Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
episode 76


__ADS_3

Dira mendorong dada Alby agar menjauh. Ia tak ingin membuat mertuanya menunggu lama.


" Mas, Papa dan Mama ada di bawah."


" Biarkan saja. "


Ucap Alby sambil mengusel-usel hidungnya di leher Dira. Dira mulai terbuai, Alby sangat paham titik kelemahan istrinya.


" Mas...."


"Hm..."


Alby terus menjelajahi leher dan kini turun ke dada Dira, tadinya Dira sempat terbuai, namun kini dirinya sadar, Dira mendorong tubuh Alby, dengan nafas yang memburu.


" Mas, Papa dan Mama sedang menunggu. Ayo turun."


Dira pun segera memakai hijabnya, lalu keluar kamar. Saat menuruni anak tangga, di lihatnya Papa Wisnu yang hanya sendirian di ruang keluarga.


" Pa, papa sendirian?"


Papa Wisnu yang mendengar suara Dira pun mengalihkan pandangan matanya dari ponsel ke arah Dira.


" Mama kamu lagi di dapur, lagi nyiapin makanan."

__ADS_1


Dira pun langsung ke arah dapur l, sedangkan Alby pun baru saja keluar dari kamarnya, dan duduk di rumah keluarga bersama papanya.


Dira melihat mama Ratna yang sedang menyiapkan kue basah di piring. Dira mengerikan keningnya, melihat beberapa jenis kue basah di tata di piring oleh Mama.


" Ma..."


Mama Ratna yang mendengar suara Dira langsung menoleh, dan tersenyum.


" Hai Sayang, maaf ya, mama pakai dapurnya."


Dira tersenyum melihat mama mertuanya. Lalu datang menghampiri, dan melihat semua kue-kue itu.


" Mama, Kok kuenya banyak banget?"


Dira melihat beberapa jenis kue di piring itu, ada putu ayu, centik manis, Bugis, klepon. Membuat Dira geleng -geleng kepala melihat mertuanya ini. Dira pun membuat teh untuk teman ngemil sore mereka.


" Aya kemana, Dir?"


Tanya papa wisnu. Tak lama Aya pun keluar dari dalam kamarnya.


" Sepertinya ada yang nyariin, Aya nich?"


Papa melihat ke arah Aya, lalu memintanya untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ya, kamu udah lulus kuliah, sekarang papa mau, kamu mulai terjun di dunia bisnis, melanjutkan bisnis Papa yang sudah papa rintis sejak muda."


Aya tampak ingin menyela, namun papa Wisnu mulai membuka suaranya lagi.


" Ini semua papa lakukan, karena anak laki-laki papa, satu-satunya enggan memegang perusahaan papa nya, lebih memilih merintis perusahaannya dari nol."


Papa mendengus sebal, Alby yang merasa tersindir hanya terus mengunyah makanannya tanpa menghiraukan ocehan papanya.


Dira memukul paha Alby, membuat Alby menghentikan kunyahannya.


" Kenapa, Sayang?"


" Mas, Papa lagi ngomong itu. Kok malah makan sich? Gak sopan ah."


" Mas bosan, Sayang. Mas kan udah bilang sama papa, Mas pasti mau pegang perusahaan papa, tapi untuk sekarang, mas mau fokus dulu ke perusahaan Mas. Lagian papa mau ngapain sich cepet-cepet pensiun dari bisnis. Al tu masih butuh mentor dari papa."


Ucap Al panjang lebar.


" Papa mau pensiun, karena papa pingin main ma cucu. Makanya kamu cepetan kasih papa cucu."


Degh... seketika hati Nadira terasa tercubit. Dia pun menatap, ke arah Papa Wisnu dan Mama Ratna. Pandangan matanya sendu, mama Ratna yang menyadari hal itu, lalu dengan cepat menyenggol lengan suaminya. Papa Wisnu yang mendapat senggolan dari istrinya melihatnya.


Mama Ratna menunjuk ke arah Dira melalui isyarat mata. Papa Wisnu yang menyadari langsung melihat sekeliling. Di lihatnya Alby yang menatapnya tajam. Dan Aya yang menatapnya dengan bibir yang di kerutkan. Sedangkan Dira, hanya terdiam lalu undur diri dari mereka semua.

__ADS_1


" Pa, Ma, Dira masuk dulu, ya."


__ADS_2