukan hangat Alby. Nadira yang menyaksikannya hanya mampu tersenyum.
" Jadi ini semua, ide kamu, untuk membuat mama penasaran. "
Mama bertanya saat melepaskan pelukannya. Alby hanya mengangguk kan kepalanya.
" Kalian ya, bisa-bisa nya mengerjai orang tua. Mama dan papa sudah sangat bingung, saat Dira mengatakan ingin bertemu. Apalagi bertemunya di luar rumah."
Mama terus saja mendengus kesal dengan ulah Alby. Tetapi di balik itu semua, ada rasa bahagia, menyaksikan anak lelakinya sudah kembali pulih, dan sudah berdamai dengan pernikahanya. Itulah yang di lihat dari pandangan seorang Ibu.
Mereka makan dengan di selingi cerita, baik itu dengan Alby ataupun dengan papanya. Nadira hanya menimpalinya sesekali. Terkadang dia hanya tersenyum menanggapi cerita dari sang Mama mertua. Tanpa sadar, hampir tiga jam mereka saling bertukar cerita.
__ADS_1
" Al, bulan depan, adikmu kan memasuki masa liburan . Mama sich, pinginnya dia kumpul sama kita. Itu pun kalau dia pulang. Kamu tau sendiri kan, adikmu itu, paling gak betah berada disini. Dia lebih betah liburan di rumah kakakmu."
Mama berkata, saat mereka tengah menikmati hidangan penutup. Alby hanya mengerucutkan bibirnya mendengar informasi dari sang Mama.
" Kenapa gadis nakal itu gak mau pulang kesini, Ma. Apa dia masih kesal dengan Alby."
Mama hanya mengela nafasnya. Karena kedua anaknya ini tak pernah akur. Selalu saja bertengkar. Bahkan karena Alby lah, maka adiknya memilih untuk kuliah di luar dari pada di dalam negri.
" Lagian kamu, bukannya tanya baik-baik. Malah langsung main hajar aja anak orang. Adikmu kan malu, Al. "
" Nanti Al yang akan bujuk dia untuk pulang."
Akhirnya Mama dan Papa hanya saling pandang dan geleng-geleng kepala melihat putra satu-satunya mereka ini. Rasa sayangnya terhadap sang kakak dan sang adik membuatnya sedikit posesif.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka pun akhirnya kembali ke rumah masing-masing. Kedua orang tua Alby telah lebih dulu meninggalkan restoran. Sedangkan Alby dan Nadira masih berada di parkiran. Alby mendapatkan telepon dari seseorang, dan Nadira mendengar bahwa Alby akan langsung menemuinya. Nadira pun melangkah menjauh dari mobil Alby. Dirinya berniat untuk mencari taksi yang lewat ataupun akan memesan taksi online nantinya.
Alby yang menyadari Nadira sudah tak ada di dekat mobilnya pun, memutar kepalanya mencari keberadaan Nadira. Karena tak menemukannya, akhirnya Alby bergegas untuk melanjutkan mobilnya keluar dari parkiran, dengan terus mengamati kanan kiri mencari keberadaan Nadira. Saat akan membelokkan mobilnya, Alby melihat Nadira yang sedang berdiri. Alby pun spontan menepikan mobilnya, dan segera keluar.
" Kamu ngapain disini, Dira? Aku mencari kamu kesana kemari, tapi kamu malah disini."
Alby terus saja berbicara. Sementara Nadira hanya menatapnya.
" Aku tadi dengar, kalau Mas akan menemui orang yang menelpon dalam waktu 15 menit. Jadi aku berinisiatif untuk pulang dengan taksi aja. "
Alby menatap ke arah Nadira . Ternyata Nadira mendengar percakapan mereka. Padahal Alby hanya berbisik.
" Aku akan antar kamu pulang, cepat masuk."
__ADS_1
Alby memerintahkan Nadira. Alby pun dengan cepat masuki mobilnya. Tak ada adegan saat sang lelaki membukakan pintu mobil untuk sang wanita.