Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)
Episode 179


__ADS_3

Setelah beberapa hari menikmati keindahan kota Jogja, kini Dira dan Alby akan kembali pulang. Kerinduan mereka pada Hanan sudah tidak bisa di bendung lagi. Dira tak pernah berpisah lama dari putranya itu.


"Semua sudah masuk kan? Yakin gak ada yang tertinggal?"


Alby berkata pada Dira yang sedang memasukkan ponselnya ke dalam tas. Semetara koper mereka sudah siap. Dira melihat sekeliling, dan sepertinya tidak ada yang tertinggal.


" Enggak ada, semua udah masuk."


Ucap Dira sambil mendekati Alby yang sudah menutup koper. Lalu Alby menegakkan badannya.


" Yakin gak ada yang ketinggalan?"


Ucap Alby lagi. Dan Dira mengangguk mantap mengiyakan. Alby menipiskan bibirnya. Lalu menarik pinggang Dira merapat ke tubuhnya.


" Ada yang tertinggal."


Ucap Alby sambil membelai wajah Dira. Dira semakin mengerutkan keningnya.


" Apa..."


" Ini..."


Ucap Alby yang langsung mencium bibir Dira. Bukan cuma mencium, Alby bahkan ******* bibir itu. Ciuman itu semakin panas. Bahkan sekarang ciuman itu berubah menjadi saling menuntut. Dan lebih menuntut.


Mereka lepaskan tautan itu, saat dirasa mereka saling kekurangan oksigen. Alby langsung menyatukan keningnya dan kening Dira. Tangannya membelai bibir Dira yang tampak sedikit membengkak akibat dirinya.


" Kita cancel aja ya. Besok aja pulangnya."


Ucap Alby kemudian. Dan berhasil membuat Dira mendorong tubuh Alby.


" Aku udah kangen Hanan, Mas."

__ADS_1


Ucap Dira dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Membuat Alby merengkuh tubuh Dira ke dalam pelukannya.


" Iya...iya, kita pulang. Mas juga udah kangen sama Hanan."


Lalu mereka pun check out dari hotel dan langsung ke bandara. Setelah beberapa jam, pesawat yang di tumpangi mereka pun tiba di Ibu kota. Dira tampak berbinar, sebentar lagi akan bertemu dengan Hanan.


Di dalam mobil, Alby terus saja memeluk Dira. Membuat Dira malu dengan sopir yang membawa mereka pulang ke kediaman Papa Haidar.


" Mas, malu..."


" Kenapa mesti malu, kita suami istri, dan kita baru aja honeymoon. Semua orang pasti akan mengerti. Bukan begitu, Pak?"


Ucap Alby yang di angguki oleh supir pribadinya itu. Empat puluh menit kemudian, mobil itu tiba di halaman rumah Papa Haidar. Mereka berdua turun, tanpa koper mereka, yang membuat Dira mengerutkan keningnya.


" Mas, koper kita masih di mobil loh."


" Biar aja, sekarang kita masuk. Mama dan Papa serta yang lainnya pasti udah nungguin kita."


Setelah mencium kedua tangan papa dan mamanya, kini Dira dan Alby duduk di ruang keluarga. Mereka berbincang sejenak. Dan tak lama, terdengar suara tangisan dari kamar Luna. Suara tangisan Princess nya Hanan.


" Assalamualaikum, princess nya kakak Hanan."


" Waalaikumsalam, Onty. Duh...yang habis honeymoon, wajahnya berseri-seri banget."


Luna menggoda Dira.


" Apaaan sih Mbak."


Dan sukses membuat wajah Dira merona. Dan membuat Luna tertawa. Lalu Dira pun menggendong Princess.


" Udah cocok kamu gendong Baby lagi, Ra."

__ADS_1


Dira tersenyum, lalu menciumi baby Princess dan membuat bayi imut itu menggeliat.


" Doakan aja ya, Mbak. Karna dulu aku perlu waktu yang cukup lama untuk mengandung Hanan. Sekitar tiga tahun barulah aku hamil.,"


Kedua wanita yang tak berbeda jauh umurnya itu pun saling bertukar cerita. Mereka begitu asik dengan ceritanya hingga lupa akan waktu.


" Mama....."


Suara Hanan yang melihat Dira berada di kamar Princess, dan langsung memeluknya.


.


.


.


**Assalamualaikum, readers.


Jangan lupa, like komen dan vote serta giftnya ya...


cerita Nadira sepertinya akan berakhir dalam beberapa episode lagi ya...


Jangan lupa mampir di ceritaku yang lainya.


judulnya..


" Cinta Bunda Pengganti."


Udah tayang 8 episode loh.


Jangan lupa ya...love you All.

__ADS_1


🥰🥰🥰😘😘😘😘😘**


__ADS_2