Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 71


__ADS_3

Dira tak berani menatap orang yang ada di meja makan, setelah Alby secara terang-terangan menciumnya dan bermanja di depan mamanya pagi tadi. Bahkan sang Mama pun sampai tersenyum sendiri mengingat wajah menantunya yang memerah bak tomat itu. Papa yang melihat istrinya tersenyum menatapnya bingung.


" Mama kenapa? kok senyum-senyum gitu?"


" Gak apa-apa, kok Pa. Cuma..."


" Mama mau nambah makannya?"


Sebelum mama mertuanya menyelesaikan ucapannya, Dira langsung memotongnya dan menyodorkan ayam kecap ke arah piring mama mertuanya.


Alby yang paham akan sikap pemalu Dira hanya tersenyum, dan Alby pun menyodorkan piringnya ke arah Dira.


" Mas, mau sayang."


Akhirnya Papa menatap ke arah Alby dan Dira. Tampak Dira yang masih malu, dan kini papanya tau, kenapa istrinya itu tersenyum dari tadi.


Kini mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan, Papa dan Alby berpamitan untuk ke kantor.


" Ma, Pa, Alby berangkat dulu ya. "


Ucap Alby sambil mencium tangan kedua orang tuanya. Dira pun mengantar Alby ke depan. Alby pun melingkarkan tangannya ke pinggang Dira.

__ADS_1


" Mas, malu, ada Mama dan Papa. Mas mau buat aku malu lagi, seperti tadi pagi."


Ucap Dira sedikit berbisik, nun Alby hanya tertawa pelan. Dira pun memukul lengan suaminya karena gemas.


Saat akan memasuki mobil, Dira pun mencium tangan Alby, lalu di balas dengan ciuman di kening Dira. Bahkan Alby akan mencium bibir Dira. Kini bibir Alby sudah mendarat di bibir manis Dira, bukan hanya mencium, bahkan Alby sedikit menyesapnya.


" Ekhem...ekhem..."


Suara deheman dari Papanya membuat Dira mendorong dada Alby. Alby tampak salah tingkah, begitu juga dengan Dira. Wajahnya berubah merah seperti kepiting rebus. Mama dan Papa Alby pun menggodanya.


" Wah... sarapan nya double ini kayaknya." Mama berucap sambil melirik Alby. Sedangkan Papanya hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya.


" Sudah, sudah. Papa pergi dulu ya, Ma. Oiya jangan lupa, nanti malam akan pergi menghadiri pesta pernikahan anak teman bisnis, Papa. Dan Al, kamu juga jangan lupa. Kita berangkat bersama malam nanti."


" Al, lupa, Pa. Sayang, kamu nanti ikut ya. Kamu bisa pergi beli baju, atau apalah, nanti malam kita berangkat bareng mama dan papa. Oke. Mas berangkat dulu, ada meeting pagi, udah terlambat."


Ucap Alby terburu-buru. Lalu segera masuk ke dalam mobilnya, setelah sempat mencuri satu ciuman di pipi Dira. Mama hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Alby seperti itu. Hampir sepuluh menit berselang, sopir papa mertuanya pun datang, untuk menjemput mertuanya.


" Selamat pagi, Tuan, Nyonya, Neng Dira."


Sapa Mang Diman, dengan sedikit membungkukkan badannya.

__ADS_1


" Selamat pagi, Mang. Apa kabar?"


Sapa Dira. Dan setelah mengatakan kabarnya, mang Diman pun membukakan pintu.


" Kok terlambat, Man? Biasanya kamu on time."


Papa Wisnu membuka suara. Mang Diman langsung merasa gugup.


" Em...ee..itu, anu, pak. Anak saya masuk rumah sakit, malam tadi. Jadi saya buru-buru dari rumah sakit, ke rumah bapak, dan langsung ke sini. Maafkan saya pak."


Dira dan Mamanya saling tatap. Lalu Dira dengan cepat, meminta sedikit waktu untuk masuk kedalam.


" Pa, sebentar. Dira mau ambil sesuatu di dalam, Papa gak ada meeting kan?"


Papa Wisnu langsung menurut, dan menunggu. Sambil menunggu sejenak, Mama Ratna pun bertanya mengenai anak mang Diman.


" Anak kamu sakit apa, Man? Kalau emang anak kamu di rawat, kamu harusnya cuti dulu."


" Anak saya kena demam berdarah, Nya. Istri saya yang menemani, bagaimana pun ini tanggung jawab saya. Kemarin - kemarin saya sudah cuti kan, selama Nyonya dan Tuan tidak disini."


Mama dan Papa hanya saling mengangguk. Tak lama Dira keluar dengan membawa kotak bekal, dan juga tempat minum.

__ADS_1


" Mang, ini sarapan dan kopi buat Mang Diman. "


Mang Diman pun berterima kasih pada Dira.


__ADS_2