Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 131


__ADS_3

Acara syukuran atas kelahiran baby Hanan pun telah selesai seminggu yang lalu. Semua berlangsung dengan aman, walau ada sedikit insiden, saat Bram dengan terang-terangan menyindir Alby. Namun semua dapat teratasi dengan kepala dingin. Dan berakhir dengan kepulangan Bram serta keluarganya. Dan juga kepulangan Alby yang di minta oleh Dira.


Walau pun acara nya sudah berlalu, namun masih ada saja orang-orang yang mengenal Dira bahkan beberapa pelanggan butiknya mengirimkan hadiah untuk baby Hanan.


" Banyak yang sayang sama Hanan ya Sayang. Lihat lah, mereka mengirimkan semua hadiah ini. "


" Dira juga gak nyangka, Tante. Dan yang membuat Dira semakin tak menyangka, Papa Wisnu menghadiahkan saham perusahaan atas nama Hanan. Padahal sedikit pun Dira tak menginginkan itu Tante."


" Dan tindakan Alby yang menyerahkan sebagian perusahaan atas nama Hanan. Semua itu-"


Belum selesai Dira berkata, Bik Siti datang, dan menyampaikan ada tamu yang ingin bertemu Dira. Dira dan Tante Dwi saling pandang. Siapa tamu yang ingin bertemu dengan dirinya, itulah yang ada di pikiran Dira.


Dira menemui tamu yang akan bertemu dengannya, Dira pun penasaran siapa orang itu. Dira menghampiri seorang wanita yang seumuran dengan Tantenya itu. Dira tak pernah melihat apalagi mengenalnya.


" Assalamualaikum, maaf saya Dira, Ibu siapa ya? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

__ADS_1


Wanita itu tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya.


" Kita belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi saya tau tentang kamu. Anak saya cukup banyak bercerita tentang kamu."


" Maaf Bu, apa saya mengenal anak Ibu? Dan nama ibu siapa?"


Lagi-lagi wanita itu tersenyum tipis.


" Nama saya Yuni. Dan Syifa adalah anak saya."


Mata Dira membulat tak percaya. Wanita di hadapannya ini adalah ibu dari pihak ketiga di dalam rumah tangganya. Dira sempat mematung beberapa saat, luka atas pengkhianatan Alby kembali terasa.


" Dira, Ibu mohon. Ada sesuatu yang diamanatkan Syifa sesaat sebelum kepergiannya. Bisa kita bicara? Saya mohon.."


Dengan mengalahkan ego nya, Dira pun mempersilahkan Tante Yuni untuk bicara.

__ADS_1


" Sebelumnya Ibu ingin minta maaf atas kesalahan yang ibu lakukan. Semua penderitaan kamu, ibulah penyebabnya. Ibu lah yang memaksa Alby untuk menikahi Syifa. Sebelum Syifa meninggal dunia..."


Sementara Dira hanya mendengar kan semua cerita dari Tante Yuni. Tak sedikit pun Dira mencela atau memotong ucapan Tante Yuni. Semua yang selama ini terjadi di ungkapan semuanya oleh Tante Yuni.


" Kalau memang Alby terpaksa, kenapa Syifa sampai hamil? Apa itu juga terpaksa?"


Ucap Dira kemudian. Tante Yuni menghela nafasnya.


" Disitulah letak kesalahan terbesar Ibu. Ibu tidak bisa mencegah hal itu terjadi. Saat itu yang Ibu inginkan hanya Syifa bahagia di penghujung hidupnya. Hanya itu..."


Dira tersenyum miris.


" Apa demi kebahagiaan Putri Ibu, Ibu tega merebut kebahagiaan wanita lain? Apa demi mewujudkan mimpi ibu, ibu tega menghancurkan mimpi orang lain? Apa demi melihat rumah tangga putri ibu, ibu tega menghancurkan rumah tangga wanita lain?"


Dira mengucapkan semua yang ada di hatinya dengan tenang. Walau di sela itu ada air mata.

__ADS_1


" Maafkan Saya, Dira...Ini adalah kesalahan saya..."


" Apa dengan maaf Ibu, dapat mengembalikan hati saya yang hancur karena pengkhianatan orang yang saya cintai? Apa dengan maaf ibu, dapat mengembalikan kepercayaan saya terhadap orang itu?"


__ADS_2